Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Judi Online Berkedok Kripto, Polymarket Diblokir

Judi Online Berkedok Kripto, Polymarket Diblokir

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU dulu judi online identik dengan gambar slot warna-warni yang berkedip seperti lampu hajatan, kini tampilannya jauh lebih “rapi”.

Apalagi platform prediction market seperti Polymarket belakangan ini menjadi sorotan, karena menggunakan sistem berbasis blockchain dan aset kripto untuk memfasilitasi aktivitas spekulasi terhadap suatu peristiwa tertentu.

Platform ini ada yang menggunakan grafik naik turun, istilah blockchain, dompet kripto, sampai prediksi politik dan ekonomi, sekilas terlihat seperti diskusi anak startup.

Di situlah wajah baru perjudian digital muncul, tampil modern, namun tetap mengandung taruhan uang.

Pemerintah pun akhirnya turun tangan, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memblokir akses situs Polymarket di Indonesia. Platform berbasis prediction market itu dinilai tetap masuk kategori judi online karena memfasilitasi taruhan berbasis uang terhadap hasil suatu kejadian yang belum pasti.

Sekilas, prediction market memang terlihat berbeda dibanding situs judi online biasa. Tidak ada suara jackpot yang memekakkan telinga atau animasi koin berhamburan.

Pengguna cukup memilih prediksi atas suatu peristiwa, mulai dari politik, olahraga, ekonomi, hingga harga aset digital tertentu. Kalau tebakan benar, ada keuntungan uang yang menunggu.

Karena itu, terkadang orang banyak keliru membedakan antara analisis dan spekulasi.

Kalau investasi ibaratnya menanam pohon mangga lalu menunggu panen, prediction market lebih mirip pasang tebakan siapa yang paling dulu memetik buahnya, karena sama-sama berbicara soal masa depan, tetapi mekanismenya berbeda. Ada unsur taruhan terhadap hasil yang belum pasti.

Fenomena ini menunjukkan kalau judi online terus berubah mengikuti zaman. Kalau dulu tampilannya mencolok dan penuh bonus bombastis, sekarang platform taruhan hadir lebih modern, bersih, bahkan terlihat seperti aplikasi finansial.

Istilah blockchain, aset kripto, dan teknologi digital membuat sebagian orang menganggap aktivitas semacam ini terlihat lebih “cerdas” dibanding perjudian online konvensional. Padahal, secanggih apa pun bungkusnya, substansi aktivitasnya tetap menjadi perhatian regulator, jika ada unsur taruhan uang di dalamnya.

Fenomena prediction market juga bukan hanya menjadi perhatian di Indonesia. Sejumlah negara lain mulai mengambil langkah pembatasan terhadap platform serupa karena dianggap memiliki kemiripan dengan praktik perjudian online.

Di era digital saat ini, batas antara hiburan, investasi, dan spekulasi memang semakin tipis. Bahkan generasi internet hidup di tengah budaya serba cepat, dan mengkhawatirkan, ingin untung cepat, viral cepat, bahkan ikut tren pun harus cepat.

Akibatnya, banyak platform digital dirancang semenarik mungkin agar pengguna betah berlama-lama di dalam aplikasi. Masalahnya, sesuatu yang terlihat modern belum tentu bebas risiko.

Tak ada ruang

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menegaskan pemerintah tidak akan memberikan ruang terhadap segala bentuk judi online di Indonesia, termasuk yang dikemas menggunakan teknologi blockchain maupun aset kripto.

“Pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk judi online di Indonesia. Aktivitas seperti Polymarket mengandung unsur taruhan uang dan spekulasi atas suatu peristiwa yang hasilnya belum pasti, sehingga bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia,” tegas Alexander dalam keterangannya dilaman resmi komdigi belum lama ini.

Menurutnya, pemutusan akses dilakukan sebagai langkah perlindungan masyarakat, terutama generasi muda dan pengguna ruang digital nasional.

Komdigi juga tengah menelusuri akun media sosial yang terafiliasi dengan Polymarket guna dilakukan pembatasan akses secara lebih menyeluruh.

Komdigi turut mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas spekulasi berbasis taruhan digital, termasuk yang menggunakan instrumen aset kripto, karena berpotensi menimbulkan kerugian finansial dan melanggar ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Oleh karena itu perlu jadi renungan sebab, teknologi itu hanyalah alat, sementara blockchain maupun aset kripto tidak selalu identik dengan hal negative.

Akan tetapi penggunaannya bisa bergeser ke mana saja tergantung siapa yang memakainya, seperti pisau dapur, ia bisa membantu memasak, tetapi juga bisa melukai kalau digunakan sembarangan. Pemblokiran Polymarket menjadi pengingatkan bahwa dunia digital bukan cuma soal aplikasi canggih dan istilah keren berbahasa Inggris.

