Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Palembang Book Party#31,[Ketika Warga Palembang Membaca, Menatap, Lalu Terkena Serangan Sastra Mendadak]

Palembang Book Party#31,[Ketika Warga Palembang Membaca, Menatap, Lalu Terkena Serangan Sastra Mendadak]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
  • visibility 988
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di tengah hiruk-pikuk Palembang yang kalau sore macetnya bisa bikin kita sempat merenung soal masa depan, ternyata ada satu acara yang bikin hati adem dan otak waras, yakni Palembang Book Party ke-31. Namun jangan bayangkan ini kayak pesta ultah anak tetangga yang isinya balon dan kue tart.

Karena ini lebih dari sekadar kumpul-kumpul, yang datang bukan cuma pembaca buku sejati, dan bukan pula  pelajar yang baru kenal puisi, tapi pekerja yang bosan baca spreadsheet, sampai penulis lokal yang biasa menyimpan puisinya di notes HP.

Bertempat di Gedung Kesenian Palembang  yang megah dan penuh sejarah, acara ini jadi ajang dua mingguan yang lebih syahdu, inget mantan jadinya… tiba-tiba nonton story kita, ada baca buku bareng, tukar pandang, dan kali ini, ditambah bonus spesial siapa pun boleh baca puisi di depan umum, tanpa takut ditanya sudah sarapan belum? sama  MC-nya.

Ya, jangan salah, bukan cinta karena saling bertatapan waktu baca buku lalu deg-degan, seperti di novel Wattpad. Tapi cinta pada kata-kata, cinta pada kalimat yang tak bisa dibayar pakai e-money. Cinta pada sajak, yang katanya lahir dari rindu yang kelewat deadline.

Itulah yang terjadi di Palembang Book Party ke-31, lokasi -nya Gedung Kesenian Palembang sedikit sakral, dimana kursi tua dan aroma nostalgia bersatu dengan semangat muda yang baru belajar bedain antara Chairil Anwar dan Chairul Tanjung ?.

Biasanya, acara ini cuma sebatas buka buku, baca bareng, terus diskusi mirip rapat RT tapi lebih literer. Tapi kali ini beda. Ada special activity katanya. Bukan senam otak, bukan juga zumba literasi, tapi sesi berpuisi terbuka. Iya,.. siapa aja boleh naik panggung, ngeluarin uneg-uneg, asal jangan sambil ngeluarin tagihan listrik…

Dan ajaibnya, banyak yang naik. Ada pelajar dengan puisi cinta berjudul “Aku, Kamu, dan PR Fisika yang membunuh perasaan.” Ada juga pegawai swasta yang baca puisi berbahasa Inggris dengan logat Palembang yang bikin Shakespeare kebingungan di alam baka, bahkan ada yang bawa puisi sendiri, hasil curhatan malam minggu sendirian ditemani kopi sachet dan kenangan.

Yang gak naik? tenang, mereka juga gak bengong. Mereka mencatat, menulis kutipan, bahkan menempelkan pesan-pesan misterius di kertas note kecil. Ada yang menulis kalimat seperti, “Hidup ini keras, tapi puisimu lembut,” atau “Jangan tanya kenapa aku menangis, tanya saja kenapa kamu tak pernah membaca”.

Sumpah, ini lebih dramatis dari FTV, lebih dari itu, acara ini juga didukung  Dewan Kesenian Palembang, mungkin karena mereka juga sadar kalau sastra tak diberi panggung, maka masyarakat akan terus terjebak pada konten-konten TikTok tanpa makna.

Oleh sebab itu, dengan adanya kolaborasi ini, semoga sastra di Palembang tak cuma jadi pengisi acara 17-an, tapi tumbuh seperti benih-benih harapan yang disiram puisi setiap dua minggu sekali.

Pepatah bilang “Kalau tak pandai berkata-kata, belajarlah dari penyair, mereka bisa membuat patah hati terasa seperti hadiah ulang tahun”. Tengoklah  dari acara ini bisa tahu satu hal penting warga Palembang itu bukan cuma bisa ngamuk soal lampu jalan mati atau jalanan berlubang, tapi juga bisa khusyuk menyimak puisi, berdiskusi soal buku, bahkan menulis kalimat yang lebih tajam dari sindiran mertua, he..he.

Kalau daerah lain sibuk bikin festival musik EDM, Palembang diam-diam bikin festival emosi dalam bait puisi, kalau kota sebelah sibuk bikin lomba selfie pakai batik, Palembang malah asyik meresapi kata-kata seperti “hujan yang turun di bulan Juni”, sebuah metafora dari cinta yang datang terlambat tapi tetap ditunggu.

Kegiatan seperti Palembang Book Party juga, ibarat warung kopi buat jiwa-jiwa literasi, bikin ketagihan, bisa ngobrol bebas, bahkan tak pernah kehabisan bahan, semoga acara ke-32 dan seterusnya makin rame, makin variatif, dan makin banyak yang datang bukan karena penasaran, tapi karena rindu, sebab siapa tahu, di antara tumpukan buku dan bait-bait puisi, kamu menemukan cinta… atau setidaknya, menemukan alasan untuk tidak merasa sendiri.

Di tengah dunia yang makin riuh oleh reels, stories, dan feed yang isinya kadang tak berisi, Palembang Book Party hadir sebagai pengingat bahwa membaca dan menulis masih bisa bikin hati terisi dan ketika puisi mulai dibacakan dari panggung ke panggung, kamu tahu, Palembang sedang tidak main-main dengan kata. Mungkin kelak, sastra bisa menjadi moda transportasi jiwa engantar kamu dari realita ke imajinasi, dari rasa hampa ke makna, karena tak semua yang menyentuh harus terlihat kadang, kata-kata lebih ampuh dari pelukan.

