Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Anak Main Game, Emak yang Meriang, Saatnya Industri Game Disuguhi Tanggung Jawab, Bukan Cuma Level Naik!

Anak Main Game, Emak yang Meriang, Saatnya Industri Game Disuguhi Tanggung Jawab, Bukan Cuma Level Naik!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
  • visibility 663
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ANAK-anak sekarang disuruh milih antara PR Matematika dan nge-push rank Mobile Legends, jawabannya jelas PR bisa ditunda, tapi turnamen global nggak nunggu.

Dunia sudah berubah memang,  dulu anak-anak main petak umpet di halaman, sekarang mereka main adu jotos virtual di medan perang digital, lengkap dengan skin legendaris dan emoticon nangis palsu.

Tapi, jangan buru-buru mencak-mencak ke anak, karena seperti kata pepatah lama yang dimodifikasi zaman now  “Kalau anak tenggelam dalam game, bukan salah gamenya saja, tapi siapa yang kasih pelampungnya juga perlu diajak ngobrol”.

Masuklah Meutya Hafid, sang Menteri Komunikasi dan Digital belum lama ini,  yang datang seperti healer dalam game RPG menyuntikkan perhatian pada isu yang sering dilewatkan perlindungan anak dalam industri game nasional.

Dalam forum IWIG (Indonesian Woman in Game), ia tak sekadar hadir sebagai tamu, tapi sebagai pembawa quest baru untuk para pengembang game buatlah game yang bukan cuma seru, tapi juga bertanggung jawab.

Faktanya, game bukan sekadar permainan, ia bisa menjadi arena belajar, tempat bersosialisasi, bahkan ladang cuan. Tapi juga bisa jadi biang keladi rusaknya jam tidur, turunnya nilai sekolah, hingga meningkatnya kemampuan ngomel emak-emak karena anaknya jadi zombie digital.

Meutya benar, kita tidak sedang membahas larangan total, Game tidak dilarang, tapi yang ditunda adalah akses yang belum waktunya.

Ibarat durian, enak dimakan kalau sudah matang, tapi kalau belum cukup umur, bisa bikin perut mulas, apalagi kalau dikunyah sambil rebahan dan main TikTok bareng.

Melalui PP TUNAS 17/2025, pemerintah bikin semacam “pagar hidup” digital, pengembang game wajib kasih klasifikasi usia yang ketat.

Game dengan kekerasan tinggi atau potensi bikin anak kecanduan, harusnya ditaruh di etalase tinggi hanya bisa dijangkau remaja tangguh dengan pengawasan, bukan bocil yang baru bisa baca “Next Level”.

Indonesia Game Rating System (IGRS) juga disorot, sistem ini mirip label makanan halal, tapi buat game. Biar orang tua bisa baca dulu sebelum anaknya main. Karena tanpa IGRS, banyak orang tua seperti belanja di warung remang-remang tidak tahu apa yang dibeli, tahu-tahu anaknya sudah jadi jago cheat dan mulai ngomong kasar dengan logat robotik.

Sistem ini bukan cuma pelindung anak, tapi juga tameng bagi pengembang. Kalau sudah kasih rating jelas, pengembang nggak perlu ketar-ketir dituduh menyesatkan anak bangsa. Sekali lagi, ini bukan soal sensor, tapi soal tanggung jawab, karena seasyik-asyiknya nge-loot item langka, tanggung jawab adalah kunci menang paling epic dalam hidup.

Nah, Kita juga tidak bisa menutup mata, game punya manfaat besar, ia bisa melatih strategi, kerja tim, bahkan membuka jalan karier baru sebagai atlet e-sport. Tapi ketika tidak ada batasan umur dan waktu, yang terjadi adalah ledakan stres, isolasi sosial, hingga ketidakseimbangan antara dunia nyata dan maya.

Anak-anak bisa jadi hebat di dunia fantasi, tapi gagap bersosialisasi di dunia nyata. Anak bisa jago taktik perang, tapi takut minta sambel ke warung sebelah.

Yang tak kalah menggembirakan, forum ini juga jadi panggung buat para perempuan pengembang game dari berbagai daerah.

Akhirnya, emak-emak tidak hanya jadi korban game anak-anak, tapi juga bisa jadi produsen game edukatif yang kece badai.

Meutya menekankan pentingnya hal ini, perempuan bukan cuma target pasar, tapi kreator perubahan. Game itu seperti sambal, kalau diracik dengan takaran pas, bisa bikin nikmat luar biasa.

Tapi kalau dikasih ke anak kecil tanpa pengawasan, siap-siap masuk IGD batin. Maka, regulasi yang adil tapi tegas adalah bentuk sayang negara pada generasi muda.

Buat para pengembang bikinlah game yang keren, tapi jangan lupa kasih label usia. Buat orang tua jangan cuma marah karena anak main terus, tapi pelajari juga apa yang mereka mainkan. Dan buat negara jangan cuma ngatur, tapi terus dampingi agar ruang digital jadi taman bermain, bukan ladang jebakan.

