Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Cara Wamen Atip Runtuhkan Momok Matematika di Kelas”

“Cara Wamen Atip Runtuhkan Momok Matematika di Kelas”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • visibility 852
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIAPA yang waktu kecil pernah keringetan dingin pas guru Matematika masuk kelas? Rasanya kayak mau ulangan tiap hari. Baru lihat papan tulis penuh angka sudah bikin dada sesak, mirip lihat tagihan listrik naik di akhir bulan. Matematika sering dianggap “hantu gentayangan” di sekolah sulit, menakutkan, dan bikin murid-murid menghindar.

Tapi pemandangan berbeda terjadi di SDIT Persis Al-Amin Sindangkasih, Ciamis, Jawa Barat belum lama ini, di sana, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, muncul bukan dengan pidato kaku atau bahasa birokratis yang bikin murid menguap. Justru, Wamen Atip dengan santai melempar kuis Matematika untuk anak kelas 2 SD. Bukan ujian mendadak, tapi kuis ceria yang bikin kelas riuh.

Dan… anak-anak menjawab dengan semangat. Ada yang benar, ada yang salah, ada juga yang jawabnya sambil nyengir malu. Semua ketawa, semua gembira. Di titik itu, terasa bahwa Matematika bukan lagi “monster berwajah angka”, tapi bisa berubah jadi permainan yang bikin penasaran.

Wamen Atip paham betul, kalau Matematika hanya diajarkan dengan cara menakutkan, murid pasti kabur sejauh-jauhnya. “Padahal, akar dari teknologi yang kita pakai hari ini dari algoritma sampai artificial intelligence berasal dari Matematika,” ujarnya.

Betul juga, coba bayangkan, tanpa Matematika, mungkin kita nggak bisa pesan ojek online, nggak bisa belanja di marketplace, bahkan nggak bisa bikin filter kucing di Instagram, semua ada hitungan, ada rumus, ada logika.

Tapi masalahnya, banyak guru (dan kurikulum lama) yang mengajarkan Matematika kayak ngajarin murid jadi akuntan negara sejak SD. Rumus datang bertubi-tubi, soal cerita kayak sinetron tanpa akhir, sementara anak-anak baru bisa ngitung kelereng. Wajar kalau banyak murid alergi angka.

Di sinilah gestur kecil Wamen jadi penting. Kuis sederhana jadi simbol bahwa pembelajaran Matematika bisa dekat dengan kehidupan sehari-hari, bisa pakai tawa, bisa bikin penasaran, bahkan bisa jadi mainan.

Ada pepatah Sunda bilang, “Lamun teu ngakal, bakal kakelek” artinya, kalau tidak menggunakan akal, kita bisa terjebak. Nah, Matematika adalah salah satu cara melatih akal agar tidak mudah terjebak masalah kehidupan.

Albert Einstein menulis dalam bukunya Out of My Later Years (New York: Philosophical Library, 1954): “Education is not the learning of facts, but the training of the mind to think”

Artinya, pendidikan bukan sekadar menjejalkan fakta, tetapi melatih otak untuk berpikir. Matematika seharusnya tidak dijadikan beban hafalan, melainkan sarana mengasah logika.

Motivasi ini yang coba dibawa Wamen Atip, guru jangan hanya mengulang rumus, tapi kasih contoh dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hitung uang jajan, bandingkan harga cilok, atau ukur panjang tali layangan. Dari hal-hal kecil, anak belajar tanpa sadar sedang pakai Matematika.

Kalau kita ingin meniru gaya Wamen Atip yang santai tapi mengena, ada beberapa tips sederhana:

  1. Gunakan permainan
    Matematika bisa hadir lewat kuis, tebak angka, atau permainan kartu. Anak-anak lebih cepat tanggap kalau belajar sambil main.

  2. Bawa ke dunia nyata
    Ajak anak menghitung uang belanja, membagi kue, atau mengukur tinggi tanaman. Dengan begitu, Matematika terasa relevan, bukan hanya di buku.

