Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Ketika Guan Yin Turun Panggung, Diplomasi Cinta, Drama & Ekraf Nggak Kalah dari Drakor

Ketika Guan Yin Turun Panggung, Diplomasi Cinta, Drama & Ekraf Nggak Kalah dari Drakor

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
  • visibility 1.545
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BIASANYA orang datang ke JIEXPO buat nonton konser K-Pop, kali ini suasananya beda, bro, bukan idola yang nyanyi “Saranghaeyo”, tapi seorang Bodhisattva bernama Guan Yin ngajarin cinta versi universal edition. Lampunya dramatis, musiknya megah, dan penontonnya?, dari ibu-ibu pencinta spiritual sampai bapak-bapak yang salah masuk karena dikira seminar motivasi.

Inilah Guan Yin The Musical, pertunjukan Internasional hasil kolaborasi Asia Musical Productions (AMP) Malaysia dan Yayasan Prajnaparamita (LPUB) Indonesia, digelar lima kali di JIEXPO Theatre, 3–5 Oktober 2025, dengan kapasitas lebih dari 12 ribu penonton, acara ini sukses bikin Jakarta mendadak punya aura welas asih mendunia.

Tapi tunggu dulu, ini bukan cuma soal nyanyi dan nari sambil pakai kostum bling-bling. Ada makna dalam yang bisa bikin kita mikir (dan ketawa getir), seperti kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, yang hadir langsung. “Pertunjukan ini bukan hanya tontonan, tetapi mampu menjadi soft diplomacy antarnegara, antarbudaya, bahkan antaragama. Inilah ekonomi kreatif, karena kreativitas manusia yang bisa mengetuk hati tanpa sekat”.

Kata kuncinya tuh mengetuk hati tanpa sekat. Iya…, di zaman algoritma media sosial yang bikin kita gampang marah karena beda pilihan (bahkan beda merek air galon), muncul pertunjukan yang ngajak kita saling memahami.

Kalau di dunia digital komentar bisa kayak ring tinju, di panggung Guan Yin The Musical justru adem banget. Ceritanya dibagi jadi empat babak, dari legenda Miao Shan sampai Guan Yin yang menolak pergi karena masih pengin bantu manusia. Bayangin, Bodhisattva aja susah move on kalau soal kasih sayang.

Produser dan sutradaranya, Ho Lin Huay, ngeracik kisah ini kayak masakan fusion ada bumbu budaya Tiongkok klasik, spiritualitas Buddha, dan sentuhan modern, hasilnya? enak banget buat penonton dari segala latar.

Bahkan Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kemenparekraf, Dadam Mahdar, sempat nyeletuk. “Ekonomi kreatif harus jadi engine of growth. Pementasan musikal, seperti ini bisa jadi contoh bagi pejuang seni pertunjukan Indonesia dalam melahirkan karya yang bernilai dan berdampak luas”.

Nah, kalau dipikir-pikir, kata “engine of growth”, ini cocok banget, karena nonton Guan Yin The Musical tuh rasanya kayak mesin moral kita lagi di service. Keluar dari teater, mungkin kita nggak langsung tercerahkan, tapi minimal ada keinginan buat lebih sabar kalau antre di tol.

Sutina Irsan, Ketua Panitia, bilang dengan senyum khas panitia yang udah seminggu kurang tidur. “Semoga pertunjukan ini membawa kedamaian dan kebahagiaan untuk semua”.

Kalimat sederhana, tapi maknanya dalam, karena jujur aja, dunia lagi kekurangan stok damai, bahkan di grup WhatsApp keluarga aja, debat tentang nasi goreng pakai kecap bisa berujung “left group”.

Oleh karena itu, di sini seni tampil bukan cuma buat hiburan, tapi buat mendidik rasa, seperti pepatah lama bilang “Lidah bisa tajam, tapi tarian bisa lebih menusuk hati”.

Lewat musik, tarian, dan teater, Guan Yin The Musical ngajak kita mikir, mungkin selama ini dunia terlalu sibuk ngomong, sampai lupa mendengar. Padahal Guan Yin, sang “Pendengar Dunia”, justru memilih diam untuk mendengar penderitaan manusia. Coba bayangin kalau semua pejabat, netizen, dan mantan pacar bisa belajar hal itu, dunia pasti lebih damai.

Tapi jangan salah, di balik semua cahaya panggung itu, ada nilai ekonomi yang nyata. Pertunjukan ini melibatkan ratusan orang, dari seniman, musisi, teknisi, sampai penjahit kostum. Inilah bukti nyata bahwa ekonomi kreatif nggak cuma menghidupi dompet, tapi juga menyehatkan batin.

Satu panggung

Kalau selama ini banyak yang mikir seni nggak bisa bikin kenyang, mungkin mereka belum lihat tiket Guan Yin The Musical yang laku keras. Tapi lebih dari itu, pertunjukan, seperti ini membuktikan bahwa spiritualitas juga bisa dikemas dengan profesional, modern, dan bahkan instagrammable.

Bahkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Dirjen Bimas Buddha Supriyadi, dan Ketua Umum Walubi Hartati Murdaya hadir bareng perwakilan duta besar dari Thailand, Sri Lanka, dan India, coba pikir seandainya, satu panggung bisa bikin para pejabat dan biksu duduk damai berdampingan,  sudah barang tentu sebuah prestasi yang kadang lebih susah dari bikin UU disetujui serentak.