Kalau anak-anak kita sibuk menaklukkan monster digital, pastikan mereka tetap bisa menaklukkan PR, menghormati orang tua, dan tahu bahwa di balik layar gadget, ada kehidupan nyata yang lebih seru dan penuh level menantang. Intinya jangan sampai anak-anak menang di game, tapi kalah dalam hidup.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sabu dan Ganja Disamarkan dalam Paket Kiriman, Penyelundup Sembunyikan di Sepatu hingga Botol Minum untuk Kelabui Petugas

    Sabu dan Ganja Disamarkan dalam Paket Kiriman, Penyelundup Sembunyikan di Sepatu hingga Botol Minum untuk Kelabui Petugas

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sabu dan ganja disamarkan dalam paket kiriman oleh penyelundup yang berupaya mengelabui petugas. Modusnya, narkotika disembunyikan di dalam sepatu, spare part kendaraan hingga botol minum dalam delapan kasus yang diungkap di Ambon dan Ternate sepanjang Agustus 2026. Dari rangkaian penindakan tersebut, petugas mengamankan 97 gram metamfetamina atau sabu, 223 gram ganja, dan 9 […]

  • Dua Kapal, Dua Nasib & Si Hiu Macan [Kapal Ilegal Filipina di Laut Indonesia: Ketemu Lagi, Nggak Kapok-Kapok!]

    Dua Kapal, Dua Nasib & Si Hiu Macan [Kapal Ilegal Filipina di Laut Indonesia: Ketemu Lagi, Nggak Kapok-Kapok!]

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 911
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pagi yang cerah di Samudera Pasifik utara Papua, dua kapal ikan asal Filipina berlayar dengan wajah seolah-olah mereka baru saja melakukan aksi pencurian di pasar ikan, dan lagi-lagi nekat masuk wilayah laut Indonesia tanpa pamit. Ibarat tamu tak diundang, datang bukan cuma ngopi, tapi ngembat ikan pula!Keduanya asal Filipina. Kapal-kapal itu bernama FB […]

  • Harapan Sekda Muba Setelah Serahkan Tropi kepada Pemenang Lomba Perahu Bidar

    Harapan Sekda Muba Setelah Serahkan Tropi kepada Pemenang Lomba Perahu Bidar

    • calendar_month Sabtu, 29 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.030
    • 0Komentar

    Oleh : Ari Wobowo SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU –  Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekda Muba Drs H Apriyadi, M Si meyerahkan langsung tropi dan uang pembinaan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Muba ke-62 tahun 2018. Sekda juga tak lupa mengucapkan selamat kepada tim pendayung yang menjadi pemenang, dan berharap perlombaan bidar […]

  • Walikota Palembang : DPRD Penghubung Masyarakat dan Pemerintah

    Walikota Palembang : DPRD Penghubung Masyarakat dan Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.644
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang Harnojoyo berharap nantinya DPRD periode 2019-2024 dapat menjadi jembatan penghubung antara masyarakat dan pemerintah, baik kota maupun provinsi. Bahkan menurutnya dapat membantu mewujudkan program pemerintah kota, yakni Palembang Emas Darussalam. Dalam sambutannya Walikota juga mengapresiasi DPRD periode 2014-2019 , karena dengan kerja keras DPRD Kota Palembang dapat membantu kerja Pemerintah Kota Palembang. “Kami apresiasi […]

  • Reses Masa Sidang I, Begini Hasilnya Kata Wakil Ketua Komisi IV Partai Gerindra DPRD OKI

    Reses Masa Sidang I, Begini Hasilnya Kata Wakil Ketua Komisi IV Partai Gerindra DPRD OKI

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.087
    • 0Komentar

    ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tahun 2021 telah melaksanakan reses masa sidang I, untuk secara langsung menjaring aspirasi masyarakat. Senin (22/02/2021). Seperti halnya yang dilakukan Anggota DPRD sekaligus politisi Partai Gerindra, Maryani, yang melakukan kunjungan kerja di daerah pemilihnya (Dapil) 5 yaitu Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya guna menyerap […]

  • Di Lahat, Sosok Mayat Ditemukan di Dekat Sampah, Warga Heboh

    Di Lahat, Sosok Mayat Ditemukan di Dekat Sampah, Warga Heboh

    • calendar_month Selasa, 12 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.119
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Lahat – Sosok mayat laki – laki ditemukan tergeletak di dekat sampah, tepatnya di depan Masjid Raya, Kelurahan Pasar Baru, Lahat. Penemuan mayat tersebut pertama kali oleh seorang tukang ojeg yang tengah melintas dimana mayat itu tergeletak sekitar pukul 21.30 WIB, senin malam (11/2/2019). Penemuan mayat ini pun akhirnya menghebohkan warga Kelurahan Pasar Baru yang […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce Multi-Step Checkout Premium YITH WooCommerce Multi Vendor Premium YITH WooCommerce Name Your Price Premium YITH WooCommerce One-Click Checkout Premium YITH WooCommerce Order Tracking Premium YITH WooCommerce PDF Invoice and Shipping List Premium YITH WooCommerce Points and Rewards Premium YITH WooCommerce Popup Premium YITH WooCommerce Product Add-Ons & Extra Options YITH WooCommerce Product Bundles Premium