Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Sambal Nanas Palembang ala Bik Cik Moya, Pedas Bikin Nagih

Sambal Nanas Palembang ala Bik Cik Moya, Pedas Bikin Nagih

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
  • visibility 1.295
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ORANG bilang hidup itu bagaikan roda yang berputar, maka sambal nanas ala Palembang ini bagaikan ojek online, kadang manis, kadang pedas, tapi selalu bikin kangen. Serius, siapa sangka nanas yang biasanya jadi topping pizza (dan bikin netizen debat sampai perang dunia ketiga), ternyata di tangan Bik Cik Moya bisa disulap jadi sambal segar yang bikin lidah goyang kayak dangdut koplo.

Di Palembang, sambal nanas bukan sekadar pelengkap, ia seperti sahabat setia di meja makan, hadir dengan kesegaran, pedasnya nyelekit, dan manis asam yang bikin lauk sederhana terasa naik kasta. Bahkan ikan asin pun kalau dicocol sambal nanas ini, langsung berubah rasa sekelas hidangan restoran bintang lima, ya minimal bintang di teras rumah tetangga.

Bik Cik Moya selalu bilang, “Nak, masak itu jangan pakai marah, sambal boleh pedas, tapi hati tetap manis”. Pepatah ini sakti betul, karena begitu beliau ngulek sambal, suasana rumah jadi ramai, bukan ribut. Anak cucu yang tadinya mager langsung nongol ke dapur, pura-pura mau bantu, padahal niatnya cuma ngicip duluan.

Sambal nanas ini katanya sudah jadi tradisi lama, zaman dulu, kalau ada hajatan di kampung, Bik Cik Moya selalu diminta bikin sambal nanas. Bukan cuma buat cocolan pempek atau ikan goreng, tapi juga jadi “alat diplomasi keluarga”. Bayangkan, sepupu yang biasanya cemberut rebutan warisan tanah, bisa duduk bareng gara-gara satu cobek sambal nanas, ajaib!.

Nah, mari kita masuk ke dapur, jangan takut, ini bukan soal ujian praktek masak SMK, tapi resep warisan turun-temurun yang sudah di-“standar ISO dapur Bik Cik Moya”.

Bahan-Bahan:

  • 1 buah nanas matang (jangan yang mentah, nanti asemnya bikin dahi kayak keriput kain jemuran)

  • 10 buah cabai merah keriting

  • 5 buah cabai rawit merah (boleh tambah kalau mau gaya “api neraka”)

  • 5 siung bawang merah

  • 2 siung bawang putih

  • 1 ruas terasi bakar (sebesar jempol, jangan sebesar jengkol)

  • 2 sdm gula merah (biar ada manis-manis kayak janji kampanye)

  • Garam secukupnya

  • Minyak goreng secukupnya

Cara Mengolah:

  1. Kupas nanas, buang matanya (jangan buang hati, nanti baper), potong dadu kecil-kecil biar gampang diulek.

  2. Panaskan sedikit minyak, goreng bawang merah, bawang putih, dan cabai sampai harum, tapi jangan sampai gosong, nanti rasanya kayak cinta bertepuk sebelah tangan.

  3. Haluskan bumbu bersama terasi bakar, ulek manual lebih nikmat, karena menurut Bik Cik Moya, “Rasa sambal itu ikut keringat” Kalau malas, boleh blender, tapi rasanya beda, kayak cinta online vs cinta offline.

  4. Campurkan nanas ke dalam sambal, aduk rata, tambahkan gula merah dan garam secukupnya.

  5. Tes rasa, kalau kurang manis, tambahin gula, kalau kurang pedas, tambahin cabai, kalau kurang bahagia, tambahin doa.

Sambal nanas ala Palembang bukan sekadar makanan, ia ibarat lagu dangdut koplo yang merakyat, pedasnya bikin goyang, manisnya bikin sayang, cocok dimakan dengan ikan goreng, ayam bakar, pempek, sampai nasi panas yang masih mengepul.

Selain itu, nanas kaya vitamin C, jadi sambil makan pedas, tubuh juga dapat bekal imun kuat. Bukankah ada pepatah, “Dalam sambal yang pedas, ada kesehatan yang manis”?, kalau pepatah ini belum ada, mari kita klaim sekarang.

Bik Cik Moya selalu menutup sesi masaknya dengan nasihat, “Hidup ini seperti sambal nanas. Pedas, manis, dan asam bercampur jadi satu, kalau kamu nikmati dengan ikhlas, semua rasa jadi enak. Kalau kamu ngeluh, semua jadi hambar”

Nah, dari sambal sederhana ini kita belajar jangan takut hidup penuh rasa. Karena justru dengan campuran rasa, hidup jadi seru. Sama seperti sambal nanas, yang bikin makan biasa jadi luar biasa.

Resep sambal nanas Palembang ala Bik Cik Moya ini bukan sekadar urusan dapur, tapi warisan budaya penuh rasa. Dari bahan sederhana nanas, cabai, terasi, lahir sajian yang bisa menyatukan keluarga, menghidupkan meja makan, bahkan menghibur hati.