Setelah lampu panggung padam dan tepuk tangan reda, ada pertanyaan yang tersisa, kapan terakhir kali kita benar-benar mendengar, bukan cuma menunggu giliran bicara?

Mungkin itu pelajaran dari Guan Yin, bahwa cinta sejati bukan soal besar kecilnya pengorbanan, tapi seberapa tulus kita hadir untuk orang lain, bahkan saat nggak diminta.

Dan kalau seni bisa ngajarin itu sambil bikin ketawa, terharu, dan mikir, maka Guan Yin The Musical bukan sekadar pertunjukan. Ia adalah kursus kilat kemanusiaan dalam format musikal.

Seperti kata penonton yang duduk di belakang saya sambil ngelap air mata dan berkata lirih, “Gila, ini pertunjukan bikin aku pengin minta maaf sama mantan, bro”.

Jika, seni bisa bikin orang pingin baikan, mungkin dunia emang butuh lebih banyak Guan Yin daripada debat di kolom komentar, karena seperti kata pepatah lama “Air yang tenang bisa memantulkan wajahmu, tapi seni yang tulus bisa memantulkan hatimu”. Yang jelas pesannya kadang yang paling butuh panggung bukan aktor, tapi hati kita sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Minta Peran Perusahaan Bantu Perbaikan Melalui Dana CSR

    Gubernur Minta Peran Perusahaan Bantu Perbaikan Melalui Dana CSR

    • calendar_month Jumat, 15 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.165
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang- Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru,   menerima audensi Ketua Umum Yayasan Masjid Agung Palembang KGS. H Ahmad Sarnubi yang menyampaikan sejumlah program pembangunan masjid agung yang tengah berlangsung dan mendesak dilakukan. Dalam audensinya Ketua Umum Yayasan Masjid Agung Palembang IR.KGS.H Ahmad Sarnubi,  Menyampaikan ada kekurangan dana untuk perbaikan   kubah  Masjid Agung yang  rusak. […]

  • Kantor Camat Pajar Bulan Lahat Di Demo “Emak-Emak” Desa Bantunan, Terkait Apa ?

    Kantor Camat Pajar Bulan Lahat Di Demo “Emak-Emak” Desa Bantunan, Terkait Apa ?

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 11.528
    • 0Komentar

    KECEWA karena pengelolaan BLT Dana Desa yang dinilai kurang transparan Warga Desa Bantunan Kecamatan Pajar Bulan Kabupaten Lahat menggelar aksi ujuk rasa. Unjuk rasa berlangsung di Kantor Camat Pajar Bulan Kabupaten Lahat, Kamis, (11/6/2020) dalam tuntutanya masa aksi meminta agar Kepala Desa untuk segera mundur dari jabatanya. Camat Pajar Bulan Kabupaten Lahat Sumsel Sarmisi, SE […]

  • Solusi menyediakan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan menang di 2023 SAFE STEPS D-Tech Awards

    Solusi menyediakan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan menang di 2023 SAFE STEPS D-Tech Awards

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.573
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR – Media OutReach – Prudence Foundation, unit investasi komunitas Prudential plc, bersama dengan Humanitarian Partner International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), penyedia layanan cloud Amazon Web Services (AWS), dan platform media teknologi e27, telah mengumumkan pemenang edisi ketiga SAFE STEPS Disaster Tech (D-Tech) Awards. SAFE STEPS D-Tech […]

  • Cegah Stunting, Maksimalkan Dana Desa

    Cegah Stunting, Maksimalkan Dana Desa

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 892
    • 0Komentar

    DINAS Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalimantan Selatan (Kalsel) memprioritaskan penggunaan dana desa tahun 2022 untuk penurunan stunting melalui program nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). “Namun untuk kemenuhi pemanfaatan dana tersebut masih menunggu peraturan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi terhadap penanganan stunting dan untuk alokasi dana desa di […]

  • Kapitalisme Harus Ada Etika ?

    Kapitalisme Harus Ada Etika ?

    • calendar_month Kamis, 8 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.226
    • 0Komentar

    SEBAGAIMANA yang kita ketahui bahwasanya kapitalisme lahir dari rahim liberalisme, dimana pada awalnya masyarakat mengiginkan kebebasan dalam segala hal, menginginkan kebebasan berkehendak, dan kebebasan berfikir. Dan tidak bisa dihindari lagi liberalisme yang diharapkan menjadi sitem yang bisa mengeluarkan masyarakat dari “tidur panjang” ataupun “keterlenaan dari dogma khayalan” pun berimplikasi pada kebebasan dalam ranah ekonomi yaitu […]

  • Keuangan Syariah 2025 Cetak Rekor, Aset Tembus Rp3.131 Triliun

    Keuangan Syariah 2025 Cetak Rekor, Aset Tembus Rp3.131 Triliun

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Keuangan syariah Indonesia mencatatkan capaian baru sepanjang 2025. Nilai aset industri keuangan syariah nasional menembus Rp3.131,02 triliun atau tumbuh 8,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak industri keuangan syariah mulai dikembangkan di Indonesia. Pertumbuhan itu ditopang hampir seluruh sektor keuangan syariah, mulai dari perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan nonbank […]

expand_less
WordPress Archive Eventime – Conference, Event, Fest, Ticket Store Theme EventOn Action User EventOn Bookings EventOn CSV Event Importer EventOn Event Countdown EventOn Event Lists: Ext EventOn Event Photos EventOn Event Tickets EventOn Full Cal EventOn QR Code