Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » ASEAN Tak Mau Jadi Uni Eropa, tapi Ingin Lebih Tangguh

ASEAN Tak Mau Jadi Uni Eropa, tapi Ingin Lebih Tangguh

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
  • visibility 1.440
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ASEAN belajar dari Uni Eropa, bukan ingin jadi eurozone kedua, tapi ingin integrasi keuangan yang fleksibel, tangguh, dan sesuai jati diri kawasan.

COBA bayangin ASEAN dan Uni Eropa lagi nongkrong di warung kopi. Uni Eropa bilang, “Bro, gue punya euro, satu mata uang buat 27 negara” ASEAN nyengir, “Mantap sih, tapi bukannya kemarin lo hampir pingsan gara-gara krisis utang Yunani? Belum lagi Brexit kayak sinetron panjang”.

ASEAN lalu nyeletuk.”Kami sih nggak mau pakai seragam sama, tapi tetap bisa jalan bareng. Lagian, kalau seragam dipaksa, ada yang kegedean, ada yang kesempitan, nanti malah jadi ribut sendiri”.

Banyak yang nanya “Kenapa ASEAN nggak bikin mata uang tunggal kayak euro?”, jawabannya sederhana, ASEAN itu ibarat pasar malam, isinya macam-macam. Ada yang jual sate, ada yang jual cilok, ada juga yang jual boneka. Kalau dipaksa satu menu, pengunjung bisa kabur.

Uni Eropa sempat terguncang karena “satu seragam”, justru bikin sebagian negara kepanasan. Yunani sampai megap-megap karena krisis utang, sementara Jerman sibuk jadi penolong, lalu Inggris bilang, “Udahlah, gue cabut aja”, dan lahirlah drama Brexit.

ASEAN belajar dari situ, yakni integrasi keuangan bukan soal seragam, tapi soal harmoni, pepatah bilang “Seribu jalan menuju Roma, tapi nggak semua harus pakai sandal yang sama”.

Strategi ASEAN lebih realistis, nggak harus punya mata uang tunggal, tapi bikin sistem pembayaran terhubung, pasar modal lebih terbuka, dan jaring pengaman keuangan regional.

Ibarat tim sepak bola, ASEAN nggak semua pakai sepatu merek sama, tapi mainnya tetap kompak, kalau ada yang jatuh, teman lain bantu angkat.

Inovasi kayak Local Currency Transaction (LCT), jadi contoh nyata, rupiah, baht, ringgit, dan peso bisa saling dipakai. Nggak perlu terus-terusan nebeng dolar, ini bukan sekadar soal biaya transaksi, tapi simbol kemandirian.

ASEAN itu unik, beda bahasa, beda ekonomi, beda politik, tapi justru di situlah kekuatannya. Kalau Uni Eropa sering pusing karena perbedaan, ASEAN memilih merangkul perbedaan sebagai warna.

Pepatah Jawa bilang “Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah”, ASEAN ngerti betul, kalau ribut sendiri malah bubar jalan. Jadi meski nggak selalu satu suara, ada konsensus minimal: tetap bareng-bareng di jalur integrasi.

Dunia boleh bilang ASEAN lambat dibanding Uni Eropa. Tapi lambat bukan berarti salah jalan, kadang yang jalan pelan justru bisa lebih awet. Kayak naik sepeda ontel di Malioboro, pelan tapi pasti sampai tujuan, daripada ngebut naik motor tapi jatuh di tikungan.

ASEAN memilih jalannya sendiri, yakni fleksibel, pragmatis, tapi tangguh, bukan sekadar meniru Uni Eropa, tapi menciptakan versi integrasi yang cocok dengan jati diri Asia Tenggara.

ASEAN tak mau jadi Uni Eropa kedua, tapi ingin lebih tangguh, belajar dari drama krisis utang dan Brexit, ASEAN paham bahwa integrasi buta justru bisa jadi bumerang.

Lewat sistem keuangan yang terhubung, pemakaian mata uang lokal, dan jaring pengaman regional, ASEAN merancang “tameng finansial” yang sesuai dengan kondisi sendiri.

Pepatah bilang “Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit”, ASEAN sudah mulai menumpuk batu-batu kecil integrasi itu, siapa tahu nanti bukit ASEAN ini lebih kokoh daripada gunung yang sempat retak di Eropa.

