Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » Sujud Terakhir di Tanah Haram, Peluk Pertama di Tanah Air

Sujud Terakhir di Tanah Haram, Peluk Pertama di Tanah Air

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
  • visibility 706
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Suasana di Asrama Haji Palembang pagi kemarin seperti pasar kaget yang disiram air zam-zam, tangis haru, tawa riang, peluk cium, dan sandal jepit yang entah milik siapa berserakan jadi satu dalam adukan rindu yang tak bisa ditakar pakai timbangan digital.

Sebanyak 368 jamaah haji dari Kabupaten OKU Timur, yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 1 Debarkasi Palembang, akhirnya menginjak tanah air, tanah gatal karena sejak tadi mereka duduk sempit di pesawat setelah menunaikan ibadah haji yang bukan cuma ibadah, tapi juga perjalanan batin, logistik, dan kadang perjuangan rebutan lift di hotel.

Yang menyambut mereka bukan siapa-siapa, tapi orang yang cukup siapa untuk berdiri di podium Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Edward Candra, ia datang mewakili Gubernur Herman Deru, yang katanya sedang dinas ke luar kota, entah kota nyata atau kota yang hanya muncul saat ditanya wartawan.

Dengan mikrofon di tangan dan peci miring penuh wibawa, Edward menyambut para tamu Allah seperti menyambut pahlawan dari perang spiritual. “Selamat datang kembali ke Tanah Air. Selamat kembali ke rumah masing-masing. Insya Allah bapak/ibu pulang membawa predikat haji mabrur,” ujarnya, sambil melirik kiri-kanan memastikan tidak ada jamaah yang masih jet lag dan mengira dia pemandu tur.

Di tengah barisan koper-koper besar bertuliskan nama-nama desa, ada Ibu Rasimah (61), jamaah asal Belitang. Wajahnya cerah meski sempat “nyasar” di bandara Jeddah karena mengikuti rombongan negara lain gara-gara tasnya mirip. “Saya kira itu rombongan dari OKU juga, lha kok pas azan mereka sujud ke arah lain,” tuturnya sambil tertawa, memperlihatkan gigi palsu yang baru dipasang sebelum berangkat.

Ada pula Pak Darlan (68), pensiunan guru yang bercerita bagaimana ia sempat menjadi “imam dadakan” di Mekkah karena suaranya lantang. “Padahal niatnya cuma ngingetin kawan wudu, eh malah dikira ustaz,” ujarnya dengan tawa yang khas, seperti suara saringan teh bergetar.

Haji bukan sekadar ibadah, ia adalah pertemuan antara niat, logistik, stamina, dan kadang kebetulan. Ada yang bawa lima pasang kaus kaki tapi lupa bawa obat masuk angin. Ada yang sibuk ngitung pahala, tapi lupa bawa celana dalam cadangan.

Namun begitulah, “hidup itu seperti naik haji banyak tantangan, tapi kalau niat lurus, Insya Allah sampai”.

Sekda Edward dalam sambutannya tak hanya menyampaikan ucapan selamat datang, tapi juga menaruh harapan bahwa para jamaah haji ini akan menjadi agen kebaikan di lingkungannya. “Pulang bukan cuma bawa air zam-zam dan sajadah dari toko dekat Masjidil Haram, tapi juga bawa akhlak yang harum dan amal yang terus mengalir,” ucapnya.

Di belakang panggung sambutan, panitia sibuk membagikan konsumsi, mengangkat koper, dan mencari sandal yang tiba-tiba tidak berjodoh lagi dengan pasangannya. Memang benar kata pepatah.”Pergi haji itu membawa keberkahan, tapi pulang dari haji harus siap kehilangan sandal”.

Fenomena menarik lainnya adalah banyaknya jamaah yang pulang membawa kenangan dan niat baru. Ada yang ingin bangun musala, ada yang ingin jadi lebih sabar menghadapi menantu, dan ada juga yang berniat tidak marah-marah lagi di pasar.

Bagi masyarakat OKU Timur, ini bukan sekadar kepulangan. Ini adalah momen syahdu seperti sawah yang baru panen  hasilnya tak hanya padi, tapi juga harapan baru, begitulah haji ibadah yang berat di awal, ringan di hati, dan selalu bikin rindu datang lagi.

Sambutan Sekda Sumsel ini bukan cuma formalitas, namun  pengakuan bahwa jamaah haji bukan hanya kembali dengan koper dan kurma, tapi dengan hati yang lebih lapang dan kepala yang (setidaknya sementara) lebih dingin.

Dan kalaupun nanti ada yang lupa niatnya di bandara atau salat subuhnya bolong karena jet lag, ya itu urusan pribadi. Yang penting, semangat dan berkahnya menyebar, seperti aroma rendang di pagi lebaran. Selamat datang, para tamu Allah. Tanah air menyambutmu, dengan segala kerinduan dan sandal jepit cadangan.

Dari balik senyum yang merekah, dari sandal yang hilang sebelah, dan dari air zam-zam yang kini dimasukkan ke dalam teko di meja tamu, kita belajar bahwa haji bukan hanya perjalanan fisik, tapi perjalanan hati.

Orang-orang biasa dari desa, dari pelosok sawah dan lorong gang, kini pulang dengan gelar yang mulia haji dan hajjah. Tapi lebih dari itu, mereka pulang membawa perubahan kecil lebih sabar, lebih ramah, lebih ringan tangan bantu tetangga, meski tetap ngopi pagi sambil ngerumpi.

