Jumat, 4 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Simbol Jari dalam Politik

Simbol Jari dalam Politik

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 10 Jan 2019
  • visibility 5.938
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DALAM pandangan sosiolinguistik, bahasa digunakan sehari-hari oleh siapa saja dalam transaksi apa saja sebagai alat komunikasi antarmanusia, yang dicirikan dengan penggunaan simbol-simbol lisan dan tertulis secara acak (arbitrer) sesuai makna yang diterima masyarakat penutur.

Bahasa dipandang sebagai suatu sistem yang berkaitan dengan struktur masyarakat yang tidak terlepas dari ciri-ciri penutur dan dari nilai-nilai sosiobudaya yang dipatuhi oleh penutur itu sendiri. Bahasa dipandang sebagai tingkah laku sosial (social behavioris) yang dipakai dalam berkomunikasi.

Di dalam kegiatan berkomunikasi, masyarakat bisa menggunakan komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal atau lebih dikenal dengan nama bahasa isyarat. Komunikasi verbal adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral).

Sementara, komunikasi nonverbal ialah merupakan kebalikan dari komunikasi verbal yakni suatu proses komunikasi atau penyampaian pesan maupun informasi yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain tanpa adanya suatu ucapan atau kata-kata, tetapi caranya menggunakan gerakan atau isyarat.

Penggunaan bahasa isyarat ini untuk mendukung ataupun memperkuat bahasa komunikasi lisan. Salah satu jenis dari bahasa nonverbal itu adalah bahasa tubuh. Artinya, berkomunikasi menggunakan anggota tubuh mananusia, termasuk penggunaan jari tangan manusia.

Bahasa juga berhubungan dengan tanda dan makna. Dalam ilmu linguistik disebutdengan ilmu semiotik dan semantik. Semiotika berasal dari kata Yunani: semeion, yang berarti tanda. Menurut Piliang (1998:262). penjelajahan semiotika sebagai metode kajian ke dalam berbagai cabang keilmuan ini dimungkinkan karena ada kecenderungan untuk memandang berbagai wacana sosial sebagai fenomena bahasa.

Bila seluruh praktik sosial dapat dianggap sebagai fenomena bahasa, semuanya dapat juga dipandang sebagai tanda. Hal ini dimungkinkan karena luasnya pengertian tanda itu sendiri akhir-akhir ini ada hal menarik yang menjadi perhatian masyarakat tentang simbol atau tanda penggunaan jari. Acungan satu jari dan dua jari menjadi multitafsir.

Interpretasimakna pun berbeda-beda, tergantung pemakna dan konteks yang menjadi permasalahannya. Suasana politik menjelang pemilihan presiden yang akan datang, simbol satu jariataupun dua jari menjadi isu yang sangat sensitif.

Dari kedua simbol jari tersebut, apa pun bisa menjadi isu yang ‘digoreng’ untuk kepentingan politik. Orang yang mengacungkan jarinya, baik satu jari  maupun dua jari akan berurusan dengan hukum kalau tidak pada konteksnya. Seperti dari pemberitaan di media yang lagi hangat, seorang gubernur dipanggil Bawaslu akibat mengacungkan dua jarinya .

Pada sebuah acara partai pendukung salah satu calon presiden. Begitu juga pemberitaan yang lain, seorang pembantu presiden (menteri) dilaporkan telah melanggar aturan kampanye. Itupun dikarenakan bahasa isyarat satu jari. Saling lapor terjadi akibat simbol acungan jari ini.

Acungan jari, baik satu jari maupun dua jari menjadi fenomena yang menarik ketika dikaitkan dengan situasi politik. Dalam ajang pemilihan kepala dari tingkat daerah hingga Negara (presiden) selalu berkaitan dengan nomor urut peserta calon. Seperti calon presiden yang hanya diikuti oleh dua calon, maka nomor satu dan dua inilah yang menjadi simbol kedua calon.

Simbol satu jari ataupun simbol dua jari mempermudah kedua calon berkomunikasi untuk menarik massa pendukung. Di sinilah kekuatan simbol jari sebagai Bahasa isyarat pemikat calon pemilih. Oleh karena itu, seseorang yang dianggap dapat menarik massa pendukung salah satu calon akan berurusan dengan hukum saat mengacungkan jarinya bukan pada situasi dan konteks yang ada.

Namun demikian,massa yang berkumpul dengan mengangkat jarinya (satu atau dua jari) tanpa ada yang menyuruh pun akan dianggap berkaitan dengan isu politik. Itulah kegamangan politik terhadap simbol satu atau dua jari. Semoga damai.[**]

 

Penulis :  Dr. Darwin Effendi, M.Pd.

