Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi Digital » Ketika AI Temukan Rumah di Batam, Cerita Awal Kecerdasan Buatan Nusantara

Ketika AI Temukan Rumah di Batam, Cerita Awal Kecerdasan Buatan Nusantara

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 704
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Ilmu tanpa akhlak itu kayak robot AI tanpa colokan listrik, pintar, tapi nggak bisa nyala” – (kata orang bijak sambil ngecas HP di warung kopi).

MARI kita mulai dari pertanyaan paling fundamental. Kenapa negara seperti Indonesia yang populasinya segede koloni semut di toples gula, masih suka ‘kepleset’ tiap kali ngomongin Artificial Intelligence alias AI?

Padahal, kalau dipikir-pikir, potensi kita itu nggak main-main. ASEAN aja diramalkan bisa nyumbang USD 120 miliar dari ekonomi digital tahun 2027, wahhh luar bisa!!, dan Indonesia ditargetkan jadi penyumbang 40 persennya. Angka itu cukup buat beli gorengan buat seluruh warga ASEAN selama 3 tahun!

Nah, kabar baiknya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai pasang niat baik nih. Bukan cuma niat 17-an atau niat diet Senin depan, tapi niat membangun ekosistem AI nasional lewat simpul strategis di kawasan industri.

Dan siapa yang jadi highlight? Batam!
Yoi bro, hebat bukan!? duh, bikin iri daerah lain!,  kota yang sering dikira Singapura KW ini ternyata lagi naik daun, bukan cuma karena ferry-nya, tapi karena potensinya di dunia manufaktur dan teknologi.

Wamenkomdigi Nezar Patria udah bilang, “Batam ini garda terdepan”. Dan itu bukan cuma basa-basi sambil nunggu makan siang. Batam emang punya potensi besar. Dia ibarat buffering YouTube, kalau lancar, semua senang. Kalau ngadat, bisa bikin kesel satu ASEAN.

Tapi tentu saja, perjalanan menuju kejayaan AI ini nggak semulus kulit influencer Korea.

Nezar ngasih warning, kita masih punya PR, antara  lain Infrastruktur digital, SDM yang siap tempur dan Riset yang jangan cuma jadi dokumen fotokopi di rak kementerian.

Sementara Malaysia udah 80% 5G, kita masih ‘main ular tangga’ di bawah 5%., he..he mirip temen kos yang udah punya motor listrik, sementara kita masih nebeng ojek online tiap pagi.

Solusinya?. Lahirlah rencana AI Talent Factory. Bukan pabrik bikin robot semata, tapi pabrik bikin otak manusia makin encer.

Program ini, adalah kolaborasi antara pemerintah, kampus, industri, dan lembaga riset semacam boyband lintas genre, sehingga diharapkan kalau bisa sinergi, hasilnya bukan cuma nyanyi bareng, tapi juga bikin lagu hits yang bisa dinikmati bareng rakyat.

Tentunya hal ini sangat penting, karena percuma punya server AI segede lemari es kalau yang ngoperasikan masih ngeklik ‘next’ pas install Windows.

Eropa juga sebenaranya pernah bingung..bro, tapi mereka nyadar diri,  contoh dari negeri orang? Estonia, negara kecil, mantan anak kos Uni Soviet ini, yang sekarang udah jagoan digital.

Mereka bangun ekosistem AI bukan karena duit numpuk, tapi karena niat, konsistensi, dan kopi panas tiap malam buat para programmernya. Bahkan Estonia ini juga punya prinsip “Think big, start small, move fast”.

Arti Secara Harfiah Think big = Pikirkan hal besar, punya visi jangka panjang, jangan takut bermimpi besar. Start small = Mulai dari langkah kecil, sederhana, jangan tunggu semuanya sempurna dulu. Dan Move fast = Bergerak cepat, jangan kelamaan mikir, eksekusi langsung dan belajar sambil jalan.

Nah,  motivasi itu bisa kita ambil dan  cocok banget buat Indonesia yang kadang mikirnya gede [“Kita harus jadi pemain global!”], tapi eksekusinya masih nunggu anggaran cair.

Ikutilah pepatah kampung ini, karena  relevan global “Orang yang mau jadi pandai, harus belajar di mana ada lampu. Tapi kalau nunggu PLN, ya belajar aja dulu di bawah cahaya hati”.

Maknanya?. Yuk, jangan nunggu semuanya sempurna. Jalanin aja dulu!
AI bisa berkembang sambil kita benahi SDM, infrastruktur, dan kolaborasi.

Kalau kata Andrew Ng, tokoh AI dunia, “AI is the new electricity”. Kalau kita lambat menguasai AI, itu sama aja kayak negara yang baru nyambung listrik pas dunia udah pakai tenaga surya.

Mari sama-sama camkan, kesimpulannya kita ini negara besar. Warganya kreatif, tahan banting, dan punya kemampuan adaptasi luar biasa. Dari jadi tukang servis HP, gamer, sampai pengusaha online. Tinggal dikasih jalan dan akses yang merata, AI itu bukan mimpi, tapi teman sehari-hari.

Bayangkan 2030, bukan cuma robot bisa nyapu, bisa pacaran, tapi masyarakatnya bisa ngoding sambil nyapu!. Keren, kan?

