Minggu, 25 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jasa & Niaga » Kemnaker Komitmen Menghapus Pekerja Anak, Penarikan Pekerja Anak Sudah Lama Dilaksanakan

Kemnaker Komitmen Menghapus Pekerja Anak, Penarikan Pekerja Anak Sudah Lama Dilaksanakan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 12 Jun 2021
  • visibility 2.621
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEMENTERIAN Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan komitmennya untuk terus berupaya menghapus pekerja anak. Dalam perkembangannya pemerintah sudah melakukan penarikan pekerja anak dari berbagai jenis pekerjaan terburuk sejak 2008.

Dalam periode 2008 sampai 2020 terdapat 143.456 pekerja anak yang telah ditarik dari sekitar 1,5 juta pekerja anak yang berumur 10-17 tahun berdasarkan Data survei Sosial Ekonomi Nasional yang dilakukan oleh BPS pada 2019.

Hal ini disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, saat menyampaikan keynote speech pada acara “End Child labour virtual race 2021” yang diselenggarakan oleh ILO dalam rangka World Day Agaisnt Labour 2021secara virtual di Jakarta, Sabtu (12/6/2021).

Menaker Ida menyampaikan bahwa pemerintah memiliki komitmen besar untuk menghapus pekerja anak. Hal ini ditandai dengan ratifikasi Konvensi ILO Nomor 138 mengenai usia minimum untuk diperbolehkan bekerja dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1999.

Selain itu, pemerintah juga memasukkan substansi teknis yang ada dalam Konvensi ILO tersebut dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan.

“Kami di Kementerian Ketenagakerjaan serius dan tegas dalam melakukan berbagai upaya konkrit guna mengurangi pekerja anak di Indonesia,” jelas Menaker Ida.

Berbagai upaya yang akan di lakukan di 2021 ini di antaranya pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama di daerah pedesaan dan pada kelompok rentan, agar peduli pada pemenuhan hak anak dan tidak melibatkan anak dalam pekerjaan berbahaya. Hal ini dilakukan di antaranya melalui supervisi ke perkebunan kelapa sawit dan perkebunan tembakau.

Kedua, langkah-langkah koordinasi dan asistensi untuk mengembalikan anak-anak ke Pendidikan, dengan menggunakan berbagai pendekatan.

Ketiga, memberikan pelatihan pada pekerja anak dari Kelompok Rentan (Putus Sekolah dan Keluarga Miskin) dalam program pelatihan berbasis komunitas dan pemagangan pada lapangan pekerjaan.

Keempat, memfasilitasi intervensi bantuan sosial atau pelindungan sosial pada Kelompok /Buruh dan keluarga miskin yang terdampak Covid-19 yang memiliki kerentanan terhadap anggota keluarga untuk menjadi pekerja anak.

Kelima, melakukan supervisi/pemeriksaan ke perusahaan yang diduga mempekerjakan anak.

Keenam, melakukan sosialisasi/penyebarluasan informasi norma kerja anak kepada stake holder. Dan langkah terakhir, pencanangan zona/ kawasan bebas pekerja anak di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat.

Menaker Ida mengakui, saat ini masih ada anak di Indonesia yang belum memperoleh hak mereka secara penuh, terutama bagi anak yang terlahir dari keluarga prasejahtera.

“Ketidakberdayaan ekonomi orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga memaksa anak-anak terlibat dalam pekerjaan yang membahayakan atau bahkan terjerumus dalam bentuk-betuk pekerjaan terburuk untuk anak yang sangat merugikan keselamatan, kesehatan, dan tumbuh kembang anak,” katanya.

Menaker Ida memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pihak atas partisipasinya dalam penanggulangan pekerja anak, serta mengajak Instansi terkait dan seluruh komponen masyarakat, untuk bersama-sama mendukung penanggulangan pekerja anak secara nasional.

“Stop pekerja anak! Mari dukung upaya Pemerintah dengan meningkatkan kepedulian kepada anak-anak sekitar kita,” tegas Ida.

Sementara itu, Dirjen Binwasnaker & K3, Haiyani Rumondang, menambahkan, pekerja anak yang telah berhasil ditarik dari dunia kerja kemudian ditindaklanjuti ke dunia Pendidikan yaitu Pendidikan formal (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA), pendidikan non formal (paket A, paket B, paket C, dan pesantren).

