Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Mengapa BI Ubah Cara Main Cadangan Devisa?

Mengapa BI Ubah Cara Main Cadangan Devisa?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 331
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENGAPA BI ubah cara main cadangan devisa?, kalau pertanyaan ini diajukan lima tahun lalu, jawabannya mungkin pendek, demi stabilitas dan imbal hasil. Namun  sekarang ceritanya tentu sudah beda.

Sebab, dunia sudah keburu ribut, ekonomi global makin gampang kaget, dan Bank Indonesia tampaknya sadar satu hal penting, yaitu kalau masih pakai cara lama, bisa-bisa bukan untung yang didapat, tapi pusing tujuh keliling.

Hari-hari ini, ekonomi global rasanya seperti grup di media sosial keluarga besar, rame, penuh kabar mendadak, dan kadang bikin deg-degan.

Apalagi dengan suku bunga global kondisinya naik-turun tanpa pamit, dolar AS masih galak, dan geopolitik hobi bikin kejutan. Dalam kondisi seperti ini, cadangan devisa jelas bukan mainan, devisa bukan aset buat gaya-gayaan, tapi alat bertahan hidup ekonomi nasional.

Gampangnya begini, cadangan devisa itu mirip tabungan keluarga. Saat kondisi aman, kerjaan lancar, dan masa depan kelihatan cerah, wajar kalau tabungan diputar biar berkembang.

Tapi kalau hidup mulai penuh tanda tanya, harga naik, dan masa depan agak buram, memutar tabungan terlalu agresif malah kedengaran nekat. Bukan berani, tapi jadinya sembrono.

Selama ini, publik sering melihat cadangan devisa seperti melihat skor pertandingan, besar berarti menang, kecil berarti kalah. Padahal dalam dunia bank sentral, cadangan devisa itu bukan pajangan lemari.

Fungsinya seperti peredam kejut. Ketika pasar global mendadak panik, modal asing kabur, dan nilai tukar tertekan, cadangan devisa inilah yang dipakai untuk menenangkan keadaan supaya ekonomi domestik tidak ikut terjungkal.

Nah, di bagian ini ceritanya mulai berubah. Bank Indonesia tak lagi menaruh fokus utama pada mengejar imbal hasil. Urutan klasik pengelolaan cadangan devisa safety, liquidity, return sekarang dijalankan dengan disiplin lebih ketat. Keamanan dan likuiditas didahulukan, urusan untung menyusul. Ini bukan tanda BI takut risiko, tapi tanda BI paham risiko.

Kalau ditarik ke buku teks ekonomi, langkah ini masuk akal. Banyak studi pascakrisis global menunjukkan bahwa negara yang paling tahan banting bukan yang paling agresif mengejar cuan, melainkan yang punya bantalan cukup saat krisis datang tanpa undangan.

Cadangan devisa yang aman dan likuid memberi ruang bagi bank sentral untuk menjaga nilai tukar, menahan inflasi impor, dan mencegah kepanikan menyebar ke mana-mana.

Sinyal perubahan ini terasa jelas, dalam Forum Investasi Tahunan (FIT) Bank Indonesia 2026 bertema “Beyond the Old Playbook” : Embracing a New Paradigm in Global Investment” di Bali diselenggarakan pada 29-30 Januari 2026.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman menegaskan pentingnya paradigma baru dalam pengelolaan cadangan devisa yang adaptif dan berhati-hati demi menjaga stabilitas makro dan ketahanan eksternal. Terjemahan bebasnya cara lama sudah tidak cukup.

FIT 2026 sendiri bukan sekadar ajang seminar sambil ngopi. Ini panggung pesan ke dunia bahwa Indonesia paham permainan baru. Stabilitas makro, hilirisasi, UMKM, pembiayaan, sampai digitalisasi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.

Pelaku global

Semua disatukan dalam orkestrasi kebijakan supaya ekonomi nasional tidak gampang limbung ketika dunia mendadak oleng. Menariknya, pendekatan yang lebih kalem ini justru disambut positif oleh pelaku global. Global Head of Asset Allocation Invesco, Paul Jackson, menilai Indonesia relatif tangguh di tengah volatilitas global.

Investor hari ini tidak lagi sekadar cari negara dengan pertumbuhan tinggi, tapi negara yang tidak gampang panik saat keadaan memburuk. Dalam bahasa pasarnya tahan banting lebih seksi daripada sekadar cepat lari.

Namun ada sisi lain yang kerap luput dari perhatian. Fokus publik lebih banyak tertuju pada optimisme dan prospek cerah, padahal perubahan cara main cadangan devisa justru lahir dari pembacaan BI bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja.

BI tampaknya membaca  ketidakpastian global bisa panjang. Maka cadangan devisa diposisikan sebagai jangkar, bukan mesin balap.

Dampaknya memang tidak selalu kelihatan di permukaan. Tapi stabilitas nilai tukar membantu menahan harga barang impor. Sistem keuangan yang tenang menjaga kredit tetap mengalir.