Kalau hari ini AI baru dibicarakan di forum FGD dan seminar, maka besok harus sudah masuk ke dapur sekolah, pesantren, warung kopi, dan ruang kuliah.

Karena masa depan AI Indonesia itu bukan di awan server, tapi di tangan bocah-bocah Batam yang sekarang lagi main robot-robotan sambil nanya, “Pak, ini bisa dikasih chip AI nggak?”. Salam dari masa depan, yang isinya bukan cuma robot, tapi juga harapan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Rencana Revitalisasi Instalasi Nuklir Milik BRIN, Ini Dilakukan IAEA

    Terkait Rencana Revitalisasi Instalasi Nuklir Milik BRIN, Ini Dilakukan IAEA

    • calendar_month Jumat, 14 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 565
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Tangerang Selatan – Tenaga ahli International Atomic Energy Agency (IAEA) berkunjung ke Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie Serpong, Tangerang Selatan pada 10 hingga 11 Oktober 2022. Kunjungan merupakan bagian dari IAEA Peer Review Mission Research Reactors and Waste Management Facility terkait rencana […]

  • Lestarikan Ekosistem Mangrove, Sinar Mas Dukung Mangrove Center Pemalang

    Lestarikan Ekosistem Mangrove, Sinar Mas Dukung Mangrove Center Pemalang

    • calendar_month Selasa, 12 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.585
    • 0Komentar

    Sinar MasSeptember 12 2023 Sumselterkini.co.id, – Menyikapi keberadaan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan garis pantai sepanjang lebih dari 80.000 km, mendorong Sinar Mas memperkuat komitmen dukungannya terhadap upaya pelestarian ekosistem hutan mangrove. “Peran hutan mangrove selain sebagai penopang ekosistem laut, juga menjadi benteng pertahanan alami pantai dari abrasi akibat air pasang, sekaligus […]

  • Wejangan Dandim OKI di Hari Sumpah Pemuda

    Wejangan Dandim OKI di Hari Sumpah Pemuda

    • calendar_month Jumat, 28 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 858
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 94 di Halaman Kantor Bupati OKI. Bertindak selaku inspektur upacara Dandim 0402/ OKI, Letkol Inf, Hendra Saputra, S.Sos., MM., M.I.Pol. Dalam amanatnya putra kelahiran Kayuagung OKI ini berpesan agar generasi muda mampu menjadi penggerak perubahan dan memiliki semangat juang yang […]

  • Jamaika Mitra Penting RI di Bidang Perdagangan

    Jamaika Mitra Penting RI di Bidang Perdagangan

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 781
    • 0Komentar

    HAVANA, Kuba – Duta Besar RI Havana, Nana Yuliana, telah menyerahkan salinan surat-surat Kredensial Presiden RI yang disampaikan kepada Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Jamaika, Senator Kamina Johnson Smith yang dilakukan secara virtual pada Kamis (21/10/2021). Dubes Nana Yulianan merupakan satu-satunya Duta Besar asing yang diberikan kesempatan untuk melakukan penyerahan salinan surat Kredensial tersebut. “Dalam […]

  • Rapat di Kantor Staf Presiden, Jalan Tol Trans Sumatera Bisa Jadi Segitiga Emas Muba, Bangkitkan  Ekonomi Baru

    Rapat di Kantor Staf Presiden, Jalan Tol Trans Sumatera Bisa Jadi Segitiga Emas Muba, Bangkitkan Ekonomi Baru

    • calendar_month Senin, 11 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.474
    • 0Komentar

    Progress pembangunan jalan Tol Trans Sumatera menjadi perhatian serius Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. Jalan Tol Trans Sumatera pada ruas Betung (Sp. Sekayu) – tempino – Jambi sepajang 131 km yang merupakan proyek strategis nasional dan program strategis di Kabupaten Musi Banyuasin tersebut sedikitnya melintasi enam Kecamatan di Muba yakni […]

  • Ikut Safari Subuh di Palembang, Begini Respon Walikota Bengkulu

    Ikut Safari Subuh di Palembang, Begini Respon Walikota Bengkulu

    • calendar_month Jumat, 12 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 848
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Palembang – Ada yang berbeda pada safari subuh yang dilaksanakan Walikota Palembang H. Harnojoyo di Masjid Akbar Kecamatanku Sako, Kamis (12/4/2019). Safari subuh kali ini turut dihadiri oleh Walikota Bengkulu Helmi Hasan bersama jajaran Pemerintah Kota Bengkulu. Kehadiran Walikota Bengkulu dalam rangka kunjungan kerjanya ke Pemerintah Kota Palembang, sekaligus ikut menghadiri safari subuh […]

expand_less
WordPress Archive Eco Recycling – Ecology & Nature WordPress Theme EcoClean – House Cleaning Company WordPress Theme eCode WP – Multipurpose WooCommerce Elementor Theme EcoGrow – Green Farming & Agriculture WordPress Theme EcoHosting | Responsive Hosting and WHMCS WordPress Theme Ecoife – Charity Fundraising Elementor Template Kit Ecoland – Single Property WordPress Theme Ecolife Elementor – Multipurpose Prestashop 8.x, 9.x Theme Ecologist – Environmental, Ecology and Recycling WordPress Theme Ecom – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme