Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » SUMSELGLOBAL » “Demokrasi Kito, Jangan Samo Cak Pempek Tanpa Cuko”

“Demokrasi Kito, Jangan Samo Cak Pempek Tanpa Cuko”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
  • visibility 633
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Artikel ini tersedia dalam dua bahasa, baca juga versi Bahasa Inggris di bawah / Read the English version below.

KALAU pemilu itu makanan, maka dia adalah pempek khas, lokal, asli dan jadi kebanggaan wong Palembang. Tapi ingat, pempek tanpa cuko itu ibarat demokrasi tanpa pengawasan rakyat, hambar, kering, dan bikin nyesel.

Nah, di sinilah Bawaslu hadir sebagai cuko, pedas, asam, manis, tapi justru bikin demokrasi berasa!

Selasa, 15 Juli 2025, kemarin di lantai 8 Kantor Wali Kota Palembang jadi dapur demokrasi Wali Kota Ratu Dewa menerima audiensi dari jajaran Bawaslu Kota Palembang, bukan cuma ngobrol-ngobrol kosong, tapi bahas program serius uji petik data pemilih dan Sekolah Volunter Pengawasan Partisipatif.

“Kite dak biso duduk bae sambil ngeluh. Pemilu itu harus dikawal, cak,” ujar salah satu staf dengan logat Palembang kental.

Bayangkan demokrasi itu seperti rumah yang harus dibersihkan bareng-bareng. Bukan cuma tugas petugas pemilu. Kalau kita diam bae, bisa-bisa rumah disapu maling suara.

Uji petik itu penting, bro. Jangan sampai yang sudah meninggal masih terdaftar, sedangkan yang masih hidup malah dak masuk DPT. Kacau nian, kan?.

Perlu belajar dari daerah lain, bahkan bila perlu dari negara belahan dunia yang demokrasi lebih baik, itu pasti keren, tengok Jepara di Indonesia, kreatif bisa bikin lomba vlog anti-politik uang. Anak muda diajak ngawasi lewat konten kreatif. TPS jadi panggung edukasi, bukan arena sogokan.

Kita keluar jauh di Benua biru, tepatnya di Barcelona, Spanyol, disana juga lebih kreatif malah bikin “Festival Demokrasi”, ada seminar, konser, sampai lomba cosplay caleg. Warga diajak senang-senang sambil belajar politik.

Di Tokyo, Jepang Ada aplikasi transparan. Pemilih bisa pantau hasil suara real-time, dan langsung lapor kalau ada yang aneh. Bersih nian, cak, sampai debu pun malu nongol, he..he.

Nah, Wali Kota kito Ratu Dewa nyambut semua inisiatif Bawaslu, bahkan sudah instruksikan Kesbangpol, BPKAD, dan OPD lainnya buat dukung penuh. “Pemilu ini urusan bersama, dak biso diserahkan samo satu lembaga” tegasnya.

“Bener jugo”. … kalau masak pempek cuma pake tepung tanpa ikan dan cuko, hasilnya cuma… kue tepung karet biso-biso bukan pempek yang jadi tapi donat…..

Yang jelasnya pesan dari kakek saya, demokrasi bukan hanya soal nyoblos. Tapi soal keterlibatan, pengawasan, dan suara rakyat yang tak bisa dibeli pake mie instan atau pulsa gratis. “Kalo’ dak galak nebang bambu, jangan mimpi buat suling [seruling]”  – Pepatah Palembang untuk ngajak kita turun tangan langsung, bukan cuma nyinyir dari jauh.

Yuk, kita jadi “cuko” dalam pemilu yang membuat rasa demokrasi jadi sedap dan gurih cak dibuat dari ikan tenggiri asli dari kiriman sungsang… gak usah nunggu jadi pejabat, cukup ajak tetangga nyoblos, bantu awasi, dan tolak politik uang.

