Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Kebahasaan Puisi Chairil Anwar Tak Lekang Ditelan Waktu

Kebahasaan Puisi Chairil Anwar Tak Lekang Ditelan Waktu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 21 Mar 2019
  • visibility 2.546
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Berpuisilah. Karena dengan berpuisi, manusia yang lain mampu mengerti bahwa semua perasaan yang ada, tak selalu perlu dipahami.” 

KUTIPAN  di atas  merupakan salah satu ucapan dalam memperingati Hari Puisi Sedunia. Di Indonesia, membicarakan puisi pasti tidak terlepas dari nama Chairil Anwar. Seperti membicarakan prosa, akan dikaitkan dengan Idrus. Karya-karya puisi Chairil mulai lahir semenjak pendudukan Jepang di Indonesia, tahun 1942, yakni puisi berjudul Nisan dan Penghidupan. Dari siswa sekolah dasar hingga mahasiswa di perguruan tinggi masih sering mengapresiasi karya-karya Chairil dari sudut pandang masing-masing. Perlombaan baca puisi pun sering mengangkat puisi karyanya, seperti puisi yang sangat fenomenal “Aku”.

Setelah kedatangan penjajah Jepang, bahasa Belanda pun digantikan dengan bahasa Jepang. Namun, masih berproses sehingga dalam masa peralihan bahasa tersebut Pemerintah Jepang membentuk Komite Bahasa Indonesia, salah satu pengurusnya Sutan Takdir Alisjahbana. Kondisi ini menguntungkan perkembangan bahasa Indonesia dan mulai mendapat respons positif dari para penyair pada masa itu, termasuk Chairil.  Akan tetapi, Chairil tidak puas dengan kosakata bahasa Indonesia yang masih sangat terbatas, rujukan pembendaharaan kosakata dari sajak-sajak Balai Pustaka dan Pujangga Baru. Beruntung ia mempunyai akses untuk mendapatkan referensi sastra-sastra dunia.

Chairil mulai menambah vitalitas menulis puisinya sejak tahun 1943 atau setahun setelah pendudukan Jepang di Bumi Pertiwi. Walaupun begitu, tetap saja tulisan-tulisannya disensor terlebih dahulu oleh Jepang sebelum diterbitkan. Karena pemerintah Jepang menganggap puisi Chairil mengobarkan api perlawanan terhadap mereka. Apalagi puisi Diponegoro yang mengiaskan tentang semangat perjuangan seperti sebait kutipannya, Di depan sekali tuan menanti, Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali. Pedang di kanan, keris di kiri. Berselempang semangat yang tak bisa mati. Semangat perjuangan inilah yang sangat ditakuti oleh penjajah pada masa itu. Oleh karena itulah, puisi-puisi yang ditulisnya sangat susah untuk lolos sensor dari Jepang. Kecuali, ia berusaha menjelaskan puisinya yang tak dimaksudkan untuk menghasut perlawanan terhadap Jepang. Kecerdasan penyair terkenal dengan julukan Aku ini binatang jalang dalam mengolah bahasa juga dapat memperdaya  Jepang. Agar lolos dari sensor Jepang, ia mengganti judul puisi Aku dengan Semangat.

Sikap hidup yang selalu bertualang menggambarkan Chairil adalah ciri seorang seniman. Keidentikan gambaran seorang seniman yang luas pengembaraan imajinasinya. Berbeda dengan seniman pada masanya, ia merupakan penyair muda meletup-letupkan idenya untuk perjuangan revolusi kemerdekaan. Pergaulannya dengan tokoh-tokoh kemerdekaan yang lebih tua dari dari dia, mempertajam tulisan-tulisannya menyikapi kemerdekaan. Apalagi ia masih mempunyai ikatan keluarga dengan Soetan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia turut menggodok jiwa kemerdekaannya.

