Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Aktivis Jerman “Bule Sampah” Turun ke Sungai Musi, Pesannya Bikin Penasaran

Aktivis Jerman “Bule Sampah” Turun ke Sungai Musi, Pesannya Bikin Penasaran

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Aktivis lingkungan asal Jerman, Benedict Wermter, yang dikenal dengan julukan “Bule Sampah”, turun langsung membersihkan Sungai Musi di kawasan 7 Ulu, sekitar Jembatan Ampera, Palembang, Sabtu (12/9/2026).

Benedict tidak datang sekadar melihat kondisi sungai, ia ikut memungut sampah bersama sekitar 700 peserta dalam Gerakan Menjaga Sungai Palembang dan Clean Up Sungai Musi.

Peserta aksi berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, relawan, komunitas, mahasiswa, pemuda hingga masyarakat.

Di tengah aksi tersebut, Wali Kota Palembang H Ratu Dewa, M.Si juga ikut turun langsung membersihkan kawasan bantaran Sungai Musi.

Mengapa Benedict Dijuluki “Bule Sampah”?

Julukan “Bule Sampah” melekat pada Benedict karena aktivitasnya yang konsisten mengajak masyarakat peduli terhadap persoalan sampah dan lingkungan.

Kali ini, ia memilih Sungai Musi sebagai lokasi aksi bersama ratusan peserta.

Benedict ikut mengangkat sampah yang ditemukan di sekitar kawasan sungai. Namun, baginya, persoalan lingkungan tidak selesai hanya dengan membersihkan sampah yang terlihat.

Ada pesan lain yang ingin ia dorong dari aksi tersebut.

“Bule Sampah” Punya Cara Agar Aksi Tak Berhenti

Benedict menilai aksi lingkungan harus dibuat menarik agar lebih banyak orang ikut melihat, membicarakan dan kemudian sadar terhadap persoalan sampah.

Karena itu, ia mendorong aksi bersih sungai tidak hanya dilakukan, tetapi juga didokumentasikan dan disebarluaskan melalui video.

“Menurut saya kita harus membuat aksi, bukan cuma membuat aksi, tetapi juga membuat video, membuatnya viral dan membangun kesadaran,” kata Benedict.

Pesan tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari kehadiran aktivis asal Jerman itu di Sungai Musi.

Baginya, semakin banyak orang mengetahui persoalan lingkungan, semakin besar peluang munculnya kesadaran untuk mengubah kebiasaan.

Palembang Hasilkan 1.260 Ton Sampah Setiap Hari

Persoalan yang dibicarakan Benedict bukan tanpa alasan.

Wali Kota Palembang H Ratu Dewa menerangkan  berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup, timbulan sampah di Kota Palembang mencapai sekitar 1.260 ton per hari.

Jika dihitung dalam setahun, jumlahnya mencapai lebih dari 460 ribu ton sampah.

Angka tersebut menggambarkan membersihkan sungai dalam satu kegiatan saja tidak akan cukup.

Sampah baru tetap berpotensi muncul jika kebiasaan masyarakat dalam menghasilkan, menggunakan dan membuang sampah tidak berubah.

Sungai Musi Bukan Sekadar Tempat Mengalirnya Air

Ratu Dewa menegaskan Sungai Musi memiliki posisi penting bagi Palembang.

Sungai ini bukan hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan sejarah Kota Palembang.

Karena itu, menjaga Sungai Musi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

“Menjaga kebersihan Sungai Musi tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Menurut Dewa, kepedulian terhadap sungai harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari, bukan hanya ketika pemerintah atau komunitas menggelar aksi bersih-bersih.

PSEL Keramasan Bukan Alasan Buang Sampah Sembarangan

Pemkot Palembang juga memperkuat pengelolaan sampah melalui pembangunan dan pengembangan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Keramasan.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.000 ton sampah per hari.

Namun, Dewa mengingatkan keberadaan PSEL tidak boleh membuat masyarakat merasa persoalan sampah sudah selesai.

