200 BTS Terdampak Gempa M7,7 di NTT, Sikka Terbanyak
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : komdigi.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 200 base transceiver station (BTS) atau site telekomunikasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat gangguan tersebut tersebar di 10 kabupaten/kota. Data itu merupakan hasil pemantauan jaringan hingga pukul 07.00 WIB.
Kabupaten Sikka menjadi wilayah dengan jumlah BTS terdampak paling banyak, yakni 51 site dari total 192 BTS. Setelah itu, gangguan terbanyak tercatat di Kabupaten Ende dengan 31 site dan Flores Timur sebanyak 26 site.
Secara keseluruhan, 200 BTS yang mengalami gangguan tersebut setara dengan 16,35 persen dari 1.223 BTS yang berada di 10 wilayah terdampak.
Selain tiga daerah tersebut, gangguan jaringan tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 22 BTS, Manggarai Barat 17 BTS, Manggarai Timur 16 BTS, Ngada 13 BTS, Nagekeo 11 BTS, Lembata 10 BTS, dan Timor Tengah Utara 3 BTS.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto mengatakan kondisi jaringan masih terus dipantau bersama operator seluler. Menurut dia, situasi jaringan pascabencana masih dapat berubah sehingga data gangguan juga akan diperbarui secara berkala.
“Data terus kami perbarui berdasarkan laporan operator dan hasil pemantauan di lapangan,” ujar Wayan dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Gangguan jaringan terjadi antara lain akibat terputusnya pasokan listrik di sejumlah lokasi. Komdigi juga menerima laporan adanya gangguan pada jaringan transmisi yang ikut memengaruhi layanan telekomunikasi.
Tiga operator seluler, yakni Telkomsel, XLsmart, dan Indosat, dilaporkan terdampak gempa. Pada jaringan Telkomsel, gangguan sejumlah BTS berkaitan dengan masalah pasokan listrik. XLsmart melaporkan gangguan layanan terutama di wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa, sedangkan Indosat masih melakukan pemantauan melalui tim teknis.
Komdigi menyatakan proses pemeriksaan dan pemulihan BTS akan dilakukan setelah kondisi lapangan memungkinkan. Faktor keselamatan petugas menjadi salah satu pertimbangan sebelum tim teknis masuk ke lokasi terdampak.
Pemantauan jaringan dilakukan Tim Pemantauan Telekomunikasi (PMT) Komdigi melalui dashboard monitoring dengan melibatkan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, dan operator telekomunikasi.
Masyarakat di wilayah terdampak diminta mengutamakan keselamatan serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, dan lembaga penanganan bencana.
Hingga data terakhir pukul 07.00 WIB, 200 BTS tersebut masih dalam proses pemulihan.
Gempa M7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu pagi juga masih diikuti aktivitas kegempaan. BMKG hingga Minggu terus mencatat gempa susulan di kawasan Flores.
ANTARA pada Minggu (16/8) melaporkan operasi pencarian dan pertolongan di Flores masih berlangsung, dengan Kepala Basarnas turun langsung memantau penanganan pascagempa. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
