Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Muba Berminyak Tapi Tak Licin, Ketika Migas Tak Lagi Cuma Ngisi Tangki, Tapi Juga Isi Perut Rakyat”

“Muba Berminyak Tapi Tak Licin, Ketika Migas Tak Lagi Cuma Ngisi Tangki, Tapi Juga Isi Perut Rakyat”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
  • visibility 1.175
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI DUNIA perminyakan, ada dua jenis orang yang tangannya berminyak karena kerja, dan yang kantongnya berminyak karena bisa dibilang kebetulan dekat dengan sumber minyak. Nah, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan tampaknya sedang berusaha masuk ke kategori pertama  yang tangannya belepotan minyak, karena kerja keras, bukan karena main licin-licinan.

Senin (13/10/2025) kemarin, Pemkab Muba resmi menjalin kerja sama strategis dengan SKK Migas, bahasa kerennya sih nota kesepakatan tentang sinergi kegiatan usaha hulu migas, namun kalau mau dibikin simpel, ini semacam perjanjian “ayo kita sama-sama gali minyak, tapi jangan sampai rakyatnya malah kehabisan bensin buat hidup”.

Bupati Muba, H. M. Toha Tohet SH, dengan bangga menyebut bahwa Muba menerima Dana Bagi Hasil (DBH) migas sebesar Rp674 miliar, tertinggi di Sumsel, angka yang bikin mata melotot dan jantung deg-degan kayak lihat tagihan listrik pas akhir bulan, tapi kata Bupati, duit sebanyak itu bukan buat gaya-gayaan, melainkan buat nambah bensin pembangunan, biar ekonomi Muba melaju kencang, tapi tetap di jalur yang benar.

Pepatah bilang, “air tenang menghanyutkan”,  kalau minyak, tenang-tenang bisa meledak juga, karena banyak daerah di Indonesia yang dulu kaya migas, tapi akhirnya tinggal cerita, minyaknya habis, rakyatnya nangis. Untungnya, Muba keliatannya belajar dari pengalaman tetangga.

Oleh karena itu, makanya Bupati Toha getol ngomong soal Participating Interest (PI) 10 persen, ini bukan arisan minyak, tapi bentuk partisipasi daerah biar nggak cuma jadi penonton. “PI 10 persen ini harus jadi instrumen nyata mendukung kesejahteraan rakyat,” katanya.

Bahasanya memang formal, tapi maknanya sangat dalam sedalam sumur bor, he..he, jangan sampai minyaknya keluar, tapi manfaatnya mampir ke tempat lain. Kalau pepatah lama bilang, “ayam mati di lumbung padi” jangan sampai rakyat Muba haus di sumur minyak sendiri.

Nota kesepakatan itu nggak cuma buat pajangan di dinding kantor, kayak ijazah yang cuma dibingkai, tapi gak pernah dipakai, Di dalamnya ada empat poin penting, misalnya pemberdayaan tenaga kerja lokal, pengembangan masyarakat, pemanfaatan kandungan lokal, dan tentu saja, PI 10 persen tadi.

Artinya, warga Muba gak cuma jadi penonton ketika rig minyak berdiri gagah, tapi juga ikut kerja, ikut nyumbang, dan ikut menikmati hasilnya. Kalau dulu warga cuma lihat asap dapur perusahaan, sekarang semoga dapurnya sendiri juga bisa ngebul.

Deputi SKK Migas, Eka Bhayu Setta, juga bilang hal yang keren, sebab sinergi ini bukan cuma buat kepentingan Nasional, namun juga untuk otonomi daerah. Ini kayak hubungan pacaran yang sehat, bukan yang satu ngatur, satu nurut, tapi sama-sama nyari titik bahagia.

Jangan jadi “Minyak Goreng”

Memang kadang kalau sudah ngomongin soal minyak, banyak yang tangannya gatel, ada aja yang tergoda buat goreng proyek, goreng”data, bahkan goreng kebijakan. Tapi Muba sekarang kayaknya lagi bertekad, agar minyak cukup digoreng di dapur, bukan di meja rapat.

Kepala Bappeda Mursalin SE MM sampai bilang, kerja sama ini harus terintegrasi sama rencana pembangunan daerah, bahasa sederhananya jangan sampai proyek migas ini kayak nasi goreng tanpa bumbu, banyak tapi hambar, harus ada rasa lokal, manfaat nyata, dan aroma kesejahteraan yang nyebar ke seluruh penjuru Muba.

Kalau dipikir-pikir, Muba ini daerahnya unik, lantaran minyaknya banyak, tapi yang bikin salut adalah semangatnya menjaga, agar kekayaan alam nggak berubah jadi bencana sosial. Di tengah euforia “DBH 674 miliar”, Pemkab-nya komit tetap ngomong soal tenaga kerja lokal, UMKM, dan masyarakat sekitar tambang.

Ini kayak orang dapet durian runtuh, tapi masih sempat mikirin orang lain yang belum kebagian durian, nah, jarang-jarang loh!. Coba kalau kita bisa ngebayangi semua daerah kaya sumber dayanya punya mental kayak gini, wow sudah pasti Indonesia gak cuma jadi negara penghasil minyak, tapi juga penghasil harapan.

Dari kerja sama Muba dan SKK Migas ini, ada pelajaran berharga, yaitu sumber daya alam itu bukan jaminan kesejahteraan, tapi kesempatan untuk membuktikan kebijaksanaan, apalagi minyak itu bisa habis, tapi integritas dan kolaborasi kalau dijaga bisa terus mengalir.

