Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Tingkatan Produksi Nasional, KKP Terus Dorong Produktivitas Budidaya Rumput Laut

Tingkatan Produksi Nasional, KKP Terus Dorong Produktivitas Budidaya Rumput Laut

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 13 Mei 2022
  • visibility 834
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIREKTORAT Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terus menggenjot produktivitas perikanan budidaya antara lain dengan mengembangkan rumput laut. Hal itu sebagai upaya meningkatkan produksi rumput laut nasional yang dirasa masih terus bergejolak, pasca Idul Fitri 1443 H/2022.

Menurut Dirjen Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu, salah satu komoditas budidaya laut andalan KKP adalah rumput laut. Sementara untuk meningkatkan produktivitasnya, DJPB menggunakan teknik kultur jaringan.

Tebe, sapaan akrab Tb Haeru Rahayu menyampaikan, DJPB melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon berperan untuk melakukan pengembangan dan pendistribusian bibit rumput laut di kawasan timur Indonesia.

Tebe menyampaikan bibit rumput laut hasil kultur jaringan merupakan teknik budidaya bibit rumput laut dengan cara pengambilan jaringan dari induk rumput laut unggul untuk dilakukan pembesaran di laboratorium guna menghasilkan bibit yang berkualitas.

“Penggunaan bibit rumput laut hasil kultur jaringan pada kawasan sentra rumput laut diharapkan dapat mendongkrak produksi rumput laut nasional yang menjadi program prioritas KKP,” kata Tebe di Jakarta, Jumat (13/5/2022).

Sementara itu, Kepala BPBL Ambon, Sarwono mengatakan di BPBL Ambon pihaknya memiliki laboratorium kultur jaringan dan kebun bibit rumput laut, sementara di laboratorium kultur jaringan saat ini telah mengembangkan jenis rumput laut Eucheuma cottonii.

Sarwono menjelaskan semua tahapan di laboratorium kultur jaringan dilakukan antara lain, aklimatisasi induk, induksi kalus, regenerasi kalus menjadi mikropropagul, regenerasi mikropropagul menjadi plantlet, serta aklimatisasi plantlet di rumah kaca/ruangan indoor.

“Dengan demikian laboratorium kultur jaringan rumput laut di BPBL Ambon rutin setiap bulannya memproduksi plantlet untuk dibesarkan dan diperbanyak di kebun bibit,” kata Sarwono.

Selain itu, untuk mengantisipasi perubahan iklim, BPBL Ambon memiliki beberapa lokasi kebun bibit. Dia mengatakan dengan menggunakan sistem kultur jaringan, BPBL Ambon mampu memproduksi bibit rumput laut kultur jaringan sebanyak 1,5 ton pertahun.

Pihaknya rutin mendistribusikan rumput laut hasil kultur jaringan dari BPBL Ambon ke Kabupaten Taliabu, Kabupaten Sula, Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual, Kabupaten Buru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Yapen, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Menurutnya, keuntungan perbanyakan bibit rumput laut dari metode kultur jaringan lebih unggul jika dibandingkan dengan metode secara konvensional. Dia mengatakan thalus kultur jaringan lebih banyak percabangannya, selain itu rumput laut hasil dari kultur jaringan lebih tahan terhadap perubahan lingkungan, dan thalus lebih padat, serta apabila kondisi lingkungan baik, pertumbuhannya bisa lebih cepat.

Sementara itu, salah satu pembudidaya rumput laut asal Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku, yang tergabung dalam Pokdakan Yawan Ridol Mandiri, Andi Batlayri mengatakan pihaknya sangat senang usaha budidaya rumput laut hasil kultur jaringan.

“Dengan usaha budidaya rumput laut hasil kultur jaringan lebih tahan dan lebih cepat besar,” kata Andi Batlayri.

Menurutnya, saat ini harga rumput laut juga cukup baik mencapai Rp 29 ribu per kg, dengan demikian perkembangan budidaya rumput laut di Tanimbar cukup menggeliat.

“Saat ini harga rumput laut mencapai Rp29 ribu per kg, kami berhasil budidaya rumput laut dalam satu siklus selama sebulan mampu mencapai produksi sebanyak 10 ton, dan hal tersebut tentu mampu memenuhi kebutuhan dan meningkatkan pendapatan para pembudidaya,” kata Andi.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus menggenjot produktivitas rumput laut untuk kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Salah satu langkahnya dengan aktif memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada masyarakat terkait produksi rumput laut menggunakan sistem kultur jaringan.

