Rabu, 12 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Industri » Bambu Jadi Asa Baru RI, Sampai Jadi “Master”

Bambu Jadi Asa Baru RI, Sampai Jadi “Master”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 189
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BIASANYA bambu itu identik dengan tiang jemuran, kandang ayam, atau alat musik angklung, kursi nyantai,  yang bikin nostalgia pelajaran seni budaya, sekarang jangan remehkan dia lagi ya..

Soalnya, pemerintah lagi serius banget, bambu mau dinaikkan kelas jadi anak industri yang bisa bersaing di pasar global. Bahkan bukan hanya jadi pelengkap halaman belakang rumah, tapi juga calon bintang di panggung industri hijau. Keren kan!

Kementerian Perindustrian lewat program Akademi Komunitas Bambu (AKB) lagi ngebut bikin ekosistem bambu dari hulu sampai hilir. Bahasa gampangnya begini dari bambu masih di kebun sampai jadi produk keren yang bisa diekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dilaman resmi kemenperin bilang, bambu itu bukan tanaman biasa lho.  Bambu itu bisa jadi material masa depan. Kedengarannya agak serius ya? Tapi kalau dipikir-pikir, iya juga. Bambu itu cepat tumbuh, kuat, dan ramah lingkungan. Bahkan kalau dia jadi mantan, dia tetap bisa tumbuh lagi tanpa drama.

“Pengembangan industri bambu sejalan dengan industri hijau,” begitu kurang lebih pesan resminya.

Intinya, dunia lagi mencari yang ramah lingkungan, dan bambu ini lagi PD banget siap masuk pasar.

Nah, yang menarik dari program ini bukan cuma bambunya, tapi orang-orang di baliknya.

Ada yang namanya Akademi Komunitas Bambu (AKB).

Kedengarannya seperti Hogwarts, tapi bukan tempat belajar sihir. Ini tempat orang-orang belajar jadi “Master Bambu”.

Iya, serius. Ada gelar “Master Bambu”.

Di Bali, program ini sudah jalan sejak 2025. Hasilnya? Sudah lahir 25 Master Bambu. Bukan master ngopi, bukan master rebahan, tapi orang-orang yang dilatih khusus lewat sistem training of trainers (ToT). Jadi mereka nanti balik ke daerah masing-masing buat ngajarin orang lain lagi.

Kalau dipikir-pikir, ini seperti “Lu belajar bambu, terus pulang jadi guru bambu. Hidup berputar seperti roda, tapi versi anyaman.”

Menurut Dirjen Industri Agro, program ini bukan cuma soal tanam bambu lalu tunggu tumbuh. Tapi ada proses panjang, misalnya dengan budidaya, pengawetan, sampai pengolahan. Jadi bambunya nggak cuma hidup, tapi juga naik kelas jadi bahan industri.

Di Bali, khususnya Kabupaten Bangli, bambu ini bahkan dianggap serius banget. Daerah itu lagi diproyeksikan jadi pusat ekosistem bambu. Sudah ada lahan, mesin, sampai fasilitas logistik.

Coba misalnya nanti  ada gudang bambu modern, bukan gudang mie instan, bukan gudang galon, tapi gudang bambu siap ekspor. Kalau lewat mungkin aromanya bukan wangi kopi, tapi wangi menjadi andalan, hutan masa depan.

Tahun 2026 nanti, program ini mau ditingkatkan lagi. Bukan cuma teori, tapi 70% praktik lapangan. Artinya peserta bakal lebih banyak berkeringat daripada melihat gambar di “PowerPoint”.

Jadi bukan Bambu itu tanaman monokotil…

Tapi, “Ini cara motong, ngawetin, dan bikin bambu jadi produk yang bisa dijual.”

Lebih real, lebih hidup, lebih… kena tangan.

Ekspor 

Menariknya lagi, peserta program ini diprioritaskan dari para penyedia bambu. Jadi mereka yang selama ini mungkin cuma tahu bambu dari sisi jual batang, sekarang diajak naik level jadi arsitek industri bambu.

Kemenperin juga nggak jalan sendiri. Mereka lagi ngajak kerja sama pihak swasta lewat CSR, termasuk PT KT&G, untuk bantu fasilitas seperti asrama pelatihan dan tempat pengawetan bambu.

Kalau biasanya CSR itu bikin taman atau jalan, sekarang ada yang lebih unik bikin “kampus bambu”.

Asanya ke depan anak-anak pelatihan tinggal di asrama, pagi belajar bambu, siang ngolah bambu, malam… mungkin mimpi bambu juga.

Lucunya, dibalik semua ini ada satu pesan serius, Indonesia lagi mendorong industri berbasis sumber daya terbarukan.

Artinya, bukan cuma tambang dan pabrik besar, tapi juga tanaman sederhana kayak bambu bisa jadi pemain ekonomi.

Kalau ini berhasil, bukan nggak mungkin nanti kita lihat kursi bambu di ekspor ke Eropa, rumah bambu jadi tren arsitektur global atau bahkan “bamboo lifestyle” di Instagram

Dan siapa tahu, suatu saat ada orang ditanya. “Kerja di mana?”
Jawabnya. “Saya Master Bambu.”

