Prabowo: Swasembada Pangan Bikin Indonesia Percaya Diri Hadapi Ketidakpastian Global
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : BPMI Setpres
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menilai keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan global yang semakin tidak menentu.
Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri membuat Indonesia lebih siap menjaga stabilitas nasional sekaligus menjamin kebutuhan masyarakat.
Prabowo mengatakan persoalan pangan selalu menjadi perhatian utamanya karena berkaitan langsung dengan ketahanan sebuah negara.
Ia menerangkan sejarah telah menunjukkan kekuatan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kemampuannya memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya.
“Kalau saya bicara sudah berapa puluh tahun, pasti saya bicara masalah pangan, masalah perut. Karena ini pelajaran ribuan tahun sejarah. Alhamdulillah kita sudah capai dalam waktu yang singkat ketahanan pangan, swasembada pangan,” kata Prabowo saat memberikan taklimat dalam pertemuan dengan pengusaha Kadin pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Menurut Presiden, capaian tersebut menjadi alasan bagi Indonesia untuk lebih percaya diri menghadapi berbagai dinamika dunia.
Dengan swasembada pangan, pemerintah optimistis kebutuhan pangan masyarakat tetap dapat dipenuhi meski situasi global berubah dengan cepat.
“Ini yang membuat kita percaya diri, confident. Apa pun terjadi, kita yakin, kita bisa jamin makan untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti sejumlah konflik yang masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Ia mencontohkan perang di Ukraina yang berlangsung berkepanjangan serta meningkatnya ketegangan di kawasan ASEAN sebagai bukti bahwa kondisi geopolitik dunia masih penuh ketidakpastian.
Konflik yang terjadi di satu wilayah, katanya dapat menimbulkan dampak luas bagi negara lain, termasuk Indonesia.
Dampaknya, tidak hanya dirasakan pada aspek keamanan, tetapi juga memengaruhi stabilitas harga pangan, energi, hingga rantai pasok global.
“Mungkin perang Ukraina lebih lama dari Perang Dunia Kedua juga. Jutaan sudah korban dan kita baru mengerti bahwa perang di satu bagian dari bumi punya pengaruh ke mana-mana, kepada harga pangan, harga BBM, dan sebagainya,” tutur Prabowo.
Presiden menambahkan penguatan ketahanan pangan harus terus menjadi prioritas. Dengan kemampuan memproduksi pangan secara mandiri, Indonesia dinilai memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk menghadapi gejolak ekonomi maupun geopolitik dunia sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat.
Sikap tersebut, menurut Prabowo, menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan kebutuhan pangan nasional tetap terjaga sehingga Indonesia mampu menghadapi ketidakpastian global dengan lebih percaya diri.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