Semua ada batas hukumnya, ada etika, dan ada tanggung jawab yang ikut menyertainya, sebab di zaman sekarang, jebakan digital kadang tidak datang dengan wajah menyeramkan, justru hadir dengan tampilan elegan, grafik modern, dan kesan seolah semuanya terlihat aman. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Lembaga Legistatif di Sumatera Kunjungi Palembang, Ternyata, Oh Ini Tujuannya

    2 Lembaga Legistatif di Sumatera Kunjungi Palembang, Ternyata, Oh Ini Tujuannya

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    PASCA lebaran kota Palembang secara bergantian dalam satu hari menerima kunjungan kerja dari dua DPRD Kabupaten yaitu Kabupaten Langkat dan Bangka Barat. Kunjungan kerja yang didasari untuk belajar bersama serta mewujudkan sistem pelayanan publik yang baik menjadikan silahturahmi kedua daerah saling mensuport untuk maju bersama. Hal ini diungkapkan Staf Ahli Walikota Bidang sosial K.Sadarudin bahwa dalam […]

  • Kali 10 Terima WTP, Walkot Palembang Pesan Ini

    Kali 10 Terima WTP, Walkot Palembang Pesan Ini

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.189
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota [Pemkot] Palembang kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan hasil Pemeriksaan (LHP) laporan keuangan dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2019 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumsel. Torehan prestasi  predikat WTP  ini menambah catatan prestasi yang diraih untuk ke 10 secara berturut turut , Selasa (23/6/2020). Predikat itu […]

  • Ajak masyarakat muslim Sumsel teladani 4 ajaran Nabi Ibrahim AS

    Ajak masyarakat muslim Sumsel teladani 4 ajaran Nabi Ibrahim AS

    • calendar_month Senin, 11 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 745
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Mawardi Yahya mengajak masyarakat khususnya umat muslim untuk selalu bersyukur karena hingga pagi Idul Adha 1443 hijriah ini semua masih diberi kesempatan menta’zhimkan syi’ar Islam. Menurut Mawardi, bertakbir mengagungkan asmanya, ruku ‘ sujud dan bertaqarrub serta bersyukur atas segala karunia – Nya , lalu dilanjutkan dengan menyembelih hewan qurban, merupakan wujud ketaatan umat […]

  • Gubernur Minta Jaga Lingkungan, PLTP Rantau  Dedap  Perkuat  Sumsel  Dalam Pemanfaatan  Energi Baru Terbarukan

    Gubernur Minta Jaga Lingkungan, PLTP Rantau Dedap Perkuat Sumsel Dalam Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

    • calendar_month Jumat, 28 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.380
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengaku bangga hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di wilayah Sumsel. Bapak Pembangunan Sumsel itu menilai keberadaan dari PLTU tersebut salah satu dukungannya dari PT. Supreme Energy dalam menuju Sumsel menerapkan energi baru terbarukan. “Saya bangga hadirnya PLTP ini. Prinsipnya ini memperkuat komitmen kita (Sumsel) menuju energi baru terbarukan,” […]

  • Gugus Tugas Segera Lakukan Kontak Tracking

    Gugus Tugas Segera Lakukan Kontak Tracking

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.192
    • 0Komentar

    AZ (40) warga Ogan Komering Ilir dimakamkan dengan protokol Covid-19 meski yang bersangkutan belum terkonfirmasi terpapar virus corona. Jurus Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten OKI, Iwan Setiawan saat memberikan keterangan pers virtual pada, Sabtu, (25/4/2020) mengungkapkan Warga Desa Tapus Kecamatan Pampangan OKI tersebut sebelumnya di rawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang dengan gejala […]

  • Survei-Sarimuda

    Sarimuda Sebut Ada 5 Partai Sudah Merestui Pencalonannya

    • calendar_month Selasa, 5 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.540
    • 0Komentar

    Calon Walikota Palembang Sarimuda mengklaim ada lima partai politik yang sudah merestui dirinya untuk ikutserta Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Palembang 2018 tinggal menunggu deklarasi.

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Reactor WordPress Theme MyThemeShop Reader WordPress Theme MyThemeShop Report WordPress Theme MyThemeShop Repose WordPress Theme MyThemeShop Risen WordPress Theme MyThemeShop Saturation WordPress Theme MyThemeShop Schema WordPress Theme MyThemeShop School WordPress Theme MyThemeShop Seekers WordPress Theme MyThemeShop Sensational WordPress Theme