Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Pajak Lancar, Kota Jalan, Siapa yang Masih Ketinggalan?

Pajak Lancar, Kota Jalan, Siapa yang Masih Ketinggalan?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
  • visibility 1.602
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAJAK Lancar, Kota Jalan, Siapa yang Masih Ketinggalan? Bunyinya kayak teka-teki, tapi sebenarnya serius, karena tanpa pajak lancar, pembangunan kota bisa tersendat. Dan tanpa kesadaran warga, digitalisasi canggih pun bisa cuma pajangan.

Belum lama ini, Pemerintah Kota Palembang melalui BAPENDA menggelar pemberian penghargaan kepada wajib pajak, mitra pembayaran, dan perangkat daerah pelaksana.

Acaranya rapi, plakat mengilap, sambutan formal terdengar khidmat. Tapi pesan yang ingin disampaikan sederhana pajak lancar,  kota jalan, pajak seret  pembangunan macet di tengah jalan.

Hingga pertengahan Desember 2025, penerimaan pajak daerah Palembang sudah menembus sekitar 80,50 persen dari target Rp1,8 triliun.

Angka ini menggembirakan karena menunjukkan warga semakin sadar pentingnya pajak. Namun jangan terlena banyak warga kelas menengah ke bawah patuh, tapi kemampuan finansialnya terbatas. Bayar pajak tepat waktu kadang perjuangan, bukan sekadar pilihan.

Di sisi lain, pemerintah juga harus introspeksi, digitalisasi memang sudah ada pembayaran online, notifikasi otomatis, upload dokumen bisa dari rumah.

Tapi apakah semua warga benar-benar paham cara menggunakannya? Apakah setiap rupiah pajak terasa dampaknya? Pepatah lama bilang, tak kenal maka tak sayang, jika warga tidak melihat manfaat pajak, wajar kalau kepatuhannya setengah hati.

Penghargaan BAPENDA adalah langkah tepat, strategi “dipeluk dulu, bukan dicubit”. Psikologi publik membuktikan, pujian lebih ampuh menumbuhkan perilaku positif daripada ancaman.

Namun penghargaan jangan berhenti di panggung hotel. Warga perlu merasakan dampak pajaknya jalan mulus, lampu jalan menyala, fasilitas publik nyaman. Kalau tidak, pajak tetap terasa seperti uang hilang di sumur tanpa tali.

Oleh karena itu, peran Camat dan Lurah juga krusial, mereka bukan hanya penyampai surat digital, tapi jembatan kepercayaan. Ketika Lurah bisa menjelaskan pajak sambil bercanda dan ngopi bareng warga, kesadaran pajak tumbuh perlahan tapi pasti. Warga lebih percaya penjelasan bersahabat daripada notifikasi sistem yang dingin.

Jadi sebenarnya layanan digital sudah ada, tapi literasi digital warga bervariasi, karena beberapa masih bingung login, memahami notifikasi, atau upload dokumen.

Kecepatan tanggapan sistem otomatis kadang kurang memuaskan, solusinya pemerintah perlu memperkuat edukasi digital, panduan penggunaan yang mudah dipahami, dan respons cepat bila warga menghadapi masalah.

Di sisi warga, pesan tetap sama, kepatuhan bukan sekadar menghindari teguran. Pajak adalah investasi kolektif, uang yang dibayar warga menengah ke bawah ikut membiayai fasilitas publik yang mereka gunakan.

Amanah

Misalnya jalan mulus untuk motor bebek, lampu jalan untuk pulang malam, kursi Puskesmas nyaman, semua itu buah dari kepatuhan warga.

Pepatah udzur dari aku kecil hingga umur setengah abad lebih bilang ‘berat sama dipikul, ringan sama dijinjing’.  oleh karena itu pajak bukan hanya urusan pemerintah, namun warga juga bagian dari pembangunan.

Warga patuh, pemerintah amanah dan transparan, hasilnya terasa semua pihak. Jika salah satu pihak lalai, roda pembangunan bisa tersendat.

Penghargaan pajak bukan tujuan akhir, ia alat menumbuhkan budaya patuh dan sadar manfaat. Pemerintah bisa menambahkan cerita manfaat pajak lewat media sosial, baliho, atau humor ringan di radio komunitas.

Warga cukup konsisten membayar sesuai kemampuan, sambil memberi masukan konstruktif jika layanan masih perlu perbaikan. Akhirnya, Pajak Lancar, Kota Jalan, Siapa yang Masih Ketinggalan? bukan sekadar pertanyaan retoris.

Tapipengingat bahwa membangun kota adalah kerja kolektif, warga patuh, pemerintah amanah dan transparan, maka Palembang tak hanya jalan, tapi melaju.

