Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Pengguna Internet Di Indonesia Tertinggi di Dunia, Penipuan Transaksi Digital Ikutan Tinggi

Pengguna Internet Di Indonesia Tertinggi di Dunia, Penipuan Transaksi Digital Ikutan Tinggi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 9 Nov 2017
  • visibility 1.267
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Penggguna internet di Indonesia memang beberapa tahun belakangan menunjukan peningkatan secara signifikan, bahkan Kementrian Komunikasi dan Informatika RI merilis pengguna internet di Indonesia terbesar nomor enam di Dunia. Ternyata cukup luar biasa, Orang Indonesia gak Gagap Teknologi (gaptek).

Namun dengan tingginya angka pengguna internet tersebut, kelemahan pun pasti ada, terbukti Korporasi besar di Indonesia disebut masih banyak memiliki kelemahan dalam layanan transaksi digital sehingga membuat angka penipuan transaksi digital di Indonesia ikut Tinggi di Asia-Pasifik.

Perbaikan infrastruktur dan aturan main sangat dibutuhkan karena negara kawasan Asia Pasifik terus meningkatkan digitalisasi mereka.

Experian dan IDC, sebuah firma penelitian pasar ICT dan advisory terkemuka dunia, menerbitkan Digital Trust Index atau Indeks Kepercayaan Digital yang juga bagian dari laporan Fraud Management Insights tahun 2017. Laporan tersebut menyebut tingginya tingkat penipuan di Asia Pasifik.

Managing Director Asia Tenggara dan Pasar Berkembang Experian Asia Pasifik, Dev Dhiman mengatakan, setidaknya terdapat satu dari lima orang pernah mengalami penipuan langsung, sementara satu dari tiga orang atau kerabat terdekat mereka pernah terkena dampaknya.

Tingginya tingkat penipuan bisa berefek negatif terhadap kepercayaan konsumen. Hal ini tentu akan menyulitkan negara ekonomi berkembang, seperti Indonesia karena tingginya kasus penipuan yang terjadi. Seperempat dari total jumlah masyarakat Indonesia secara langsung pernah merasakan dampak penipuan, sementara satu dari dua orang pernah mengalami penipuan pada diri mereka atau orangorang yang mereka cintai.

”Kepercayaan merupakan hal penting pada dunia digital baru ini. Indonesia serta wilayah sekitar terus mendigitalisasi, karena itu sangatlah pentin gbagi organisasi-organisasi untuk menjaga tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi pada penawaran- penawaran digital mereka,” ujar Dhiman dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin.

Dari 10 pasar di seluruh Asia Pasifik, laporan ini menyurvei 3.200 konsumen dan lebih dari 80 organisasi jasa keuangan, telekomunikasi (telko), dan sektor ritel (secara kolektif disebut dengan penyedia layanan) yang masing-masing memiliki pendapatan setidaknya USD10 juta. Negara-negara yang disurvei meliputi Australia, China, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Selandia Baru, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

”Nilai Indonesia dalam Digital Trust Index relatif rendah, yakni 1,8 dari 10. Ini berarti adanya perbedaan antara pelaku bisnis yang mengelola transaksi digital rentan penipuan dengan pengalaman konsumen yang sebenarnya saat terjadi penipuan. Konsumen tidak akan menggunakan layanan yang tidak terpercaya,” katanya.

Indonesia menduduki peringkat ke-10 dengan nilai rata-rata 1,8. Namun, konsumen Indonesia memiliki tingkat toleransi lebih tinggi terhadap penipuan apabila dibandingkan dengan negara-negara Asia Pasifik lainnya.

Akan tetapi, tingginya tingkat penipuan disertai layanan pasca-penipuan yang buruk merupakan hambatan utama dalam membangun kepercayaan lebih tinggi. Seperti Vietnam, Indonesia dilaporkan sebagai negara memiliki tingkat penipuan tertinggi dan sektor keuangan diamati sebagai sektor paling terpercaya dibandingkan dengan industri lainnya.

Pencegahan penipuan generasi selanjutnya kini sudah hadir berkat kemajuan teknologi dalam big data dan analisis. Perusahaan manajemen informasi, seperti Experian, menggunakan alat data dan analisis termutakhir untuk membantu perusahaan-perusahaan dalam mencegah penipuan dan mengotomatisasi pengambilan keputusan.