Karena demokrasi yang sehat, itu bukan hadiah dari elite, tapi masakan dari rakyat!. “Kalau kite diam bae, pemilu itu biso disulap jadi sinetron. Ngeri nian, cak.”- Pak Man, pensiunan Lurah, 67 tahun. ha..ha..!! [Kenal gak!!].[***]

Catatan Redaksi: Tulisan ini adalah kombinasi opini, feature, dan esai ringan sebagai bentuk apresiasi terhadap kolaborasi Pemkot Palembang dan Bawaslu. Gaya santai dan banyolan sengaja dipilih agar pembaca lebih dekat, paham, dan mau terlibat aktif dan diselipkan loga Palembang dikit sebagai perasa..
Kalau bermanfaat, silakan dibagikan. Kalau dak bermanfaat, anggap bae ini pempek rasa stroberi aneh, tapi minimal bikin senyum.


Title:

“Our Democracy Shouldn’t Be Like Pempek Without Cuko!”

IF elections were food, they’d be pempek a savory fishcake loved by the people of Palembang.
But pempek without cuko, the spicy-sour sauce, is bland and disappointing. Just like democracy without public oversight.

On Tuesday, July 15, 2025, the 8th floor of the Palembang City Hall became the kitchen of democracy Mayor Ratu Dewa met with Bawaslu Palembang to discuss essential programs like voter data audit and the Volunteer School for Election Monitoring. “We can’t just sit and complain. We have to protect the vote, cak,” said one staff member, speaking in thick Palembang dialect.

Imagine democracy as a house. If we don’t clean it together, someone might sneak in and rob it.

Bawaslu’s audit ensures no ghost voters roam the ballot box, and no living citizen is left out.

Inspiration from Other Cities :

  1. Jepara, Indonesia
    Held an anti-vote-buying video contest. Youths became watchdogs through viral content. The polling station became a classroom, not a marketplace.

  2. Barcelona, Spain
    Hosted a “Democracy Festival” with concerts and costume contests. Voters came for the fun, stayed for the awareness.

  3. Tokyo, Japan
    Created a real-time transparent voting app. People can track votes live and report issues instantly. So clean, even dust wouldn’t dare.

Mayor Ratu Dewa fully supported Bawaslu’s initiatives, instructing all departments to pitch in. “Elections aren’t the job of one institution alone,” he said.

Exactly. Like making pempek, it takes more than flour. Without fish and cuko, it’s just chewy sadness.

Democracy is not just about casting votes. It’s about participating, watching, and saying NO to cheap tricks and fake promises. “If you’re not brave enough to cut bamboo, don’t dream of playing the flute” – Palembang proverb, meaning stop complaining, start acting.

Final Thought: Be the Sauce!

Let’s be the cuko of democracy – the people who make it rich, spicy, and meaningful.
Even if we’re not officials, we can still watch, report, and inspire others to vote.

Because strong democracy is not a gift—it’s a dish made by the people.”If we stay quiet, the election might turn into a soap opera” – Pak Man, retired village chief, age 67.[***]

Editor’s Note: This article combines opinion, feature, and light essay to appreciate the synergy between Palembang City Government and Bawaslu.
We use humor and casual tone to engage readers and spark public participation.
If you find this useful, feel free to share. If not, just think of it as pempek with strawberry sauce-odd, but at least entertaining.

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Politik Pengakuan dan Multikulturalisme

    Politik Pengakuan dan Multikulturalisme

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.535
    • 0Komentar

    ARUS globalisasi sangat berpengaruh terhadap seluruh aspek kehidupan masyarakat, di tambah lagi era informasi yang semakin maju, dan sebagai konsekuensi dari itu semua cenderung menghilangkan batasan-batasan geografi dan budaya. Persentuhan antara satu budaya dengan budaya lain ini bukanlah tanpa resiko dan hal ini berimplikasi pada relasi sosial dalam masyarakat. Begitupun pandangan tentang multikulturalisme terus berkembang […]