Bukan bercanda, itu bisa jadi profesi beneran.

Akhirnya, bambu yang dulu sering dianggap “tanaman pinggir jalan” sekarang lagi naik pangkat. Dari tiang jemuran jadi simbol industri hijau.

Tinggal satu pertanyaan yang masih menggantung
Kalau bambu saja bisa naik kelas…
kita kapan naik kelas juga? (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Frauscher x Porsche eFantom pertama yang siap diluncurkan

    Frauscher x Porsche eFantom pertama yang siap diluncurkan

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.455
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Produsen mobil sport Porsche dan Frauscher Shipyard telah menghadirkan model produksi pertama 850 Fantom Air. Perahu sport listrik yang dikembangkan bersama dengan teknologi penggerak Porsche Macan serba listrik masa depan telah siap untuk uji coba awal di Danau Garda. Media internasional dan pihak yang berkepentingan berkesempatan untuk menguji Frauscher x Porsche 850 Fantom Air […]

  • Sempat Diisolasi Di RSHM, Pasien TH Dinyatakan Negatif Virus Corona

    Sempat Diisolasi Di RSHM, Pasien TH Dinyatakan Negatif Virus Corona

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 972
    • 0Komentar

    SETELAH dilakukan dua kali uji laboratorium, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dra Lesty Nurainy, dalam jumpa pers, kemarin. memastikan,  pasien berinsial TH, 62, yang sempat diisolasi di RSMH negatif virus Corona. Menurut Lesty Nurainy, setelah menjalani dua kali pemeriksaan sampel di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), TH  dipastikan negatif dari infeksi corona virus, oleh […]

  • Alhamdullilah, Non PNSD di Lingkungan Pemkot Palembang Bakal Naik Gaji Rp3 Juta

    Alhamdullilah, Non PNSD di Lingkungan Pemkot Palembang Bakal Naik Gaji Rp3 Juta

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 949
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Pemerintah Kota [Pemkot] Palembang akan menaikan gaji paranon Pegawai Negeri Sipil Daerah (non – PNSD) dari sebelumnya Rp2 juta menjadi Rp3 juta. Kabar baik itu disampaikan Walikota Palembang Harnojoyo, karena Pemkot akan merealisasikan kenaikan itu dengan menambah anggaran Rp80 miliar. Selain itu, ada pertimbangan lainnya, yakni menyangkut kesejahteraan pegawai dengan menyetarakan gaji sama dengan […]

  • Forkompimda Muba Komit Lakukan Pengawasan 5 Pintu Masuk Diperketat

    Forkompimda Muba Komit Lakukan Pengawasan 5 Pintu Masuk Diperketat

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 957
    • 0Komentar

      PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin memilih kebijakan memperketat penjagaan dan pemeriksaan lalu lintas orang di pintu-pintu masuk wilayah guna mencegah penularan Virus Corona di Bumi Serasan Sekate. “Hari ini kita gelar pasukan di Polres Muba untuk memastikan kesiapan petugas dalam melakukan penjagaan dan pengamanan. Kita lakukan pembatasan pergerakan pintu masuk ke Muba. Ada 5 titik […]

  • Banyuasin, Baru Masuk Remaja Sudah Banyak Prestasi

    Banyuasin, Baru Masuk Remaja Sudah Banyak Prestasi

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2020
    • account_circle Aan
    • visibility 1.381
    • 0Komentar

    KABUPATEN Banyuasin sudah genap berusia 18 tahun sejak dimekarkan dari Kabupaten Induk yakni Musi Banyuasin pada 2 Juli 2002 lalu. Di usianya yang baru masuk remaja itu, berbagai prestasi yang ditorehkan hingga nama Banyuasin bisa sejajar dengan Kabupaten lainnya. Keberhasilan itu diantaranya, Banyuasin masuk Top Ten mendapatkan urutan ke-4 penghasil beras terbesar se-Indonesia dan membangun […]

  • Menanam Asa di Atas 48 Ribu Hektare Lahan Sawah

    Menanam Asa di Atas 48 Ribu Hektare Lahan Sawah

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 865
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Lahan di Sumatera Selatan bakal ramai lagi, bukan oleh emak-emak yang cari sinyal buat bermedsos ria, seperti  TikTok, tapi oleh traktor, cangkul, dan asa yang baru dicetak. Tahun 2025, Sumsel bersiap membuka 48.000 hektare sawah baru. Sawah baru ini, bukan buat jadi taman selfie atau tempat upacara 17-an, tapi demi mimpi besar, yakni […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Conditional Shipping and Payments WooCommerce ConstantContact Integration WooCommerce Contactless Delivery WooCommerce Cost of Goods WooCommerce Countdown Timer – Flash Sales & Price Discount Plugin WooCommerce Coupon Campaigns WooCommerce Courier Center Voucher & Label WooCommerce Create A Drawer – Composite Product Builder Plugin WooCommerce Currency Converter Widget WooCommerce Custom Fields