Kamis, 22 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » AMR: Pandemi Sunyi, Antibiotik Sembarangan Bisa Bahaya

AMR: Pandemi Sunyi, Antibiotik Sembarangan Bisa Bahaya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
  • visibility 1.038
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RESISTENSI antimikroba (AMR) kini jadi ancaman kesehatan yang lebih menakutkan daripada harga cabai naik menjelang Lebaran. Bedanya, kalau cabai bikin kantong kita pedih, AMR bisa bikin nyawa melayang. Menurut Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono, sebanyak 1,27 juta orang di dunia meninggal akibat AMR pada 2019, dan di Indonesia ada sekitar 36.500 kematian yang bisa dicegah andai saja bakteri nggak kebal obat. Ini bukan cerita fiksi, bro, ini realita yang sunyi tapi mengerikan.

Bayangin, obat yang harusnya jadi pahlawan, malah berubah jadi tameng bolong, seperti pepatah lama, “gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan utang,” nah di era AMR ini manusia bisa mati meninggalkan resep antibiotik yang salah kaprah.

Di warung sebelah rumah, ada yang jual mie instan, pulsa, sampai… antibiotik eceran, bayangkan, antibiotik udah kayak permen kopiko bisa dibeli tanpa resep, tanpa tanya dokter. Masyarakat kita masih suka mikir, “Ah, batuk pilek dikit, kasih antibiotik biar manjur.” Padahal, flu itu disebabkan virus, bukan bakteri. Jadi minum antibiotik buat flu sama aja kayak nyiram bensin ke kompor mati nggak ada efeknya, kecuali bikin masalah baru.

Prof. Dante dalam rilis resmi dilaman kemkes.go.id, juga bilang, masalah antibiotik ini komitmen besar pemerintah. Tapi jujur saja, kalau masyarakat masih hobi minum obat sembarangan, ya sama aja kayak nyapu rumah tapi pintu belakangnya dibiarkan terbuka, kotor lagi, kotor lagi.

Resistensi antimikroba bukan cuma urusan kesehatan, tapi juga dompet dunia, data menunjukkan kerugian ekonomi global akibat AMR bisa tembus 3,4 triliun dolar pada 2030. Itu angka setara dengan gabungan utang beberapa negara berkembang. Kalau dibilang pepatah, “karena nila setitik rusak susu sebelanga,” nah karena bakteri bandel, ekonomi dunia bisa ambruk.

Bayangkan kalau operasi kecil saja jadi berisiko mati gara-gara infeksi nggak bisa diobati, siapa yang mau investasi di negara yang warganya gampang tumbang gara-gara luka sayat pisau dapur?

Di Konferensi Internasional AMR di Jakarta, Indonesia menegaskan diri sebagai pemimpin kawasan ASEAN dalam melawan resistensi antimikroba. Direktur ReAct Asia Pacific, Dr. S.S. Lal, bilang Indonesia sudah jadi role model. Tapi, ia juga menyindir masih ada dokter yang meresepkan antibiotik salah.

Ini kayak jadi kapten tim bola yang jago bikin strategi, tapi pemain belakangnya masih sibuk main HP di lapangan. Gimana mau menang kalau taktik bagus tapi eksekusi belepotan?

Coba bayangkan lagi, kalau generasi cucu kita hidup di dunia tanpa antibiotik ampuh. Operasi usus buntu bisa jadi tiket pulang ke alam baka, persalinan normal bisa jadi momen tragis. “Sedia payung sebelum hujan,” kata pepatah. Nah, sekarang waktunya kita sedia kesadaran sebelum obat kita kehilangan daya.

Masyarakat harus sadar, antibiotik bukan vitamin C. Dokter harus disiplin meresepkan, pemerintah juga mesti tegas menutup celah penjualan bebas. Media juga punya tanggung jawab untuk mengedukasi. Kalau semua pihak bergerak, barulah Indonesia bisa benar-benar memimpin, bukan sekadar jadi pembicara di konferensi.

Analisa singkatnya, yakni masalah utama, adalah penyalahgunaan antibiotik oleh masyarakat plus praktik medis yang longgar, dampaknya adalah kematian meningkat, biaya kesehatan membengkak, ancaman ekonomi global.

Nah ada solusi, yakni edukasi publik, pengawasan distribusi obat, kolaborasi lintas sektor (WHO, ASEAN, ReAct), sementara posisi Indonesia punya peluang jadi teladan regional, tapi harus dibarengi pembenahan internal.

Resistensi antimikroba bukan isu yang bisa ditertawakan selamanya, kalau kita terus memperlakukan antibiotik seperti jajan cilok, jangan salahkan kalau nanti anak cucu kita hidup di dunia tanpa obat manjur. Ingat pepatah Jawa, “alon-alon asal kelakon,” tapi dalam kasus AMR, jangan kelamaan alon-alon, saatnya bergerak cepat.

Indonesia sudah punya panggung sebagai pemimpin ASEAN dalam melawan AMR. Tinggal kita, rakyat dan tenaga kesehatan, mau nggak disiplin jaga obat terakhir kita ini?, karena pada akhirnya, melawan AMR bukan soal pamer data di konferensi, tapi soal menyelamatkan nyawa-nyawa kita sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan SK –nya Tapi  Komitmen Dukungan Perindo kepada  Dodi- Giri

    Bukan SK –nya Tapi  Komitmen Dukungan Perindo kepada  Dodi- Giri

    • calendar_month Jumat, 9 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 887
    • 0Komentar

    Merupakan komitmen dari Partai Perindo memilih dukungan kepada pasangan yang muda dan kreatif serta energik.

  • UIN Raden Mas Said Tuan Rumah,  AICIS 2021 Akan Bahas Reaktualisasi Fikih dan Kebijakan Publik di Era Global

    UIN Raden Mas Said Tuan Rumah, AICIS 2021 Akan Bahas Reaktualisasi Fikih dan Kebijakan Publik di Era Global

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 848
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama kembali menggelar Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS). Gelaran kali ke-20 ini berlangsung di Kota Surakarta dengan tuan rumah UIN Raden Mas Said. AICIS 2021 ini mengusung tema “Islam in a Changing Global Context: Rethinking Fiqh Reactualization and Public Policy”. Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani menuturkan bahwa AICIS ke-20 akan dibuka […]

  • Antisipasi Lonjakan Kasus Vaksinasi Booster Terus Digencarkan

    Antisipasi Lonjakan Kasus Vaksinasi Booster Terus Digencarkan

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 701
    • 0Komentar

    UNTUK mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19, pemerintah menggencarkan pelaksanaan vaksinasi booster, karena terbukti mampu meningkatkan kadar antibodi pada tubuh. Vaksinasi booster akan diberlakukan sebagai syarat perjalanan dan kegiatan masyarakat. Untuk menunjang hal ini, gerai vaksinasi akan dibuka di pusat keramaian, termasuk bandara. Berbagai informasi mengenai COVID-19 tersedia di https://covid19.go.id dan https://s.id/infovaksin #TetapPakaiMasker #VaksinHarusLengkap #CuciTanganPakaiSabun

  • Hadir di Titik Nol Kilometer, Inilah Kesan dan Harapan Para Gubernur Se Indonesia pada IKN

    Hadir di Titik Nol Kilometer, Inilah Kesan dan Harapan Para Gubernur Se Indonesia pada IKN

    • calendar_month Senin, 14 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 746
    • 0Komentar

    PARA perwakilan provinsi dari seluruh Tanah Air hadir mengikuti prosesi penyatuan tanah dan air secara simbolis bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Kawasan Titik Nol Kilometer Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Senin (14/03/2022). Dalam kesempatan tersebut, sejumlah gubernur menyampaikan kesan dan harapannya terhadap pembangunan IKN. Seperti yang disampaikan Gubernur Kalimantan Timur […]

  • Bangun SDM Berkualitas,  Gubernur Dukung Pembaharuan Bidang Pendidikan

    Bangun SDM Berkualitas, Gubernur Dukung Pembaharuan Bidang Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 18 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 494
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H  Herman Deru mengatakan, pendidikan yang berkarakter adalah salah satu modal bagi kemajuan bangsa dan negara, begitu pula dengan munculnya sekolah yang berkualitas dan memiliki keunggulan di bidang keagamaan diharapkan bisa berkontribusi. Hal tersebut diungkapkannya saat  Gubernur Provinsi Sumatera Selatan  meresmikan Gedung SMA Islam Terpadu (SMAIT)  Harapan Mulia Palembang, bertempat di Jl. R. […]

  • Wakil Walikota Palembang,Fitrianti Agustinda : Ikhlas dan Bahagia Kunci Jalani Pekerjaan, Ini Ceritanya

    Wakil Walikota Palembang,Fitrianti Agustinda : Ikhlas dan Bahagia Kunci Jalani Pekerjaan, Ini Ceritanya

    • calendar_month Minggu, 2 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.936
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sebenarnya tidak ada rahasia apapun untuk tampil fit dan bugar setiap hari saat menjalani rutinitas sebagai Wakil Walikota dan sebagai seorang ibu rumah tangga, semua yang dilakukan atas dasar ikhlas dan bahagia. Hal itu diucapkan, oleh Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, sewaktu ditanya apa rahasia tetap tampil fit saat bekerja, saat ditemui […]

expand_less
WordPress Archive Dokan Integrate & Design Launcher Addon for LUMISE Product Designer Dokan Postcode Restriction Dokan Pro WordPress Plugin Dokan Vendor Total Sales Dokan – WooCommerce Booking Integration DOKANS – Multitenancy Based Ecommerce Platform (SAAS) Dolan – Personal Portfolio Elementor Template Kit Dometric – Solar & Renewable Energy Elementor Template Kit Domex – Night Club WordPress Theme Domik – Responsive Architecture WordPress Theme