Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Geopark Ijen, Laboratorium Alam yang Hidup di Jawa Timur

Geopark Ijen, Laboratorium Alam yang Hidup di Jawa Timur

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • visibility 1.287
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

– Fenomena Blue Fire, Kawah Toska, Tradisi Penambang Belerang, dan Wisata Edukasi Berbasis Konservasi Mendunia

ADA tempat di bumi yang bisa bikin ilmuwan, traveler, dan fotografer klepek-klepek sekaligus, jawabannya ada di Jawa Timur. Geopark Ijen bukan sekadar gunung berapi, tapi panggung alam raksasa, kawah hijau toska yang bikin takjub, api biru langka yang cuma ada dua di dunia, sampai penambang belerang yang gagahnya kayak superhero tanpa jubah.

Kalau biasanya orang ke gunung cuma buat selfie, di Ijen lo bisa dapet paket lengkap belajar geologi, biologi, budaya, sampai pelajaran hidup tentang tanggung jawab menjaga alam.

Geopark Ijen bukan sekadar destinasi wisata. Ia adalah laboratorium alam hidup yang udah berjalan jutaan tahun, dari sisi geologi, kawahnya terbentuk dari aktivitas vulkanik ekstrem. Danau kawah Ijen dikenal sebagai yang paling asam di dunia, warnanya hijau toska, cantik banget, tapi jangan coba-coba nyicip, bisa bikin perut langsung protes keras.

Keanekaragaman hayati di kawasan ini juga keren, Ada 14 jenis flora, 27 jenis fauna, dan 6 mamalia yang jadi penghuni tetap. Jadi kalau lo lagi trekking terus tiba-tiba ketemu lutung yang ngeliatin lo kayak dosen waktu ujian, itu tandanya lo lagi benar-benar di rumah mereka.

Budayanya? Lebih kaya lagi, kehidupan penambang belerang yang setiap hari mengangkut 70-an kilo dari kawah jadi bukti nyata bagaimana manusia bisa bertahan hidup dengan alam, meski harus berdampingan dengan bahaya.

Nah, ini dia yang paling bikin Geopark Ijen viral fenomena Blue Fire. Api biru ini muncul karena gas belerang terbakar ketika ketemu oksigen dengan suhu super tinggi. Hasilnya? Pemandangan kayak efek film Hollywood, tapi asli tanpa CGI.

Masalahnya, banyak traveler yang datang cuma ngejar foto “Instagramable”. Padahal di balik cahaya biru itu ada risiko kesehatan, ada kerja keras penambang, ada tanda kalau Gunung Ijen masih aktif, jadi, foto boleh, tapi jangan sampai lupa mikir.

Traveling itu enak, tapi harus ada etika, jangan sampai lo datang ke Ijen, tapi ninggalin sampah kayak abis pesta tahun baru. Ingat, sustainable tourism itu kuncinya, nikmati alam, tapi jangan rusak.

Aturannya sederhana bawa sampah turun, jangan titip ke alam. Jangan maksa foto di area berbahaya, nyawa nggak bisa di-filter kayak Instagram. Hormati penambang, mereka bukan objek wisata, tapi manusia yang lagi kerja keras.

Pepatah lama bilang, alam itu bukan warisan nenek moyang, tapi titipan anak cucu, kalau lo bikin rusak sekarang, generasi setelah lo cuma bisa lihat Ijen di Google Maps.

Selain jadi laboratorium alam, Geopark Ijen juga nyumbang gede ke ekonomi lokal. Ada event Tour de Banyuwangi Ijen buat pecinta sepeda, dan Ijen Green Trail Run buat pelari yang doyan tantangan. Wisatawan datang, homestay rame, kuliner laris, ekonomi masyarakat ikut naik.

Artinya, wisata di Ijen nggak cuma bikin traveler senang, tapi juga kasih rezeki buat warga sekitar. Win-win solution kalau dijalankan dengan bijak.

Kombinasi unik

Jadi, geopark Ijen itu contoh nyata bahwa pariwisata bisa jalan seiring sama konservasi, tapi syaratnya jelas semua pihak harus tanggung jawab, misalnya tanpa konservasi, alam rusak, wisata hilang, selain itu tanpa edukasi,  wisatawan jadi beban, bukan berkah dan terakhir tanpa keterlibatan masyarakat lokal sehingga yang untung cuma investor besar, rakyat cuma jadi penonton nantinya.

UNESCO sudah ngasih pengakuan dengan status Global Geopark pada Mei 2023. Itu kayak nilai A+ buat Indonesia, tapi tetap harus dijaga biar nggak turun jadi nilai D gara-gara ulah kita sendiri.

Oleh sebab itu, kalau orang Jawa bilang, alon-alon waton kelakon, pelan-pelan asal sampai. Di Ijen, maknanya bisa jadi nikmati perlahan, jaga langkah, hargai alam, jangan jadi traveler yang cuma viral sehari, tapi ninggalin kerusakan untuk seribu tahun.

