Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » AMR: Pandemi Sunyi, Antibiotik Sembarangan Bisa Bahaya

AMR: Pandemi Sunyi, Antibiotik Sembarangan Bisa Bahaya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
  • visibility 1.026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RESISTENSI antimikroba (AMR) kini jadi ancaman kesehatan yang lebih menakutkan daripada harga cabai naik menjelang Lebaran. Bedanya, kalau cabai bikin kantong kita pedih, AMR bisa bikin nyawa melayang. Menurut Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono, sebanyak 1,27 juta orang di dunia meninggal akibat AMR pada 2019, dan di Indonesia ada sekitar 36.500 kematian yang bisa dicegah andai saja bakteri nggak kebal obat. Ini bukan cerita fiksi, bro, ini realita yang sunyi tapi mengerikan.

Bayangin, obat yang harusnya jadi pahlawan, malah berubah jadi tameng bolong, seperti pepatah lama, “gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan utang,” nah di era AMR ini manusia bisa mati meninggalkan resep antibiotik yang salah kaprah.

Di warung sebelah rumah, ada yang jual mie instan, pulsa, sampai… antibiotik eceran, bayangkan, antibiotik udah kayak permen kopiko bisa dibeli tanpa resep, tanpa tanya dokter. Masyarakat kita masih suka mikir, “Ah, batuk pilek dikit, kasih antibiotik biar manjur.” Padahal, flu itu disebabkan virus, bukan bakteri. Jadi minum antibiotik buat flu sama aja kayak nyiram bensin ke kompor mati nggak ada efeknya, kecuali bikin masalah baru.

Prof. Dante dalam rilis resmi dilaman kemkes.go.id, juga bilang, masalah antibiotik ini komitmen besar pemerintah. Tapi jujur saja, kalau masyarakat masih hobi minum obat sembarangan, ya sama aja kayak nyapu rumah tapi pintu belakangnya dibiarkan terbuka, kotor lagi, kotor lagi.

Resistensi antimikroba bukan cuma urusan kesehatan, tapi juga dompet dunia, data menunjukkan kerugian ekonomi global akibat AMR bisa tembus 3,4 triliun dolar pada 2030. Itu angka setara dengan gabungan utang beberapa negara berkembang. Kalau dibilang pepatah, “karena nila setitik rusak susu sebelanga,” nah karena bakteri bandel, ekonomi dunia bisa ambruk.

Bayangkan kalau operasi kecil saja jadi berisiko mati gara-gara infeksi nggak bisa diobati, siapa yang mau investasi di negara yang warganya gampang tumbang gara-gara luka sayat pisau dapur?

Di Konferensi Internasional AMR di Jakarta, Indonesia menegaskan diri sebagai pemimpin kawasan ASEAN dalam melawan resistensi antimikroba. Direktur ReAct Asia Pacific, Dr. S.S. Lal, bilang Indonesia sudah jadi role model. Tapi, ia juga menyindir masih ada dokter yang meresepkan antibiotik salah.

Ini kayak jadi kapten tim bola yang jago bikin strategi, tapi pemain belakangnya masih sibuk main HP di lapangan. Gimana mau menang kalau taktik bagus tapi eksekusi belepotan?

Coba bayangkan lagi, kalau generasi cucu kita hidup di dunia tanpa antibiotik ampuh. Operasi usus buntu bisa jadi tiket pulang ke alam baka, persalinan normal bisa jadi momen tragis. “Sedia payung sebelum hujan,” kata pepatah. Nah, sekarang waktunya kita sedia kesadaran sebelum obat kita kehilangan daya.

Masyarakat harus sadar, antibiotik bukan vitamin C. Dokter harus disiplin meresepkan, pemerintah juga mesti tegas menutup celah penjualan bebas. Media juga punya tanggung jawab untuk mengedukasi. Kalau semua pihak bergerak, barulah Indonesia bisa benar-benar memimpin, bukan sekadar jadi pembicara di konferensi.

Analisa singkatnya, yakni masalah utama, adalah penyalahgunaan antibiotik oleh masyarakat plus praktik medis yang longgar, dampaknya adalah kematian meningkat, biaya kesehatan membengkak, ancaman ekonomi global.

Nah ada solusi, yakni edukasi publik, pengawasan distribusi obat, kolaborasi lintas sektor (WHO, ASEAN, ReAct), sementara posisi Indonesia punya peluang jadi teladan regional, tapi harus dibarengi pembenahan internal.

Resistensi antimikroba bukan isu yang bisa ditertawakan selamanya, kalau kita terus memperlakukan antibiotik seperti jajan cilok, jangan salahkan kalau nanti anak cucu kita hidup di dunia tanpa obat manjur. Ingat pepatah Jawa, “alon-alon asal kelakon,” tapi dalam kasus AMR, jangan kelamaan alon-alon, saatnya bergerak cepat.

