Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Pondok Liar di Tepian Sungai Udang Kembali Digulung

Pondok Liar di Tepian Sungai Udang Kembali Digulung

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LANGIT di tepian Sungai Udang siang itu biru terang tanpa ampun. Matahari memantul di genangan air rawa kecil di sisi jalan alternatif Pasar Buah Jakabaring, membuat udara terasa seperti dipanggang perlahan.

Debu beterbangan setiap kali mini ekskavator menggigit dinding papan pondok liar yang berdiri di Daerah Aliran Sungai (DAS) Jalan Pangeran Ratu Lorong Datuk Akib, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Rabu (13/5/2026).

Suara kayu patah bersahut-sahutan dengan dentuman besi alat berat. Warga yang melintas melambatkan laju motor. Sebagian berhenti di pinggir jalan, menonton seperti menyaksikan babak akhir sebuah cerita lama yang terus berulang.

Empat pondok mungil berukuran sekitar 4×3 meter itu satu per satu ambruk. Atap jerami beterbangan diterpa angin panas. Papan-papan kusam berserakan ke tepian sungai. Tak butuh waktu lama, bangunan yang sempat berdiri diam di bibir aliran Sungai Musi itu akhirnya rata dengan tanah.

Namun, bagi warga sekitar, pembongkaran ini bukan cerita baru.

Pondok-pondok liar itu sudah beberapa kali dibongkar sejak 2022. Tapi seperti ilalang di musim hujan, bangunan serupa kembali tumbuh. Dibongkar, muncul lagi. Hilang sebentar, lalu berdiri kembali.

Ada semacam perang kecil yang tak pernah benar-benar selesai di tepian sungai ini.

Petugas Satpol PP Kota Palembang datang dengan pengawalan aparat gabungan dari TNI, Polisi Militer, serta instansi terkait. Dua mobil bak terbuka disiagakan untuk mengangkut puing-puing bangunan agar kawasan itu benar-benar bersih.

Di tengah terik matahari yang menyengat kepala, para petugas bekerja cepat. Linggis diayunkan. Palu diketukkan. Sementara mini ekskavator bergerak perlahan seperti sedang menyapu sisa-sisa pelanggaran yang dianggap membandel.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Sat Pol PP Kota Palembang, Budi Ritongga mengatakan penertiban kali ini dilakukan karena bangunan liar kembali berdiri di kawasan yang jelas dilarang.

“Sudah pernah kami tertibkan, tapi dibangun lagi. Kali ini kami lakukan tindakan tegas,” katanya.

Menurut Budi, pihaknya sebenarnya sudah menempuh langkah persuasif sebelum pembongkaran dilakukan. Namun karena bangunan tetap kembali berdiri di kawasan DAS, maka tindakan tegas dianggap perlu.

“Kami minta RT dan pihak kecamatan ikut mengawasi agar tidak terjadi lagi. DAS bukan untuk bangunan liar, melainkan ruang terbuka yang harus dijaga,” tegasnya.

Pernyataan itu terdengar sederhana. Tetapi di balik pembongkaran empat pondok kecil, tersimpan persoalan kota yang lebih besar.

Palembang sejak lama menghadapi masalah bangunan liar di sempadan sungai. Tepian aliran air yang seharusnya menjadi ruang terbuka dan jalur resapan perlahan berubah menjadi lokasi bangunan semi permanen. Ada yang dijadikan tempat singgah, lapak kecil, bahkan pondok yang akhirnya menetap.

Masalahnya bukan sekadar soal kayu dan atap jerami.

Yang sering luput dibahas adalah mengapa bangunan-bangunan seperti ini selalu kembali muncul.

Sebab kalau hanya soal membongkar, pekerjaan itu sebenarnya cepat selesai. Satu unit mini ekskavator saja cukup membuat pondok rata dalam hitungan menit. Tapi membongkar akar persoalan tentu tidak semudah menghancurkan papan kayu.

Di banyak sudut kota, ruang kosong selalu punya magnet tersendiri. Ketika pengawasan longgar, kawasan itu perlahan ditempati. Awalnya satu pondok. Lalu bertambah. Lama-lama dianggap biasa.

Fenomena itu juga terlihat di kawasan tepian Sungai Udang.

Warga sekitar mengaku penertiban sudah beberapa kali terjadi. Namun bangunan serupa kembali muncul tak lama setelah petugas pergi. Kondisi ini membuat penertiban terasa seperti lingkaran yang terus berputar.

Selain itu, pemerintah juga berada dalam posisi sulit. Jika dibiarkan, bangunan liar bisa mempersempit kawasan DAS dan memicu persoalan lingkungan di kemudian hari. Tapi jika hanya mengandalkan pembongkaran tanpa pengawasan rutin, bangunan serupa kemungkinan besar akan kembali muncul.

Karena itu, pembongkaran siang itu sebenarnya bukan sekadar meratakan pondok liar.

Ia menjadi simbol bagaimana kota terus berusaha menjaga ruang hidupnya dari pelanggaran yang perlahan dianggap biasa.

Di tengah suara mesin ekskavator yang meraung, ada pesan yang ingin ditegaskan pemerintah, tepian sungai bukan tempat untuk diduduki sesuka hati.

