Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » “Digital ID & Nasib NIK Bocor, Saatnya Indonesia Pakai Sidik Jari Bukan Pakai Janji”

“Digital ID & Nasib NIK Bocor, Saatnya Indonesia Pakai Sidik Jari Bukan Pakai Janji”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
  • visibility 517
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

APAKAH Digital ID berbasis biometrik bisa jadi solusi atas Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor seluler yang sudah bocor ke mana-mana?. Pertanyaan ini bukan cuma soal teknis, tapi sudah menyangkut harga diri bangsa, karena kalau data kita udah bocor kayak air galon tumpah di jalan berlubang, ya.. habis sudah. Dalam pertemuan di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Wamen Nezar Patria, kemarin, para praktisi internet Indonesia datang bukan buat sekadar numpang ngopi, tapi menyodorkan keresahan bangsa bahwa masa depan digital Indonesia jangan dibiarkan ngambang kayak sinyal WiFi tetangga.

Dalam dunia digital yang makin gesit, NIK dan nomor HP yang dulu jadi senjata utama untuk login, sekarang malah jadi titik lemah. Bocornya kredensial ini ibarat kunci kamar kos yang jatuh ke tangan mantan tiap saat bisa dipakai buat masuk dan mengacak-acak privasi. Nah, hadirlah ide Digital ID berbasis biometrik. Wajah, sidik jari, bahkan detak jantung bisa jadi identitas baru yang (katanya) lebih aman. Tapi pertanyaannya teknologi ini bakal memberantas kejahatan digital, atau malah jadi ladang baru buat yang doyan ngutak-atik data?

Pertemuan itu semacam reuni akbar para “pawang digital”, dari Sylvia Sumarlin yang kayaknya udah bisa deteksi sinyal lemah pakai insting, sampai Ashwin Sasongko yang sudah kenyang makan asam garam regulasi internet. Mereka bukan sekadar diskusi sambil ngopi, mereka memperdebatkan masa depan negeri. Salah satunya, soal perlunya kanal komunikasi terbuka yang bisa diakses publik buat ngasih masukan. Karena selama ini, nasib netizen kayak penumpang KRL tanpa speaker, pingin protes tapi suaranya kedengeran cuma di dalam kepala.

Setelah BRTI dibubarkan lewat Perpres 112 Tahun 2020, fungsi konsolidasi itu memang kayak nasi goreng tanpa kecap hidup, tapi hambar. Bayangkan kamu punya ide jenius soal tata kelola internet, tapi nggak ada tempat nyampainya. Ya, akhirnya kamu cuma bisa curhat di Twitter, eh, X yang ironisnya, malah datanya juga dikuras sama AI. Maka dari itu, dibutuhkan semacam ‘Baleho Digital Nasional’, tempat rakyat bisa sumbang saran, kritik, bahkan ide ngawur yang kadang bisa jadi solusi ajaib.

Diskusi juga melebar ke pentingnya kompetisi teknologi buat anak muda, karena sekarang ini, prestasi pemuda sering kali mentok di ajang rebutan stiker WhatsApp, padahal potensi mereka bisa tembus orbit Mars. Pemerintah didorong kasih dukungan riil, bukan cuma potong pita saat lomba robotik, tapi juga alokasi anggaran, pelatihan, hingga market akses, biar startup gak mati muda kayak tanaman hidroponik yang lupa disiram.

Salah satu yang juga nyempil di pembahasan adalah soal pengelolaan DNS dan IP Address, kedengarannya memang teknis banget, kayak resep opor ayam dari nenek buyut, tapi ini soal kedaulatan digital. Kalau DNS kita masih numpang sama negara lain, itu ibarat rumah punya kita tapi kuncinya dipegang tetangga. Penyatuan regulasi dalam hal ini penting biar kita nggak cuma jadi netizen yang doyan scroll, tapi juga pemilik sah dari infrastruktur digital kita sendiri.

Dalam konteks global, Indonesia disarankan buat tampil bukan sekadar figuran yang cuma bilang “yes” di forum internasional macam Internet Governance Forum (IGF). Kita harus jadi aktor utama, minimal pemeran pembantu yang banyak dialog. Apalagi dalam urusan kecerdasan artifisial (AI), yang sudah mulai ganggu sektor kerja, pendidikan, bahkan percintaan (karena makin banyak orang curhat ke chatbot daripada ke pasangannya). Wamen bilang, draft regulasi AI sudah disiapkan, dan akan melibatkan publik. Ini penting, biar AI kita nggak jadi Frankenstein digital yang nyusahin rakyat sendiri.

