Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » ‘Bekunci’ Cara Warga Jermun OKI Lockdown dari Pandemi COVID-19

‘Bekunci’ Cara Warga Jermun OKI Lockdown dari Pandemi COVID-19

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2020
  • visibility 1.414
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ISTILAH lockdown  makin populer seiring semakin meluasnya wabah virus Corona di dunia. Kata Lockdown digunakan untuk menjelaskan suatu upaya pengendalian penyebaran infeksi. Mengacu pada penjelasan pemerintah, lockdown mengharuskan sebuah wilayah menutup akses masuk maupun keluar sepenuhnya.

Masyarakat di wilayah yang diberlakukan lockdown tidak dapat lagi keluar rumah dan berkumpul, sementara semua transportasi dan kegiatan perkantoran, sekolah, maupun ibadah akan dinonaktifkan.

Definisi lockdown sebenarnya belum disepakati secara global. Penerapan pun berbeda di setiap wilayah. Di Tiongkok misalnya lockdown diterapkan secara total. Selama diberlakukan lockdown, seluruh warga di kota tersebut dilarang keluar rumah dan semua area publik, seperti mal dan pasar, ditutup.

Sementara di Spanyol dan Italia, kebijakan lockdown di sana masih memperbolehkan warganya pergi keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari dan membeli obat-obatan.

Lain lagi di Indonesia, Pemerintah mengenalkan istilah PSBB atau singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi sebagaimana dilansir dari Antara menyebutkan PSBB sejatinya berbeda dengan karantina wilayah (lockdown), di mana masyarakat tidak diperkenankan untuk beraktivitas di luar rumah namun bersifat lebih ketat daripada imbauan jaga jarak fisik (fisical distancing).

Nun Jauh sebelum istilah lockdown maupun PSBB tenar, Warga Desa Jermun Kecamatan Pampangan, Ogan Komering Ilir sejak puluhan tahun lalu telah mengenal istilah ‘bekunci’ Bekunci merupakan rangkaian dari prosesi upacara adat ‘sedekah ubat’ yang digelar dalam rangka mencegah wabah penyakit.

Ritual sedekah ubat digelar dalam rangkaian 4 hari. Dimalam hari pertama disebut dengan Tolak Balak. Dimalam itu selepas magrib, tua, muda, bahkan anak-anak diajak berkumpul di tanah lapang untuk mengikuti ritual sedekah obat. Sekelompok pemuda mengelilingi warga yang berkumpul itu dengan kayu memali sejenis kayu gaharu yang telah dikupas bersih.

Kayu tersebut disusun rapi mengurung warga peserta ritual sedekah obat. Jika telah masuk waktu ritual, tidak seorang pun diperbolehkan keluar masuk dari lingkaran tersebut.

Berselang beberapa menit ketua adat desa pun keluar dengan membawa teko besar berisi air yang sudah dicampur rempah daun paya. Di belakangnya berbaris anak-anak muda yang membawa teko dengan ukuran yang sama. Air dalam teko tersebut lalu dipercikan satu per satu kepada tiap warga.

Keesokan harinya hingga hari ketiga warga harus berpantang, yaitu dilarang pergi ke sawah ataupun ke kebun bahkan dilarang keras memegang senjata tajam.

Warga percaya, bila dilanggar akan mendatangkan mara bahaya apalagi di hari ketiga yang disebut dengan pantang perit (pantang ketat), warga dilarang melakukan aktifitas berat.

Selama 3 hari berturut-turut itu, menjelang maghrib, setiap rumah menyalakan api dengan sabut kelapa sebagai simbol mengusir setiap mara bahaya. Ritual ini dilakukan oleh Kepala Keluarga atau anak laki-laki. Malam harinya, tidak ada seorang wargapun yang berani keluar rumah.

Selain menyalakan api, kepala keluarga juga memasang bambu kuning yang diselipkan di atap plafon rumah. Bambu kuning itu melambangkan keberanian dan kesejahteraan.

Banyaknya bambu kuning yang melekat di atap rumah, menggambarkan sudah berapa kali penghuni rumah tersebut mengikuti sedekah obat.

Di hari keempat selepas berpantang, digelar sedekah dawet. Warga yang mampu membuat kolak dawet di rumah masing-masing lalu dibagikan ke warga yang kurang mampu serta jiron tetangga.

Selain dawet, Hidangan lain yang disediakan juga unik. Ada lemang yang terbuat dari tepung beras yang dimasukkan ke dalam bambu lalu dibakar di atas tungku api. Ada sagon yang terbuat dari tepung terigu dicampur kelapa dimasak dengan gula pasir.

Ada juga gulo puan, yaitu hasil permentasi susu kerbau yang jadi ciri khas kecamatan Pampangan. Hidangan yang disediakan menurut warga memiliki makna tersendiri dan jarang dimasak kecuali digelaran sedekah ubat.

Hidangan disiapkan secara bersama-sama. Warga dengan ikhlas menyisihkan rezeki sekedar membuat dan membawa sejumlah hidangan, untuk disantap bersama seusai upacara. Tidak ada jarak yang memisahkan baik miskin, kaya, tua, dan muda. Semua larut dalam kebersamaan.

