Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Pusri & Kopi Tebat Benawa, Cerita Kopi dari Lereng Dempo

Pusri & Kopi Tebat Benawa, Cerita Kopi dari Lereng Dempo

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 62
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di KAKI Gunung Dempo, Pagar Alam, Sumatera Selatan, kopi bukan hanya  tanaman perkebunan, kopi sudah lama menjadi bagian dari kehidupan petani di sana bahkan menjadi sumber kehidupan, bahkan sekaligus sebagai identitas wilayah.

Dari sanalah Program Kopi Tebat Benawa hadir, sebuah inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pusri yang mencoba merangkai satu hal penting, bagaimana pertanian bisa tetap produktif tanpa meninggalkan alam dan petaninya.

Program ini tidak berdiri di atas konsep yang rumit, program  tumbuh dari praktik yang sederhana tapi berdampak serta yang mendampingi petani kopi di Desa Tebat Benawa untuk mengelola kebun dengan pendekatan agroforestri.

Di satu lahan, kopi tidak berdiri sendiri, kopi tumbuh berdampingan dengan pohon pelindung seperti petai, jengkol, dan tanaman buah lain. Pola ini bukan hanya mempercantik lanskap, tapi juga menjaga tanah tetap subur dan mengurangi risiko erosi di wilayah perbukitan.

VP TJSL Pusri, Rahmawati, menerangkan program ini memang dirancang untuk memberi dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat (petani).

Menurutnya, Kopi Tebat Benawa menjadi salah satu program unggulan TJSL, karena menyentuh tiga aspek sekaligus, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Harapannya, setidaknya program ini tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek, tetapi berkembang menjadi praktik yang berkelanjutan.

Dari sisi budidaya juga, perubahan  dilakukan juga cukup mendasar, pasalnya petani mulai dikenalkan dengan metode petik merah, yakni memanen buah kopi yang sudah matang sempurna.

Cara ini sederhana, tapi efeknya besar terhadap kualitas rasa kopi yang dihasilkan, dengan proses pascapanen yang lebih terkontrol, kopi dari Tebat Benawa mulai memiliki karakter yang lebih konsisten dan bernilai jual lebih baik.

Namun, yang menarik dari program ini bukan hanya soal kualitas produk, ada proses sosial yang ikut bergerak pula.

Bahkan, petani yang sebelumnya bekerja secara individu mulai terorganisir dalam kelompok tani. Hal ini dinilai penting karena dalam pertanian rakyat, biasanya posisi tawar petani sering lemah karena rantai distribusi yang panjang.

Oleh sebab itu, dengan kelompok yang lebih solid, petani punya ruang untuk bernegosiasi yang lebih kuat dan tidak sepenuhnya bergantung pada tengkulak atau jalur distribusi tradisional.

Dari sisi lingkungan, setidaknya pendekatan yang digunakan juga mencoba menutup siklus produksi.

Bahkan limbah kulit kopi yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini diolah menjadi kompos, disamping itu pengolahan juga diintegrasikan dengan penggunaan pupuk NPK Kopi yang juga merupakan produk Pusri.

Circular economy

Pendekatan ini menjadi contoh sederhana dari konsep circular economy di tingkat petani, artinya apa yang keluar dari kebun, kembali lagi ke kebun.

Meski demikian, tentu di balik semua capaian itu, ada satu hal yang sering luput dibicarakan dalam program-program seperti ini, yaitu proses adaptasi, sebab perubahan pola tanam, cara panen, hingga pengolahan tidak terjadi dalam satu malam.

Petani perlu waktu untuk menyesuaikan diri, sekaligus membuktikan  praktik baru ini benar-benar memberi manfaat yang lebih baik dibanding cara lama.

Sehingga  tahap itu, peran pendampingan menjadi penting, dan program seperti Kopi Tebat Benawa tidak hanya soal bantuan teknis, tetapi juga proses belajar bersama. Petani bukan cuma sebagai objek penerima program, tetapi sebaliknya bagian dari proses perubahan itu sendiri.

Dari kaki Dempo, cerita ini pelan-pelan menunjukkan satu hal sederhana namun penting, yaitu bagaimana keberlanjutan tidak lahir dari slogan, tetapi dari praktik kecil yang konsisten.

Dari cara petani memilih buah kopi, dari cara mereka mengelola tanah, hingga dari cara mereka membangun kebersamaan dalam kelompok.

Kopi Tebat Benawa mungkin hanya satu titik kecil di peta perkebunan Indonesia.

Namun kesederhaaan itu, ada pemahaman lebih luas bahwa pertanian masa depan bukan saja soal produksi, tetapi tentang bagaimana manusia, ekonomi, dan alam bisa tetap berjalan berdampingan tanpa saling mengorbankan.

