Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertambangan & Energi » CATATAN PINGGIR : “Sumsel Gali Minyak, Siapa Gali Untung?”

CATATAN PINGGIR : “Sumsel Gali Minyak, Siapa Gali Untung?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • visibility 3.010
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RAPAT  di The Zuri Hotel Palembang, Kamis (13/11/2025), suasananya mirip arisan emak-emak tapi versi resmi ramai, penuh wacana, dan tentu saja, banyak yang berharap “ada cairan keluar” bukan dari panci, tapi dari sumur minyak!.

Bedanya, kalau arisan biasa nunggu giliran dapat amplop, yang ini nunggu giliran dapat izin produksi.
Topiknya gurih, yaitu “Akselerasi Usulan Kerja Sama Produksi Sumur Minyak BUMD, Koperasi, dan UMKM Provinsi Sumsel”.

Katanya demi pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja. Tapi di tengah senyum dan tepuk tangan itu, rakyat cuma punya satu pertanyaan sederhana “Yang gali siapa, yang dapat siapa?”.

Dalam rapat itu dibahas aturan baru dari pusat, intinya memberi peluang bagi daerah dan masyarakat untuk mengelola sumur tua secara resmi dan aman.

Tujuannya mulia, tapi rakyat sudah cukup sering dengar istilah “niat baik”, entah kenapa suka berhenti di lampu merah aturan.

Faktanya, Sumatera Selatan memang salah satu jadi gudangnya sumur tua di Indonesia.
Menurut berbagai catatan SKK Migas, hampir separuh potensi sumur tua di wilayah Sumatera bagian selatan ada di tanah ini.

Tapi ajaibnya, yang deras masih saja cuma keringat rakyatnya.
Minyaknya keluar dari bumi, tapi yang menetes ke dapur rakyat sering cuma cerita, ibarat punya kolam ikan, tapi yang makan malah burung yang lewat.

Dalam forum itu disebutkan bahwa kerja sama antara daerah, koperasi, dan perusahaan migas besar bakal dipercepat, dengan target Desember sudah ada hasil konkret.

Kata “akselerasi” memang kedengarannya keren, tapi di telinga rakyat sering berarti “cepat di awal, lambat di ujung”.

Biasanya yang jalan duluan malah spanduk dan seremoninya.
Proposalnya beredar, presentasi berkilau, tapi sumur di lapangan tetap sepi kayak warung kopi pas hujan deras.
Bahkan rakyat menunggu sederhana, jangan cuma cepat di janji, tapi juga cepat di bukti.

Pejabat dari kementerian menekankan pentingnya keselamatan dan lingkungan dalam pengelolaan migas rakyat.
Katanya, jangan sampai sumur tua malah jadi sumber bahaya baru.

Rakyat sih setuju, tapi sambil bergumam pelan. “Iya, alam dijaga, tapi tolong juga isi panci jangan terus berdebat sama dompet”.

Banyak sumur tua di Sumsel sekarang dikelola ala kadarnya.
Yang kerja di lapangan masih pakai peralatan seken, sementara urusan izinnya kadang muter kayak kipas angin rusak  bunyi mulu tapi gak nyala.
Kalau mau aman, ya amanin semuanya, mulai dari alamnya, manusianya, sampai alurnya.

Contoh sukses itu sebenarnya udah banyak.
Di Cepu dan Blora, sumur tua bisa hidup lagi lewat koperasi rakyat.

Mereka kerja bareng dengan sistem yang jelas, hasilnya dibagi adil, dan ekonomi lokal pun ikut bergeliat.
Di Texas, apalagi, komunitas lokal dapat porsi hasil minyak lewat program community share.

Sementara di Norwegia, hasil minyak disimpan di sovereign fund untuk masa depan rakyatnya,  minyaknya bisa habis, tapi kesejahteraannya gak ikut kering.

Tanah kaya

Dari mereka kita bisa belajar minyak boleh hitam, tapi pengelolaannya harus terang.
Karena kalau minyak keluar dari bumi, tapi nurani gak ikut naik ke permukaan, ya hasilnya tetap sama,  licin di atas, gersang di bawah.

Rakyat Sumsel sebenarnya gak minta banyak. Mereka cuma pengen kalau ada yang digali dari bumi, hasilnya jangan cuma mampir di berita. Sumur boleh tua, tapi cara berpikir jangan ikut tua.

Yang penting, rakyat jangan cuma diajak tepuk tangan saat peluncuran, tapi juga dilibatkan saat pelaksanaan.
Karena kalau semuanya berhenti di wacana, ya… hasilnya cuma sumur minyak yang aktif, tapi ekonomi rakyat tetap pasif.

Sumsel ini sebenarnya tanah kaya, tapi kekayaan itu baru berharga kalau bisa dirasakan banyak orang, bukan segelintir yang punya stempel. Bumi sudah rela dibor, masa hati manusianya gak bisa ikut terbuka?

Jadi, program pengelolaan sumur tua ini bisa jadi berkah besar kalau dijalankan dengan kepala dingin dan hati jernih.
Caranya? Libatkan rakyat sungguhan, bukan hanya nama koperasi di spanduk.
Buka laporan dan pembagian hasilnya seterang minyak tanah zaman dulu  biar semua paham, siapa yang dapat apa.
Lalu, dampingi UMKM dan koperasi dengan pelatihan nyata, bukan janji manis yang hilang di tikungan prosedur.

Kalau daerah lain seperti Cepu dan Blora bisa hidup dari sumur tua, atau Norwegia bisa menabung masa depan dari minyak,
masa Sumsel gak bisa? Wong tanahnya subur, rakyatnya ulet, cuma kadang sistemnya yang malas ikut kerja.