  3. Pakailah cerita lucu
    Misalnya, “Jika Pak Budi punya 10 ayam, lalu 3 kabur ke kandang tetangga, berapa sisa ayam Pak Budi?” Anak pasti ketawa dulu, baru menghitung.

  4. Teknologi sebagai kawan
    Wamen Atip juga meluncurkan Papan Interaktif (Interactive Flat Panel) untuk membantu pembelajaran visual. Anak zaman sekarang lebih senang gambar bergerak daripada papan tulis statis.

  5. Beri apresiasi, bukan hukuman
    Kalau anak salah, jangan langsung bilang “bodoh”. Katakan “Hampir benar, coba kita lihat cara lain.” Dengan begitu, anak belajar dengan rasa ingin tahu, bukan rasa takut.

Kunjungan Wamen Atip di Ciamis bukan sekadar agenda formal. Ada pesan penting: pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan bangunan megah atau teknologi canggih, tapi dimulai dari cara guru mengajar.

Di SD, kuis sederhana bisa mengubah suasana kelas. Di pesantren, Wamen mengingatkan bahwa tempat belajar agama juga bisa jadi ruang inovasi.

Di Banjar, ia memotivasi siswa agar berani bermimpi besar. Semua punya benang merah pendidikan harus dekat dengan anak, bukan melayang di awang-awang. Bahkan, program revitalisasi sekolah swasta dan bantuan alat digital pun bermuara pada hal yang sama murid harus merasa belajar itu menyenangkan, karena tanpa kegembiraan, angka berapa pun jadi beban.

Kalau dulu Matematika identik dengan papan tulis penuh angka, sekarang waktunya kita bikin Matematika identik dengan tawa, rasa ingin tahu, dan kreativitas. Gestur Wamen Atip di Ciamis jadi contoh kecil, tapi bermakna besar bahwa perubahan pendidikan bisa dimulai dari satu kuis sederhana.

Pepatah Sunda bilang, “Elmu tanpa amal ibarat tangkal tanpa buah”. Ilmu yang hanya jadi hafalan tak ada gunanya. Begitu juga Matematika, kalau hanya jadi rumus hafalan, anak cepat lupa. Tapi kalau jadi bagian dari hidup, anak akan terus membawa logika itu sampai dewasa.

Jadi, kalau mau generasi Indonesia melek teknologi, berani berinovasi, dan tidak minder menghadapi kecerdasan buatan, langkah pertama adalah buat belajar Matematika menyenangkan.

Nelson Mandela, dalam pidatonya di Madison Park High School, Boston (23 Juni 1990), menyatakan “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world”

Dan di tangan guru yang kreatif, bahkan satu kuis sederhana bisa jadi senjata ampuh untuk mengubah wajah pendidikan kita.

Jadi, mari kita ikuti jejak sederhana itu buat belajar Matematika menyenangkan, bukan menakutkan, karena masa depan teknologi, inovasi, bahkan kehidupan sehari-hari, semuanya bertumpu pada logika angka yang kita latih sejak dini.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Targetkan Menang di Pilkada-Pemilu 2024, Nasdem Muara Enim Siapkan Strategi & Konsolidasi Secara Masif, Herman Deru : Adil & Makmur Bukan di Mars Nasdem, Tapi Harus di Wujudkan di Tengah-tengah Masyarakat

    Targetkan Menang di Pilkada-Pemilu 2024, Nasdem Muara Enim Siapkan Strategi & Konsolidasi Secara Masif, Herman Deru : Adil & Makmur Bukan di Mars Nasdem, Tapi Harus di Wujudkan di Tengah-tengah Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 13 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.893
    • 0Komentar

    SEBAGAI salah satu Partai yang memiliki kekuatan besar, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) khususnya Dewan Pimpinan Daerah Kabupten Muara Enim menyiapkan strategi dan berkonsolidasi secara masif, untuk menang pada Pemilu di 2024 mendatang. Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Sumsel H Herman Deru dalam virtual mengatakan dalam kegiatan rakorda kali ini juga diadakan di daerah-daerah lainnya. Dengan […]

  • HUT ke -47 KORPRI di BKB Bakal Unik, Apa Itu ?

