Kamis, 3 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » Bambu Jadi Asa Baru RI, Sampai Jadi “Master”

Bambu Jadi Asa Baru RI, Sampai Jadi “Master”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 203
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BIASANYA bambu itu identik dengan tiang jemuran, kandang ayam, atau alat musik angklung, kursi nyantai,  yang bikin nostalgia pelajaran seni budaya, sekarang jangan remehkan dia lagi ya..

Soalnya, pemerintah lagi serius banget, bambu mau dinaikkan kelas jadi anak industri yang bisa bersaing di pasar global. Bahkan bukan hanya jadi pelengkap halaman belakang rumah, tapi juga calon bintang di panggung industri hijau. Keren kan!

Kementerian Perindustrian lewat program Akademi Komunitas Bambu (AKB) lagi ngebut bikin ekosistem bambu dari hulu sampai hilir. Bahasa gampangnya begini dari bambu masih di kebun sampai jadi produk keren yang bisa diekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dilaman resmi kemenperin bilang, bambu itu bukan tanaman biasa lho.  Bambu itu bisa jadi material masa depan. Kedengarannya agak serius ya? Tapi kalau dipikir-pikir, iya juga. Bambu itu cepat tumbuh, kuat, dan ramah lingkungan. Bahkan kalau dia jadi mantan, dia tetap bisa tumbuh lagi tanpa drama.

“Pengembangan industri bambu sejalan dengan industri hijau,” begitu kurang lebih pesan resminya.

Intinya, dunia lagi mencari yang ramah lingkungan, dan bambu ini lagi PD banget siap masuk pasar.

Nah, yang menarik dari program ini bukan cuma bambunya, tapi orang-orang di baliknya.

Ada yang namanya Akademi Komunitas Bambu (AKB).

Kedengarannya seperti Hogwarts, tapi bukan tempat belajar sihir. Ini tempat orang-orang belajar jadi “Master Bambu”.

Iya, serius. Ada gelar “Master Bambu”.

Di Bali, program ini sudah jalan sejak 2025. Hasilnya? Sudah lahir 25 Master Bambu. Bukan master ngopi, bukan master rebahan, tapi orang-orang yang dilatih khusus lewat sistem training of trainers (ToT). Jadi mereka nanti balik ke daerah masing-masing buat ngajarin orang lain lagi.

Kalau dipikir-pikir, ini seperti “Lu belajar bambu, terus pulang jadi guru bambu. Hidup berputar seperti roda, tapi versi anyaman.”

Menurut Dirjen Industri Agro, program ini bukan cuma soal tanam bambu lalu tunggu tumbuh. Tapi ada proses panjang, misalnya dengan budidaya, pengawetan, sampai pengolahan. Jadi bambunya nggak cuma hidup, tapi juga naik kelas jadi bahan industri.

Di Bali, khususnya Kabupaten Bangli, bambu ini bahkan dianggap serius banget. Daerah itu lagi diproyeksikan jadi pusat ekosistem bambu. Sudah ada lahan, mesin, sampai fasilitas logistik.

Coba misalnya nanti  ada gudang bambu modern, bukan gudang mie instan, bukan gudang galon, tapi gudang bambu siap ekspor. Kalau lewat mungkin aromanya bukan wangi kopi, tapi wangi menjadi andalan, hutan masa depan.

Tahun 2026 nanti, program ini mau ditingkatkan lagi. Bukan cuma teori, tapi 70% praktik lapangan. Artinya peserta bakal lebih banyak berkeringat daripada melihat gambar di “PowerPoint”.

Jadi bukan Bambu itu tanaman monokotil…

Tapi, “Ini cara motong, ngawetin, dan bikin bambu jadi produk yang bisa dijual.”

Lebih real, lebih hidup, lebih… kena tangan.

Ekspor 

Menariknya lagi, peserta program ini diprioritaskan dari para penyedia bambu. Jadi mereka yang selama ini mungkin cuma tahu bambu dari sisi jual batang, sekarang diajak naik level jadi arsitek industri bambu.

Kemenperin juga nggak jalan sendiri. Mereka lagi ngajak kerja sama pihak swasta lewat CSR, termasuk PT KT&G, untuk bantu fasilitas seperti asrama pelatihan dan tempat pengawetan bambu.

Kalau biasanya CSR itu bikin taman atau jalan, sekarang ada yang lebih unik bikin “kampus bambu”.

Asanya ke depan anak-anak pelatihan tinggal di asrama, pagi belajar bambu, siang ngolah bambu, malam… mungkin mimpi bambu juga.

Lucunya, dibalik semua ini ada satu pesan serius, Indonesia lagi mendorong industri berbasis sumber daya terbarukan.

Artinya, bukan cuma tambang dan pabrik besar, tapi juga tanaman sederhana kayak bambu bisa jadi pemain ekonomi.

