Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi Digital » Ketika AI Temukan Rumah di Batam, Cerita Awal Kecerdasan Buatan Nusantara

Ketika AI Temukan Rumah di Batam, Cerita Awal Kecerdasan Buatan Nusantara

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 697
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Ilmu tanpa akhlak itu kayak robot AI tanpa colokan listrik, pintar, tapi nggak bisa nyala” – (kata orang bijak sambil ngecas HP di warung kopi).

MARI kita mulai dari pertanyaan paling fundamental. Kenapa negara seperti Indonesia yang populasinya segede koloni semut di toples gula, masih suka ‘kepleset’ tiap kali ngomongin Artificial Intelligence alias AI?

Padahal, kalau dipikir-pikir, potensi kita itu nggak main-main. ASEAN aja diramalkan bisa nyumbang USD 120 miliar dari ekonomi digital tahun 2027, wahhh luar bisa!!, dan Indonesia ditargetkan jadi penyumbang 40 persennya. Angka itu cukup buat beli gorengan buat seluruh warga ASEAN selama 3 tahun!

Nah, kabar baiknya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai pasang niat baik nih. Bukan cuma niat 17-an atau niat diet Senin depan, tapi niat membangun ekosistem AI nasional lewat simpul strategis di kawasan industri.

Dan siapa yang jadi highlight? Batam!
Yoi bro, hebat bukan!? duh, bikin iri daerah lain!,  kota yang sering dikira Singapura KW ini ternyata lagi naik daun, bukan cuma karena ferry-nya, tapi karena potensinya di dunia manufaktur dan teknologi.

Wamenkomdigi Nezar Patria udah bilang, “Batam ini garda terdepan”. Dan itu bukan cuma basa-basi sambil nunggu makan siang. Batam emang punya potensi besar. Dia ibarat buffering YouTube, kalau lancar, semua senang. Kalau ngadat, bisa bikin kesel satu ASEAN.

Tapi tentu saja, perjalanan menuju kejayaan AI ini nggak semulus kulit influencer Korea.

Nezar ngasih warning, kita masih punya PR, antara  lain Infrastruktur digital, SDM yang siap tempur dan Riset yang jangan cuma jadi dokumen fotokopi di rak kementerian.

Sementara Malaysia udah 80% 5G, kita masih ‘main ular tangga’ di bawah 5%., he..he mirip temen kos yang udah punya motor listrik, sementara kita masih nebeng ojek online tiap pagi.

Solusinya?. Lahirlah rencana AI Talent Factory. Bukan pabrik bikin robot semata, tapi pabrik bikin otak manusia makin encer.

Program ini, adalah kolaborasi antara pemerintah, kampus, industri, dan lembaga riset semacam boyband lintas genre, sehingga diharapkan kalau bisa sinergi, hasilnya bukan cuma nyanyi bareng, tapi juga bikin lagu hits yang bisa dinikmati bareng rakyat.

Tentunya hal ini sangat penting, karena percuma punya server AI segede lemari es kalau yang ngoperasikan masih ngeklik ‘next’ pas install Windows.

Eropa juga sebenaranya pernah bingung..bro, tapi mereka nyadar diri,  contoh dari negeri orang? Estonia, negara kecil, mantan anak kos Uni Soviet ini, yang sekarang udah jagoan digital.

Mereka bangun ekosistem AI bukan karena duit numpuk, tapi karena niat, konsistensi, dan kopi panas tiap malam buat para programmernya. Bahkan Estonia ini juga punya prinsip “Think big, start small, move fast”.

Arti Secara Harfiah Think big = Pikirkan hal besar, punya visi jangka panjang, jangan takut bermimpi besar. Start small = Mulai dari langkah kecil, sederhana, jangan tunggu semuanya sempurna dulu. Dan Move fast = Bergerak cepat, jangan kelamaan mikir, eksekusi langsung dan belajar sambil jalan.

Nah,  motivasi itu bisa kita ambil dan  cocok banget buat Indonesia yang kadang mikirnya gede [“Kita harus jadi pemain global!”], tapi eksekusinya masih nunggu anggaran cair.

Ikutilah pepatah kampung ini, karena  relevan global “Orang yang mau jadi pandai, harus belajar di mana ada lampu. Tapi kalau nunggu PLN, ya belajar aja dulu di bawah cahaya hati”.

Maknanya?. Yuk, jangan nunggu semuanya sempurna. Jalanin aja dulu!
AI bisa berkembang sambil kita benahi SDM, infrastruktur, dan kolaborasi.

Kalau kata Andrew Ng, tokoh AI dunia, “AI is the new electricity”. Kalau kita lambat menguasai AI, itu sama aja kayak negara yang baru nyambung listrik pas dunia udah pakai tenaga surya.

Mari sama-sama camkan, kesimpulannya kita ini negara besar. Warganya kreatif, tahan banting, dan punya kemampuan adaptasi luar biasa. Dari jadi tukang servis HP, gamer, sampai pengusaha online. Tinggal dikasih jalan dan akses yang merata, AI itu bukan mimpi, tapi teman sehari-hari.