Sehingga, asanya jangan sampai generasi berikutnya cuma baca di buku sejarah, “dulu Muba punya minyak”, tanpa pernah ngerasain manfaatnya.

Kalau kata orang tua dulu, “rezeki itu kayak minyak di panci,  kalau api terlalu besar, bisa gosong, tapi kalau sabar diatur, bisa matang sempurna”, begitu pula dengan migasnya,  jangan serakah, jangan tergesa, kelolalah dengan hati, bukan hanya kalkulator.

Oleh sebab itu, kerja sama dengan SKK Migas ini bukan cuma soal menandatangani kertas dan saling tukar plakat, ini soal tekad membuktikan bahwa Muba bisa makmur tanpa jadi licin, bisa kaya tanpa jadi congkak, dan bisa berminyak tanpa tergelincir.

Kalau semua berjalan sesuai niat baiknya, Insya Allah, bukan mustahil suatu hari nanti, orang akan bilang “Muba bukan cuma penghasil minyak, tapi juga penghasil senyum untuk rakyatnya”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMI Cabang Muba Salurkan Bantuan Kepada Petugas dan Korban Dampak Karhutla Bayung Lincir

    PMI Cabang Muba Salurkan Bantuan Kepada Petugas dan Korban Dampak Karhutla Bayung Lincir

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    Kita sudah menurunkan satu team relawan yang saat ini sudah standby di lokasi bencana, selain menyalurkan bantuan berupa sembako dan masker yang semua itu bersumber dari banyak donatur yang tidak mengikat salah satunya Bank Sumsel Babel dan Baznas.

  • PSEL Kertapati, Antara Ambisi Energi Bersih & Tantangan di Lapangan

    PSEL Kertapati, Antara Ambisi Energi Bersih & Tantangan di Lapangan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Tinjau PSEL Palembang, Zulkifli Hasan: Jadi Proyek Strategis Nasional PENGOLAHAN sampah menjadi energi listrik (PSEL) di kawasan Kertapati, Palembang menjadi proyek strategis nasional sehingga Palembang mulai menempatkan diri dalam peta besar transisi energi berbasis lingkungan. Proyek tersebut bukan hanya membawa narasi pengelolaan sampah modern, melainkan bisa menjadi ujian dan keseriusan Pemerintah Kota Palembang dalam menerjemahkan […]

  • Wagub Sumsel Himbau Sekolah Ajak BPOM Periksa  Jajanan Anak di Kantin

    Wagub Sumsel Himbau Sekolah Ajak BPOM Periksa  Jajanan Anak di Kantin

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 873
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menghimbau agar pihak sekolah mengajak Balai Besar Pom (BPOM) Palembang untuk memeriksa jajanan anak-anak di kantin sekolah  agar layak di komsumsi. “BPOM sudah menyiapkan mobil laboratorim untuk memfasilitasi ini bahkan dengan cara itu bisa mengawasi secara langsung demi kesehatan anak-anak sekolah,” jelasnya saat membuka Workshop Monitoring dan Evaluasi Program Intervensi […]

  • Tencent Tawarkan Join dengan Startup Indonesia

    Tencent Tawarkan Join dengan Startup Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 11 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Tencent berminat untuk melakukan join dengan startup [perusahaan rintisan] di Indonesia guna memperlus usahanya dibidang penyedia jasa pengiriman pesan instan. Tencent salah satu perusahaan yang terpopuler di China, dan berminat untuk membuka kerjasama dalam bidang pariwisata, teknologi, internet, music dan game online. Sebelumnya pada 2016, Tencent juga telah menginvestasikan dana senilai US$20,8 […]

  • Bersama Para Ulama, Pemkab Banyuasin Bahas Kegiatan Ramadhan 1441 H Ditengah Pandemi Covid-19

    Bersama Para Ulama, Pemkab Banyuasin Bahas Kegiatan Ramadhan 1441 H Ditengah Pandemi Covid-19

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.466
    • 0Komentar

    DALAM rangka persiapan menjelang bulan suci ramadhan 1441 H, Pemerintah Kabupaten Banyuasin menggelar rapat bersama dengan agenda pembahasan kegiatan puasa ramadhan dan Idul Fitri 1441 H ditengah Pandemi Covid-19. Pembahasan dalam rapat tersebut ialah mencari solusi agar masyarakat Kabupaten Banyuasin nanti nya dapat menjalankan ibadah sholat tarawih dan kegiatan keagamaan lain dengan aman dan tenang. […]

  • Indonesia Kirim Bantuan Hibah, Tangani Covid India

    Indonesia Kirim Bantuan Hibah, Tangani Covid India

    • calendar_month Jumat, 14 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 645
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Republik Indonesia mengirim sejumlah bantuan untuk membantu penanganan Covid-19 di India. Pelepasan bantuan tersebut secara simbolis dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Gedung 510 Ekspor Garuda Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (12/05/2021). “Atas arahan Presiden Republik Indonesia pada siang hari ini pukul 14.00 WIB dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia, Indonesia akan […]

expand_less
WordPress Archive iDent – Dentist & Medical WordPress Theme IDonatePro - Blood Donation, Request And Donor Management WordPress Plugin Idoni – Creative Agency WordPress Theme iDonte – Charity Non-Profit Elementor Template Kit Idonte – Charity NonProfit WordPress Theme If-So Dynamic Content Pro Ignavo – Auto Parts WooCommerce Theme iGUE – Podcaster Elementor Template Kit Ijin – Legal Business & Tax Consultant Services Elementor Template Kit Ika – Portfolio