Menteri Sakti Wahyu Trenggono menyatakan rumput laut bisa digunakan sebagai komoditas yang bisa dikelola untuk menghasilkan beragam manfaat, selain produk pangan, rumput laut juga bisa dijadikan pupuk, kosmetik, serta bahan baku farmasi.InfoPublik (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumsel Menyulam Mimpi, Songket Menjemput Dunia

    Sumsel Menyulam Mimpi, Songket Menjemput Dunia

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.212
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Apa jadinya kalau songket yang dulu cuma buat dipakai di acara pernikahan, sekarang bisa jadi ladang emas yang mendunia? Ya, itulah yang tengah diupayakan dalam Swarna Songket Nusantara yang bakal digelar di Palembang, 1-5 Agustus 2025. Kata pepatah, “tak kenal maka tak sayang,” dan memang, kadang kita harus mempromosikan produk budaya kita seperti […]

  • Kemen PPPA: Beri Anak Makanan Bergizi Upaya Tangkal COVID

    Kemen PPPA: Beri Anak Makanan Bergizi Upaya Tangkal COVID

    • calendar_month Minggu, 22 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 747
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengajak seluruh anak sebagai pelopor dan pelapor yang tergabung dalam Forum Anak untuk menyosialisasikan pentingnya pemenuhan makanan bergizi bagi anak kepada teman-teman sebayanya maupun kepada para orang tua, dan masyarakat di lingkungannya. Sosialisasi pentingnya pemenuhan makanan bergizi bagi anak sebagai salah satu kelompok yang rentan terpapar bagian […]

  • Sumsel Tidak Ada Wewenang, Pengeluaran Bupati Muara Enim Non Aktif Wewenang MA

    Sumsel Tidak Ada Wewenang, Pengeluaran Bupati Muara Enim Non Aktif Wewenang MA

    • calendar_month Sabtu, 12 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 600
    • 0Komentar

    PENGELUARAN Bupati Muara Enim nonaktif Juarsah dari Rutan Palembang pada 6 Maret 2022 lalu untuk menghadiri pernikahan anaknya merupakan kewenangan Mahkamah Agung (MA) bukan Kanwil Kemenkumham Sumatera Selatan. Hal itu disampaikan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kadivpas Kanwil Kemenkumham) Sumatera Selatan (Sumsel), Bambang Haryanto, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (11/3/2022). […]

  • Herman Deru Tokoh Tani Nasional, Gubernur dan Bupati  Banyuasin Panen Raya di  Desa Sungai Rebo

    Herman Deru Tokoh Tani Nasional, Gubernur dan Bupati  Banyuasin Panen Raya di  Desa Sungai Rebo

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 622
    • 0Komentar

    PERHATIAN Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru terhadap sektor pertanian sudah tidak diragukan lagi. Seperti Selasa, (12/10) dimana Herman Deru didampingi Bupati Banyuasin Askolani. Pada panen raya yang dilaksanakan di desa Sungai Rebo Banyuasin tersebut diakukan di lahan seluas 300 hektar yang menghasilkan 6 ton Gabah Kering Panen (GKP). Dalam panen raya tersebut juga Herman […]

  • Survei BI 2021 Ungkap 20% UMKM RI Mampu Memitigasi Dampak Pandemi dengan Cara Digitalisasi Bisnis

    Survei BI 2021 Ungkap 20% UMKM RI Mampu Memitigasi Dampak Pandemi dengan Cara Digitalisasi Bisnis

    • calendar_month Kamis, 3 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.838
    • 0Komentar

    DIGITALISASI telah melahirkan berbagai peluang baru yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan inklusi keuangan bagi UMKM. Tersedianya akses dan layanan keuangan yang mudah dijangkau oleh UMKM menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan UMKM terhadap guncangan ekonomi. Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono, dalam International Seminar on Digital Financial Inclusion yang menjadi side event dari […]

  • Rakornas Stunting 2021, Wapres : Konvergensi Kata Mudah Diucapkan, Tapi Tak Mudah Diwujudkan

    Rakornas Stunting 2021, Wapres : Konvergensi Kata Mudah Diucapkan, Tapi Tak Mudah Diwujudkan

    • calendar_month Senin, 23 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    UPAYA percepatan penurunan prevalensi stunting di Indonesia telah dilakukan secara multi sektor, sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Program-program tersebut dilaksanakan melalui berbagai mekanisme implementasi dan pendanaan. Namun, terdapat tantangan dalam memastikan seluruh program dan pendanaan tersebut dapat secara konvergen sampai di wilayah dan diterima oleh rumah tangga sasaran. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan secara terpadu dan […]

expand_less
WordPress Archive Elements Kit Pro – All In One Addons for Elementor Page Builder Elementy – Multipurpose One & Multi Page Template Elementy – Multipurpose One & Multi Page WordPress Theme ElemForm7 PRO – Advanced Elementor Widget for Contact Form 7 Eleos – One-Page Creative WordPress Theme Elespare Pro – News, Magazine and Blog Elements & Addons for Elementor with Header Footer Builder Elessi – WooCommerce AJAX WordPress Theme – RTL support Eletra – Marketplace Electronics Store ELEVATION – Charity/Nonprofit/Fundraising WP Theme Eleven – Music Concert Event WordPress Theme