Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » Bambu Jadi Asa Baru RI, Sampai Jadi “Master”

Bambu Jadi Asa Baru RI, Sampai Jadi “Master”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 222
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BIASANYA bambu itu identik dengan tiang jemuran, kandang ayam, atau alat musik angklung, kursi nyantai,  yang bikin nostalgia pelajaran seni budaya, sekarang jangan remehkan dia lagi ya..

Soalnya, pemerintah lagi serius banget, bambu mau dinaikkan kelas jadi anak industri yang bisa bersaing di pasar global. Bahkan bukan hanya jadi pelengkap halaman belakang rumah, tapi juga calon bintang di panggung industri hijau. Keren kan!

Kementerian Perindustrian lewat program Akademi Komunitas Bambu (AKB) lagi ngebut bikin ekosistem bambu dari hulu sampai hilir. Bahasa gampangnya begini dari bambu masih di kebun sampai jadi produk keren yang bisa diekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dilaman resmi kemenperin bilang, bambu itu bukan tanaman biasa lho.  Bambu itu bisa jadi material masa depan. Kedengarannya agak serius ya? Tapi kalau dipikir-pikir, iya juga. Bambu itu cepat tumbuh, kuat, dan ramah lingkungan. Bahkan kalau dia jadi mantan, dia tetap bisa tumbuh lagi tanpa drama.

“Pengembangan industri bambu sejalan dengan industri hijau,” begitu kurang lebih pesan resminya.

Intinya, dunia lagi mencari yang ramah lingkungan, dan bambu ini lagi PD banget siap masuk pasar.

Nah, yang menarik dari program ini bukan cuma bambunya, tapi orang-orang di baliknya.

Ada yang namanya Akademi Komunitas Bambu (AKB).

Kedengarannya seperti Hogwarts, tapi bukan tempat belajar sihir. Ini tempat orang-orang belajar jadi “Master Bambu”.

Iya, serius. Ada gelar “Master Bambu”.

Di Bali, program ini sudah jalan sejak 2025. Hasilnya? Sudah lahir 25 Master Bambu. Bukan master ngopi, bukan master rebahan, tapi orang-orang yang dilatih khusus lewat sistem training of trainers (ToT). Jadi mereka nanti balik ke daerah masing-masing buat ngajarin orang lain lagi.

Kalau dipikir-pikir, ini seperti “Lu belajar bambu, terus pulang jadi guru bambu. Hidup berputar seperti roda, tapi versi anyaman.”

Menurut Dirjen Industri Agro, program ini bukan cuma soal tanam bambu lalu tunggu tumbuh. Tapi ada proses panjang, misalnya dengan budidaya, pengawetan, sampai pengolahan. Jadi bambunya nggak cuma hidup, tapi juga naik kelas jadi bahan industri.

Di Bali, khususnya Kabupaten Bangli, bambu ini bahkan dianggap serius banget. Daerah itu lagi diproyeksikan jadi pusat ekosistem bambu. Sudah ada lahan, mesin, sampai fasilitas logistik.

Coba misalnya nanti  ada gudang bambu modern, bukan gudang mie instan, bukan gudang galon, tapi gudang bambu siap ekspor. Kalau lewat mungkin aromanya bukan wangi kopi, tapi wangi menjadi andalan, hutan masa depan.

Tahun 2026 nanti, program ini mau ditingkatkan lagi. Bukan cuma teori, tapi 70% praktik lapangan. Artinya peserta bakal lebih banyak berkeringat daripada melihat gambar di “PowerPoint”.

Jadi bukan Bambu itu tanaman monokotil…

Tapi, “Ini cara motong, ngawetin, dan bikin bambu jadi produk yang bisa dijual.”

Lebih real, lebih hidup, lebih… kena tangan.

Ekspor 

Menariknya lagi, peserta program ini diprioritaskan dari para penyedia bambu. Jadi mereka yang selama ini mungkin cuma tahu bambu dari sisi jual batang, sekarang diajak naik level jadi arsitek industri bambu.

Kemenperin juga nggak jalan sendiri. Mereka lagi ngajak kerja sama pihak swasta lewat CSR, termasuk PT KT&G, untuk bantu fasilitas seperti asrama pelatihan dan tempat pengawetan bambu.

Kalau biasanya CSR itu bikin taman atau jalan, sekarang ada yang lebih unik bikin “kampus bambu”.

Asanya ke depan anak-anak pelatihan tinggal di asrama, pagi belajar bambu, siang ngolah bambu, malam… mungkin mimpi bambu juga.

Lucunya, dibalik semua ini ada satu pesan serius, Indonesia lagi mendorong industri berbasis sumber daya terbarukan.

Artinya, bukan cuma tambang dan pabrik besar, tapi juga tanaman sederhana kayak bambu bisa jadi pemain ekonomi.

Kalau ini berhasil, bukan nggak mungkin nanti kita lihat kursi bambu di ekspor ke Eropa, rumah bambu jadi tren arsitektur global atau bahkan “bamboo lifestyle” di Instagram

Dan siapa tahu, suatu saat ada orang ditanya. “Kerja di mana?”
Jawabnya. “Saya Master Bambu.”

Bukan bercanda, itu bisa jadi profesi beneran.