Bayangkan 2030, bukan cuma robot bisa nyapu, bisa pacaran, tapi masyarakatnya bisa ngoding sambil nyapu!. Keren, kan?

Kalau hari ini AI baru dibicarakan di forum FGD dan seminar, maka besok harus sudah masuk ke dapur sekolah, pesantren, warung kopi, dan ruang kuliah.

Karena masa depan AI Indonesia itu bukan di awan server, tapi di tangan bocah-bocah Batam yang sekarang lagi main robot-robotan sambil nanya, “Pak, ini bisa dikasih chip AI nggak?”. Salam dari masa depan, yang isinya bukan cuma robot, tapi juga harapan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tren Desain 2023: Kaca Surabaya sebagai Elemen Kunci untuk Ruang yang Stylish

    Tren Desain 2023: Kaca Surabaya sebagai Elemen Kunci untuk Ruang yang Stylish

    • calendar_month Kamis, 14 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.325
    • 0Komentar

    Di tengah pusatnya perhatian desain, Surabaya muncul sebagai destinasi yang tak terelakkan, terutama dengan keberadaan berbagai penjual kaca berkualitas seperti Greenmile.   Sumselterkini.co.id, [vritimes] -Desain interior telah mengalami evolusi yang signifikan dari waktu ke waktu, dan tahun 2023 membawa tren desain yang semakin menggoda dan inovatif. Salah satu elemen yang terus menjadi sorotan adalah penggunaan […]

  • Peroleh Izin Kelola Hutan, Warga Muba Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi dan Dodi

    Peroleh Izin Kelola Hutan, Warga Muba Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi dan Dodi

    • calendar_month Minggu, 25 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.384
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Persoalan konflik teritorial di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin mulai menemukan titik terang. Bertahap, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dibawah komando Presiden RI Joko Widodo, mulai mengoptimalkan pemberian akses kelola kawasan hutan melalui Perhutanan Sosial. Hal ini terjawab ketika Presiden RI Joko Widodo menyerahkan keputusan tentang akses hutan […]

  • Warga Lingkungan Kecewa Banyak Tak Kebagian Kupon di Jalan Sehat HUT Pusri-60

    Warga Lingkungan Kecewa Banyak Tak Kebagian Kupon di Jalan Sehat HUT Pusri-60

    • calendar_month Minggu, 15 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 979
    • 0Komentar

    BANYAK Warga lingkungan kecewa saat mengikuti Jalan Sehat HUT Pusri Palembang ke-60, pasalnya mereka mengaku tidak kebagian kupon undian yang dibagikan oleh panitia. Mereka pun  terpaksa pulang tidak menunggu sampai pengumuman undian hadiah tersebut. “Ya, akhirnya kami pulang saja, ketika meminta kupon, dan diteketahui kupon sudah habis setelah mengikuti sampai finish Jalan sehat,”keluh Dilla, Warga […]

  • Skema KUR di BSB Martapura Berujung Tiga Tersangka

    Skema KUR di BSB Martapura Berujung Tiga Tersangka

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    TIM Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Martapura, Kabupaten OKU Timur, periode 2020–2023. Ketiga tersangka masing-masing berinisial KS selaku Pemimpin Cabang Martapura periode 2021–2022, SF selaku Pemimpin Cabang […]

  • Asa Wabup OKI Usai Salurkan Modal Usaha Untuk Para Mustahik  

    Asa Wabup OKI Usai Salurkan Modal Usaha Untuk Para Mustahik  

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.092
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir [OKI] kembali menyalurkan bantuan modal usaha kecil dan bantuan Bedah Rumah bagi sejumlah Mustahik seperti dari pedagang sayur,pedagang musiman, serta tukang kebun lainnya. Wakil Bupati OKI, H M Dja’far Shodiq, mengimbau agar warga yang menerima bantuan untuk tidak terlena dengan bantuan yang diterima tersebut. Dirinya menginginkan agar bantuan dalam bentuk apapun […]

  • PT Pertamina Siap Ganti Rugi, Warga Desa Jirak Akhirnya Buka Portal

    PT Pertamina Siap Ganti Rugi, Warga Desa Jirak Akhirnya Buka Portal

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.277
    • 0Komentar

    TERJADINYA kerusakan rumah warga yang diduga akibat aktivitas pengeboran lokasi minyak oleh PT Pertamina EP di Desa Jirak, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Muba langsung disikapi Pemerintah Kabupaten Muba. Pantauan di lokasi, Senin (6/7/2020) tampak Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Lic Econ MBA diwakili Plt Asisten I Yudi Herzandi yang didampingi Forkopimcam di Kecamatan Jirak […]

expand_less
WordPress Archive Eco Recycling – Ecology & Nature WordPress Theme EcoClean – House Cleaning Company WordPress Theme eCode WP – Multipurpose WooCommerce Elementor Theme EcoGrow – Green Farming & Agriculture WordPress Theme EcoHosting | Responsive Hosting and WHMCS WordPress Theme Ecoife – Charity Fundraising Elementor Template Kit Ecoland – Single Property WordPress Theme Ecolife Elementor – Multipurpose Prestashop 8.x, 9.x Theme Ecologist – Environmental, Ecology and Recycling WordPress Theme Ecom – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme