Kamis, 1 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » AMR: Pandemi Sunyi, Antibiotik Sembarangan Bisa Bahaya

AMR: Pandemi Sunyi, Antibiotik Sembarangan Bisa Bahaya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
  • visibility 1.031
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RESISTENSI antimikroba (AMR) kini jadi ancaman kesehatan yang lebih menakutkan daripada harga cabai naik menjelang Lebaran. Bedanya, kalau cabai bikin kantong kita pedih, AMR bisa bikin nyawa melayang. Menurut Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono, sebanyak 1,27 juta orang di dunia meninggal akibat AMR pada 2019, dan di Indonesia ada sekitar 36.500 kematian yang bisa dicegah andai saja bakteri nggak kebal obat. Ini bukan cerita fiksi, bro, ini realita yang sunyi tapi mengerikan.

Bayangin, obat yang harusnya jadi pahlawan, malah berubah jadi tameng bolong, seperti pepatah lama, “gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan utang,” nah di era AMR ini manusia bisa mati meninggalkan resep antibiotik yang salah kaprah.

Di warung sebelah rumah, ada yang jual mie instan, pulsa, sampai… antibiotik eceran, bayangkan, antibiotik udah kayak permen kopiko bisa dibeli tanpa resep, tanpa tanya dokter. Masyarakat kita masih suka mikir, “Ah, batuk pilek dikit, kasih antibiotik biar manjur.” Padahal, flu itu disebabkan virus, bukan bakteri. Jadi minum antibiotik buat flu sama aja kayak nyiram bensin ke kompor mati nggak ada efeknya, kecuali bikin masalah baru.

Prof. Dante dalam rilis resmi dilaman kemkes.go.id, juga bilang, masalah antibiotik ini komitmen besar pemerintah. Tapi jujur saja, kalau masyarakat masih hobi minum obat sembarangan, ya sama aja kayak nyapu rumah tapi pintu belakangnya dibiarkan terbuka, kotor lagi, kotor lagi.

Resistensi antimikroba bukan cuma urusan kesehatan, tapi juga dompet dunia, data menunjukkan kerugian ekonomi global akibat AMR bisa tembus 3,4 triliun dolar pada 2030. Itu angka setara dengan gabungan utang beberapa negara berkembang. Kalau dibilang pepatah, “karena nila setitik rusak susu sebelanga,” nah karena bakteri bandel, ekonomi dunia bisa ambruk.

Bayangkan kalau operasi kecil saja jadi berisiko mati gara-gara infeksi nggak bisa diobati, siapa yang mau investasi di negara yang warganya gampang tumbang gara-gara luka sayat pisau dapur?

Di Konferensi Internasional AMR di Jakarta, Indonesia menegaskan diri sebagai pemimpin kawasan ASEAN dalam melawan resistensi antimikroba. Direktur ReAct Asia Pacific, Dr. S.S. Lal, bilang Indonesia sudah jadi role model. Tapi, ia juga menyindir masih ada dokter yang meresepkan antibiotik salah.

Ini kayak jadi kapten tim bola yang jago bikin strategi, tapi pemain belakangnya masih sibuk main HP di lapangan. Gimana mau menang kalau taktik bagus tapi eksekusi belepotan?

Coba bayangkan lagi, kalau generasi cucu kita hidup di dunia tanpa antibiotik ampuh. Operasi usus buntu bisa jadi tiket pulang ke alam baka, persalinan normal bisa jadi momen tragis. “Sedia payung sebelum hujan,” kata pepatah. Nah, sekarang waktunya kita sedia kesadaran sebelum obat kita kehilangan daya.

Masyarakat harus sadar, antibiotik bukan vitamin C. Dokter harus disiplin meresepkan, pemerintah juga mesti tegas menutup celah penjualan bebas. Media juga punya tanggung jawab untuk mengedukasi. Kalau semua pihak bergerak, barulah Indonesia bisa benar-benar memimpin, bukan sekadar jadi pembicara di konferensi.

Analisa singkatnya, yakni masalah utama, adalah penyalahgunaan antibiotik oleh masyarakat plus praktik medis yang longgar, dampaknya adalah kematian meningkat, biaya kesehatan membengkak, ancaman ekonomi global.

Nah ada solusi, yakni edukasi publik, pengawasan distribusi obat, kolaborasi lintas sektor (WHO, ASEAN, ReAct), sementara posisi Indonesia punya peluang jadi teladan regional, tapi harus dibarengi pembenahan internal.

Resistensi antimikroba bukan isu yang bisa ditertawakan selamanya, kalau kita terus memperlakukan antibiotik seperti jajan cilok, jangan salahkan kalau nanti anak cucu kita hidup di dunia tanpa obat manjur. Ingat pepatah Jawa, “alon-alon asal kelakon,” tapi dalam kasus AMR, jangan kelamaan alon-alon, saatnya bergerak cepat.