    HUT ke -47 KORPRI di BKB Bakal Unik, Apa Itu ?

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.156
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG  – Pemerintah Kota [Pemkot] Palembang bakal menyelenggarakan hari jadi Korps Pegawai Republik Indonesia [Korpri] yang ke -47 di Halaman Benteng Kuto Besak [BKB]. Uniknya di HUT Korpri yang jatuh pada tanggal 29 Nopember tersebut pegawai negeri di lingkungan pemkot akan tampil beda, mereka, masing-masing perwakilan dari organisasi perangkat daerah [OPD] diwajibkan menggunakan pakaian […]

  • Pandemi Masih Berlanjut, Indonesia Mengajak Negara Anggota PBB Bersama Hadapi Pandemi

    Pandemi Masih Berlanjut, Indonesia Mengajak Negara Anggota PBB Bersama Hadapi Pandemi

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 635
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo mengajak para pemimpin dunia yang tergabung dalam Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) memerangi wabah global COVID-19 secara bersama-sama. Agar, pandemi yang masih merebak saat ini dapat dikendalikan di masa mendatang. “Kita harus lakukan bersama-sama dalam memberikan harapan bahwa pandemi COVID-19 akan bisa tertangani dengan cepat adil dan merata,” ujar Presiden Joko Widodo ketika Pidato […]

  • Terbang ke Aceh, Kepala BNPB Ingin Belajar ‘Smong’ dari Kearifan Lokal

    Terbang ke Aceh, Kepala BNPB Ingin Belajar ‘Smong’ dari Kearifan Lokal

    • calendar_month Rabu, 21 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.063
    • 0Komentar

    KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Simeulue, Pulau Simeulue, Provinsi Aceh, Selasa (20/4). Doni beserta rombongan terbang dari Banda Aceh dan mendarat di Simeulue melalui Bandara Lasikin pukul 17.30 WIB. Setelah menginjakkan kaki di Simeulue, Doni langsung disambut dengan kalungan syal hasil kerajinan tangan […]

  • ‘Menyoal Dwifungsi POLRI’

    ‘Menyoal Dwifungsi POLRI’

    • calendar_month Minggu, 28 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.217
    • 0Komentar

    Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan wacana untuk menjadikan unsur kepolisian sebagai pelaksana tugas atau penjabat Gubernur untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.

  • Agar Terhindar dari Kecelakaan, 3 Pesan yang Perlu Diperhatikan Jika Berkendaraan

    Agar Terhindar dari Kecelakaan, 3 Pesan yang Perlu Diperhatikan Jika Berkendaraan

    • calendar_month Jumat, 28 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 845
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Periode Januari-September 2018 Lakalantas di Kota Palembang terbilang tinggi, dari data disebutkan Satlantas Polrestabes Palembang periode Januari-September 2018 akibat truk ada 25 orang, tronton ada 12 orang, truk tangki 4 orang, dengan jumlah korban meninggal dunia ada 21 orang, luka beratnya ada 14 orang dan luka ringan 11 orang. Kepala Satlantas Polrestabes […]

expand_less
WordPress Archive Kingal – MultiPurpose WordPress Theme Kingcuts – Hair Salon and Barber Shop WordPress WooCommerce Theme KingHo – Hotel Booking Elementor Template Kit Kingler | Weapon Store & Gun Training WordPress Theme KingPlace - Hotel Booking, Spa & Resort WordPress Theme (Mobile Layout Ready) Kingsley – Finance & Investment Elementor Template Kit Kintamani – Dog Breeder & Adoption Elementor Template Kit Kipso - Education LMS WordPress Theme Kitchen – Design Responsive WordPress Theme Kitchenia – Kitchenware & Cooking Utensils Store Template Kit