Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Sumpah Rupiah: Belajar Cinta Uang, Bukan Cinta Utang”

“Sumpah Rupiah: Belajar Cinta Uang, Bukan Cinta Utang”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • visibility 3.197
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU, para pemuda bersumpah satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa.
Sekarang, generasi baru kayaknya perlu bikin satu lagi yaitu Sumpah Rupiah,  satu cinta, satu dompet, satu saldo minimal lima belas ribu.hahaha!.ada aja guyonnya…

Lha, gimana nggak? Hari gini banyak yang cinta tanah air cuma di caption, tapi begitu lihat diskon 11.11, Nasionalismenya pindah ke toko online luar negeri, hehehe! ya..nggak?
Padahal, di balik selembar uang warna-warni itu, ada kisah bangsa, ada keringat pahlawan, ada kedaulatan negara. Tapi sayangnya, banyak yang cuma hafal wajah pahlawan di uang 100 ribuan,  itu pun karena sering nongol pas gajian.

Pada 28 Oktober 1928, pemuda bersumpah menyatukan bangsa.
28 Oktober 2025, anak-anak Sekolah Rakyat juga ikut bersumpah mengenal Rupiah di Museum Bank Indonesia.
Bedanya ini lho!, kalau dulu sumpahnya lantang di depan rakyat, sekarang sumpahnya sambil pegang brosur edukasi dan main kuis interaktif. Tapi semangatnya sama yaitu membangun cinta tanah air lewat uang sendiri.

Bayangin aja coba… ratusan siswa dari Sekolah Rakyat Jakarta datang ke Museum BI, bukan buat foto-foto doang, tapi buat belajar sejarah uang, peran Bank Sentral, dan gimana ngatur duit biar gak habis sebelum tanggal muda lewat.

Nah…ini penting!, karena banyak orang dewasa aja yang masih gagal paham, kok bisa? karena gaji bukan buat dihabiskan, tapi buat diatur..gitu dong!
Tapi ya… memang teori itu memang gampang diucapkan, namun sebaliknya prakteknya..? baru seminggu gajian udah kayak film horor, sebab isi rekening tinggal teriakan.hahaha!

Oleh sebab itu, Edukasi “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” alias CBP Rupiah ini sebenarnya keren banget.
Lantaran, di zaman sekarang, banyak yang cinta uang, cuma kalau datangnya cepat, bukan hasil keringat.
Padahal pepatah bilang “Uang yang datang dari utang, perginya lebih cepat dari angin”, bener nggak!?
Dan bener aja, belum sempat dicium, udah terbang ke cicilan paylater dan kredit online.

Kalau anak kecil diajarin cinta Rupiah sejak dini, mungkin besok-besok kita punya generasi yang tahu bedanya “uang hasil kerja” dan “uang hasil klik pinjam sekarang bayar belakangan”.
Karena bangsa yang kuat bukan yang banyak saldo e-wallet-nya, tapi yang paham cara mengelola uang tanpa jadi budak utang.

Jujur aja, kalau denger kata museum, banyak yang bayanginnya tempat sepi, berdebu, dan membosankan.
Tapi Museum BI ini beda, sebab anak-anak bisa melihat sejarah uang dari zaman VOC sampai zaman digital, dari uang logam gede kayak token odong-odong sampai uang plastik yang anti air tapi tetap rapuh di tangan mantan.hehehe…

Di sanalah, mereka belajar bahwa setiap uang punya cerita.
Uang bukan cuma alat tukar, tapi cermin perjalanan bangsa.
Kalau di uang seratus ribu ada wajah Soekarno-Hatta, itu bukan cuma gambar, tapi pengingat bahwa kemerdekaan ini nggak gratis.
Makanya, mencintai Rupiah bukan soal hafal nilainya, tapi paham maknanya.

Seperti kata orang tua dulu, “Jangan besar pas gajian, kecil pas tanggal tua”
Kalau anak kecil udah paham filosofi itu, mungkin mereka kelak nggak gampang tergoda investasi bodong yang janjinya manis kayak brosur MLM.

Cinta sejati

Coba pikirkan, kalau suatu hari kita pakai mata uang asing untuk transaksi sehari-hari.
Beli gorengan pakai dolar, bayar parkir pakai yen.
Bangsa tanpa Rupiah itu ibarat orang tanpa nama, ada, tapi nggak diakui.

Rupiah itu bukan sekadar angka, tapi simbol harga diri bangsa.
Karena setiap negara berdaulat, berdiri di atas nilai tukarnya sendiri.
Dan karena itu, Bank Indonesia terus ngelakuin program edukasi seperti ini, biar generasi muda ngerti bahwa cinta Rupiah sama dengan cinta Indonesia.

Cinta Rupiah itu kayak cinta sejati, kadang lecek, kadang lusuh, tapi tetap berharga.
Nggak bisa ditukar seenaknya, apalagi ditinggalkan cuma gara-gara mata uang lain lebih “glowing”.

Edukasi seperti “Belajar Bersama BI” ini bukan sekadar wisata murid ke museum, tapi investasi jangka panjang.
Karena bangsa yang paham uang, paham juga arah hidupnya.
Dan kalau sejak kecil mereka sudah belajar bahwa uang datang dari kerja keras, bukan dari cicilan, maka kelak Indonesia nggak cuma punya generasi digital, tapi juga generasi finansial cerdas.

Maka pepatah modern itu bilang “Yang bijak mengatur uang, tak perlu takut akhir bulan”
Dan.. di era penuh godaan promo, mungkin pepatah itu bisa diupgrade jadi “Yang paham Rupiah, tak akan terjerat utang paylater”.

Jadi, kalau dulu Sumpah Pemuda menyatukan bahasa dan bangsa,
maka Sumpah Rupiah ini menyatukan kesadaran bahwa mencintai negeri juga berarti menghargai uangnya.

Cinta tanah air bisa dimulai dari hal kecil, misalnya nggak meremehkan uang receh, nggak gampang tergoda utang, dan selalu bangga pakai Rupiah di negeri sendiri.
Karena seperti kata pepatah warung kopi “Yang menghargai uang kecil, rezekinya bakal besar”.

Dan kalau semua anak negeri belajar mencintai Rupiah dengan bijak,
maka Indonesia bukan cuma kaya sumber daya, tapi juga kaya kesadaran 
bahwa kedaulatan sejati itu, salah satunya, ada di dompet masing-masing.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekontruksi Ricuh, Keluarga Korban Kejar dan Pukul Tersangka

    Rekontruksi Ricuh, Keluarga Korban Kejar dan Pukul Tersangka

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 920
    • 0Komentar

    REKONSTRUKSI pembunuhan yang menimpa korban Ruslan Sani, yang dilakukan di Mapolrestabes Palembang ricuh. Nampak keluarga korban, melampiaskan amarahnya ke tersangka Abib Samudra alias Iwan alias Abi dan tersangka Sulaiman alias Iman, saat di ruang tunggu utama Mapolrestabes Palembang, Selasa (4/2/2020). “Menimbang situasi yang tidak memungkinkan, ditambah lagi akan menggangu kelancaran lalu lintas. Atas kesepakatan bersama, […]

  • Sejarah sepatu hingga perkembangannya

    Sejarah sepatu hingga perkembangannya

    • calendar_month Sabtu, 17 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.206
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sejarah pertama kali sepatu dapat ditelusuri kembali ke zaman prasejarah. Pada awalnya, manusia tidak menggunakan sepatu seperti yang kita kenal sekarang. Mereka mungkin hanya melindungi kakinya dengan bahan-bahan alami seperti kulit binatang atau dedaunan. Kemudian, seiring dengan perkembangan peradaban manusia, kebutuhan akan perlindungan kaki semakin meningkat. Pada zaman Mesir Kuno sekitar 1.600 SM, sepatu […]

  • Peras Korban Hingga Puluhan Juta, Empat Polisi Gadungan Ditangkap

    Peras Korban Hingga Puluhan Juta, Empat Polisi Gadungan Ditangkap

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 826
    • 0Komentar

     POLISI  mengamankan empat orang polisi gadungan yang melakukan pemerasan terhadap pemilik toko kosmetik di wilayah Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Aloysius Suprijadi, S.I.K., M.H., menyebut empat orang tersangka masing-masing berinisial (PR), (T), (AS) dan (GM). “Ada empat tersangka yang kami amankan, pemerasan dan penyekapan ini terjadi pada 18 […]

  • SDM dan Prasarana Rumah Sakit di Malang Sudah Siap, Satgas Minta Tingkatkan Kinerja

    SDM dan Prasarana Rumah Sakit di Malang Sudah Siap, Satgas Minta Tingkatkan Kinerja

    • calendar_month Sabtu, 12 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 847
    • 0Komentar

    KETUA Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito S.E., M.M., melakukan peninjauan Rumah Sakit (RS) Lapangan Ijen Boulevard di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (11/6). Dalam kunjungan tersebut, Ketua Satgas memastikan bahwa segala aspek yang dibutuhkan baik dari Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana untuk penanganan COVID-19 di wilayah Kota Malang dan […]

  • Progres Tidak Ada Koreksi, Gubernur Optimis  November 2021 Pelabuhan Tanjung Carat Ground Breaking

    Progres Tidak Ada Koreksi, Gubernur Optimis  November 2021 Pelabuhan Tanjung Carat Ground Breaking

    • calendar_month Rabu, 7 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 848
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru bersama Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi menggelar rapat lanjutan terkait koordinasi dua pembangunan diantaranya Pelabuhan New Palembang di Tanjung Carat dan Pelabuhan New Ambon secara virtual bertempat di Command Center Kantor Gubernur Sumsel. Selain Menhub ikut hadir pada rapat ini Gubernur Provinsi Maluku, Irjend Pol (Purn) Murad Ismail, […]

  • Polda Kepri, Penjual Tas Mewah Abal-abal Ditangkap

    Polda Kepri, Penjual Tas Mewah Abal-abal Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 743
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau (Kepri) membekuk Alisya Febryanti Purnama (28), seorang penjual tas mewah abal-abal di Bintaro, Tanggerang Selatan, Banten. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Pol. Teguh Widodo mengatakan, pelaku diamankan pihaknya itu menjual tas mewah palsu. “Pelaku melakukan penipuan terhadap warga Batam, setelah mendapatkan informasi keberadaannya langsung diamankan […]

expand_less
WordPress Archive SkyCaptain | Skydiving & Extreme Sports WordPress Theme Skycargo - Logistic Cargo & Logistics Elementor Template Kit Skye – Modern Blog Elementor Template Kit SkyHaus – Single Property One Page Theme Skynet – Multipurpose Business CMS Skype Button – add a multi-function skype button Slake – Isometric Web Hosting, Domain and WHMCS WordPress Theme Slamat – Pandemic Awareness Elementor Template Kit Slant – Multi Purpose AngularJS Admin Web App with Bootstrap Sleek | Responsive & Creative WordPress Blog Theme