Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Perang AI Dimulai, Anak Muda RI Jangan Jadi Penonton

Perang AI Dimulai, Anak Muda RI Jangan Jadi Penonton

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA tengah memasuki era perang artificial intelligence (AI). Persaingan global kini bukan lagi hanya soal sumber daya alam, tetapi perebutan teknologi, data, chip semikonduktor, dan talenta digital. Di tengah cepatnya perkembangan AI itu, generasi muda Indonesia diingatkan agar tidak hanya menjadi pasar dan pengguna teknologi di negeri sendiri.

Apalagi perkembangan AI saat ini memang bergerak sangat cepat. Mulai dari generative AI, agentic AI, hingga robotika berbasis physical AI perlahan mulai masuk ke kehidupan sehari-hari.

Mungkin, banyak orang menganggap AI hanya fitur lucu untuk membuat gambar atau membantu tugas sekolah, padahal dibalik itu semua ada persaingan teknologi raksasa yang sedang berlangsung ditingkat dunia.

Apalagi, negara-negara besar tidak hanya berlomba menguasai sumber daya alam, tetapi juga berebut data, komputasi, semikonduktor, dan talenta digital. Artinya siapa yang menguasai teknologi AI, berpotensi menguasai ekonomi digital masa depan.

Sementara, masyarakat modern juga hidup dalam ruang digital yang semakin dipengaruhi algoritma media sosial. Apa yang disukai akan terus muncul di layar, sementara pandangan berbeda perlahan menghilang.

Oleh karena itu, tanpa sadar, banyak orang akhirnya hidup dalam “ruang gema” digital atau echo chamber, tempat dimana seseorang hanya mendengar pendapat yang sejalan dengan dirinya sendiri.

Akibatnya, batas antara fakta, opini, hingga manipulasi informasi menjadi semakin tipis. Fenomena ini menjadi perhatian Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria.

Menurutnya, generasi muda Indonesia saat ini menghadapi tantangan baru di era digital, yakni dominasi algoritma yang secara perlahan membentuk cara berpikir, perilaku, hingga persepsi publik.

“Hari ini hidup kita dimediasi platform digital. Bahkan isi kepala kita perlahan dibentuk algoritma. Apa yang kita suka terus diperlihatkan, sementara pandangan lain disingkirkan. Kita hidup dalam filter bubble dan echo chamber,” ujar Nezar mengutip laman resmi komdigi saat acara Hari Bangkit Pelajar Islam Indonesia (PII) ke-79 di Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital (Puspa Komdigi), Jakarta Barat, Sabtu (24/5/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu polarisasi sosial, memperkuat misinformasi, dan melemahkan kemampuan berpikir kritis masyarakat, terutama generasi muda yang sangat aktif di media sosial.

Nezar bahkan mengutip laporan World Economic Forum yang menempatkan misinformasi dan disinformasi sebagai salah satu risiko global terbesar tahun 2026. Situasi ini dinilai semakin berbahaya ketika masyarakat lebih mudah percaya pada sentimen dibanding fakta.

“Sekarang orang lebih dulu percaya sentimen dibanding fakta. Kalau suka langsung dipercaya, kalau tidak suka langsung ditolak. Ini yang berbahaya,” tegasnya.

Bonus demografi

Di tengah derasnya perkembangan AI, Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar. Bonus demografi yang dimiliki Indonesia menjadi modal penting untuk bersaing dalam industri digital global. Apalagi Indonesia juga mempunyai kekayaan mineral strategis yang dibutuhkan industri teknologi dunia.

Namun, peluang itu bisa hilang begitu saja kalau generasi mudanya hanya menjadi pengguna teknologi tanpa ikut menguasainya.

Ibarat menonton pertandingan sepak bola, Indonesia jangan sampai hanya sibuk membeli tiket dan bersorak di tribun, sementara negara lain menjadi pemain utama di lapangan. Sebab di era AI sekarang, negara yang hanya menjadi pasar teknologi berisiko tertinggal dalam persaingan global.

Karena itu, Nezar meminta generasi muda memperkuat kemampuan science, technology, engineering, and mathematics (STEM), sekaligus meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terjebak manipulasi algoritma maupun banjir informasi palsu.

“Kita harus masuk menjadi pemain dalam industri digital global. Jangan hanya jadi pasar dan konsumen teknologi,” tandasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi tidak selalu bergerak netral. AI bisa membantu pendidikan, kesehatan, dan produktivitas manusia, tetapi juga bisa memperkuat manipulasi informasi kalau digunakan tanpa kontrol dan literasi yang baik.

Hari ini mungkin banyak orang merasa perang AI masih terdengar jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, dampaknya sudah masuk ke genggaman tangan melalui media sosial, mesin pencari, hingga aplikasi yang digunakan setiap hari.

Apa yang ditonton, disukai, bahkan dipercaya, perlahan dibentuk oleh sistem yang bekerja diam-diam di balik layar.

Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi yang sibuk scroll layar tanpa arah. Di tengah persaingan digital global, kemampuan berpikir kritis, memahami teknologi, dan menguasai ilmu pengetahuan akan menjadi pembeda antara bangsa yang memimpin dan bangsa yang hanya mengikuti.

