Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Judi Online Berkedok Kripto, Polymarket Diblokir

Judi Online Berkedok Kripto, Polymarket Diblokir

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU dulu judi online identik dengan gambar slot warna-warni yang berkedip seperti lampu hajatan, kini tampilannya jauh lebih “rapi”.

Apalagi platform prediction market seperti Polymarket belakangan ini menjadi sorotan, karena menggunakan sistem berbasis blockchain dan aset kripto untuk memfasilitasi aktivitas spekulasi terhadap suatu peristiwa tertentu.

Platform ini ada yang menggunakan grafik naik turun, istilah blockchain, dompet kripto, sampai prediksi politik dan ekonomi, sekilas terlihat seperti diskusi anak startup.

Di situlah wajah baru perjudian digital muncul, tampil modern, namun tetap mengandung taruhan uang.

Pemerintah pun akhirnya turun tangan, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memblokir akses situs Polymarket di Indonesia. Platform berbasis prediction market itu dinilai tetap masuk kategori judi online karena memfasilitasi taruhan berbasis uang terhadap hasil suatu kejadian yang belum pasti.

Sekilas, prediction market memang terlihat berbeda dibanding situs judi online biasa. Tidak ada suara jackpot yang memekakkan telinga atau animasi koin berhamburan.

Pengguna cukup memilih prediksi atas suatu peristiwa, mulai dari politik, olahraga, ekonomi, hingga harga aset digital tertentu. Kalau tebakan benar, ada keuntungan uang yang menunggu.

Karena itu, terkadang orang banyak keliru membedakan antara analisis dan spekulasi.

Kalau investasi ibaratnya menanam pohon mangga lalu menunggu panen, prediction market lebih mirip pasang tebakan siapa yang paling dulu memetik buahnya, karena sama-sama berbicara soal masa depan, tetapi mekanismenya berbeda. Ada unsur taruhan terhadap hasil yang belum pasti.

Fenomena ini menunjukkan kalau judi online terus berubah mengikuti zaman. Kalau dulu tampilannya mencolok dan penuh bonus bombastis, sekarang platform taruhan hadir lebih modern, bersih, bahkan terlihat seperti aplikasi finansial.

Istilah blockchain, aset kripto, dan teknologi digital membuat sebagian orang menganggap aktivitas semacam ini terlihat lebih “cerdas” dibanding perjudian online konvensional. Padahal, secanggih apa pun bungkusnya, substansi aktivitasnya tetap menjadi perhatian regulator, jika ada unsur taruhan uang di dalamnya.

Fenomena prediction market juga bukan hanya menjadi perhatian di Indonesia. Sejumlah negara lain mulai mengambil langkah pembatasan terhadap platform serupa karena dianggap memiliki kemiripan dengan praktik perjudian online.

Di era digital saat ini, batas antara hiburan, investasi, dan spekulasi memang semakin tipis. Bahkan generasi internet hidup di tengah budaya serba cepat, dan mengkhawatirkan, ingin untung cepat, viral cepat, bahkan ikut tren pun harus cepat.

Akibatnya, banyak platform digital dirancang semenarik mungkin agar pengguna betah berlama-lama di dalam aplikasi. Masalahnya, sesuatu yang terlihat modern belum tentu bebas risiko.

Tak ada ruang

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menegaskan pemerintah tidak akan memberikan ruang terhadap segala bentuk judi online di Indonesia, termasuk yang dikemas menggunakan teknologi blockchain maupun aset kripto.

“Pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk judi online di Indonesia. Aktivitas seperti Polymarket mengandung unsur taruhan uang dan spekulasi atas suatu peristiwa yang hasilnya belum pasti, sehingga bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia,” tegas Alexander dalam keterangannya dilaman resmi komdigi belum lama ini.

Menurutnya, pemutusan akses dilakukan sebagai langkah perlindungan masyarakat, terutama generasi muda dan pengguna ruang digital nasional.

Komdigi juga tengah menelusuri akun media sosial yang terafiliasi dengan Polymarket guna dilakukan pembatasan akses secara lebih menyeluruh.

Komdigi turut mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas spekulasi berbasis taruhan digital, termasuk yang menggunakan instrumen aset kripto, karena berpotensi menimbulkan kerugian finansial dan melanggar ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Oleh karena itu perlu jadi renungan sebab, teknologi itu hanyalah alat, sementara blockchain maupun aset kripto tidak selalu identik dengan hal negative.

Akan tetapi penggunaannya bisa bergeser ke mana saja tergantung siapa yang memakainya, seperti pisau dapur, ia bisa membantu memasak, tetapi juga bisa melukai kalau digunakan sembarangan. Pemblokiran Polymarket menjadi pengingatkan bahwa dunia digital bukan cuma soal aplikasi canggih dan istilah keren berbahasa Inggris.