“Program pelatihan telah bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di tingkat Provinsi, Kementerian Sosial, Dinas Sosial di tingkat Provinsi, Kementerian Agama, Kantor Wilayah Agama Provinsi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),” ungkap Haiyani.Kemnaker (***)

Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sebelum Melangkah ke KPU, Paslon Harnojoyo-Fitrianti Agustinda Sholat Dhuha

    Sebelum Melangkah ke KPU, Paslon Harnojoyo-Fitrianti Agustinda Sholat Dhuha

    • calendar_month Selasa, 9 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.676
    • 0Komentar

    “Kita awali hari ini dengan berserah diri kepada Allah, minta Ridho Allah,”

  • Besok,Dodi Reza Diganjar Penghargaan Pelayanan Publik dari Kemenpan-RB

    Besok,Dodi Reza Diganjar Penghargaan Pelayanan Publik dari Kemenpan-RB

    • calendar_month Senin, 26 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 985
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali mendapat sorotan kali ini dari penilaian Tim Evaluasi Layanan Publik Se -Indonesia oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Dari hasil Tim tersebut  tersebut salah satunya yang menuai prestasi membanggakan yakni Pemkab Muba dibawah kepemimpinan  Bupati Muba  Dodi Reza Alex Noerdin, Tim […]

  • Tak Harus Tanam Pohon, 4 Cara Anak Muda Bisa Ikut Jaga Hutan dari Cabai hingga Cegah Karhutla

    Tak Harus Tanam Pohon, 4 Cara Anak Muda Bisa Ikut Jaga Hutan dari Cabai hingga Cegah Karhutla

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Apa hubungan 100 benih cabai, hutan bambu, Gunung Dempo, dan latihan menghadapi kebakaran hutan dan lahan? Sekilas, keempatnya seperti tidak berkaitan. Namun bagi empat anak muda yang berbagi pengalaman dalam sesi Youth Talk Forest Youthverse (FYV) Resilience Sumatera Selatan, semuanya bertemu pada satu hal: kepedulian terhadap hutan tidak cukup hanya disimpan sebagai pengetahuan, […]

  • Produk Kerajinan UP2K Pali

    Produk Kerajinan UP2K Pali

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    SETELAH melaksanakan kunjungan kerja PKK ke kota Prabumulih pada Senin lalu, berikutnya Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia Herman Deru didampingi Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya dan tim melakukan kunjungan kerja PKK ke kabupaten Pali, Selasa (15/10) siang. Kunjungan kerja dilaksanakan sebagai pembinaan program PKK dan verifikasi lomba 10 program pokok […]

  • HIPMI Tak Bakal Pecah Gara-gara Politik

    HIPMI Tak Bakal Pecah Gara-gara Politik

    • calendar_month Senin, 10 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 766
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Pengusaha Erick Thohir akhirnya dipilih sebagai Ketua Tim Sukses Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin. Dengan demikian, Erick Thohir akan pecah kongsi dengan Sandiaga Uno dalam perhelatan Pilpres 2019 mendatang. Terkait hal tersebut, banyak kabar beredar bahwa suara Hipmi akan terpecah. Ketua Bidang Organisasi Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Anggawira, mengatakan […]

  • “Dapur Bukan Sekadar Tempat Masak, Bro! Di Sana Ada Masa Depan Ekonomi Sumsel”

    “Dapur Bukan Sekadar Tempat Masak, Bro! Di Sana Ada Masa Depan Ekonomi Sumsel”

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.911
    • 0Komentar

    “BU, sambel kok pedes nian hari ini?”“Lha…, wong lagi ngomongin ekonomi, Nak… mana ado ekonomi yang gak pedes sekarang…” ia ya….! Begitulah percakapan singkat klasik di dapur rumah bu Yanti, emak-emak PKK yang kalau masak, aromanya bisa bikin tetangga sebelah salah fokus waktu nyetrika. Tapi hari itu bukan cuma bawang yang digoreng, ide pun ikut […]

expand_less
WordPress Archive eCare – Elderly & Health Care Elementor Template Kit eClass – Learning Management System eClassify – Classified ads Buy and Sell Marketplace Flutter App with Laravel Admin Panel eClipse – Photography Portfolio WordPress Theme Eco Nature – Environment & Ecology WordPress Theme Eco Press – Nature, Ecology & NGO WordPress Theme Eco Recycling – Ecology & Nature WordPress Theme EcoClean – House Cleaning Company WordPress Theme eCode WP – Multipurpose WooCommerce Elementor Theme EcoGrow – Green Farming & Agriculture WordPress Theme