Begitu pun dengan Presiden RI pertama, Soekarno, ia menuliskan puisinya yang berjudul Persetujuan dengan Bung Karno. Walau tak tersurat, ia ikut memperjuangkan nasib kemerdekaan dengan menyatakan seiring sejalan dengan Bung Karno, seperti sebait penggalan puisinya Bung Karno! Kau dan aku satu zat satu urat. Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar. Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh. Dari tulisan tersebut dapat dimaknai bahwa Chairil sangat bersemangat untuk bersama-sama dengan Bung Karno membawa kemerdekaan yang telah diraih menuju lebih baik.

Sebenarnya, ia adalah anak orang kaya. Bapaknya seorang bupati Inderagiri, Riau. Namun, ia lebih suka hidup bohemian di kota besar, seperti Jakarta. Karena cita-citanya ingin menjadi seorang penyair hebat mengharuskannya untuk berpetualang hidup di Jakarta.  Ketiadaan uang dan hidup pas-pasan tetap tak menyurutkan langkahnya untuk tetap berkarya.

Gaya hidupnya yang vitalitas membuat puisi-puisinya tampil beda. Ke-jalang-an inilah seperti yang diungkapkannya Aku ini binatang jalang, Dari kumpulannya terbuang, membuat ia menggambarkan sesosok seniman pemberani, hebat dalam mendobrak norma bahasa yang biasa digunakan oleh sesama sastrawan di zamannya. Bahkan, dengan lantang ia mengumumkan Aku mau hidup seribu tahun lagi. Kata-kata terakhir ini menunjukkan kepercayaan dirinya sangat besar terhadap karya-karyanya akan abadi menembus batas zaman. Ia terus berkarya meskipun keadaan negeri masih belum stabil pada waktu itu.

Selain bahasa yang menggebu-gebu mengobarkan semangat, Chairil punya sisi romantis dalam tulisannya. Puisi yang berjudul Penerimaan menggambarkan cintanya sangat dalam terhadap perempuan idamannya, tetapi tak berani diungkapkannya. Melalui puisilah ia melukiskan isi hatinya terhadap kekasihnya tersebut, seperti sebait penggalannya, Kalau kau mau kuterima kau kembali. Dengan sepenuh hati. Aku masih tetap sendiri.

Seiring  perjalanan waktu, di akhir-akhir hidupnya, puisi-puisi Chairil sudah mulai bertambah matang maknanya. Pemilihan diksinya tidak lagi menyuarakan semangat revolusi. Ia lebih dewasa memahami kehidupan. Puisi berjudul Derai-Derai Cemara memberikan arti filosofi yang mewarnai kehidupannya. Pilihan bahasanya, seperti kutipan salah satu karyanya ini adalah hidup hanya menunda kekalahan mengisyaratkan akhir dari kehidupannya. Kalau dimaknai, kita semua akan kalah atau berakhir. Namun, akhir dari kehidupan itu yang belum ditunjukkan oleh Yang Maha Memberi Hidup. Belum sampai janji kita terhadap Tuhan. Itu pertanda diberikannya kesempatan kepada kita untuk merubah diri ke keadaan diri yang lebih baik.

Akhirnya, pilihan bahasa yang digunakan Chairil Anwar membuat puisi-puisinya tidak pernah habis untuk dibicarakan, baik untuk dianalisis ataupun dilombakan dalam pembacaan puisi. Semangat kebahasaan Chairil menjadi penggerak penggali bahasa-bahasa Indonesia yang lebih dalam dan maju menembus dunia baru, dunia maya. Dunia yang penuh ke-jalang-an. Semangat inilah yang memacu para sastrawan guna terus menghasilkan karya-karya fenomenal. Selaras dengan kutipan puisinya Aku mau hidup seribu tahun lagi. 

Selamat Hari Puisi Sedunia.

Dr. Darwin Effendi, M.Pd.

Penulis adalah Dosen Universitas PGRI Palembang

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Si Hijau Lentur yang Bisa Jadi Tajir & Superhero Industri!

    Si Hijau Lentur yang Bisa Jadi Tajir & Superhero Industri!