Meningkatnya volume transaksi digital senantiasa mengejutkan bisnis dan ekonomi di seluruh wilayah Asia Pasifik. Bagi pebisnis, mengatasi meningkatnya skala transaksi digital memerlukan peningkatan investasi yang cerdas pada infrastruktur untuk memproses transaksi-transaksi tersebut sekaligus memastikan optimalisasi standar keamanan, ketersediaan, dan kehandalan mutu layanan digital mereka. Infrastruktur ini termasuk alat-alat untuk mengelola volume transaksi yang meningkat.[okezone]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renungan suci

    Renungan suci

    • calendar_month Minggu, 18 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 990
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) gelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa Kayuagung, tepat pada Pukul 00.00 WIB dini hari, Sabtu (17/08/24). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-79 Tahun 2024. . Dalam suasana khidmat, apel […]

  • Ini Nama-nama Pejabat Pemkab OKI yang Dilantik

    Ini Nama-nama Pejabat Pemkab OKI yang Dilantik

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 914
    • 0Komentar

    KEPALA Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kab. OKI, Maulidini, SKM dalam laporan menyampaikan sejumlah pejabat yang dilantik hari ini merupakan hasil dari proses tahapan administrasi kepegawaian antara lain, Uji kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama,uji kompetensi pejabat administrator, seleksi terbuka terbatas, perubahan nomenklatur OPD serta manajemen talenta ASN. . “Merupakan hasil dari beberapa  proses manajemen talenta […]

  • Minta Maaf kepada Jurnalis, HD : Ini Jadi Bahan Koreksi Kami

    Minta Maaf kepada Jurnalis, HD : Ini Jadi Bahan Koreksi Kami

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.332
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru (HD)  akhirnya meminta maaf kepada  para Jurnalis terkait perlakuan dari pengawal pribadi [Walpri] terhadap jurnalis Detik.com, Raja Adil Siregar. Permintaan maaf Gubernur Sumsel dilontarkannya secara pribadi saat menemui jurnali di teras Kantor Pemprov. Sumsel, Selasa [13/11/2018]. “Secara pribadi saya mohon maaf, tapi ini akan menjadi koreksi kami, ke […]

  • Tidak Benar, Foto Ratusan Burung di India Mati karena Corona, Ini Yang Sebenarnya

    Tidak Benar, Foto Ratusan Burung di India Mati karena Corona, Ini Yang Sebenarnya

    • calendar_month Kamis, 20 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 780
    • 0Komentar

    BEREDAR unggahan foto di media sosial Facebook yang memperlihatkan ratusan burung tergeletak di tanah. Unggahan itu disertai narasi yang mengklaim bahwa gambar tersebut merupakan foto burung-burung di India yang mati karena virus Corona. Dilansir dari Kumparan.com, unggahan foto yang diklaim sebagai foto ratusan burung di India yang mati karena virus Corona adalah keliru. Berdasarkan penelusuran […]

  • Batas Alang-Alang Lebar–Ilir Barat I Disepakati, Warga Segera Dapat Kepastian

    Batas Alang-Alang Lebar–Ilir Barat I Disepakati, Warga Segera Dapat Kepastian

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang resmi menyepakati penegasan batas wilayah antara Kecamatan Alang-Alang Lebar dan Kecamatan Ilir Barat I. Kesepakatan itu menjadi momen penting guna memberikan kepastian administrasi bagi masyarakat yang bermukim di kawasan perbatasan, sehingga  menjadi dasar dalam meningkatkan ketertiban pelayanan publik. Saat ini, Pemkot juga tengah menyiapkan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai […]

  • BPJS Muba 48,26%, Pekerja Aman, Tinggal Nunggu Jodoh!

    BPJS Muba 48,26%, Pekerja Aman, Tinggal Nunggu Jodoh!

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.217
    • 0Komentar

    DI Musi Banyuasin (Muba) orang bilang “kerja keras itu penting, tapi kerja cerdas lebih penting,” nah, sekarang Pemkab Muba malah nambahin “kerja aman juga gak kalah penting.” Buktinya? hingga Juli 2025, sudah 103.079 pekerja Muba yang resmi masuk ke pelukan BPJS Ketenagakerjaan. Itu artinya 48,26 persen pekerja sudah terlindungi, dari total 213.582 tenaga kerja. Jadi, […]

expand_less
WordPress Archive Fashion Feast – WooCommerce Responsive Theme Fashion Feel – WooCommerce Elementor Template Kit Fashion Instincts – WooCommerce Elementor Template Kit Fashion Spirit – WooCommerce Elementor Template Kit Fashion Store – Hanbags, Shoer RTL Responsive WooCommerce WordPress Theme Fashionable – Fashion Shop Elementor Template Kit Fashionly – Fashion Blog Theme Fashiro WP – Multipurpose Elementor WooCommerce Theme Fashly – Fashion & Clothing Designer Elementor Template Kit Fast & Custom Grid – WordPress Plugin