Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Indonesia Tak Kebagian, Ini Alasannya

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Indonesia Tak Kebagian, Ini Alasannya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan jalur lintasan gerhana tidak melewati wilayah Nusantara dan fase utama fenomena tersebut berlangsung saat Indonesia berada pada malam hari.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengatakan masyarakat di sejumlah wilayah dunia berkesempatan menyaksikan Gerhana Matahari Total secara langsung.

Wilayah tersebut meliputi Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, serta Amerika Utara.

Sementara masyarakat Indonesia yang ingin mengikuti fenomena tersebut dapat menyaksikannya melalui kanal resmi NASA.

“Untuk masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan peristiwa Gerhana Matahari Total dapat mengikutinya melalui kanal resmi NASA,” kata Ayu di Jakarta, Sabtu (8/8).

Jadwal Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026

Rangkaian Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 dimulai dengan fase Gerhana Matahari Sebagian (P1) pada pukul 15.34 UT atau 22.34 WIB.

Fase gerhana kemudian memasuki tahap Gerhana Total di lokasi awal (U1) pada pukul 16.57 UT atau 23.57 WIB.

Puncak gerhana berlangsung pada pukul 17.45 UT. Jika dikonversikan ke waktu Indonesia bagian barat, puncak tersebut terjadi pada pukul 00.45 WIB, Kamis, 13 Agustus 2026.

Seluruh rangkaian gerhana berakhir pada pukul 19.57 UT atau 02.57 WIB pada 13 Agustus 2026.

Meski waktu puncaknya tercatat pada dini hari waktu Indonesia, fenomena tersebut tetap tidak dapat diamati dari Nusantara karena posisi Matahari berada di bawah horizon.

Gerhana Matahari Total Terjadi Saat Bulan Menutupi Matahari

Gerhana Matahari Total terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus pada fase Bulan Baru.

Dalam kondisi itu, Bulan berada di antara Matahari dan Bumi. Dari wilayah yang berada dalam jalur bayangan inti atau umbra, piringan Bulan akan menutupi piringan Matahari secara penuh.

Wilayah yang berada di dalam jalur umbra akan mengalami fase Gerhana Matahari Total. Kondisi ini membuat langit menjadi gelap selama beberapa saat meskipun peristiwa berlangsung pada siang hari.

Sementara itu, wilayah yang berada di bawah bayangan samar atau penumbra hanya akan mengalami Gerhana Matahari Sebagian.

Karena jalur umbra tidak melewati Indonesia, masyarakat di Tanah Air tidak dapat menyaksikan fase total secara langsung.

BMKG Ingatkan Bahaya Melihat Matahari Langsung

BMKG mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah pengamatan untuk tidak melihat Matahari secara langsung tanpa perlindungan.

Pengamatan Matahari harus menggunakan kacamata khusus dengan filter Matahari yang sesuai. Penggunaan pelindung diperlukan untuk menjaga keselamatan mata selama proses pengamatan gerhana.

Bagi masyarakat Indonesia, pengamatan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 dapat dilakukan melalui siaran daring dari kanal resmi NASA, mengingat seluruh fase penting fenomena tersebut tidak dapat dilihat secara langsung dari wilayah Indonesia. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyuluh Agama Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

    Penyuluh Agama Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

    • calendar_month Minggu, 5 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.318
    • 0Komentar

    GUNUNG Semeru mengalami erupsi, pada Sabtu, 4 November 2021. Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Lumajang langsung bergerak memberikan bantuan kepada penyintas erupsi Gunung Semeru. Tim yang dipimpin Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Lumajang, Sriwanti Yusuf tiba di Desa Curah Kobokan. “Kami berangkat malam hari. Bersama beberapa tim. Ada juga tenaga kesehatan,” ungkap Wanti melalui […]

  • Agar Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Terpacu, BSB Diminta Lebih Jeli Lagi

    Agar Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Terpacu, BSB Diminta Lebih Jeli Lagi

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 867
    • 0Komentar

    SELAIN diminta untuk memperbaiki kinerja yang lebih baik lagi, Bank Sumbagsel ini juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedepan. Demikian dikatakan Gubernur Herman Deru saat Welcome Dinner dalam rangka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung yang berlangsung di Gedung Mahliai Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Minggu […]

  • IPAL Sungai Selayur di Mulai Setelah Asian Games

    IPAL Sungai Selayur di Mulai Setelah Asian Games

    • calendar_month Kamis, 2 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.345
    • 0Komentar

    Pembangunan IPAL tersebut merupakan permulaan yang sangat baik bagi lingkungan, sehingga diharapkan dapat memberikan banyak manfaat

  • “Eceng Gondok Si ‘Pahlawan Hijau’ yang Bikin Jagung Sumsel Melejit”

    “Eceng Gondok Si ‘Pahlawan Hijau’ yang Bikin Jagung Sumsel Melejit”

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 881
    • 0Komentar

    NGGAK nyangka samak sekali ya.. tanaman yang biasanya bikin perahu mogok di sungai bisa jadi bintang utama di ladang jagung? Yup,  eceng gondok. Si “monster hijau” yang dulu dianggap nyebelin kini malah jadi pahlawan panen jagung di Sumsel. Kalau dulu orang berkeluh kesah melihatnya, sekarang mereka malah bersorak “Eceng gondok, ayo suburkan jagungku!.”Wah..jadi disanjung-sanjung. Setiap […]

  • Lintasan LRT Palembang

    Ini Harapan 2018 Terkait Provinsi Sumsel

    • calendar_month Minggu, 31 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.302
    • 0Komentar

    Namun diharapkan tantangan tersebut dapat dilalui dengan mulus.

  • Data Milik Pribadi, Tidak Boleh Disebarkan Tanpa Izin, Data Sertifikat Vaksin Pejabat telah Ditutup

    Data Milik Pribadi, Tidak Boleh Disebarkan Tanpa Izin, Data Sertifikat Vaksin Pejabat telah Ditutup

    • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.209
    • 0Komentar

    MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pihaknya sudah menerima laporan bahwa sertifikat vaksin COVID-19 milik Presiden Joko Widodo tersebar luas. “Kami sudah menerima informasi ini tadi malam. Sekarang ini sudah dirapikan dan semua data pejabat ditutup,” Menkes Budi saat konferensi pers virtual Jumat (3/9/2021). Menkes Budi mengatakan bahwa menurut peraturan Undang-Undang Informasi dan […]

expand_less
WordPress Archive Oganic – Organic Food Elementor Template kit Ogena – Minimal Elementor Template Kit OGGI – Fashion Store WooCommerce Theme OGO – Creative Multipurpose WordPress Theme Ohio - Creative Portfolio & Agency WordPress Theme Ohlala - Cake Shop, Ice Cream & Juice Bar WordPress Theme Oitech – Technology WordPress Theme Okab – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme + RTL Oktan – Oil & Gas Industry WordPress Theme Oktilcal – Eye Care WordPress Theme