Kalau ini berhasil, bukan nggak mungkin nanti kita lihat kursi bambu di ekspor ke Eropa, rumah bambu jadi tren arsitektur global atau bahkan “bamboo lifestyle” di Instagram

Dan siapa tahu, suatu saat ada orang ditanya. “Kerja di mana?”
Jawabnya. “Saya Master Bambu.”

Bukan bercanda, itu bisa jadi profesi beneran.

Akhirnya, bambu yang dulu sering dianggap “tanaman pinggir jalan” sekarang lagi naik pangkat. Dari tiang jemuran jadi simbol industri hijau.

Tinggal satu pertanyaan yang masih menggantung
Kalau bambu saja bisa naik kelas…
kita kapan naik kelas juga? (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Event Toulon Cup di Perancis, Timnas U-20 Latihan Perdana

    Jelang Event Toulon Cup di Perancis, Timnas U-20 Latihan Perdana

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.581
    • 0Komentar

    TIMNAS U-20 Indonesia telah melakukan latihan perdana mereka dalam rangkaian pemusatan latihan jelang event Toulon Cup di Perancis. 30 pemain berlatih dengan semangat dan antusias di Lapangan A, kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (15/5). Latihan tim dibawah arahan pelatih Dženan Radončić yang dibuka dengan jogging pemulihan fisik dengan lari 15 putaran, […]

  • 77 Pasang Warga Muba Bahagia Ikuti Itsbat Nikah

    77 Pasang Warga Muba Bahagia Ikuti Itsbat Nikah

    • calendar_month Kamis, 15 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    “Untuk melaksanakan dan menyukseskan kegiatan yang juga upaya dalam pengentasan kemiskinan di Muba ini, Pemkab Muba dalam hal ini Kesra Muba akan dibantu Pengadilan Agama Sekayu, Kementerian Agama Muba, dan Dinas Sosial Muba,”

  • Mantan Sales Leader Dell EMC, Zerto, dan Semperis untuk Dorong Inisiatif Go-To-Market Melalui Fase Pertumbuhan Perusahaan Selanjutnya

    Mantan Sales Leader Dell EMC, Zerto, dan Semperis untuk Dorong Inisiatif Go-To-Market Melalui Fase Pertumbuhan Perusahaan Selanjutnya

    • calendar_month Rabu, 19 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 963
    • 0Komentar

      Boston, Massachusetts, (GLOBE NEWSWIRE) — HYCU, Inc., perusahaan layanan perlindungan data multi-cloud dengan pertumbuhan tercepat di dunia, hari ini mengumumkan bahwa Coley Burke bergabung untuk memimpin organisasi penjualan global dan drive go- program ke pasar untuk mengakomodasi skala dan pertumbuhan untuk melanjutkan ekspansi di seluruh dunia. Burke bergabung dengan HYCU setelah pengenalan R-Cloud baru-baru […]

  • Alhamdullilah, Program GrapUmroh Berangkatkan 32 Driver Terbaik

    Alhamdullilah, Program GrapUmroh Berangkatkan 32 Driver Terbaik

    • calendar_month Kamis, 15 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 970
    • 0Komentar

    Untuk menjalankan ibadah umrah selama sembilan hari di Tanah Suci Mekkah.

  • Menparekraf Ajak Pelaku Kuliner Indonesia di Selandia Baru Promosi Masakan Nusantara, Indonesia Kaya Akan Makanan Khas

    Menparekraf Ajak Pelaku Kuliner Indonesia di Selandia Baru Promosi Masakan Nusantara, Indonesia Kaya Akan Makanan Khas

    • calendar_month Jumat, 4 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.794
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner Indonesia yang tinggal di Selandia baru berkolaborasi memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia salah satunya dengan mempromosikan masakan khas nusantara. Dalam virtual meeting dengan Dubes RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya dan para pelaku kuliner […]

  • Akselerasi Pembangunan Infrastruktur, OKI Butuh Bantuan Dana Provinsi, Iskandar Usulkan 21 Item

    Akselerasi Pembangunan Infrastruktur, OKI Butuh Bantuan Dana Provinsi, Iskandar Usulkan 21 Item

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 821
    • 0Komentar

    BUPATI Ogan Komering Ilir (OKI) Iskandar terus memperjuangkan alokasi dana APBD Provinsi Sumatera Selatan melalui pos bantuan Bantuan Gubernur untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE mengutarakan perlu dan butuh sinkronisasi anggaran antara Pemprov Sumsel dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir dimana kabupaten ini adalah merupakan wilayah […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Conditional Shipping and Payments WooCommerce ConstantContact Integration WooCommerce Contactless Delivery WooCommerce Cost of Goods WooCommerce Countdown Timer – Flash Sales & Price Discount Plugin WooCommerce Coupon Campaigns WooCommerce Courier Center Voucher & Label WooCommerce Create A Drawer – Composite Product Builder Plugin WooCommerce Currency Converter Widget WooCommerce Custom Fields