Keren itu bukan soal punya foto estetik di Blue Fire, keren itu kalau lo bisa cerita ke temen, “Gue udah ke Ijen, nikmatin alamnya, belajar dari penambangnya, dan gue pulang tanpa ninggalin jejak buruk”

Geopark Ijen adalah kombinasi unik antara keindahan, ilmu, budaya, dan tantangan, dia ngajarin kita banyak hal tentang sejarah bumi, tentang ketangguhan manusia, dan tentang tanggung jawab menjaga alam.

Jadi, kalau lo lagi nyari destinasi yang bikin mata terpesona, hati tersentuh, otak tercerahkan, sekaligus dompet warga lokal ikut terisi jawabannya jelas, yakni Geopark Ijen, laboratorium alam yang hidup.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UIN Raden Mas Said Tuan Rumah,  AICIS 2021 Akan Bahas Reaktualisasi Fikih dan Kebijakan Publik di Era Global

    UIN Raden Mas Said Tuan Rumah, AICIS 2021 Akan Bahas Reaktualisasi Fikih dan Kebijakan Publik di Era Global

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 848
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama kembali menggelar Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS). Gelaran kali ke-20 ini berlangsung di Kota Surakarta dengan tuan rumah UIN Raden Mas Said. AICIS 2021 ini mengusung tema “Islam in a Changing Global Context: Rethinking Fiqh Reactualization and Public Policy”. Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani menuturkan bahwa AICIS ke-20 akan dibuka […]

  • Muba Old Star VS Camat, Hasilnya…

    Muba Old Star VS Camat, Hasilnya…

    • calendar_month Jumat, 15 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.183
    • 0Komentar

    JAJARAN Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui kesebelasan Muba Old Star menekuk 5-3 PS Camat, di Stadion Serasan Sekate Sekayu, Kamis (14/1/2021). Dalam pertandingan persahabatan ini, Muba Old Star diperkuat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi dan Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SIK gabungan Kepala Perangkat Daerah Muba, sementara Kesebelasan Camat sebagai kaptennya […]

  • Berlaku Mulai Hari Ini, PPKM Jawa-Bali Diperpanjang hingga 16 Agustus 2021

    Berlaku Mulai Hari Ini, PPKM Jawa-Bali Diperpanjang hingga 16 Agustus 2021

    • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 631
    • 0Komentar

    KEBIJAKAN Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali akhirnya menunjukkan capaian yang positif. Dalam beberapa pekan terjadi tren penurunan kasus yang signifikan mencapai 59 persen. Namun guna lebih memberikan dampak penurunan kasus jangka panjang dan uji coba upaya pelonggaran, pemerintah memutuskan memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4 hingga […]

  • Dorong Industri Sawit Berkelanjutan, Muba Ajak Petani dan Perusahaan Diskusi

    Dorong Industri Sawit Berkelanjutan, Muba Ajak Petani dan Perusahaan Diskusi

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    “Selain itu juga pembentukan pusat unggulan komoditi lestari dengan fokus pada karet dan kelapa sawit. Pusat unggulan tersebut diharapkan akan mendorong peningkatan produksi, pengolahan dan pemasaran dari komoditas dengan bertumpu pada penerapan platform good agricultural practices (GAP) dan verified sourching area (VSA),”

  • Kementerian PPPA RI Kasih Penghargaan APE untuk Palembang

    Kementerian PPPA RI Kasih Penghargaan APE untuk Palembang

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 844
    • 0Komentar

    MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia (RI), Bintang Puspayoga sampaikan apresiasinya atas upaya yang terus dilakukan Pemerintah Daerah terkait penyetaraan gender, tak terkecuali juga untuk Pemerintah Kota Palembang. Dalam hal ini, Pemerintah Kota Palembang secara langsung menerima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2020 dari Kementeriaan PPPA kategori Pratama dalam kriteria Kepedulian Kepala Daerah […]

  • Resmikan Kampus Baru UIN Raden Fatah & Rumah Moderasi Beragama, Menag Tekankan 3 Pesan Penting, Ingat !!!

    Resmikan Kampus Baru UIN Raden Fatah & Rumah Moderasi Beragama, Menag Tekankan 3 Pesan Penting, Ingat !!!

    • calendar_month Senin, 24 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 927
    • 0Komentar

    MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas meresmikan sembilan gedung baru di Kampus B dan Rumah Moderasi Beragama Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Senin (24/5/2021). Dalam kesempatan tersebut, Menag menekankan tiga pesan yang harus dicamkan civitas academica UIN Raden Fatah Palembang. “Pertama, jangan ada korupsi di lingkungan kampus. Kedua, jangan ada plagiat. Dan ketiga, semua […]

expand_less
WordPress Archive Dhora – Movie Production & Film Studio WordPress Theme DHPopup – Popup Builder for WPBakery Page Builder DHVC Form DHVC Form – WordPress Form for WPBakery Page Builder DHWCLayout – Woocommerce Products Layouts Dicor - Concrete Service Elementor Template Kit Diego – Creative Personal Portfolio & Resume WordPress Theme Dietitian – Nutrition Health Professionals WordPress Theme Digeco – Startup Agency WordPress Theme Digency – Multi-Purpose Portfolio WordPress Theme