Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Religi » Mengenal Lebih Dekat Masjid Tertua di Papua

Mengenal Lebih Dekat Masjid Tertua di Papua

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 2 Mei 2022
  • visibility 727
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GEDUNG berlantai tiga di sudut Jl Percetakan Negara 126, Kelurahan Gurabesi, Kecamatan Jayapura Utara, itu sepintas tampak biasa saja. Padahal di lantai tiga bangunan terdapat Masjid Jami, masjid tertua di Kota Jayapura. Tak ada penanda yang menunjukkan kalau bangunan itu adalah sebuah masjid, misalnya kubah bulat dengan pucuk bulan sabit dan bintang, lazimnya sebuah rumah ibadah umat Islam dan bangunan tersebut rutin digunakan untuk beribadah.

Untuk mencapai masjid tersebut kita harus meniti anak tangga melewati lantai satu dan dua yang difungsikan sebagai sekolah. Pengelola sekolah adalah Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif, yang memiliki Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Ma’arif, Sekolah Dasar Nurul Huda 1 Ma’arif, dan Sekolah Menengah Pertama Nurul Huda Ma’arif.

Masjid sendiri berukuran 12 meter x 12 meter atau kira-kira dua kali lapangan bulu tangkis dan mampu menampung 200 jamaah. Dindingnya berlapis keramik hijau dan lantainya diberi keramik putih. Terdapat empat unit pendingin ruangan di dalam masjid yang hanya digunakan ketika salat Jumat.

Sebagai gantinya untuk mengusir udara panas Kota Jayapura, terdapat enam unit kipas angin ukuran besar di langit-langit. Di luar aktivitas salat berjamaah, masjid kerap digunakan untuk tempat pertemuan pengurus, pengajian warga, dan belajar mengaji anak-anak.

Masjid Jami lokasinya hanya sekitar 200 meter dari Masjid Raya Baiturrahim yang menjadi rumah ibadah umat Muslim terbesar di Kota Jayapura. Masjid Baiturrahim dibangun pada 1974 untuk mengakomodasi semakin meningkatnya jumlah umat Islam di Kota Jayapura.

Masjid Jami adalah rumah ibadah umat Muslim pertama yang dibangun di ibu kota Provinsi Papua pada 1943 silam. Sejumlah buruh pelabuhan di Hollandia, nama Jayapura saat itu, adalah pencetus berdirinya Masjid Jami ketika Hindia Belanda masih berkuasa. Ketika itu, pulau ini masih dikenal sebagai Niugini Belanda atau Nederlands Nieuw Guinea.

Para buruh itu adalah pendatang dari Buton, Ternate, Tidore, Halmahera, Waigeo, dan Salawati. Semula, bangunan masjid hanya terdiri dari satu lantai di atas lahan seluas 1.440 meter persegi dengan atap dari seng dan kubah berbentuk limas seperti umumnya masjid di Jawa ketika itu.

Masjid awalnya hanya dimanfaatkan untuk para jamaah, sebagian besar buruh pelabuhan dan pedagang, yang ingin menunaikan salat lima waktu. Ibadah salat Jumat belum dilaksanakan karena jumlah jamaahnya masih sedikit.

Masjid yang terletak di kaki perbukitan Jayapura kawasan APO ini menjadi saksi bisu dinamika pembangunan kota seluas 940 kilometer persegi tersebut. Pengurus Masjid yakni Jami H Muhammad Syaiful menuturkan, peristiwa paling bersejarah bagi rumah ibadah ini adalah seputar era 1962-1963. Ketika itu terjadi peristiwa penyerahan wilayah Papua dari Belanda kepada Indonesia yang difasilitasi oleh militer sekutu, masjid ini banyak didatangi oleh tentara Muslim yang dibawa Inggris dari Asia Selatan seperti India dan Pakistan.

Para tentara ini, sebagian asal Pakistan yang menjaga wilayah sekitar Pelabuhan Jayapura menjadikan Masjid Jami sebagai tempat salat dan beristirahat. Para tentara Pakistan yang bermarga Khan tersebut turut merawat masjid dan menjadi imam di sini. Keberadaan mereka disambut jamaah karena telah menghidupkan suasana masjid.

“Sebagian dari mereka memilih berkeluarga di Jayapura dan keturunan-keturunan yang bermarga Khan cukup banyak tinggal di permukiman sekitar kawasan masjid,” kata Syaiful seperti dikutip dari Antara.

Ada cerita kelam terjadi pada masjid ini sepeninggal tentara-tentara Pakistan dan India ketika mereka ditarik kembali ke negara masing-masing. Selain itu, para buruh pelabuhan yang merupakan jamaah tetap masjid mulai bergeser lokasi kerja ke kawasan Abe Pantai. Mereka pun membangun masjid baru, Masjid Al Falah yang kemudian diketahui sebagai rumah ibadah umat Muslim kedua tertua di Jayapura.

Masjid Jami kemudian menjadi sepi serta tidak terawat. Di sekeliling masjid mulai tumbuh ilalang setinggi tubuh orang dewasa dan lebih mirip semak belukar. Di sekitarnya juga mulai hadir rumah karaoke serta bar. Seorang tokoh masyarakat setempat sekaligus pendeta bernama Saparai kemudian meminta pemilik bar dan karaoke segera menutup usaha di dekat masjid. Sehingga suasana Masjid Jami kembali bersih dari karaoke dan bar.

Pada 1963 itu juga, pengelolaan Masjid Jami diambil alih oleh Kodam XVII/Cenderawasih. Seorang pegawai dari Kementerian Agama bernama H Mansyur D Rahmad kemudian diminta untuk mengelola masjid tersebut selama 10 tahun.

