Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Dua Kapal, Dua Nasib & Si Hiu Macan [Kapal Ilegal Filipina di Laut Indonesia: Ketemu Lagi, Nggak Kapok-Kapok!]

Dua Kapal, Dua Nasib & Si Hiu Macan [Kapal Ilegal Filipina di Laut Indonesia: Ketemu Lagi, Nggak Kapok-Kapok!]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
  • visibility 895
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Pagi yang cerah di Samudera Pasifik utara Papua, dua kapal ikan asal Filipina berlayar dengan wajah seolah-olah mereka baru saja melakukan aksi pencurian di pasar ikan, dan lagi-lagi nekat masuk wilayah laut Indonesia tanpa pamit. Ibarat tamu tak diundang, datang bukan cuma ngopi, tapi ngembat ikan pula!Keduanya asal Filipina.

Kapal-kapal itu bernama FB TWIN J-04 dan FB YANREYD-293. Tentu saja, mereka bukan nelayan yang baik hati, melainkan perompak laut yang tengah beraksi di wilayah perairan Indonesia.

“Nggak ada izin, nggak ada peraturan! Namanya juga penjahat laut, kan?” kata Ipunk, Direktur Jenderal PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sambil menyunggingkan senyum penuh arti.

Di dalam anjungan kapal pengawas KP Hiu Macan 04, Nakhoda Jendri Erwin Mamahit menyesap kopi pahitnya. Ia menatap layar radar dengan mata sipit bukan karena keturunan Tionghoa, tapi karena belum tidur semalaman.

“Pak, dua titik itu makin dekat ke zona kita,” lapor anak buahnya, sambil menunjuk monitor.

“Waktunya mengasah taring si Macan,” ujar Jendri. “Kita sambut tamu dari utara itu.”

Sementara itu, di kapal TWIN J-04, Kapten Julio, pria Filipina berkumis tebal dan suara bariton sedang berdiri dengan percaya diri.

“Cepat pindahkan ikannya ke kapal YANREYD! Kita harus kabur sebelum para petugas itu datang!”

“Tapi Kapten, ini wilayah Indonesia. Bahaya!” celetuk salah satu anak buahnya.

“Bahaya kalau ketahuan. Kalau nggak? Hasil tangkapan ini cukup buat tiga bulan pesta barbekyu,” katanya sambil tertawa.

Belum sempat tertawa lagi, suara sirene dari kejauhan mulai terdengar. Dan bukan suara sirene pengantar sate.

“Sirene itu… bukan ambulans, Kapten,” ujar awaknya dengan suara gemetar.

“Itu… KP Hiu Macan! Aduh!” seru Julio. “Putar balik! Putar balik!”

Di kapal pengawas, Jendri mengangkat radio.

“Ini Kapal Pengawas Hiu Macan 04. Kapal asing di koordinat 1°LU–141°BT, kalian melanggar perairan yuridiksi Indonesia. Hentikan mesin, kami akan naik untuk pemeriksaan.”

Dan seperti skenario film laga yang naskahnya tak pernah gagal, aksi kejar-kejaran pun dimulai. Bedanya, ini bukan Fast & Furious, tapi Fish & Furious.

Beberapa jam kemudian, dua kapal ilegal itu berhasil dihentikan. “Semua diam! Kami dari KKP Republik Indonesia!” teriak petugas saat menaiki kapal.

Kapten Julio mencoba senyum, tapi yang keluar malah keringat dingin. “Saya… hanya cari ikan kecil. Hanya cakalang, tidak ada niat jahat,” ucapnya dalam bahasa Inggris patah-patah.

Petugas tersenyum, tapi sinis.

“Cakalang 10 kg di sini, tuna 5 ton di kapal sebelah. Itu bukan cari makan, Pak. Itu borongan pasar.”

Di posko PSDKP Biak, Direktur Jenderal PSDKP Pung Nugroho Saksono alias Ipunk menjelaskan pada wartawan.

“Kapal-kapal itu memakai purse seine alat tangkap besar, bahkan baby tuna pun ketarik. Kayak pakai jaring kawin buat nyari satu semut. Ini membahayakan keberlanjutan sumber daya laut kita.”

Lalu ia menambahkan, “Kerugian negara dari kegiatan ini? Sekitar Rp50,4 miliar. Tapi alhamdulillah, sekarang kita amankan. Dan kasus ini akan diproses secara pidana. Nakhoda bisa kena 6 tahun penjara dan denda sampai Rp30 miliar.”

Di pojok ruangan, seorang wartawan nyeletuk ke temannya, “Laut kita ini ibarat kulkas gratis buat kapal asing. Mereka datang, ambil isi kulkas, terus kabur. Untung sekarang kita pasang CCTV dan kasih pagar listrik.”

Temannya nyengir. “Dan KP Hiu Macan 04 ini kayak emak-emak komplek yang marah lihat maling gas elpiji langsung disergap!”

Kejadian ini bukan sekadar penangkapan biasa. Ini pengingat bahwa laut Indonesia bukan halaman belakang yang bisa dimasuki siapa pun. Laut kita bukan swalayan 24 jam yang bebas ambil, tapi warisan anak cucu yang harus dijaga. Karena seperti kata pepatah nelayan

“Yang suka mencuri di laut orang, pasti tenggelam oleh gelombang karma.”