Oleh sebab itu, kepercayaan investor memastikan pembangunan tidak tersendat. Semua bekerja senyap, tidak heboh, tapi menentukan. Seperti rem mobil yang jarang dipuji, tapi dicari saat darurat.

Ujung-ujungnya, mengapa BI ubah cara main cadangan devisa? Karena dunia sudah berubah dan pura-pura santai justru berbahaya. Di tengah ketidakpastian, kehati-hatian bukan tanda pengecut, tapi tanda kematangan kebijakan. Lebih baik siap menghadapi hujan daripada sibuk berharap cuaca cerah terus.

Orang tua dulu punya pepatah sederhana, katanya “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.”
Oleh karena itu, Bank Indonesia tampaknya sedang memilih berakit lebih dulu, capek sedikit di awal agar ekonomi Indonesia tetap bisa berenang dengan aman ketika arus global makin deras. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peroleh Bantuan Perbaikan 1.500 Unit Rumah dari Kementrian PUPR, Wawako : Berminatkah ?, Ini Syaratnya Sebut Wawako Palembang

    Peroleh Bantuan Perbaikan 1.500 Unit Rumah dari Kementrian PUPR, Wawako : Berminatkah ?, Ini Syaratnya Sebut Wawako Palembang

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 756
    • 0Komentar

    PEMERINTAH (Pemkot) Palembang mendapatkan bantuan perbaikan 1.500 unit rumah warga prasejahtera dari Kementerian PUPR. Hal ini dibenarkan Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda usai meninjau pengerjaan perbaikan rumah warga di kawasan Lebak Cindo, Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil (16/10/2020). “Alhamdulillah, hari ini kita meninjau pengerjaan bantuan perbaikan 1.500 unit rumah dari Kementerian PUPR,” paparnya, Jumat. […]

  • Apa Arti Banting Tulang? Kisah Lucu Menjelaskan Makna Ungkapan Populer

    Apa Arti Banting Tulang? Kisah Lucu Menjelaskan Makna Ungkapan Populer

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Banyak orang sering mendengar ungkapan “banting tulang”, tetapi tidak semua mengetahui arti sebenarnya. Apa arti banting tulang? Mengapa ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang bekerja keras? Simak penjelasan lengkap mengenai makna ungkapan tersebut, asal-usulnya, serta kisah lucu yang membuat istilah ini kembali ramai diperbincangkan. Ucapan ini  terlontar secara spontan dari mulut seorang […]

  • Alex Noerdin : Kalau Ingin Maju Harus Kompetitif, Ayo Bersaing

    Alex Noerdin : Kalau Ingin Maju Harus Kompetitif, Ayo Bersaing

    • calendar_month Rabu, 7 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.229
    • 0Komentar

    “Saya mengatakan ini karena saya pernah menjadi Bupati, anda ikutin saja ini ditambah kreativitas sendiri,”

  • Wanita Nelayan Desa Suak Gual

    Wanita Nelayan Desa Suak Gual

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.815
    • 0Komentar

    KEMENTRIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengupayakan keadilan dan kesetaraan gender bagi masyarakat kelautan dan perikanan dengan arah kebijakan pengarusutamaan gender (PUG). Salah satu langkahnya dengan kegiatan diversifikasi usaha nelayan yang melibatkan peran wanita nelayan. Kegiatan itu dilakukan KKP melalui Ditjen Perikanan Tangkap dan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) yang […]

  • APJII : Tata Kelola Internet PR Bagi RI

    APJII : Tata Kelola Internet PR Bagi RI

    • calendar_month Sabtu, 5 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 922
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menilai masih banyak PR bagi Indonesia dalam mengatur tata kelola internet sehingga pengguna terjamin data pribadinya. Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga di dewan pengurus Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Tedi Supardi Muslih hal yang besar, seperti industri e-commerce, tanpa faktor keamanan bagaimana bisa tumbuh,” ujar Tedi dalam keterangannya […]

  • Rembug Kontak Tani Nelayan Andalan 

    Rembug Kontak Tani Nelayan Andalan 

    • calendar_month Minggu, 29 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.808
    • 0Komentar

    PEMKAB Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perternakan hari ini menyelenggarakan Kegiatan Rembug Paripurna dalam rangka Pemilihan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) 2020-2025 di Kabupaten Muba, Selasa (24/11/20) bertempat di Aula Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perternakan. Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Asisten […]

expand_less
WordPress Archive Banshee – News & Magazine WordPress Elementor Template Kit Bar and Pie Charts for Elementor WordPress Plugin Barata – Fast Food & Burger Elementor Template Kit Barberia | Salon Responsive WordPress Theme Baressco – Wine, Vineyard & Winery WordPress Theme Baretta – Paintball & Airsoft Club Elementor Template Kit Barhouse – Wooden House Construction and Woodworks WordPress Theme Baristar – Barista Courses & Training Elementor Template Kit Barley – Blog & Magazine Elementor Template Kit Barn2 Media Woocommerce Product Options