Semua kebutuhan sedekah ditanggung bersama sama bahkan dimasak dengan bersama-sama pula. Semasa pandemi corona dan Bulan Suci Ramadhan warga Jermun memang tidak melaksanakan prosesi sedekah ubat. Mereka patuh pada himbauan fisical distancing oleh pemerintah.

Meski demikian, sejak awal pandemi mereka telah ‘bekunci’ tidak keluar kampung jika bukan karena urusan penting.

Untuk kebutuhan sehari-hari mereka makan dari sumber daya alam yang ada. Sayur mereka ambil dari pekarangan rumah atau kebun. Jika ingin makan ikan, mereka cukup turun ke sungai memancing atau melempar jala. Hidup sederhana yang sudah biasa mereka jalani jauh sebelum pandemi.

Kepala Desa Jermun, Abus Roni mengatakan untuk menjaga desa dari virus corona dia mendirikan pos jaga. Di pos itu warga bergantian berjaga. Setiap pendatang dicek dan diperiksa oleh bidan desa.

Sampai kini belum ada warganya yang terpapar corona ujar Abus. Hal itu karena kehidupan mereka yang sederhana dan patuh pada ajaran leluhur. Bekunci bukan hanya untuk menyelamatkan diri sendiri tapi saling jaga untuk sesama.[***]

 

Adi Yanto

Plt. Kepala Bidang Pelayanan Komunikasi Publik, Diskominfo OKI

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Sombong”

    “Sombong”

    • calendar_month Selasa, 4 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.065
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – “Sombong” adalah sebuah kata dalam bahasa Indonesia yang menggambarkan sikap atau perilaku seseorang yang merasa lebih baik, lebih penting, atau lebih superior daripada orang lain. Seseorang yang sombong cenderung memamerkan kelebihan-kelebihannya, meremehkan orang lain, atau merasa bahwa dirinya lebih berharga daripada orang lain. Sikap sombong sering kali dianggap negatif dalam hubungan sosial karena […]

  • Baliho Nakal vs Palembang, Kota Cantik Jadi Taruhan

    Baliho Nakal vs Palembang, Kota Cantik Jadi Taruhan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    RIBUAN baliho dan videotron yang berdiri tanpa izin kini menjadi sorotan utama di kota ini. Pemerintah kota menyiapkan langkah penertiban yang lebih sistematis, dimulai dari sinkronisasi data antarinstansi untuk memastikan tindakan lapangan dilakukan dengan tepat. Penertiban ini muncul setelah imbauan dari Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, yang meminta pemerintah daerah menertibkan spanduk dan reklame yang merusak […]

  • HUT Dekranas 2024 : Kerajinan dari seluruh daerah di Provinsi Sumsel pamer di Expo UMKM Solo

    HUT Dekranas 2024 : Kerajinan dari seluruh daerah di Provinsi Sumsel pamer di Expo UMKM Solo

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.323
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id – Kerajinan dan budaya dari seluruh daerah kabupaten-/kota di Sumsel  dipamerkan di Expo UMKM Solo guna meramaikan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) 2024. Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni didampingi Pj Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteran Keluarga (TP PKK) Tyas Fatoni mengunjungi stan Provinsi Sumsel. Kegiatan […]

  • Pesan Gub.Sumsel di HUT ke -21 Kota Prabumulih

    Pesan Gub.Sumsel di HUT ke -21 Kota Prabumulih

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.564
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Prabumulih –  Gubernur Herman Deru mengajak seluruh jajaran Pemkot termasuk dinas terkait dapat saling bahu-membahu untuk menurunkan angka gizi buruk [stunting]. “Saya minta libatkan posyandu sebagai garda terdepan mencegah stunting. Cikal bakal stunting ini harus kita hadapi sejak dini,” ucapnya, saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Prabumulih dalam Rangka Hari Jadi ke-21 Kita Prabumilih, […]

  • Nah.. Kemarin Bertambah Lagi 13 Kasus Positif Covid-19  di Muba

    Nah.. Kemarin Bertambah Lagi 13 Kasus Positif Covid-19  di Muba

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 813
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Jumat (25/2/2022) mengkonfirmasi penambahan 13 kasus terkonfirmasi positif. “Ada penambahan 13 kasus terkonfirmasi positif per 25 Februari 2022,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 3171 Laki-laki usia 51 tahun asal Lawang Wetan, kasus 3172 laki-laki 27 tahun Sekayu, […]

  • Mendung Membawa Berkah untuk Hermalina   

    Mendung Membawa Berkah untuk Hermalina  

    • calendar_month Minggu, 17 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, Palembang – Tangis haru Hermalina tumpah saat namanya diumumkan di atas panggung oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru, sebagai pemenang nomor undian yang berhak mendapatkan doorprize utama berupa satu unit rumah. Pengundian tersebut dalam rangka Jalan Sehat Nasional (JSN) 2019 keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), di Pelataran Benteng Kuto […]

expand_less
WordPress Archive Fijar – Plumbing Service Elementor Template Kit Fika – Wedding & Wedding Planner Elementor Template Kit Fildisi - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme File Manager Plugin For WordPress File Sharing module for Perfex CRM FileBird – WordPress Media Library Folders Filebob – File Sharing And Storage Platform (SAAS) Fillo – Shoes & Sneakers Store WooCommerce Elementor Template Kit Filma – Film Maker & Movie Streaming Services Elementor Template Kit Filter Everything — WordPress/WooCommerce Product Filter