Di tengah gegap gempita penyambutan, peluk-peluk haru, dan aroma rendang bekal dari rumah, kita melihat wajah Sumsel yang penuh berkah, karena ketika yang pulang dari haji bukan cuma membawa sajadah, tapi juga semangat memperbaiki diri dan lingkungan, maka sesungguhnya kampung pun ikut naik haji secara spiritual.

Kata orang bijak, “Kalau tak sanggup ke Tanah Suci, cukup sambut yang pulang dengan hati suci karena doa haji mabrur itu, kadang mampir lewat senyum dan salam yang tulus”. Jadi, sambutlah mereka. Jangan cuma tanya, Oleh-olehnya mana? tapi tanya juga, doanya udah sampai ke kita, belum?”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berkat ‘Grab Lawan Opik’ Pelaku Order Fiktif Dibekuk Polisi

    Berkat ‘Grab Lawan Opik’ Pelaku Order Fiktif Dibekuk Polisi

    • calendar_month Senin, 19 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.321
    • 0Komentar

    Melaporkan tindak kecurangan yang tak hanya terjadi pada mitra pengemudi, tetapi juga penumpang.

  • Seorang Peternak di Pagaralam Laporkan PT Super Unggas Jaya, Apa Masalahnya ?

    Seorang Peternak di Pagaralam Laporkan PT Super Unggas Jaya, Apa Masalahnya ?

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.541
    • 0Komentar

    SEORANG peternak di Kota Pagaralam melaporkan PT Super Unggas Jaya ke Polsek Dempo Selatan, Sumsel, karena diduga melanggar  kesepakatan kerjasama kepada mitra. Delta Peternak Ayam di Dusun Meringang Kecamatan Dempo Selatan mengatakan, pihaknya merasa sangat dirugikan akibat diputusnya kontrak kerjasama secara sepihak ini, sebab diawal  sudah ada perjanjian kontrak kerja atau MoU. “Dalam kontrak kerja […]

  • Sekarang Terus Dikembangkan, Polda Jateng Berhasil Tangkap Tiga Orang Tersangka Terkait Kasus Tindak Pidana Perdagangan Anak

    Sekarang Terus Dikembangkan, Polda Jateng Berhasil Tangkap Tiga Orang Tersangka Terkait Kasus Tindak Pidana Perdagangan Anak

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 756
    • 0Komentar

    POLDA Jawa Tengah berhasil membongkar praktik perdagangan anak di bawah umur yang dijual ke sebuah tempat karaoke di Kota Tegal. Ditreskrimum Polda Jateng berhasil meringkus menangkap tiga orang tersangka terkait kasus perdagangan anak tersebut. Direskrimum Polda Jateng, Kombes Pol. Djuhandani Puro Rahardjo menjelaskan bahwa kasus perdagangan anak yang terjadi di Kota Tegal itu sempat menghebohkan […]

  • Motivasi Peserta SKB CPNS Provinsi Sumsel

    Motivasi Peserta SKB CPNS Provinsi Sumsel

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 869
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya secara resmi membuka Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Pemerintah Provinsi Sumsel formasi tahun 2019 di Ruang Serbaguna CAT Kantor Regional VII BKN Palembang, Rabu (9/9/2020). Pada kesempatan itu Wagub memberikan motivasi kepada seluruh peserta SKB CPNS untuk dapat melaksanakan ujian secara baik dan maskimal, sehingga ujian ini dapat diselesaikan […]

  • Geopark Ijen, Laboratorium Alam yang Hidup di Jawa Timur

    Geopark Ijen, Laboratorium Alam yang Hidup di Jawa Timur

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.273
    • 0Komentar

    – Fenomena Blue Fire, Kawah Toska, Tradisi Penambang Belerang, dan Wisata Edukasi Berbasis Konservasi Mendunia ADA tempat di bumi yang bisa bikin ilmuwan, traveler, dan fotografer klepek-klepek sekaligus, jawabannya ada di Jawa Timur. Geopark Ijen bukan sekadar gunung berapi, tapi panggung alam raksasa, kawah hijau toska yang bikin takjub, api biru langka yang cuma ada […]

  • CATATAN PINGGIR : Tua & Teknologi [Aplikasi Baru, Otak Jadi Ngebug]

    CATATAN PINGGIR : Tua & Teknologi [Aplikasi Baru, Otak Jadi Ngebug]

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.307
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Tua itu, katanya sih, bikin kita makin bijak. Tapi kenyataannya? Makin tua, makin sering kita bengong depan HP kayak lagi nunggu wangsit. Teknologi makin canggih, otak malah makin sering error. Coba buka aplikasi buat pesan makanan, eh yang muncul malah diskon alat pijat listrik dan tiket konser K-pop. Lah, kita cuma mau beli […]

expand_less
WordPress Archive EDD Donation & Tip EDD for AMP EDD Variable License Expiration Dates Edel – Luxury Jewelry Elementor Template Kit Edelweiss – Yoga & Meditation Elementor Template Kit Edema | Wellness & Spa WordPress Theme Edge Decor | A Modern Gardening & Landscaping WordPress Theme Edge Decor | Gardening & Landscaping WordPress Theme Edia – Blog & Magazine Elementor Template Kit eDigit WP – Multi-purpose Elementor WooCommerce Theme