Meski begitu, warga yang menonton dari kejauhan tampaknya juga memahami satu hal lain. Selama masih ada celah, selama pengawasan lengah, dan selama kawasan kosong dianggap bisa dimanfaatkan, pondok-pondok baru mungkin saja kembali muncul di tempat yang sama.

Sore nanti, puing-puing itu memang akan hilang diangkut truk. Tapi pertanyaan besarnya masih tertinggal di tepian Sungai Udang.

Apakah ini benar-benar akhir, atau hanya babak berikutnya dari cerita lama yang terus berulang di pinggir sungai Kota Palembang?. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatan Produksi Nasional, KKP Terus Dorong Produktivitas Budidaya Rumput Laut

    Tingkatan Produksi Nasional, KKP Terus Dorong Produktivitas Budidaya Rumput Laut

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terus menggenjot produktivitas perikanan budidaya antara lain dengan mengembangkan rumput laut. Hal itu sebagai upaya meningkatkan produksi rumput laut nasional yang dirasa masih terus bergejolak, pasca Idul Fitri 1443 H/2022. Menurut Dirjen Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu, salah satu komoditas budidaya laut andalan KKP adalah […]

  • PMI Muba Bakal Bentuk UTD Hingga Fokus Penanggulangan Bencana

    PMI Muba Bakal Bentuk UTD Hingga Fokus Penanggulangan Bencana

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 851
    • 0Komentar

    PENGURUS Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Periode 2019-2021 resmi dilantik yang disaksikan secara langsung oleh Bupati Muba Dodi Reza Alex bersama Ketua PMI Sumsel Febrita Lustia Herman Deru, di Opproom Pemkab Muba,Senin (11/11/2019). Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi resmi dilantik menjadi Ketua PMI Muba Periode 2019-2021. Tidak hanya pengurus Kabupaten, […]

  • SAHABAT….

    SAHABAT….

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.245
    • 0Komentar

    LELAH  untuk mencoba melepaskan beban Kau berikanku mimpi namun, semua tak terjadi jika aku sendiri Jalan, nan panjang sudah kita arungi Namun kau tetap berdiri untuk sendiri   Banyak sudah kisah yang kau tinggal Semua akan jadi kenangan yang indah Karena engkau akan pergi bersama mimpi Yang dulu pernah kau cita-citakan   Akhirnya kau pun […]

  • Di Nilai Baik Dalam Pembangunan, Palembang Peroleh Penghargaan

    Di Nilai Baik Dalam Pembangunan, Palembang Peroleh Penghargaan

    • calendar_month Jumat, 23 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.130
    • 0Komentar

    PEMBUKAAN Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2022, Pemerintah Kota Palembang kembali  menerima Penghargaan sebagai kota dinilai terbaik dalam Pembangunan. Penganugerahaan peringkat pertama  pemenang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Kabupaten/Kota Sumatera Selatan Tahun 2021, Penghargaan Kota Palembang diberikan lansung Gubernur Sumsel, H. Herman Deru di Hotel Santika Premier, Jumat [23/4 […]

  • Tak Main-main, Ratu Dewa Bakal  Tindak Tegas ASN dan PNSD yang Lakukan Pungli

    Tak Main-main, Ratu Dewa Bakal  Tindak Tegas ASN dan PNSD yang Lakukan Pungli

    • calendar_month Senin, 8 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.179
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –  Sekretaris Daerah Kota Palembang Drs Ratu Dewa MSi menginstruksikan agar dilakukan penindakan tegas terhadap ASN dan Non PNSD yang melakukan pungutan liar (pungli). Instruksi ini disampaikan saat dirinya menjadi pembina Apel Gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang di Kantor Dishub Palembang. Apel juga diikuti sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Palemban, […]

  • Alibaba Cloud Luncurkan Aplikasi Web Keberlanjutan &Penerjemah Bahasa Isyarat Virtual untuk Asian Games Hangzhou

    Alibaba Cloud Luncurkan Aplikasi Web Keberlanjutan &Penerjemah Bahasa Isyarat Virtual untuk Asian Games Hangzhou

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.864
    • 0Komentar

    Alat yang didukung AI ini bertujuan untuk menjadikan Asian Games pertama di cloud lebih berkelanjutan dan inklusif Sumselterkini.co.id, HANGZHOU, CHINA – Media OutReach –  Dalam upaya mempromosikan keberlanjutan dan inklusivitas Asian Games dan Asian Paralympic Games di Hangzhou, Alibaba Cloud, tulang punggung teknologi digital dan intelijen Alibaba Group, telah meluncurkan web keberlanjutan aplikasi untuk atlet, […]

expand_less
WordPress Archive FluentCRM Pro – Email Marketing Automation FluffyPaw – WordPress Theme for Veterinary Clinic & Pet Care Center Fluma - Influencer Marketing Agency Elementor Pro Template Kit FlutKit – Flutter & Figma UI Kit Flutter Travel App with Admin Panel – Travel Hour Flutterwave Payment Solutions and Bills Payment Services Fluxi – SEO Marketing Digital Agency WordPress Theme FluxNews – Flutter mobile app for WordPress FluxStore Delivery Boy – Flutter App for Woocommerce FluxStore Manager – Vendor and Admin Flutter App for Woocommerce