  • Harapan Gubernur di Ajang OKU Expo 2019

    Harapan Gubernur di Ajang OKU Expo 2019

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 737
    • 0Komentar

    AJANG OKU Expo 2019 yang digelar Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) diharapkan dapat menjadi sarana baru bagi lahirnya ide kreatifitas pemuda dalam memajukan sektor ekonomis kerakyatan. Pernyataan tersebut diungkapkan Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia serta Duta Literasi Sumsel Hj. Percha Leanpuri  saat menghadiri  Opening Ceremony OKU […]

  • Apa Benar, Pria Tewas karena Makan Durian Setelah Vaksin

    Apa Benar, Pria Tewas karena Makan Durian Setelah Vaksin

    • calendar_month Minggu, 27 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 959
    • 0Komentar

    TELAH beredar pesan WhatsApp berisi sebuah foto yang memperlihatkan seorang pria paruh baya yang tewas dan tergeletak di lantai. Foto tersebut disertai dengan keterangan yang menyebut bahwa pria tersebut tewas karena makan durian setelah divaksin. Pesan Whatsapp itu diketahui beredar di wilayah Malaysia. Faktanya, melalui akun Twitter resminya Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) mengonfirmasi bahwa informasi […]

  • “Hijau-Hijau Daun Keladi, Mahasiswa Bisa Jadi Menteri Industri Hijau Nanti!”

    “Hijau-Hijau Daun Keladi, Mahasiswa Bisa Jadi Menteri Industri Hijau Nanti!”

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 581
    • 0Komentar

    (Humor, Edukasi, Imajinasi: Cerita Dagelan Kampus, Pabrik & Masa Depan yang Ramah Oksigen) DI TENGAH ancaman bumi yang makin panas kayak wajan bekas goreng bakwan, Kementerian Perindustrian malah ngajak mahasiswa buat ngobrolin industri hijau, green jobs, dan masa depan yang rendah karbon tapi tinggi harapan, bukan cuma obrolan ala seminar yang isinya tidur berjamaah, tapi […]

  • Rp774 Miliar Dicuri di Laut, Wah..Bisa Buat 774 Ribu Anak Tidak Stunting!

    Rp774 Miliar Dicuri di Laut, Wah..Bisa Buat 774 Ribu Anak Tidak Stunting!

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 671
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – “Pak, itu kapal bendera Tiongkok lagi ngambang di selatan Bali, mancing atau nyolong, Pak?”“Kalau dia mancing, kenapa kita yang boncos?”“Lha iya, saya mancing di empang belakang rumah aja disuruh bayar karcis, itu di laut lepas kok gratisan!” Begitulah kira-kira obrolan warung kopi di pinggir dermaga yang belakangan makin panas, bukan karena pemilu atau […]

  • Wadah Silaturahim Umat Muslim, Islamic Center Akan Bangun Masjid di London

    Wadah Silaturahim Umat Muslim, Islamic Center Akan Bangun Masjid di London

    • calendar_month Senin, 10 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 787
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mendukung gagasan pembangunan masjid Indonesia pertama di London, Inggris karena itu dapat mengakrabkan umat muslim. Pembangunan masjid tersebut digagas oleh Islamic Center London. Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno lewat media sosial Instagramnya. Dia mengatakan, pembangunan masjid tersebut sebagai wujud persaudaraan dan kebangkitan ekonomi umat. “Kami mendukung penuh […]

expand_less
WordPress Archive Stories – Personal Blog WordPress Theme Storm – Magazine and Blog WordPress Theme Story – Creative Responsive Multi-Purpose Theme StoryBlog – WordPress Theme for Story Tellers StoryHub – Multipurpose WordPress Elementor Blog Theme STRACK Biz Elementor Template Kit Stractura – Construction Elementor Template Kit Stradale – Cafe & Restaurant WordPress Theme Strata – Professional Multi-Purpose Theme Stratum Pro – Elementor Widgets