Sebab di era sekarang, penjajahan tidak selalu datang lewat perebutan wilayah. Kadang ia hadir melalui algoritma, data, dan ketergantungan teknologi yang perlahan membuat manusia kehilangan kendali atas cara berpikirnya sendiri.(***)

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • iZeno Percepat Transformasi Digital di Energy Market Company dengan Teknologi Open Source & Cloud-Native

    iZeno Percepat Transformasi Digital di Energy Market Company dengan Teknologi Open Source & Cloud-Native

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 616
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Media OutReach – 7 Februari 2023 – Energy Market Company Pte Ltd (EMC) mengoperasikan pasar listrik yang sangat besar di Singapura, yang merupakan pasar listrik liberal yang pertama di Asia.   Untuk mempercepat transformasi digital EMC, iZeno telah memperluas kapabilitas otomatisasi dan integrasi EMC dengan beberapa kerangka kerja seperti Node.js, Jenkins, dan […]

  • Desa di Muba Bakal Peroleh Dana Rp2 Miliar, Begini Kata Bupati  Jika Rakyatnya Tak Sejahtera

    Desa di Muba Bakal Peroleh Dana Rp2 Miliar, Begini Kata Bupati  Jika Rakyatnya Tak Sejahtera

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 768
    • 0Komentar

    PERCEPATAN pembangunan infrastruktur serta upaya-upaya untuk mengentaskan kemiskinan dilakukan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin dimulai dari kawasan pedesaan, di tahun 2020 mendatang kandidat Doktor Universitas Padjajaran ini menargetkan akan ada kurang lebih Rp250 miliar alokasi dana desa (DD) untuk wilayah Kabupaten Muba. Dengan besaran dana desa tersebut bisa saja nantinya satu desa mendapat Rp […]

  • 2019, Benarkah Rupiah Tembus Rp15 Ribu Per Dollar AS ?

    2019, Benarkah Rupiah Tembus Rp15 Ribu Per Dollar AS ?

    • calendar_month Kamis, 13 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.050
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Di akhir tahun, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS kian tak menentu, meski pun bisa melawan terhadap tekanan Dollar AS, naikan menguatnya hanya sebatas komanya saja. Katakanlah tren nilai tukar  Rupiah terhadap dolar AS sedang mengalami penguatan. Bank Mandiri memprediksi nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp14.900 per USD pada 2019. Chief […]

  • Cerita Operasi Napoleon, Adu Nyali di Laut Sulawesi! [Aksi Penangkapan Kapal Tuna yang Nyelonong dari Filipina]

    Cerita Operasi Napoleon, Adu Nyali di Laut Sulawesi! [Aksi Penangkapan Kapal Tuna yang Nyelonong dari Filipina]

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Laut Sulawesi, Jumat sore (11/4) – Ombak mengamuk, angin mencibir, dan langit menggelap seperti sinyal WiFi di desa. Tapi Napoleon 17 tetap melaju speedboat legendaris milik Kementerian Kelautan dan Perikanan yang tak kenal kata “undur diri”. Kapten Martin, komandan pengawasan PSDKP Tahuna, memelototi radar sambil menggenggam setir. Kopinya udah dingin, tapi adrenalinnya justru […]

  • Kembali Rekrut Tenaga Kerja Lokal, Tiga Posisi Dibutuhkan untuk Putra Putri Daerah

    Kembali Rekrut Tenaga Kerja Lokal, Tiga Posisi Dibutuhkan untuk Putra Putri Daerah

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 742
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kembali menyampaikan informasi lowongan kerja yang diprioritaskan untuk tenaga kerja lokal. Adalah PT ORYX Services salah satu kontraktor ConocoPhillips membuka kesempatan bagi para pencari kerja di Kabupaten Muba untuk bergabung di perusahaan tersebut. Pendaftaran mulai tanggal 21 – 27 Oktober 2021, dihari kerja pukul : […]

  • Selama Covid-19, 4 Perusahaan di Muba Dikirimi Surat Peringatan

    Selama Covid-19, 4 Perusahaan di Muba Dikirimi Surat Peringatan

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    SELAMA Pandemi Covid 19, ada empat perusahaan dikirimkan surat peringatan keras. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Musi Banyuasin, Drs H Yusuf Amilin, melalui Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Tenaga Kerja, Juanda, mengatakan, selama wabah pandemi Covid 19 memang ada beberapa perusahaan telah dilayangkan surat himbauan, bahkan surat peringatan. “Sejak dari awal, […]

expand_less
WordPress Archive Kids – Baby Shop & Store WooCommerce Theme Kids Care | Children WordPress Theme Kids – Day Care & Kindergarten WordPress Theme for Children Kids – Kindergarten & Child Care Elementor Template Kit Kids Zone - Children WordPress Theme Kidscamp – Kids Bootcamp WordPress Theme KidsJoy – Kindergarten & Preschool WordPress Theme Kidso – Modern Kindergarten WordPress Theme Kidster – Preschool & Childcare Elementor Template Kit Kidsy – Kids Store and Baby Shop WooCommerce WordPress Theme