Dosen Universitas PGRI Palembang

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil Listrik Ditarik Kerbau, Inovasi Pulang Kampung versi Mang Mat

    Mobil Listrik Ditarik Kerbau, Inovasi Pulang Kampung versi Mang Mat

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 586
    • 0Komentar

    SAAT ini dunia tengah sibuk ngomongin mobil listrik dengan teknologi regeneratif braking dan stasiun pengisian EV tercepat di Asia, Mang Mat punya cerita lain, dan cukup menarik, bahkan bikin tetangga sebelah penasaran, yakni mobil listrik murah hasil lelang dinas yang ditarik kerbau buat mudik ke Betung. “Ide ini bukan gagal teknologi, tapi sukses beradaptasi dengan […]

  • Pasien 04 Positif Covid-19 Pagar Alam Meninggal Dunia Di RSUD Besemah

    Pasien 04 Positif Covid-19 Pagar Alam Meninggal Dunia Di RSUD Besemah

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.208
    • 0Komentar

    SETELAH beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah Kota Pagar Alam pasien 04 positif Covid-19 dinyatakan meninggal dunia. Juru bicara gugus tugas penanganan Covid -19 Kota Pagar Alam  Samsul Bahri Burlian (11/07/2020). membenarkan kabar ini, ia mengatakan pasien 04 meninggal dunia hari ini kurang lebih Pukul 09.04 WIB. Namun selain dinyatakan positif […]

  • Menlu Retno jelaskan 3 bentuk upaya ASEAN untuk capai tujuan SDG

    Menlu Retno jelaskan 3 bentuk upaya ASEAN untuk capai tujuan SDG

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.287
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, New York, Amerika Serikat – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG) Summit di Mabes PBB di New York (18/09). Dalam KTT tersebut, Menlu RI menyampaikan Pernyataan Bersama atas nama ASEAN, dilanjutkan dengan pernyataan nasional Pemri. Untuk Pernyataan Bersama atas nama ASEAN, di […]

  • Di HUT ke – 63, BSB Ajak Nasabah & Karyawan di Babel Bangun Kebiasaan Baru di Masa Pandemi

    Di HUT ke – 63, BSB Ajak Nasabah & Karyawan di Babel Bangun Kebiasaan Baru di Masa Pandemi

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.213
    • 0Komentar

    MANAJEMEN Bank Sumsel Babel sebulan yang lalu berkunjung ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung [Babel]. Dalam kunjungan tersebut, tak lain guna menggenjot sosialisasi QRIS [ Quick Response Code Indonesian Standart/ (QRIS)]  sebagai  alat transaksi pembayaran saat berbelanja, selain itu  ikut membantu pemerintah daerah di Kepulauan Bangka Belitung dalam mendorong dan memulihan ekonomi daerah. Target utama pengguna QRIS sendiri, […]

  • Melawan Pandemi Covid-19, Banyak Pihak Dilibatkan Termasuk Ulama & Santri

    Melawan Pandemi Covid-19, Banyak Pihak Dilibatkan Termasuk Ulama & Santri

    • calendar_month Sabtu, 23 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 757
    • 0Komentar

    MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan perjuangan melawan pandemi COVID-19 bukanlah perjuangan pemerintah semata. Perjuangan ini melibatkan banyak pihak dan elemen masyarakat, termasuk para santri dan ulama. “Peran tersebut di antaranya dilakukan para santri dan ulama yang berkontribusi besar, khususnya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait disiplin protokol kesehatan dan pentingnya vaksinasi.” ujar […]

  • Selamat Hari Pahlawan, 10 November 2020

    Selamat Hari Pahlawan, 10 November 2020

    • calendar_month Selasa, 10 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.350
    • 0Komentar

    PERJUANGAN sebuah bangsa adalah yang sesuai dengan zamannya. Jika dulu para pahlawan negeri ini berjuang melawan penjajah, maka saat ini kita berjuang melawan COVID-19. Jika dulu perjuangan para pahlawan mengangkat senjata demi mencapai Indonesia yang merdeka. Kini perjuangan kita adalah dengan #PakaiMasker #JagaJarak #CuciTanganPakaiSabun Bersama lindungi diri dan lindungi negeri. Selamat Hari Pahlawan 10 November […]

expand_less
WordPress Archive Ultimate WPBakery Page Builder Pricing Tables UltimateYou – Health Coach Elementor Template Kit Ultra Portfolio – WordPress UltraViolette – Design Portfolio WordPress Theme UMarket – Digital Marketing Elementor Template Kit Umbala – Fashion & Clothing Store WooCommerce Theme Umberto – Mushroom Farm & Organic Products Store WordPress Theme Umeå – Furniture Store WordPress Theme Umeno – Multipurpose WooCommerce Theme Unbound – Charity & Nonprofit Elementor Template Kit