Harus jeli

Wamen Nezar Patria, dalam nada diplomatis yang tetap nyantai, bilang bahwa regulasi ke depan bakal fleksibel, berbasis nilai, tapi tetap menomorsatukan etika dan keamanan. Ini seperti bikin martabak isinya boleh macam-macam, tapi jangan lupakan adonan dasarnya. Negara harus jeli jangan sampai dalam semangat mengejar inovasi, kita malah membuka celah buat kejahatan digital berkembang lebih cepat daripada undang-undang yang mengaturnya.

Lalu, kenapa sih negara ini selalu kedodoran urusan regulasi digital? Salah satu alasannya, kata Wamen, adalah soal geopolitik dan… anggaran. Iya, anggaran riset kita kadang kalah dari dana buat beli seragam rapat. Di tengah persaingan global, Indonesia kudu gesit. Bayangkan dunia ini sebagai pasar malam teknologi, kalau kita cuma datang sebagai pembeli, ya… pulangnya cuma bawa balon. Tapi kalau kita datang sebagai pedagang dengan teknologi, talenta, dan kebijakan matang kita bisa balik dengan lapak sendiri, bahkan franchise.

Sebagai perbandingan, beberapa negara udah lebih dulu pasang rem tangan dan gas secara bersamaan alias menjaga inovasi jalan, tapi tetap dikawal regulasi yang cakep. Ambil contohnya Estonia, negara kecil tapi digitalnya udah kayak tokopedia versi negara. Mereka punya sistem e-Residency dan Digital ID nasional yang bikin ngurus pajak, nikah, sampai bikin startup bisa lewat HP. Penduduknya bisa milih pemimpin lewat internet, sementara kita kadang masih rebutan TPS cuma buat ambil gorengan gratis.

Lalu ada India, lewat program Aadhaar Digital ID berbasis biometrik terbesar di dunia, udah berhasil mengintegrasikan layanan sosial, perbankan, dan subsidi pemerintah. Meski sempat dikritik soal privasi, India terus berbenah sambil jalan. Setidaknya mereka udah punya jalan, meski kadang masih banyak polisi tidur di tengahnya.

Satu lagi, Singapura, tetangga sebelah yang udah kayak abang parkir pintar. Lewat Singpass, mereka bikin identitas digital warganya bisa dipakai untuk ngurus 2.000 lebih layanan, mulai dari setor pajak sampai pesan kembang buat ulang tahun mertua. Bahkan, pemerintahnya juga bikin sandbox regulasi untuk uji coba teknologi baru tanpa nabrak undang-undang lama. Di sana, inovasi jalan, hukum pun tetap tegas. Ibaratnya bisa naik hoverboard, tapi tetap pakai helm dan SIM.

Nah, semua ini sebenarnya berujung pada satu hal trust alias kepercayaan. Digital ID bukan sekadar teknologi biometrik, tapi fondasi buat membangun kepercayaan di dunia maya. Tanpa itu, kita akan terus dibohongi pinjol ilegal, dibujuk rayu judi online, dan diganggu spam yang ngajak nikah. Sudah saatnya ruang digital kita dibersihkan dari manipulasi, dan itu dimulai dari identitas yang kuat, regulasi yang jelas, serta partisipasi publik yang luas. Karena seperti kata pepatah digital “Kalau datamu aman, hidupmu nyaman. Kalau datamu bocor, tidur pun tak nyenyak walau AC-nya dingin.”

Jadi, apa pelajaran dari pertemuan 90 menit di Kantor Komdigi itu? Bahwa dunia digital bukan sekadar urusan sinyal kencang atau ganti password tiap minggu. Ini soal masa depan bangsa, di mana identitas kita harus kuat, regulasi kita harus tajam, dan inovasi kita harus dibarengi nilai dan etika. Kalau pemerintah dan rakyat bisa duduk bareng kayak tadi, bukan mustahil kita bisa jadi raja di negeri digital sendiri. Ingat, bangsa yang besar bukan cuma yang punya banyak followers, tapi yang datanya aman dan identitasnya tak bisa diganggu gugat. Jadi yuk, mulai sekarang, lindungi data, dukung Digital ID, dan jangan mau lagi ditipu pinjol yang ngaku-ngaku jodoh.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Resmikan Sentra Ternak Dompet Dhuafa di Banyuasin