Oleh karena itu di tengah perjalanannya, Pusri hadir bukan sebagai pusat cerita, tetapi sebagai bagian dari proses yang mencoba memastikan perubahan bisa tumbuh, pelan tapi pasti, dari akar yang paling dasar tanah dan petaninya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hijab, Transportasi & Ketekunan Seorang Maharani: “Bisnis Itu Serius, Tapi Dimulai dengan Mimpi”

    Hijab, Transportasi & Ketekunan Seorang Maharani: “Bisnis Itu Serius, Tapi Dimulai dengan Mimpi”

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.514
    • 0Komentar

    R.A. KARTINI  dulu memperjuangkan hak perempuan lewat tulisan dan pemikiran, kini para Kartini muda era saat ini mewujudkan semangat itu lewat dunia usaha. Mereka tidak lagi sekadar berdiri di balik layar, tapi justru jadi sutradara utama mengatur jalan cerita bisnis dengan tangan sendiri. Salah satunya adalah R Maharani Ayu Diningrum, perempuan muda dari Bekasi yang […]

  • Ini Petuah Mendagri Kepada Kepala Daerah se Indonesia

    Ini Petuah Mendagri Kepada Kepala Daerah se Indonesia

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 990
    • 0Komentar

    Pengelolaan hubungan pemerintah pusat dan daerah yang efektif dan efisien serta birokrasi yang cepat berkaitan investasi, termasuk penyerapan anggaran.

  • Groundbreaking Proyek Hilirisasi Batu Bara Jadi Dimetil Eter/DME, Hari Ini, Presiden Bertolak Menuju Sumsel

    Groundbreaking Proyek Hilirisasi Batu Bara Jadi Dimetil Eter/DME, Hari Ini, Presiden Bertolak Menuju Sumsel

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 749
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi), Senin (24/01/2022) pagi, bertolak menuju ke Sumatera Selatan (Sumsel) guna melakukan kunjungan kerja. Dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Presiden dan rombongan lepas landas menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 07.20 WIB. Tampak mendampingi Presiden dalam penerbangan antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Menteri […]

  • Pangan Dominasi Inflasi, Daerah Diminta Perkuat Kendali

    Pangan Dominasi Inflasi, Daerah Diminta Perkuat Kendali

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    KOMODITAS pangan masih menjadi faktor utama yang memicu inflasi di berbagai daerah di Indonesia. Pemerintah pusat pun mengingatkan pemerintah daerah untuk terus memperkuat langkah pengendalian harga dan pasokan bahan pokok agar laju inflasi tetap stabil. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang digelar secara daring oleh Kementerian Dalam Negeri, Senin (16/3/2026). […]

  • Mantap, Muba Punya Pabrik Pengolahan Aspal Karet

    Mantap, Muba Punya Pabrik Pengolahan Aspal Karet

    • calendar_month Senin, 9 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.246
    • 0Komentar

    SETELAH melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dengan Pusat Penelitian Karet dan PT Jaya Trade Indonesia pada Agustus lalu terkait rencana pendirian pabrik pengolahan aspal karet berbasis lateks Pravulkanisasi di Kabupaten Muba, saat ini bertahap fasilitas sarana prasarana pabrik sudah mulai didatangkan ke Sekayu. Pantauan di lokasi tepatnya di workshop PUPR Muba tampak […]

  • HUT PGRI dan Deklarasi Netralitas Aparatur Sipil Negara 

    HUT PGRI dan Deklarasi Netralitas Aparatur Sipil Negara 

    • calendar_month Selasa, 5 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 801
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Apel Bersama Peringatan HUT ke-52 Korpri, HUT ke-78 PGRI dan Deklarasi Netralitas Aparatur Sipil Negara pada Pemilu 2024, di Ruang Rapat Serasan Sekate Sekretariat Daerah Kabupaten Muba, Senin (4/12/2023). Rapat yang dipimpin langsung oleh Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Musni Wijaya SSos MSi, dan diikuti […]

expand_less
WordPress Archive Castx – Superior Podcast WordPress Theme Catalog | Buy Sell / Marketplace Responsive WordPress Theme Catalog Mode for WooCommerce Catana – Fashion & Minimal WooCommerce WordPress Theme Categories Accordion WooCommercre WordPress Plugin Category Merger for WooCommerce Caterico – Catering Services & Restaurant Elementor Template Kit Catlux – Painting & Wallpapering Elementor Template Kit Cavalier – Gaming Studio WordPress Theme + RTL Cavalier – We Sell the Trends. Woocommerce Theme