Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Kolaborasi 5 Pihak Sulap Desa Wisata Jadi Magnet Baru

Kolaborasi 5 Pihak Sulap Desa Wisata Jadi Magnet Baru

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
  • visibility 1.448
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAH dengar pepatah “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”?, Nah, pepatah itu sepertinya cocok banget buat menggambarkan bagaimana sebuah desa wisata bisa menjelma jadi magnet baru pariwisata di ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025). Bukan karena jurus sulap ala pesulap topi tinggi, tapi karena adanya kolaborasi 5 pihak alias pentahelix, pemerintah, swasta, akademisi, media, dan masyarakat. Kalau salah satunya absen, rasanya kayak nonton dangdut tanpa kendang, sepi, hambar, dan bikin ngantuk.

Bayangkan sebuah desa yang dulu cuma dikenal, karena suara jangkrik dan aroma sawah. Wisatawan lewat saja, paling beli es teh di warung. Lalu pemerintah datang, memperbaiki jalan dan memberi program desa wisata. Swasta ikut nimbrung, membangun homestay ramah lingkungan dan kafe kekinian.

Akademisi masuk, memberikan pelatihan manajemen wisata, bahkan bikin riset agar branding desa sesuai target pasar. Media lokal rajin memberitakan, konten kreator datang bikin video viral. Dan masyarakat?, mereka jadi tuan rumah yang ramah, menyajikan kuliner khas sambil menyapa, “Mau nambah sambel nggak, Mas?”, hasilnya, desa itu pun bertransformasi, dari sunyi jadi ramai, dari lewat jadi tujuan.

Kocaknya, perubahan ini kadang bikin warga desa bengong, dulu, parkiran motor di balai desa cuma diisi tiga motor, sekarang, bisa kayak pameran otomotif. Anak-anak muda yang dulunya main catur di pos ronda kini sibuk jadi pemandu wisata, bahkan belajar bahasa Inggris dadakan. Ada yang dulu cuma bisa bilang “hello mister”, sekarang sudah lancar menawarkan paket wisata. Transformasi ini menunjukkan bahwa kolaborasi pentahelix bukan teori doang, tapi nyata di lapangan.

Kalau dianalisis, kunci keberhasilan kolaborasi ini ada tiga. Pertama, pemerintah sebagai fasilitator, tanpa regulasi dan dukungan infrastruktur, desa wisata cuma jadi wacana. Kedua, swasta sebagai investor dan inovator. Mereka hadir membawa modal, ide, dan teknologi. Ketiga, akademisi yang memberi dasar ilmiah, agar pengembangan wisata nggak asal-asalan. Keempat, media sebagai pengeras suara, bikin orang tahu kalau desa itu keren. Dan terakhir, masyarakat sebagai jantung destinasi. Wisata tanpa warga yang terlibat? Ya sama saja kayak makan sayur tanpa garam, ada, tapi hambar.

Pepatah bilang, “Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui”. Kolaborasi pentahelix justru lebih dahsyat, sekali kerja bareng, banyak manfaat diraih. Ekonomi lokal tumbuh, budaya terjaga, alam lebih terawat, dan tentu saja wisatawan senang. Bahkan, desa wisata yang sukses bisa jadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain.

Suatu kali, wisatawan asing datang ke desa wisata dan diajak makan nasi liwet, karena belum terbiasa, dia pakai sendok garpu, sementara warga desa lahap pakai tangan. Bukannya malu, warga malah menjelaskan dengan penuh canda “Di sini, kalau makan pakai tangan, rasanya bisa naik level, kayak main game”. Wisatawan pun tertawa, lalu mencoba dan benar, dia bilang makanannya terasa lebih enak, dari hal sederhana itu, terbangunlah interaksi hangat yang tak bisa dibeli dengan uang.

Pariwisata bukan cuma soal destinasi indah, tapi juga soal kolaborasi, kreativitas, dan kebersamaan. Desa wisata bisa maju bukan karena satu pihak, tapi karena semua unsur mau bergandeng tangan. Jika salah satu egois, kolaborasi bubar jalan. Tapi kalau semua ikhlas, hasilnya bukan hanya desa yang berkembang, tapi juga masyarakat yang berdaya.

WIA 2025 bukan hanya panggung penghargaan, tapi juga cermin nyata bagaimana kolaborasi pentahelix bisa menyulap desa wisata biasa jadi magnet luar biasa. Kepala daerah, swasta, akademisi, media, dan masyarakat harus terus bersinergi, bukan sekadar demi piala, tapi demi masa depan pariwisata berkelanjutan.

Jadi, kalau ada desa yang masih sepi, jangan khawatir. Ingatlah bahwa sulap terbaik bukan datang dari tongkat ajaib, tapi dari kerja sama lima pihak yang solid. Dengan begitu, desa wisata bukan hanya jadi tempat singgah, tapi jadi kisah indah yang dibawa pulang wisatawan ke seluruh dunia.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Semua yang Harus Kamu Tahu, Rahasia Dibalik Gaming Experience Anti Ngelag Galaxy S23 FE!