Kalau mau coba, jangan tunggu besok. Ambil nanas hari ini, uleklah dengan cinta, sajikan dengan tawa. Siapa tahu sambal nanas ini bukan cuma bikin kenyang, tapi juga bikin hidup lebih segar dan penuh warna.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Batasi Kenaikan Suhu Hingga 1,5 ° C Hongkong Land Komit Kampanye SBTi

    Batasi Kenaikan Suhu Hingga 1,5 ° C Hongkong Land Komit Kampanye SBTi

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.372
    • 0Komentar

    HONG KONG SAR –Media OutReach Hong Kong Land dengan bangga berkomitmen pada kampanye Science Based Targets Initiative (“SBTi”) untuk menetapkan pengurangan emisi dan target net-zero sejalan dengan klimatologi yang konsisten dengan Paris Kesepakatan yang bertujuan untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5°C. Bergabung dengan para pemimpin lain di sektor swasta untuk mendukung aksi iklim, Hongkong Land […]

  • Muddai Madang Sambut Baik Keinginan Pemprov. Sumsel Beli Saham SFC  

    Muddai Madang Sambut Baik Keinginan Pemprov. Sumsel Beli Saham SFC  

    • calendar_month Kamis, 20 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 993
    • 0Komentar

    Palembang – Muddai Madang, pemilik saham mayoritas  PT Sriwijaja Optimistis Mandiri,  pengelola ‘Laskar Wong Kito’ [Sriwijaya FC] menyambut baik jika memang Pemrov. Sumsel berminat membeli saham miliknya. “Saya sudah mendengar dari media massa keinginan bapak Gubernur itu. Saya tentunya sangat senang sekali, apalagi jika yang membeli sahamnya dari pemerintah provinsi, artinya SFC ini ke depannya […]

  • Mengenal Lebih Dekat Masjid Tertua di Papua

    Mengenal Lebih Dekat Masjid Tertua di Papua

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 719
    • 0Komentar

    GEDUNG berlantai tiga di sudut Jl Percetakan Negara 126, Kelurahan Gurabesi, Kecamatan Jayapura Utara, itu sepintas tampak biasa saja. Padahal di lantai tiga bangunan terdapat Masjid Jami, masjid tertua di Kota Jayapura. Tak ada penanda yang menunjukkan kalau bangunan itu adalah sebuah masjid, misalnya kubah bulat dengan pucuk bulan sabit dan bintang, lazimnya sebuah rumah […]

  • Gubernur Alex Noerdin Ucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1439 Untuk Masyarakat Sumsel, Lupakan Perselisihan dan Perbedaan

    Gubernur Alex Noerdin Ucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1439 Untuk Masyarakat Sumsel, Lupakan Perselisihan dan Perbedaan

    • calendar_month Jumat, 15 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 993
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID,Palembang- Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Gubernur Alex Noerdin mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H bagi seluruh umat muslim di Sumsel. Hal itu diungkapkan Alex usai Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1439 H di halaman Masjid Agung Palembang, Jum’at (15/6/2018). Di hari yang Fitri ini Gubernur mengajak semua lapisan masyarakat Sumsel untuk saling […]

  • Menulusuri Jargas Hingga ke Daerah Marjinal & Desa di Sumsel

    Menulusuri Jargas Hingga ke Daerah Marjinal & Desa di Sumsel

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.504
    • 0Komentar

    Sebentar lagi jaringan gas [Jargas]rumah tangga  bukan saja dinikmati masyarakat perkotaan, masyarakat yang tinggal di daerah marjinal, maupun pedesaan  bakal ikut juga menikmati gas rumah tangga setelah beberapa daerah di Kabupaten/Kota mendapat jatah jargas. MATAHARI mulai terlihat redup di rabu sore menjelang petang, lima orang buruh penggali tanah jaringan gas  mulai bersiap-siap berhenti bekerja. Mereka […]

  • Berpengalaman di Jateng, rencana konkret Ganjar jadikan Indonesia lumbung pangan dinantikan

    Berpengalaman di Jateng, rencana konkret Ganjar jadikan Indonesia lumbung pangan dinantikan

    • calendar_month Senin, 25 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santoso meminta bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo menyusun program terperinci untuk membangun ketahanan pangan nasional. Menurut Andreas, strategi Ganjar terkait pangan yang diungkap dalam sejumlah forum publik masih sekadar retorika. “Siapa pun nanti presidennya memiliki tugas penting untuk menggenjot produksi pangan karena ketimpangan antara yang […]

expand_less
WordPress Archive Kidiu Kindergarten – Child Care Elementor Template Kit Kids – Baby Shop & Store WooCommerce Theme Kids Care | Children WordPress Theme Kids – Day Care & Kindergarten WordPress Theme for Children Kids – Kindergarten & Child Care Elementor Template Kit Kids Zone - Children WordPress Theme Kidscamp – Kids Bootcamp WordPress Theme KidsJoy – Kindergarten & Preschool WordPress Theme Kidso – Modern Kindergarten WordPress Theme Kidster – Preschool & Childcare Elementor Template Kit