BRIN Perkuat Kajian Mineral Strategis Indonesia, dari Logam Tanah Jarang hingga Zirkon
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 33 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : brin.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kajian PRSDG BRIN mengintegrasikan aspek geologi, mineralogi, geokimia, dan pengolahan untuk memperkuat pemahaman sistem mineral Indonesia.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pengembangan mineral strategis Indonesia membutuhkan pemahaman yang tidak hanya mencakup keberadaan dan potensi sumber daya, tetapi juga karakteristik mineral, proses geologi yang membentuknya, hingga peluang pengolahan dan peningkatan nilai tambah. Pendekatan terpadu tersebut menjadi bagian dari kajian Pusat Riset Sumber Daya Geologi (PRSDG) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Sejumlah hasil kajian tersebut dibahas dalam Webinar DiGDaya (Diskusi Geologi Sumber Daya) #24 bertajuk “Kajian Terpadu Sistem Mineral Indonesia: Endapan Logam Tanah Jarang, Sumberdaya Zirkon, dan Evolusi Geokimia Batuan Magmatik”. Kegiatan diselenggarakan secara hybrid belum lama ini dari Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Samaun Samadikun, Bandung.
Webinar ini mengangkat tiga kajian yang merepresentasikan keterkaitan antara proses geologi, karakterisasi mineral, dan pengembangan teknologi pemanfaatan sumber daya. Pembahasan mencakup potensi logam tanah jarang di Bangka Belitung, pengolahan dan hilirisasi sumber daya zirkon, serta kajian umur dan karakteristik geokimia batuan andesit di Pacitan.
Kajian logam tanah jarang menjadi bagian penting dalam pembahasan karena kelompok mineral tersebut memiliki peran yang semakin besar dalam berbagai teknologi maju. Pemahaman mengenai karakteristik geologi, mineralogi, dan geokimia diperlukan untuk memperkuat informasi mengenai potensi sumber daya dan sistem mineral yang berkembang di suatu wilayah.
Pada komoditas zirkon, perhatian diarahkan pada aspek pengolahan dan hilirisasi. Kajian ini menempatkan sumber daya mineral tidak hanya sebagai bahan yang perlu diketahui potensinya, tetapi juga sebagai sumber daya yang perlu dikembangkan melalui pendekatan teknologi agar dapat menghasilkan nilai tambah.
Sementara itu, kajian batuan andesit di Pacitan memberikan perspektif dari sisi evolusi geologi dan geokimia. Informasi mengenai umur serta karakteristik geokimia batuan magmatik dapat membantu memperkuat pemahaman mengenai sejarah geologi suatu wilayah dan proses yang berkaitan dengan perkembangan sistem mineral.
Kepala PRSDG BRIN, Iwan Setiawan, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya mineral yang besar sehingga membutuhkan dukungan riset yang komprehensif untuk memastikan potensi tersebut dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal.
“Logam tanah jarang, zirkon, dan mineral ikutannya memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung perkembangan teknologi maju, transisi energi, serta peningkatan daya saing industri nasional. Karena itu, penguatan riset, kolaborasi, dan diseminasi hasil penelitian menjadi langkah penting untuk mendukung pengelolaan sumber daya mineral Indonesia yang berbasis ilmu pengetahuan,” ujar Iwan.
Menurutnya, pengembangan sumber daya mineral membutuhkan sinergi lintas disiplin. Pendekatan geologi diperlukan untuk memahami proses pembentukan dan persebaran mineral, sementara karakterisasi mineralogi dan geokimia dapat memberikan informasi lebih rinci mengenai sifat sumber daya. Pengetahuan tersebut selanjutnya dapat menjadi bagian dari dasar pengembangan teknologi pengolahan dan pemanfaatan.
“Penguatan pemahaman terhadap sistem mineral Indonesia perlu dilakukan secara terpadu agar hasil riset tidak berhenti pada aspek akademik, tetapi dapat memberikan dasar pengetahuan bagi pengembangan sumber daya mineral yang bernilai tambah dan berkelanjutan,” kata Iwan.
Webinar DiGDaya merupakan forum yang mempertemukan peneliti, akademisi, pemerintah, dan pelaku industri untuk berbagi hasil penelitian serta perkembangan terbaru di bidang sumber daya geologi. Forum ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan eksplorasi, pengolahan, dan hilirisasi mineral strategis.
Melalui Webinar DiGDaya #24, PRSDG BRIN mendorong pemahaman yang lebih terintegrasi mengenai mineral strategis Indonesia, mulai dari proses geologi dan karakteristik sumber daya hingga peluang pengembangan teknologi pemanfaatannya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat basis ilmiah dalam mendukung pengelolaan sumber daya mineral nasional secara efektif, efisien, bernilai tambah, dan berkelanjutan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