Intinya sederhana, kalau minyak dari perut bumi bisa mengalir sampai ke laut, mestinya akal sehat dan keadilan juga bisa mengalir sampai ke dapur rakyat.

Karena rakyat gak butuh panggung besar, mereka cuma pengen bukti kecil  bahwa saat bumi memberi, yang menikmati bukan cuma yang duduk di meja, tapi juga yang berkeringat di tanahnya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 6 dari 10 Konsumen Asia Pasifik Menganggap Kesehatan Mereka Kurang Ideal, Sering Berolahraga dan Makan Sehat Menjadi Kunci Meningkatkan Kesehatan Fisik dan Mental – Herbalife Nutrition Survey

    6 dari 10 Konsumen Asia Pasifik Menganggap Kesehatan Mereka Kurang Ideal, Sering Berolahraga dan Makan Sehat Menjadi Kunci Meningkatkan Kesehatan Fisik dan Mental – Herbalife Nutrition Survey

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.327
    • 0Komentar

      PERUSAHAAN nutrisi terkemuka di dunia , Herbalife Nutrition, merilis temuan dari Asia Pacific Health Inertia Survey 2021 pada hari ini, yang mengungkapkan bahwa enam dari sepuluh konsumen di kawasan Asia Pasifik mengatakan bahwa kesehatan mental dan fisik mereka saat ini kurang ideal (‘sedang’ atau ‘buruk’ ), melebihi jumlah mereka yang merasa ‘baik’, ‘sangat baik’, atau […]

  • Dukung E-Sport di Palembang, Kompetisi ML Dimulai Bulan Ini

    Dukung E-Sport di Palembang, Kompetisi ML Dimulai Bulan Ini

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.724
    • 0Komentar

    Para player Mobile Legends di kota Palembang akan kembali ditantang dalam turnamen e-sport teranyar yang akan berlangsung pada 26 September – 2 Oktober 2022 mendatang. Dalam kompetisi e-sport ini akan diisi enam puluh empat tim player yang akan memperebutkan hadiah total jutaan rupiah. Cafe Kopi Dari Hati, Pusri sebagai venue tempat kompetisi ini berlangsung telah […]

  • Perpustakaan Digital Hingga Mobil Pengangkut Sampah “Mendarat” di Baylen Muba

    Perpustakaan Digital Hingga Mobil Pengangkut Sampah “Mendarat” di Baylen Muba

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.204
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Bayung Lencir – Peserta didik dan perangkat guru SD Negeri Sindang Marga Kecamatan Bayung Lencir tampaknya sangat bahagia. Pasalnya, kini mereka telah resmi memiliki Perpustakaan Digital yang diberikan dari CSR PT DSSP Power Sumsel. “Alhamdulillah, kini SD Negeri Sindang Marga memiliki Perpustakaan Digital, selain itu PT DSSP Power Sumsel juga memberikan mobil operasional […]

  • Inflasi Kenaikan Harga di Sumsel Relatif Terjaga

    Inflasi Kenaikan Harga di Sumsel Relatif Terjaga

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 826
    • 0Komentar

    INFLASI  di Provinsi Sumsel berada pada 2.06 %  yang relatif sangat rendah, oleh sebab itu inflasi kenaikan harga di Sumsel relatif terjaga. “Inflasi terjaga di Sumsel ini karena pasokan tercukupi pasokan yang semula kita bergantung dengan  daerah lain, sekarang bisa di produksi oleh daerah-daerah Sumsel sendiri,”kata Kepala BI  Kantor Perwakilan Sumsel, Yunita Resmi Sari saat […]

  • SMSI Prediksi Media Online di Indonesia Berakhir 5 Tahun Lagi

    SMSI Prediksi Media Online di Indonesia Berakhir 5 Tahun Lagi

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.061
    • 0Komentar

    KETUA Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus memprediksi Booming Perkembangan Media Online di Indonesia akan berakhir dalam 5 (lima) tahun mendatang, dan akan menjadi media tradisional yang tergerus dengan zaman jika tidak berkejaran dengan teknologi. “Media Online (memang) menjadi Primadona dimasa new-normal ini, namun berkembangnya terbatas. Karena kalaupun terus berkembang, maksimum 5 tahun mendatang, […]

  • Herman Deru: Saya Tidak Mau Jadi Gubernur ‘Ketoprak’

    Herman Deru: Saya Tidak Mau Jadi Gubernur ‘Ketoprak’

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 891
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muaraenim – Gubernur Sumsel Herman Deru terus memantapkan komitmennya menjadi kepala daerah yang tak berjarak dengan warga. Tak mengherankan sejak dilantik 1 Oktober 2018 ia terus melakukan kunker berkeliling daerah menyerap langsung aspirasi masyarakat. Hari Rabu siang (3/4/2019) misalnya, ia melakukan Kunker ke Desa Karang Mulia Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muaraenim. Selain bersilaturahmi dengan warga […]

expand_less
WordPress Archive Clix – Creative Digital Agency WordPress Theme Clloh Chosen Field for Elementor Form Clotya - Fashion Store eCommerce Theme CloudArcade – HTML5 / Web Game Portal CMS Cloudme Host - WordPress Hosting Theme Cloudy 7 – Hosting Service & WHMCS WordPress Theme Cloux | Game & Gaming Theme Cloven – IT Solutions & Services Company Elementor Template Kit Cluster – A Bold Portfolio WordPress Theme Coachee – Coaching Program Elementor Template Kit