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.468
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA bukan cuma terkenal sama gudegnya, batiknya, atau jalanan motor yang bisa bikin jantung deg-degan, tapi juga ada bambu… ya, bambu. Bukan bambu biasa yang cuma dipake bikin sapu lidi atau tongkat main panah, tapi bambu yang bisa bikin orang ngiler kalau tau nilainya. Serius, bambu sekarang bisa jadi superstar industri nasional, dan Kemenperin lagi […]

  • Meutya Ungkap Syarat Anak Bisa Akses Platform Digital

    Meutya Ungkap Syarat Anak Bisa Akses Platform Digital

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan syarat agar anak bisa mengakses platform digital di tengah kebijakan pemerintah yang membatasi penggunaan media sosial berisiko tinggi bagi pengguna di bawah usia 16 tahun. Menurutnya, akses ini dapat diberikan, jika platform bisa memenuhi standar keamanan sehingga menjadi ruang digital yang ramah bagi anak. Meutya […]

  • vaksinasi gratis dari PT BA bagi warga Muaenim
    CSR

    PT BA Gelar Vaksinasi Gratis bagi Warga Muaraenim

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 1.593
    • 0Komentar

    Sebanyak 2.350 vaksin covid jenis Sinopharm senilai Rp 2.065.979.000 diberikan gratis oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) untuk masyarakat sekitar Perusahaan. Pelaksanaan vaksinasi digelar di Gedung Serba Guna Baru PTBA dimulai Senin-Sabtu, 18-23 Oktober 2021 yang secara resmi dibuka oleh Direktur Operasi dan Produksi PTBA Suhedi didampingi Direktur Rumah Sakit Bukit Asam Medika (RSBAM) Juliana, […]

  • Ketika Guan Yin Turun Panggung, Diplomasi Cinta, Drama & Ekraf Nggak Kalah dari Drakor

    Ketika Guan Yin Turun Panggung, Diplomasi Cinta, Drama & Ekraf Nggak Kalah dari Drakor

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.535
    • 0Komentar

    BIASANYA orang datang ke JIEXPO buat nonton konser K-Pop, kali ini suasananya beda, bro, bukan idola yang nyanyi “Saranghaeyo”, tapi seorang Bodhisattva bernama Guan Yin ngajarin cinta versi universal edition. Lampunya dramatis, musiknya megah, dan penontonnya?, dari ibu-ibu pencinta spiritual sampai bapak-bapak yang salah masuk karena dikira seminar motivasi. Inilah Guan Yin The Musical, pertunjukan […]

  • Bersama Pemkab OKI, Pertamina gelar Safari Ramadhan Kementerian BUMN

    Bersama Pemkab OKI, Pertamina gelar Safari Ramadhan Kementerian BUMN

    • calendar_month Minggu, 7 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.098
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,-  Pemerintah Kabupaten OKI telah secara simultan menggelar Operasi Pasar Murah. Dalam kurun tiga bulan terakhir telah terlaksana tiga puluh tiga kali kegiatan di berbagai lokasi. Bersama PT. Pertamina, Pemkab OKI gelar kegiatan Safari Ramadhan Kementerian BUMN di Bumi Bende Seguguk dengan bagikan Ribuan Paket Sembako dan Bazar UMKM. Kamis, (4/4/2024). Pj Sekretaris Daerah Kabupaten […]

  • Pembayaran Selama PON, BI Dorong Penggunaan QRIS di PON Papua

    Pembayaran Selama PON, BI Dorong Penggunaan QRIS di PON Papua

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.422
    • 0Komentar

    BANK Indonesia (BI) mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau standar kode QR Nasional, untuk memfasilitasi transaksi pembayaran selama ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX Papua. Penggunaan QRIS itu bertujuan untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 selama PON Papua, seperti dilansir dari InfoPublik. Hal itu disampaikan Asisten Direktur BI Dwi Indra Putrawan, di […]

expand_less
WordPress Archive Intervin – Real Estate Elementor Template Kit Intify – Real Estate Elementor Template Kit Intime – Business Consulting WordPress Theme Intra – Modern Digital Agency Elementor Template Kit Intro – Personal Digital Blog WordPress Theme Inventory Management module for Perfex CRM Invested – Venture Capital & Investment WordPress Theme Investex – Corporate & Accounting Theme Investment – Business & Financial Advisor WordPress Theme Investmoon – Finance & Investment Manager Elementor Template Kit