Ibarat dapur umum buat para pemikir, tempat kata-kata dimasak, dipoles, dan disajikan dalam bentuk puisi dan kutipan yang kadang bikin senyum, kadang bikin merenung. Kalau kegiatan ini terus digelar, jangan heran kalau nanti Palembang bukan cuma dikenal dengan pempeknya, tapi juga jadi kota dengan indeks literasi yang bikin iri kota lain.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Duh, Kekerasan Siswa Kembali Terjadi di Banyuasin, Diknas : Pasti Ada Sanksi

    Duh, Kekerasan Siswa Kembali Terjadi di Banyuasin, Diknas : Pasti Ada Sanksi

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.244
    • 0Komentar

    KEKERASAN terhadap siswa kini kembali terjadi di Wilayah Kabupaten Banyuasin tepatnya Kecamatan Rantau Bayur, yang mana salah satu oknum Guru Honorer kelas VII  Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencubit lengan seorang siswa sebanyak 40 kali  hingga memar dikarenakan siswa tersebut lupa mengerjakan tugas rumah (PR). Menurut keterangan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin H. M Yusuf melalui Sulaiman […]

  • Kemnaker Komitmen Menghapus Pekerja Anak, Penarikan Pekerja Anak Sudah Lama Dilaksanakan

    Kemnaker Komitmen Menghapus Pekerja Anak, Penarikan Pekerja Anak Sudah Lama Dilaksanakan

    • calendar_month Sabtu, 12 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.608
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan komitmennya untuk terus berupaya menghapus pekerja anak. Dalam perkembangannya pemerintah sudah melakukan penarikan pekerja anak dari berbagai jenis pekerjaan terburuk sejak 2008. Dalam periode 2008 sampai 2020 terdapat 143.456 pekerja anak yang telah ditarik dari sekitar 1,5 juta pekerja anak yang berumur 10-17 tahun berdasarkan Data survei Sosial Ekonomi Nasional yang […]

  • Alhamdulillah, Selesai 2 Jam, Operasi Bedah Saraf Bunga Berjalan Lancar

    Alhamdulillah, Selesai 2 Jam, Operasi Bedah Saraf Bunga Berjalan Lancar

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.098
    • 0Komentar

    ILHAM dan Ernawati kedua orangtua Bunga Az-Zahra bayi yang baru berumur 59 hari mengidap Meningokel atau kelainan tabung saraf yang langka tampak bernapas lega. Ini setelah Tim Dokter RSUD Sekayu yang berkolaborasi dengan beberapa dokter bedah Palembang, Sabtu (20/6/2020) berhasil melakukan operasi bedah saraf perdana dilakukan RS level Kabupaten/Kota di Sumsel. Butuh waktu sekitar 2,5 […]

  • Terima Kunker LO BNPB Pusat, Bupati Muba : Di Zaman New Normal Masyarakat Muba Diajarkan Hidup Disiplin

    Terima Kunker LO BNPB Pusat, Bupati Muba : Di Zaman New Normal Masyarakat Muba Diajarkan Hidup Disiplin

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 899
    • 0Komentar

    BUPATI Muba Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA menyampaikan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid 19 di Musi Banyuasin bersama Forkopimda dan elemen masyarakat Muba akan terus maksimal dalam upaya pencegahan dan penanganan wabah Covid-19. “Masker bisa mencegah diri kita menularkan virus dan tertular virus. Di jaman new normal kita harus makin disiplin,”kata dia […]

  • Sah Jadi Perda, Apa Itu ?

    Sah Jadi Perda, Apa Itu ?

    • calendar_month Selasa, 18 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.120
    • 0Komentar

    Sekayu – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Prakarsa DPRD Muba tentang Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah Kabupaten Musi Banyuasin serta Raperda tentang penyelenggaraan dan Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang akhirnya disetujui ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Ditandai dengan Penandatanganan Keputusan Bersama antara DPRD Muba dengan Bupati Muba Pada Rapat Paripurna Masa Persidangan III Rapat ke-32 bertempat di Ruang […]

  • Ingat! Masyarakat Sangat Penting Terapkan Protokes, Kasus Covid-19 di Palembang Bertambah Setiap Hari

    Ingat! Masyarakat Sangat Penting Terapkan Protokes, Kasus Covid-19 di Palembang Bertambah Setiap Hari

    • calendar_month Selasa, 6 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 937
    • 0Komentar

    KASUS COVID-19 di Kota Palembang kasus COVID-19 masih bertambah setiap hari Kasus Konfirmasi bertambah 89 kasus dengan total 15.914 Suspek bertambah 47 kasus dengan total 35.931 Probable 157, melansir situs Dinkes Kota Palembang, Selasa [6/7/2021] . Kontak Erat  bertambah 20 kasus dengan total 13.029 Sembuh bertambah 103 orang dengan total 14.212 Meninggal bertambah 1 orang  dengan total […]

expand_less
WordPress Archive Envira Gallery | EXIF Addon Envira Gallery | Featured Content Addon Envira Gallery | Fullscreen Addon Envira Gallery | Gallery Themes Addon Envira Gallery | Lightroom Addon Envira Gallery | NextGEN Importer Addon Envira Gallery – Pagination Addon Envira Gallery | Password Protection Addon Envira Gallery | Pinterest Addon Envira Gallery | Proofing Addon