Peristiwa

Kantor Camat Pajar Bulan Lahat Di Demo “Emak-Emak” Desa Bantunan, Terkait Apa ?

Foto : Istimewa

KECEWA karena pengelolaan BLT Dana Desa yang dinilai kurang transparan Warga Desa Bantunan Kecamatan Pajar Bulan Kabupaten Lahat menggelar aksi ujuk rasa.

Unjuk rasa berlangsung di Kantor Camat Pajar Bulan Kabupaten Lahat, Kamis, (11/6/2020) dalam tuntutanya masa aksi meminta agar Kepala Desa untuk segera mundur dari jabatanya.

Camat Pajar Bulan Kabupaten Lahat Sumsel Sarmisi, SE melalui Sekcam membenarkan adanya aksi demo warga Desa Batunan di Kantor Camat Pajar Bulan, warga menuntut Kepala Desa untuk mundur dari jabatan karena masyarkat beranggapan bahwa Kades tidak transparan dalam mengelola BLT, hari ini kami akan mengumpulkan seluruh perangkat desa untuk mengadakan rapat.”ujarnya

Menanggapi aksi ujuk rasa warga desa nya kepala Desa Bantunan Efri Yudi Agustan saat dikonfirmasi mengatakan, saya selaku kepala desa merasa sudah melakukan kegiatan sesuai dengan tufoksi dan mekanisme yang ada, setiap kegiatan saya selalu melibatkan seluruh perangkat desa, terkait BLT saya perintahkan perangkat desa untuk mendata 126 data yang dipajang pertama menuai protes, setelah dilakukan musdes ulang dan berkoordinasi dengan pihak inspektorat serta konsultasi dengan kades desa lain, data dari awal 21 kk yang didapat oleh tim relawan, setelah data dipajang di warung-warung yang ada di desa kemudian data itu disaring lagi dan dua kali perubahan serta dua kali musdes disepakati 14 kk yang berhak menerima bantuan, menyikapi hal ini saya siap jika masyarakat mau menempuh jalur hukum karena saya bergerak tidak sendiri dan sesuai dengan aturan yang ada.”Jelasnya

Ia menambahkan, kejolak yang ada di desa kami saat ini menurut saya ada unsur politik karena desa kami saat pemilihan kepala desa ada 5 pasang calon, intinya untuk layak atau tidaknya masyarakat mendapat bantuan saya mengacu ke 14 kriteria anjuran pemerintah.”imbuhnya.

Mawardi salah satu Koordinator aksi demo mengatakan, sebarnya aksi demo ini tidak akan dilakukan, namun akibat warga desa menganggap kepala desa tidak ada solusi terhadap masyarakat yang terdampak covid-19 maka aksi demo dilakukan, ibu-ibu desa kami ini pernah mengadukan keluhan-keluhan masyarakat ke BPD akan tetapi sampai aksi ini digelar masih tidak ada solusi pemecahan masalah.”katanya.

Ia menambahkan, beberapa waktu yang lalu warga kami pernah mau melakukan aksi demo akan tetapi hal itu tertunda karena tim relawan desa mengiming-imingi kami dengan mendata warga, yang  tidak mendapatkan bantuan Sembako serta dana PKH, katanya akan mendapat BLT Dana Desa, dari pendataan yang dilakukan itu warga yang tidak mendapat bantuan Sembako dan PKH ini menjadi berharap akan mendapatkan BLT dana desa, dari hasil musdes kedua yang dilakukan perangkat desa hanya 14 kk yang menerima BLT dari 197kk yang tidak menerima sembako dan PKH. data pertama sebanyak 104 yang dipajang oleh kades

Kami warga desa menuntut agar kepala desa untuk segera mundur karena kami menganggap tidak bijaksana dan tidak memikirkan masyarakat, ini baru sebagian kecil masyarakat yang menggelr aksi demo karena masih banyak yang sibuk panen kopi tapi nanti jika masih belum ada solusi kami akan menggelar aksi yang lebih besar ke kantor DPRD dan Bupati Lahat,” tegasnya.[***]

 

Rozie

 

 

 

Comments

Terpopuler

To Top