Seperti kata orang tua dulu, kalau mau panen, jangan malas menanam, pajak adalah benihnya, gotong royong pupuknya, pembangunan buahnya. Semua tumbuh subur jika dikerjakan bersama, bukan menunggu satu pihak berinisiatif.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persiapan Festival Sungai Sekanak Capai 70 %, Simbol Program Walikota Terkait Ini

    Persiapan Festival Sungai Sekanak Capai 70 %, Simbol Program Walikota Terkait Ini

    • calendar_month Selasa, 1 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    MENJELANG kegiatan Festival Sungai Sekanak Lambidaro Palembang, berbagai persiapan terus dilakukan oleh Pemerintah kota Palembang guna kesuksesan kegiatan. Bahkan, Pemerintah kota Palembang melalui Sekretaris Daerah kota Palembang, Ratu Dewa juga sengaja menggelar rapat avaluasi bersama seluruh OPD serta seluruh pihak terkait dalam mengkongkritkan persiapan pelaksaan. Diketahui, bahwa kegiatan Festival Sungai Sekanak Lambidaro yang akan digelar […]

  • “Sumpah Rupiah: Belajar Cinta Uang, Bukan Cinta Utang”

    “Sumpah Rupiah: Belajar Cinta Uang, Bukan Cinta Utang”

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.187
    • 0Komentar

    DULU, para pemuda bersumpah satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa.Sekarang, generasi baru kayaknya perlu bikin satu lagi yaitu Sumpah Rupiah,  satu cinta, satu dompet, satu saldo minimal lima belas ribu.hahaha!.ada aja guyonnya… Lha, gimana nggak? Hari gini banyak yang cinta tanah air cuma di caption, tapi begitu lihat diskon 11.11, Nasionalismenya pindah ke toko […]

  • OKI Kejar Target Penurunan Stunting 14 Persen di 2024

    OKI Kejar Target Penurunan Stunting 14 Persen di 2024

    • calendar_month Rabu, 12 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.151
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  OKI–Setelah berhasil menurunkan angka stunting signifikan, Kabupaten OKI, Sumsel mengejar target penurunan stunting nasional menjadi 14 persen di 2024. Angka ini dinilai realistis karena tahun ini OKI mampu menurunkan stunting signifikan dari 32,2% menjadi 15,1%. Sekretaris Daerah OKI, Ir. Asmar Wijaya, M.Si pada Pertemuan Audit Kasus Stunting tingkat Kabupaten OKI menyampaikan bahwa Kabupaten OKI […]

  • Loniq 5, Mobil Listrik Buatan Indonesia

    Loniq 5, Mobil Listrik Buatan Indonesia

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.310
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meresmikan mobil listrik pertama buatan Indonesia dengan merek linoq 5. Kendaraan tersebut, diproduksi oleh perusahaan mobil besar asal Korea Selatan (Korsel) PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia. “Saya meluncurkan pabrik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia dan mobil listrik pertama buatan Indonesia Ioniq 5,” kata Presiden Jokowi di PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, […]

  • Terkait Ini, BPPD Kota Palembang Ogah Kasih Toleransi, Nah Bawa KPK Lagi

    Terkait Ini, BPPD Kota Palembang Ogah Kasih Toleransi, Nah Bawa KPK Lagi

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    BADAN Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang tidak akan lagi memberikan toleransi bagi wajib pajak, khususnya restoran yang menolak program pemerintah terkait pemasangan serta penggunaan e-tax dalam setiap transaksinya. Bahkan, dalam waktu dekat BPPD bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akan melakukan penyegelan terhadap restoran pempek yang tidak mengubris Surat Peringatan baik Surat Peringatan (SP) yang […]

  • Jika Mampu Kendalikan Covid-19 dengan Baik, RI Bakal Beri Pengaruh Besar Pengendalian Secara Global

    Jika Mampu Kendalikan Covid-19 dengan Baik, RI Bakal Beri Pengaruh Besar Pengendalian Secara Global

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 777
    • 0Komentar

    JIKA Indonesia mampu mengendalikan COVID-19 dengan baik, maka akan memberi pengaruh besar dalam pengendalian COVID-19 secara global, karena Indonesia berisiko berkontribusi cukup besar dalam kasus dunia mengingat kepadatan populasi. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan di Graha BNPB, Selasa (14/9/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. Oleh […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Recommendation Engine WooCommerce Redirect To Page or URL on Add To Cart – Direct Checkout or Skip Cart WooCommerce RedSys Payment Gateway WooCommerce Referral Scheme WordPress Plugin WooCommerce Refund And Exchange With RMA WooCommerce Refund And Exchange with RMA – Warranty Management, Refund Policy, Manage User Wallet WooCommerce Registration Fields Plugin – Custom Signup Fields WooCommerce Request a Quote WooCommerce Request a Quote Plugin – Ask for Quotation WooCommerce Request Quote & Bargaining