Pada era itu, masjid mulai membuka lembaga pendidikan yaitu Madrasah Diniyah Ma’arif pada 1966. Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Papua H Toni Wanggai mengatakan, pada 1968 LP Ma’arif pun dibentuk bersamaan digantinya diniyah dengan Madrasah Ibtidaiyah. “Masjid ini tidak hanya rumah ibadah karena juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan wadah berkumpulnya organisasi-organisasi Islam seperti NU dan Muhammadiyah,” katanya.

Berturut-turut pada 1970 dibangun SD Nurul Huda dan 1985 ada SMP Nurul Huda. Karena tingginya minat warga menyekolahkan anak mereka ke lembaga pendidikan di Masjid Jami, maka pengurus dan pengelola mengubah total bangunan masjid, disatukan dengan gedung sekolah pada 1985. Masjid pun berpindah ke lantai paling atas karena untuk menghormati fungsinya sebagai rumah ibadah. Itulah sebabnya masjid posisinya saat ini ada di lantai tiga.

Sejak tiga tahun lalu terbersit rencana dari pengurus untuk mengembalikan posisi masjid ke lokasi semula atau di bawah, terpisah dari bangunan utama. Namun sampai hari ini belum juga dapat direalisasikan.Indonesia.go.id (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2024, Semua Kandidat Masih Sama-sama Punya Peluang Merebut Kursi Palembang 1

    2024, Semua Kandidat Masih Sama-sama Punya Peluang Merebut Kursi Palembang 1

    • calendar_month Rabu, 3 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.605
    • 0Komentar

    PARA kandidat dalam Pilkada Kota Palembang untuk merebut kursi nomor 1 tetap berpeluang.Pilkada serentak diperkirakan tetap dilaksanakan pada 2024. Pemerhati Politik Sumsel Bagindo Togar Butar Butar menjelaskan, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda [Finda] yang masa jabatannya sendiri akan berakhir pada 2023 mendatang. Ia menjelaskan dengan Pilkada Palembang dilaksanakan pada 2024, maka semua kandidat yang bertarung […]

  • 3,5 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp5 Miliar Dimusnahkan, Kerugian Negara Tembus Rp3,4 Miliar

    3,5 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp5 Miliar Dimusnahkan, Kerugian Negara Tembus Rp3,4 Miliar

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 3.547.344 batang rokok ilegal akhirnya dimusnahkan setelah perkara pelanggaran di bidang cukai yang menjerat barang tersebut berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Jutaan batang rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM) itu memiliki perkiraan nilai mencapai Rp5.087.543.520. Sementara potensi kerugian negara dari barang hasil penindakan tersebut ditaksir mencapai Rp3.487.642.628,7. […]

  • HUT Muba, Dodi Ucapkan Terima Kasih Bantuan Gubernur Herman Deru

    HUT Muba, Dodi Ucapkan Terima Kasih Bantuan Gubernur Herman Deru

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Ujang Idrus
    • visibility 729
    • 0Komentar

    PERINGATAN  Hari Ulang Tahun (HUT)  Kabupaten  Musi Banyuasin (MUBA) ke 65 Tahun 2021  digelar dalam sidang paripurna istimewa DPRD setempat  yang dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru, Selasa (28/9). Dalam sambutannya Gubernur menegaskan, Pemprov Sumsel terus berupa membantu Kabupaten/kota  dalam hal pembangunan  infrastruktur tak terkecuali diperuntukan bagi Kabupaten Muba. Terlebih disaat masa pandemi […]

  • Longsor Terjadi di Solok, Tujuh Warga Meninggal

    Longsor Terjadi di Solok, Tujuh Warga Meninggal

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.064
    • 0Komentar

    SEBANYAK tujuh warga meninggal dunia dan satu masih dalam proses pencarian setelah terjadi longsor tambang emas di Kimbahan Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Senin (10/5). Selain itu, ada sembilan warga lainnya yang mengalami luka-luka atas peristiwa tersebut. Berdasarkan laporan dari Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah […]

  • 10 Ribu Santri Sumsel Bebas Buta Aksara Al-Qur’an, Ada Target Besar Setelahnya

    10 Ribu Santri Sumsel Bebas Buta Aksara Al-Qur’an, Ada Target Besar Setelahnya

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 10 ribu santri di Sumatera Selatan (Sumsel) dinyatakan telah terbebas dari buta aksara Al-Qur’an. Capaian ini menjadi salah satu catatan penting dalam upaya memperluas kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan anak-anak di daerah tersebut. Momen itu ditandai melalui Tasyakuran Akbar ribuan Santri Bebas Buta Huruf Al-Qur’an sekaligus Wisuda Akbar Santri TK/TPA BKPRMI di Palembang […]

  • Dirancang Nol Defisit, APBD OKI 2023 Diyakini Makin Sehat

    Dirancang Nol Defisit, APBD OKI 2023 Diyakini Makin Sehat

    • calendar_month Selasa, 8 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 889
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI—Jajaran legislatif dan eksekutif Ogan Komering Ilir (OKI) ketuk palu  terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten OKI tahun anggaran 2023. APBD setahun mendatang dirancang nol defit atau berimbang dan sehat. Adapun postur rencana perda APBD OKI tahun 2023 memproyeksi pendapatan daerah yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Distance Rate Shipping WooCommerce Drag & Drop Uploader | Ajax File Upload WooCommerce Drip WooCommerce Dropshipping WooCommerce Dynamic Pricing WooCommerce Dynamic Pricing & Discounts WooCommerce Dynamic Pricing & Discounts with AI WooCommerce Easy Checkout Field Editor, Fees & Discounts WooCommerce Elavon Converge Payment Gateway WooCommerce ELTA Courier Voucher & Label