Semua ada batas hukumnya, ada etika, dan ada tanggung jawab yang ikut menyertainya, sebab di zaman sekarang, jebakan digital kadang tidak datang dengan wajah menyeramkan, justru hadir dengan tampilan elegan, grafik modern, dan kesan seolah semuanya terlihat aman. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementerian ESDM Borong 5 Penghargaan Prestisius di PR Indonesia Awards 2021

    Kementerian ESDM Borong 5 Penghargaan Prestisius di PR Indonesia Awards 2021

    • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.590
    • 0Komentar

    Prestasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam kinerja komunikasi dan pengelolaan layanan publik mendapat apresiasi tinggi dari para juri di ajang kompetisi bergengsi Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2021. Pada ajang prestisius tersebut, Kementerian ESDM mendapatkan 5 penghargaan sekaligus di berbagai kategori. Kelima penghargaan yang diterima Kementerian ESDM pada kategori Kementerian/Lembaga meliputi: 1.Departemen […]

  • Batam-Balikpapan Sudah, Palembang Kapan Garuda Store?

    Batam-Balikpapan Sudah, Palembang Kapan Garuda Store?

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    KALAU soal dukung Timnas Indonesia, wong kito galo jelas tak mau ketinggalan. Dari nobar sampai beli jersey, semangatnya kadang lebih panas dari siang di bawah Jembatan Ampera. Tapi, ada satu pertanyaan yang mulai sering terdengar di tongkrongan kalau Batam dan Balikpapan sudah punya, Palembang kapan kebagian Garuda Official Store? Belum lama ini, PSSI melalui PT […]

  • Puncak Dies Natalis UIN Raden Fatah ke-5, Nisa Sabyan Bius Penonton

    Puncak Dies Natalis UIN Raden Fatah ke-5, Nisa Sabyan Bius Penonton

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.052
    • 0Komentar

    PUNCAK memperingati HUT [Dies Natalis] ke-5 Universitas Islam Negeri [UIN] Raden Fatah Palembang dimeriahkan Grub Band Sabyan Gambus di Lapangan UIN RF, Rabu [9/10/2019].Meskipunkondisi matahari yang tengah terik, ratusan  penonton yang umumnya mahasiswa/wi tetap bersemangat untuk menunggu penampilan Sabyan Gambus. Selain perayaan Dies Natalis,juga sekaligus dilaksanakan pembukaan Porseni mahasiswa.Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr.H.M Sirozi,Ph.D mengatakan Porseni ini sebagai ajang […]

  • Resmi, Sungai Lilin di Tetapkan Jadi Lokasi KIH, Sekda Ingatkan Ini  

    Resmi, Sungai Lilin di Tetapkan Jadi Lokasi KIH, Sekda Ingatkan Ini  

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.134
    • 0Komentar

      PROSES pembangunan Kawasan Industri Hijau (KIH) di Kabupaten Musi Banyuasin saat ini telah dilanjutkan ke tahap draft Surat Keputusan (SK) Bupati Muba terkait penetapan lokasi KIH. Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Muba Azizah SSos, SK Bupati tersebut berisikan penetapan lokasi KIH berdasarkan hasil feasibility study, studi kelayakan, melalui konsultan Universitas Sriwijaya. Ada lima […]

  • Prov. Sumsel Siapkan Bantuan “1 Juta 1 Tahun” Bagi Mahasiswa

    Prov. Sumsel Siapkan Bantuan “1 Juta 1 Tahun” Bagi Mahasiswa

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 851
    • 0Komentar

    KEBIJAKAN Gubernur Sumsel menghimbau PTN/PTS di Sumsel untuk memberikan keringanan biaya kuliah pada kondisi pandemi saat ini mendapat apresiasi dari sejumlah mahasiswa di Sumsel. Agar bantuan keringanan biaya itu tepat sasaran, sejumlah mahasiswa beraudiensi dengan Gubernur Sumsel dan berinisiatif membentuk Tim Gugus Tugas guna mengawal penerima bantuan keringanan UKT, di ruang rapat kerja Gubernur pada […]

  • Peringkat I Innovative Government, Sumsel Boyong IGA Award 2017

    Peringkat I Innovative Government, Sumsel Boyong IGA Award 2017

    • calendar_month Selasa, 19 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.106
    • 0Komentar

    Ada 3 Aspek yang membuat Sumsel menjadi peringkat pertama yaitu aspek kuantitas, aspek kualitas, dan aspek manfaat.

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Reactor WordPress Theme MyThemeShop Reader WordPress Theme MyThemeShop Report WordPress Theme MyThemeShop Repose WordPress Theme MyThemeShop Risen WordPress Theme MyThemeShop Saturation WordPress Theme MyThemeShop Schema WordPress Theme MyThemeShop School WordPress Theme MyThemeShop Seekers WordPress Theme MyThemeShop Sensational WordPress Theme