Dan satu lagi pesan penting dari Kapten Jendri saat menutup laporannya

“Kalau nggak punya izin, jangan mancing di tempat orang. Apalagi mancing masalah.”

Ilegal, jelas merugikan negara dan keberlanjutan sumber daya ikan Indonesia. Tak hanya itu, usaha para nelayan Indonesia pun terancam karena ikan-ikan yang seharusnya mereka tangkap, justru diambil oleh orang luar negeri. Laut Indonesia bukan tempat untuk main-main, apalagi untuk pencuri ikan yang datang hanya untuk ambil untung sendiri. Jadi, buat para pelaku ilegal fishing, “Jangan harap bisa lari dari hukum, meskipun dengan kapal secepat roket!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agar Tepat Sasaran, Salurkan Bantuan Dengan Cara Door to Door

    Agar Tepat Sasaran, Salurkan Bantuan Dengan Cara Door to Door

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 938
    • 0Komentar

    WALIKOTA Lubuklinggau Prana Putra Sohe mengatakan Pemerintah Kota Lubuklinggau menyalurkan bantuan dengan cara door to door¸ agar tepat sasaran untuk masyarakat terdampak covid-19 Hal itu, diungkapkannya saat menerima kunjungan Gubernur Sumsel, ia mengatakan terus melakukan upaya dalam penanganan percepatan covid19 sehingga dapat terkendali. Begitu pula, katanya Kota Lubuklinggau telah melakukan upaya pelepasan distribusi, bahkan distribusi […]

  • Aplikasi Siskeudes Ciptakan Pengelolaan Keuangan Lebih Transparan dan Akuntabel

    Aplikasi Siskeudes Ciptakan Pengelolaan Keuangan Lebih Transparan dan Akuntabel

    • calendar_month Rabu, 11 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 711
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru menghadiri pembukaan Bimbingan Teknis Implementasi Pendalaman Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) versi 2.0.4 Kabupaten OKUT Tahun 2022, Rabu (11/5) di Hotel Wyndham. Melalui bimbingan ini Herman Deru berharap pengelolaan keuangan desa di Sumsel dan khususnya di Kabupaten OKU Timur  yang sudah baik selama ini semakin lebih baik, transparan dan akuntabel. […]

  • Bantu Pelanggan Percepat Transformasi, Net Zero Envision Digital & Mott MacDonald Berkolaborasi, Kembangkan Juga Solusi Nol Karbon Bersih Sektor Energi, Transportasi Hingga Infrastruktur

    Bantu Pelanggan Percepat Transformasi, Net Zero Envision Digital & Mott MacDonald Berkolaborasi, Kembangkan Juga Solusi Nol Karbon Bersih Sektor Energi, Transportasi Hingga Infrastruktur

    • calendar_month Rabu, 26 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.320
    • 0Komentar

    SINGAPURA, Envision Digital International Pte Ltd (“Envision Digital”), pemimpin perangkat lunak Artificial Intelligence dan Internet of Things (AIoT) global yang berkantor pusat di Singapura untuk Net Zero, dan Mott MacDonald Limited (” Mott MacDonald”), konsultan teknik, manajemen, dan pengembangan global, telah mengumumkan kemitraan kolaboratif untuk bersama-sama mengembangkan solusi nol karbon bersih untuk sektor energi, transportasi, […]

  • gubernur-alex-noerdin

    Alex Noerdin Dianugerahi Kartika Satya Utama FKPPI

    • calendar_month Senin, 25 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.261
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dianugerahi penghargaan Kartika Satya Utama oleh pengurus pusat Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI (FKPPI).

  • Begini Reaksi Penjual di Kantin Sekolah Saat Wawako Palembang Sidak Diam-diam

    Begini Reaksi Penjual di Kantin Sekolah Saat Wawako Palembang Sidak Diam-diam

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    saya tegaskan kepada Dinas Pendidikan untuk melakukan dan menegur pihak sekolah untuk agar menjaga kebersihan lingkungan disekolah khususnya kantinya,”

  • Zona Merah dan Oranye Meningkat, Waspada Libur Lebaran!

    Zona Merah dan Oranye Meningkat, Waspada Libur Lebaran!

    • calendar_month Jumat, 30 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 940
    • 0Komentar

    SEMUA pemerintah daerah perlu mengantisipasi perkembangan peta zonasi risiko jelang libur lebaran Idul Fitri. Saat ini, terdeteksi zona merah meningkat dari 6 menjadi 19 kabupaten/kota, zona oranye bertambah dari 322 menjadi 340 kabupaten/kota. Gubernur, maupun bupati/walikota diminta segera melakukan pembentukan dan mengoptimalkan posko COVID-19 dalam mengantisipasi tradisi mudik dan berkoordinasi dengan pusat. Untuk informasi terkait COVID-19 […]

expand_less
WordPress Archive Valkuta – Pet WordPress Theme Valno – Minimal Creative Multi page Portfolio WordPress Theme Vano – Organic Food & Agriculture Elementor Template Kit Vapemorra – Vape Store Elementor Template Kit Vapier – Vape Store WooCommerce WordPress Theme Vapohub – Vape & E-Liquid WooCommerce Theme Varaus – Hotel Booking WordPress Theme VariBulkEdit – WooCommerce Bulk Edit Variations Varn – IT & SEO Marketing Agency Portfolio Elementor WordPress Theme Varse – WooCommerce AJAX WordPress Theme