    Ini Semua yang Harus Kamu Tahu, Rahasia Dibalik Gaming Experience Anti Ngelag Galaxy S23 FE!

    • calendar_month Jumat, 24 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.687
    • 0Komentar

    Dengan kombinasi lengkap dari sisi performa hingga pengaturan suhu yang optimal, Galaxy S23 FE menjadi device Entry-Flagship terbaik untuk menemani kamu bermain game setiap waktu!   Smartphone sekarang ini bukan hanya menjadi device pendukung aktivitas sehari-hari saja tapi juga sarana paling populer bagi banyak anak muda untuk mencari hiburan, khususnya bermain game. Galaxy S23 FE […]

  • Wabah COVID -19, Ekspor Sumsel dari Pulp ke Tiongkok Ikutan ‘Nyungsep’

    Wabah COVID -19, Ekspor Sumsel dari Pulp ke Tiongkok Ikutan ‘Nyungsep’

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 973
    • 0Komentar

    AKIBAT wabah Virus Corona [COVID-19] yang melanda sebagain negara di dunia membuat ekspor pun terjun bebas. Salah satunya Provinsi Sumsel mengalami juga gangguan ekspor. BPS Sumsel mengakui dampak COVID -19 itu ekspor Februari 2020 turun. Kepala BPS Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih mengatakan,sepanjang bulan Februari 2020 nilai ekspor di Provinsi Sumsel sebesar 291.83 US Dolar, turun […]

  • Guburnur Alex Noerdin Mendengarkan Pemandangan Umum 9 Fraksi DPRD Terhadap Perubahan APBD Anggaran 2017

    Guburnur Alex Noerdin Dengarkan Pandangan Umum 9 Fraksi DPRD Terhadap Perubahan APBD Anggaran 2017

    • calendar_month Senin, 21 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.068
    • 0Komentar

    Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menghadiri Rapat Paripurna XXXII DPRD Provinsi Sumsel dengan agenda, Pemandangan Umum Fraksi-fraksi Provinsi Sumsel terhadap perubahan APBD Provinsi Sumsel Tahun Anggaran 2017 di Ruang Rapat Paripurna Provinsi Sumsel, Senin (21/8).

  • Gojek Datangi Walkot Palembang, Ada Apa?

    Gojek Datangi Walkot Palembang, Ada Apa?

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2020
    • account_circle Aan
    • visibility 1.941
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palembang melalui beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) mangandeng Gojek untuk menjamin kemudahan pengiriman dan pengambilan  berkas penting hingga revitaliasi fasilitas umum. Kerjasama itu ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman antara Walikota Palembang H.Harnojoyo dengan pihak PT.Aplikasi Anak Bangsa Gojek yang diwakilkan oleh Regional PPGR Sout of Sumatera Kenn Lazuardhi  Syarnubi Rabu (29/7/2020) dirumah […]

  • Gerai SOCIOLLA Store Hadir di Palembang

    Gerai SOCIOLLA Store Hadir di Palembang

    • calendar_month Senin, 7 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.905
    • 0Komentar

    SOCIOLLA Store, gerai berkonsep omnichannel sekaligus toko offline dari Sociolla, beauty platform terdepan di Indonesia di bidang kecantikan dan perawatan diri kini secara resmi hadir di Palembang. Berlokasi di lantai GF, Palembang Icon Mall, Sociolla Store yang pertama dihadirkan di Palembang ini memiliki luas 259.63 meter persegi serta menerapkan konsep omnichannel yakni integrasi teknologi online […]

  • Kartu Sakti VS Kartu Administrasi

    Kartu Sakti VS Kartu Administrasi

    • calendar_month Minggu, 25 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.937
    • 0Komentar

    Pada masa pandemi dan pasca covid-19, salah satu kebijakan strategis pemerintah untuk menanggulangi virus salah satunya melalui program vaksin bagi masyarakat. Hal ini tertuang dalam kebijakan yang tertuang dalam peraturan presiden RI Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Saat kebijakan ini diterapkan, […]

expand_less
WordPress Archive MetaMax – SEO and Marketing WordPress Theme MeToy – Toys Craft Industry Elementor Template Kit Metro – A Theme for vBulletin 4 and 5 Metro – Email Template for Mailster Metro – Minimal WooCommerce WordPress Theme Metronic | Tailwind, Bootstrap, React, Next.js, Vue, Angular, Laravel Admin Dashboard HTML Template Metta – Cryptocurrency Blockchain & Bitcoin Elementor Template Kit Mexa – Digital Agency Elementor Template Kit Mezon – Plumber, Handyman Services WordPress Theme Mezzo | A Personal WordPress Blog Theme