Indonesia sudah punya panggung sebagai pemimpin ASEAN dalam melawan AMR. Tinggal kita, rakyat dan tenaga kesehatan, mau nggak disiplin jaga obat terakhir kita ini?, karena pada akhirnya, melawan AMR bukan soal pamer data di konferensi, tapi soal menyelamatkan nyawa-nyawa kita sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DWP Sumsel Maksimalkan Fungsinya

    DWP Sumsel Maksimalkan Fungsinya

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.064
    • 0Komentar

    PENGUKUHAN Kepengurusan Dharma Wanita Persatuan (DPW) Provinsi Sumsel masa bakti 2019-2024 di Auditorium Bina Praja Setda Provinsi Sumsel, Selasa (14/7/2020). Terlebih, sambungnya, di masa pandemi Covid-19 saat ini tentu peran dari DWP Sumsel sangat dibutuhkan masyarakat yang terdampak. “DWP Sumsel harus ada di tengah-tengah masyarakat. Apalagi di saat pandemi ini, pengurus dan anggota harus ada […]

  • Update COVID-19 : Bertambah 9 Kasus Positif di Muba

    Update COVID-19 : Bertambah 9 Kasus Positif di Muba

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 747
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Selasa (16/2/2021) mengkonfirmasi ada penambahan 9 kasus positif COVID-19. “Ada penambahan 9 kasus positif per 16 Februari 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan 9 kasus positif yakni diantaranya kasus 998 perempuan usia 35 tahun asal Lais, kasus 999 perempuan 27 […]

  • Dampak Pandemi, Stimulus Ketenagalistrikan Berlanjut

    Dampak Pandemi, Stimulus Ketenagalistrikan Berlanjut

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 926
    • 0Komentar

    PEMERINTAH memutuskan untuk tetap memberikan stimulus sektor ketenagalistrikan kepada masyarakat dan pelaku usaha akibat pandemi covid-19. Stimulus keringanan berupa diskon tarif tenaga listrik, dan pelaksanaan pembebasan biaya beban atau abonemen, serta pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum diperpanjang pada periode triwulan II tahun 2021. Terkait dengan hal tersebut, PT PLN (Persero) telah menyampaikan kesiapannya sehingga stimulus periode […]

  • 2 Warga OKI  Jalani Isolasi di ODP Center Teluk Gelam

    2 Warga OKI  Jalani Isolasi di ODP Center Teluk Gelam

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.530
    • 0Komentar

    DUA orang warga Ogan Komering Ilir (OKI) menjalani isolasi di OKI ODP Center Teluk Gelam. Keduanya,   masing-masing NM (38) asal Kecamatan Teluk Gelam dan JN (27) warga Kecamatan Mesuji Makmur mereka merupakan pelaku perjalanan dari daerah transmisi lokal. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Iwan Setiawan mengungkap keduanya mulai masuk karantina terpusat pada pukul 14:00 WIB, […]

  • Pemkot Terus Dukung Pengembangan UKM, Wawako Kunjungi Pengusaha Ikan Hias

    Pemkot Terus Dukung Pengembangan UKM, Wawako Kunjungi Pengusaha Ikan Hias

    • calendar_month Selasa, 16 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 970
    • 0Komentar

    DALAM upaya meningkatkan perekonomian mayarakat kota Palembang terus dilakukan oleh Pemerintah kota Palembang, salah satunya yaitu terus mendukung para pengusaha kecil yang hingga saat ini masih sangat membutuhkan bantuan dari Pemerintah. Seperti yang dilakukan Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda dalam kunjungannya ke lokasi pembudidaya ikan hias, khususnya ikan Cupang di Jalan Sungai Sedapat, Lorong Setia […]

  • Muba Dukung Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK & WBBM BPS Muba

    Muba Dukung Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK & WBBM BPS Muba

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.301
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekretaris Daerah Drs H Apriyadi MSi hadiri kegiatan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lingkungan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Muba, Kamis (18/06/2020). Dalam sambutannya,Kepala BPS Muba Sunita SE Kabupaten Muba berupaya untuk […]

expand_less
WordPress Archive Dokan Integrate & Design Launcher Addon for LUMISE Product Designer Dokan Postcode Restriction Dokan Pro WordPress Plugin Dokan Vendor Total Sales Dokan – WooCommerce Booking Integration DOKANS – Multitenancy Based Ecommerce Platform (SAAS) Dolan – Personal Portfolio Elementor Template Kit Dometric – Solar & Renewable Energy Elementor Template Kit Domex – Night Club WordPress Theme Domik – Responsive Architecture WordPress Theme