Dan dari Yogyakarta, ASEAN sudah mengirim pesan ke dunia, kami mungkin berbeda, tapi justru karena itu kami bisa lebih kuat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjajal e-Va, Si Motor Listrik Hasil Modifikasi Motor Bensin

    Menjajal e-Va, Si Motor Listrik Hasil Modifikasi Motor Bensin

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.808
    • 0Komentar

    PUSAT Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE), Badan Litbang ESDM tengah melakukan penelitian dan perekayasaan terhadap sepeda motor berbahan bakar bensin (motsin) menjadi sepeda motor listrik (motlis). Plt. Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana bersama Kepala P3TKEBTKE, Hariyanto turut dalam uji coba motlis yang diberi nama e-Va ini, di […]

  • Cuaca Ekstrem BPBD Kesbangpol Siap Siaga Hadapi Becana Alam

    Cuaca Ekstrem BPBD Kesbangpol Siap Siaga Hadapi Becana Alam

    • calendar_month Senin, 30 Des 2019
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.130
    • 0Komentar

    MENINGKATNYA curah hujan dalam pekan ini Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan yang terdiri dari daerah perairan dan tidak jarang di terjang banjir, longsor dan angin puting beliung membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kesbangpol dan linmas kabupaten Banyuasin gelar pasukan siap siaga menghadapi situasi demikian. Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Alfian Soleh , BPBD Banyuasin menjelaskan […]

  • Olimpiade : Terbaik di Grup B, Rahmat Erwin Menunggu Hasil Grup A untuk Dapatkan Medali

    Olimpiade : Terbaik di Grup B, Rahmat Erwin Menunggu Hasil Grup A untuk Dapatkan Medali

    • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 698
    • 0Komentar

      DEBUT pertama lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah membuahkan hasil yang manis, Rahmat berhasil tampil terbaik di Grup B kelas 73 kg putra pada pertandingan cabang olahraga angkat besi Olimpiade 2020 Tokyo yang diselenggarakan di Tokyo International Forum, Rabu (28/07). Berikutnya ia tinggal menunggu hasil Grup A yang akan diselenggarakan pada 19.50 waktu setempat atau […]

  • Alex Noerdin Hadiahi Selebgram Aishwa Umroh Sekeluarga

    Alex Noerdin Hadiahi Selebgram Aishwa Umroh Sekeluarga

    • calendar_month Minggu, 3 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.084
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk syiar bagi umat Islam khususnya di wilayah Sumsel. 

  • Polres Muba Bongkar Home Industri Senjata Api ‘Kecepek’ Ilegal

    Polres Muba Bongkar Home Industri Senjata Api ‘Kecepek’ Ilegal

    • calendar_month Senin, 4 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.443
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga, pepatah ini pantas disandang, Asri  alias Seritintil, 57 tahun. Ia merupakan pemilik rumah [home industri] membuat senjata api ‘kecepek’ ilegal, yang berhasil digerebek oleh jajaran Polisi Sektor Keluang Musi Banyuasin [Muba], Jumat akhir pekan ini. Penangkapan pelaku sekitar pukul 08.00.00 WIB di RT 013 /RW. 004 […]

  • Hujan Turun, Tanah Longsor, Jalan Amblas, Pejabat Datang

    Hujan Turun, Tanah Longsor, Jalan Amblas, Pejabat Datang

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.053
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Hujan turun, tanah longsor, jalan amblas, pejabat datang. Begitu terus polanya, berulang seperti kaset rusak yang diputar tiap musim penghujan. Kali ini, giliran bahu jalan penghubung Musi Rawas dan Musi Banyuasin yang jadi korban. Longsor di Kelurahan Pasar Muara Beliti ini bukan sekadar insiden biasa, tapi bukti nyata bahwa infrastruktur kita masih jauh […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Biometric Login | Fingerprint | Web Authentication (WebAuthn) WooCommerce Booking & Reservation Plugin WooCommerce Bookings WooCommerce Bookings Availability WooCommerce Bookings Exporter | Download CSV, PDF or Email Reports WooCommerce Box Office WooCommerce Branding WooCommerce Brands WooCommerce Brands Plugin – Shop by Manufacturers WooCommerce Bulk Download