    Gubernur Resmikan Sentra Ternak Dompet Dhuafa di Banyuasin

    • calendar_month Selasa, 13 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.777
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru meresmikan Sentra Ternak Dompet Dhuafa (DD) Farm Sumatera Selatan di Desa Rejodadi Kecamatan Sembawa Kab Banyuasin, belum lama ini. Sentra Ternak Dompet Dhuafa adalah kawasan peternakan modern yang terintegrasi, sebagai salah satu bentuk implementasi zakat produktif berkat amanah kebaikan para donaturnya. Dimana pengelolaannya dilakukan oleh mitranya. Gubernur mengapreasiasi adanya DD […]

  • Libur Idulfitri Usai, ASN Harus  Semakin Produktif

    Libur Idulfitri Usai, ASN Harus Semakin Produktif

    • calendar_month Selasa, 18 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.106
    • 0Komentar

    HARI pertama kerja usai Idulfitri 1442 H, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menggelar apel pagi dan halalbihalal secara virtual. Dalam amanatnya, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo mengimbau agar aparatur sipil negara (ASN) dapat segera kembali menjalankan tugas-tugas dengan maksimal. “Setelah Idulfitri, mari kita semua tetap produktif sesuai tugas masing-masing dan tetap menerapkan 5 […]

  • Pekerja Migran Sekarang Dilindungi Negara, Kenapa ?

    Pekerja Migran Sekarang Dilindungi Negara, Kenapa ?

    • calendar_month Minggu, 25 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.607
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Indonesia telah mengundangkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 59 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PP No. 59/2021). PP yang ditandatangani Presiden Joko Widodo ini diundangkan pada 7 April 2021. Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan bahwa PP No. 59/2021 merupakan salah satu aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja […]

  • Tingkatkan Syiar Islam, Plt Bupati Beni Hernedi Sambangi Masjid Desa Pagarkaya

    Tingkatkan Syiar Islam, Plt Bupati Beni Hernedi Sambangi Masjid Desa Pagarkaya

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 708
    • 0Komentar

    MENGINJAK hari ke 9 Bulan Suci Ramadhan 1443 H, Plt Bupati Muba Beni Hernedi melakukan Kunjungan Kerja dalam Rangka Safari Ramadhan 1443 H / 2022 M. Safari Ramadhan dirangkai dengan Pelantikan Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin. Acara dilaksanakan di Masjid Raudhatul Jannah Desa Pagarkaya Kecamatan Sungai Keruh, Senin (11/04/2022).   […]

  • Berkunjung Panti Sosial Indralaya, Ada Apa Disana?

    Berkunjung Panti Sosial Indralaya, Ada Apa Disana?

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.959
    • 0Komentar

    KETUA TP PKK Sumsel Feby Deru dan Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya saat berkunjung ke Panti Sosial, kemarin. Di Panti Sosial itu, TP PKK Sumsel berdialog dengan salah satu penghuninya, Musa, pria lanjut berusia 70 tahunan lebih menyampaikan tak menyangka Ketua TP PKK Sumsel bersedia datang tak hanya untuk menyapa para […]

  • PT PLN Jamin Suplai Listrik Terpenuhi,  Ajak Investor Masuk ke Papua Untuk Berinvestasi

    PT PLN Jamin Suplai Listrik Terpenuhi, Ajak Investor Masuk ke Papua Untuk Berinvestasi

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 825
    • 0Komentar

    PT PERUSAHAAN Listrik Negara (Persero) mengajak investor, baik dalam negeri maupun asing, untuk masuk ke Papua untuk berinvestasi. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kelistrikan itu menjamin ketersediaan pasokan listrik yang mencapai 400 megawatt (MW) di Tanah Papua. Penambahan infrastruktur jaringan ketenagalistrikan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 membuka peluang kian bergulirnya kegiatan pertanian, […]

expand_less
WordPress Archive The Team Pro – Team Showcase WordPress Plugin The Trial – Law WordPress Theme The Wall – Media Gallery – jQuery Powered The Wavo – Portfolio Showcase WordPress Theme The Way – Creative OnePage & MultiPurpose WordPress The Workout – Trainer Fitness WordPress Theme The7 — Ultimate Website & Online Store Builder for WordPress & WooCommerce The7 — Website and eCommerce Builder for WordPress TheBand Music WordPress Theme TheBlog – Multi Concept Blog & Portfolio