Indonesia sudah punya panggung sebagai pemimpin ASEAN dalam melawan AMR. Tinggal kita, rakyat dan tenaga kesehatan, mau nggak disiplin jaga obat terakhir kita ini?, karena pada akhirnya, melawan AMR bukan soal pamer data di konferensi, tapi soal menyelamatkan nyawa-nyawa kita sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LUX luncurkan program pelatihan interaktif pertamanya didorong wawasan konsumen kehidupan nyata dan dirancang bersama dengan pakar perubahan perilaku DE&I untuk melawan seksisme di tempat kerja

    LUX luncurkan program pelatihan interaktif pertamanya didorong wawasan konsumen kehidupan nyata dan dirancang bersama dengan pakar perubahan perilaku DE&I untuk melawan seksisme di tempat kerja

    • calendar_month Rabu, 14 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 546
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, SINGAPURA -Dengan misi memberdayakan wanita dengan kekuatan untuk mengekspresikan kewanitaan mereka tanpa takut akan penilaian seksis sehari-hari, merek kecantikan global Unilever LUX mengambil lompatan maju dalam melawan seksisme sehari-hari di tempat kerja. Bulan ini LUX telah meluncurkan program e-learning Allies – sumber pelatihan global gratis bagi perusahaan untuk menggalang rekan kerja untuk bersatu […]

  • Antisipatif Hindari Dampak Cuaca Ekstrem Siklon Tropis

    Antisipatif Hindari Dampak Cuaca Ekstrem Siklon Tropis

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 964
    • 0Komentar

    BADAI Siklon Tropis Seroja menyebabkan sejumlah kawasan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami cuaca ekstrem seperti angin kencang, banjir bandang, dan gelombang pasang. Perlu adanya upaya langkah antisipatif untuk mengurangi dampak dari cuaca ekstrem. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo menyampaikan beberapa tindakan langkah […]

  • Jelang Fornas, Palembang Akan Optimalkan Objek Wisata

    Jelang Fornas, Palembang Akan Optimalkan Objek Wisata

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 857
    • 0Komentar

    KOTA Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, akan menjadi tuan rumah Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) yang direncanakan pada Juli 2022. Salah satu even yang diperlombakan adalah gateball. Terkait hal itu, Pengurus Gateball Provinsi Sumsel, beraudiensi ke Wali Kota Palembang Harnojoyo, Kamis (12/5/2022). Harnojoyo menyambut baik even Gateball. “Di Palembang, cabor ini mungkin baru dikenal oleh sebagian […]

  • Nah, Puluhan Warga Desa di OKI Ini Blokir Akses Pembangunan Tol Kayuagung-Jakabaring, Bahkan Ancam Bakal Temui Presiden, Apa Alasannya ?

    Nah, Puluhan Warga Desa di OKI Ini Blokir Akses Pembangunan Tol Kayuagung-Jakabaring, Bahkan Ancam Bakal Temui Presiden, Apa Alasannya ?

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.077
    • 0Komentar

    DINILAI mengingkari janji kesepakatan yang dibuat secara bersama, puluhan Warga Desa Kijang kembali menutup akses Jalan Pembangunan Proyek Tol Kayuagung – Jakabaring, yang berada di Desa Terusan Laut Kecamatan SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (10/8/2019). Bahkan warga juga akan melakukan aksi yang lebih nekat lagi dengan cara menemui Presiden Republik Indonesia, Ir. […]

  • Asuransi Jiwa Harus Tepat Sasaran 

    Asuransi Jiwa Harus Tepat Sasaran 

    • calendar_month Kamis, 11 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.085
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi memimpin Rapat Sinkronisasi dan Validasi Data Basis Data Terpadu (BDT) Semester I Tahun 2019, di Ruang Rapat Randik Pemkab Muba, Kamis (11/4/2019). Dari rapat tersebut disepakati masyarakat yang mendapat asuransi kematian dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Muba yakni […]

  • Usai Juara I Internasional Canoe Word Dragon Boat Racing 2019, Maryati Banjir Bonus, Bupati Banyuasi Berikan Hadiah Ini

    Usai Juara I Internasional Canoe Word Dragon Boat Racing 2019, Maryati Banjir Bonus, Bupati Banyuasi Berikan Hadiah Ini

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.330
    • 0Komentar

    MARYATI, atlet dayung yang mendapat Juara I pada Kejuaraan Internasional Canoe Word Dragon Boat Racing 2019 berhasil membawa pulang bonus sebesar Rp 3,7 miliar, hari ini mendapat penghargaan dari Bupati Banyuasin berupa bedah rumah. Perjuangan darah manis kelahiran Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin ini patut diacungkan jempol, pasalnya berkat perjuangan yang gigih ia membawa […]

expand_less
WordPress Archive Dokan Integrate & Design Launcher Addon for LUMISE Product Designer Dokan Postcode Restriction Dokan Pro WordPress Plugin Dokan Vendor Total Sales Dokan – WooCommerce Booking Integration DOKANS – Multitenancy Based Ecommerce Platform (SAAS) Dolan – Personal Portfolio Elementor Template Kit Dometric – Solar & Renewable Energy Elementor Template Kit Domex – Night Club WordPress Theme Domik – Responsive Architecture WordPress Theme