Akhirnya, bambu yang dulu sering dianggap “tanaman pinggir jalan” sekarang lagi naik pangkat. Dari tiang jemuran jadi simbol industri hijau.

Tinggal satu pertanyaan yang masih menggantung
Kalau bambu saja bisa naik kelas…
kita kapan naik kelas juga? (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jum’at Curhat di Kebun Gede Venue bersama Kapolda Sumsel, Kapolrestabes Palembang, Ratu Dewa ungkap 2 arti penting saat ikut patroli

    Jum’at Curhat di Kebun Gede Venue bersama Kapolda Sumsel, Kapolrestabes Palembang, Ratu Dewa ungkap 2 arti penting saat ikut patroli

    • calendar_month Sabtu, 20 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.170
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pejabat [Pj] Walikota Palembang Ratu Dewa  bersama Kapolda Sumsel – Kapolrestabes Palembang mengadakan kegiatan Jum’at Curhat yang dilaksanakan kebun gede venue, Jum’at (19/06). Kegiatan ini guna mengetahui keluh kesah warga tentang layanan Kepolisian serta Situasi Kamtibmas di Wilayahnya. Bahkan untuk terus mendukung kegiatan patroli dari Polrestabes, Pj Walikota Palembang berikan bantuan 3 mobil […]

  • Benarkah, Ibadah Haji Batal karena Pemerintah Indonesia tidak Setor ke Arab Saudi

    Benarkah, Ibadah Haji Batal karena Pemerintah Indonesia tidak Setor ke Arab Saudi

    • calendar_month Senin, 7 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.030
    • 0Komentar

    BEREDAR postingan di media sosial Facebook, dalam narasinya menyebutkan bahwa penyebab gagalnya keberangkatan jemaah haji Indonesia di tahun 2021 karena Pemerintah tidak menyetor biaya ibadah haji ke Pemerintah Arab Saudi. Dilansir dari Medcom.id, klaim penyebab gagalnya keberangkatan jemaah haji Indonesia tahun ini karena Pemerintah tidak menyetor biaya ibadah haji ke Pemerintah Arab Saudi adalah salah. […]

  • Inalillahi, Mantan Bupati Muba Pahri Azhari Berpulang

    Inalillahi, Mantan Bupati Muba Pahri Azhari Berpulang

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.277
    • 0Komentar

    MANTAN Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) meninggal dunia. Setelah beberapa hari mendapatkan perawatan secara intensif di Rumah Sakit (RS) Siloam. Salah satu pihak keluarga, Firman mengatakan, almarhum telah mendapatkan perawatan yang cukup intensif pasca kecelakaan beberapa hari lalu saat mengendarai moge. “Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah Bapak H. Pahri Azhari (Mantan Bupati Musi […]

  • Atome Bermitra dengan Amazon untuk Tawarkan Opsi Pembayaran yang Ditangguhkan Selama Checkout di Singapura

    Atome Bermitra dengan Amazon untuk Tawarkan Opsi Pembayaran yang Ditangguhkan Selama Checkout di Singapura

    • calendar_month Kamis, 25 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.806
    • 0Komentar

    SINGAPURA – Media OutReach –  Atome, platform buy-now-pay-later (BNPL) terkemuka di Asia Tenggara, hari ini mengumumkan bahwa opsi pembayaran beli sekarang bayar nanti yang fleksibel kini tersedia untuk pelanggan Amazon di Singapura selama checkout. Kemitraan Amazon dan Atome Singapura Ini adalah kemitraan pertama Amazon beli sekarang bayar nanti di Asia Tenggara. Pelanggan Amazon.sg sekarang dapat […]

  • Tim Macan Komering Polsek Pampangan Ringkus Warga Ulak Kemang yang Tikam Pelajar SMA

    Tim Macan Komering Polsek Pampangan Ringkus Warga Ulak Kemang yang Tikam Pelajar SMA

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.868
    • 0Komentar

    POLRES Kab. Ogak Komering Ilir [OKI] melalui Tim Macan Komering Polsek Pampangan berhasil meringkus pelaku penikaman seorang pelajar SMA. Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Desa Keman Baru, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, Sabtu (29/2/2020). Korbannya Ilham Wahyudi alias Udin (15),  Warga Desa Bungin Tinggi Kecamatan Sirah Pulau […]

  • penghafal al-quran

    Yuk, Rame-rame Jadi Bapak Asuh Santri Penghafal Al Qur’an, Pasti Mulia Kok

    • calendar_month Minggu, 10 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.647
    • 0Komentar

    Yayasan Dhuafa Mulia bersama Pesantren Tahfiz An-Nur Sukomoro dan Pesantren Tahfidz Assalam sejak tiga bulan terakhir mengasuh, merawat, mendidik dan membina Ratusan anak yatim, dhuafa serta mengajarkan membaca, menulis hingga menghafal Al-Qur’an mencoba mengetuk hati para donatur untuk menyisihkan sepersekian hartanya ke jalan Allah SWT.

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Conditional Shipping and Payments WooCommerce ConstantContact Integration WooCommerce Contactless Delivery WooCommerce Cost of Goods WooCommerce Countdown Timer – Flash Sales & Price Discount Plugin WooCommerce Coupon Campaigns WooCommerce Courier Center Voucher & Label WooCommerce Create A Drawer – Composite Product Builder Plugin WooCommerce Currency Converter Widget WooCommerce Custom Fields