“PSEL bukan berarti kita boleh terus menghasilkan sampah. Pengurangan dan pemilahan sampah tetap harus dimulai dari rumah, lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah dari rumah serta menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai.

“Jangan buang sampah sembarangan. Mari kita peduli lingkungan dan menjadikannya sebagai budaya. Mulai dari diri sendiri, keluarga, kemudian mengajak masyarakat,” ujarnya.

Aksi 700 Orang Jangan Berhenti di Hari Itu

Koordinator Daerah ICCN Sumatera Selatan Muhammad Hafidz Alfuqan menilai aksi membersihkan Sungai Musi harus dilakukan secara konsisten.

Menurutnya, kegiatan seperti ini jangan hanya ramai ketika digelar, kemudian kembali sepi setelah kegiatan selesai.

“Yang paling penting adalah konsisten. Gerakan ini jangan hanya berhenti pada satu kegiatan, tetapi harus terus dilakukan,” kata Hafidz.

Sekitar 700 peserta yang terlibat menjadi gambaran bahwa persoalan Sungai Musi bisa menggerakkan banyak unsur untuk ikut turun tangan.

Gerakan tersebut turut melibatkan The Guardians of The River – ICCN Sumatera Selatan.

Benedict berharap aksi tersebut tidak berakhir sebagai dokumentasi kegiatan semata.

Ia ingin video dan pesan tentang kebersihan sungai terus menyebar sehingga semakin banyak masyarakat yang ikut peduli.

Pada akhirnya, aksi “Bule Sampah” bersama ratusan peserta di Sungai Musi bukan hanya tentang mengangkat sampah dari bantaran sungai.

Pesan yang lebih besar justru ada setelah sampah diangkat, jangan sampai sampah yang sama kembali datang dari sumbernya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peta Kuliner Jakarta

    Peta Kuliner Jakarta

    • calendar_month Minggu, 13 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.692
    • 0Komentar

    Naik kereta, naik bis kota Bingung mau makan apa?  Tenang aja, ada Peta Kuliner Jakarta Lihat Peta Kuliner Jakarta siapkan lidahmu untuk petualangan melampaui batas rasa dan biarkan citarasa kuliner Jakarta memelukmu dengan kelezatannya. Nikmati makanan, jalan-jalan keliling kota, dan biarkan sensasi petualangan melingkupi setiap langkahmu.[***] Salam Hangat, Greenpeace Indonesia

  • Kafilah Palembang Siap Pertahankan Juara Umum STQ Sumsel

    Kafilah Palembang Siap Pertahankan Juara Umum STQ Sumsel

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 862
    • 0Komentar

    Sumselterkinico.id, Palembang – Kafilah Kota Palembang siap mempertahankan predikat juara umum Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Muratara. Kesiapan ini tercermin saat pelepasan kafilah asal Kota Palembang,di Ruang Parameswara Setda Kota Palembang, Senin [22/4/2019]. Kabag Kesra Setda Kota Palembang selaku panitia pelaksana, DR H Riza Pahlevi mengatakan,  seluruh kafilah asal Kota Palembang […]

  • Meski Lahannya Terdampak Pembebasan, Semua Perusahaan Sepakat Dukung Pembangunan Jalan Tol, Sekda : Ini Konsen Utama Bupati Muba

    Meski Lahannya Terdampak Pembebasan, Semua Perusahaan Sepakat Dukung Pembangunan Jalan Tol, Sekda : Ini Konsen Utama Bupati Muba

    • calendar_month Kamis, 24 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.005
    • 0Komentar

    PROYEK Strategis Nasional yakni jalan bebas hambatan (TOL) Betung (Sp.Sekayu) – Tempino – Jambi mendapat dukungan penuh dari warga masyarakat di Musi Banyuasin, termasuk dari pihak perusahaan. Pada rapat sosialisasi pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Betung (Sp.Sekayu) – Tempino – Jambi kepada badan hukum yang lahannya dilalui trase di Hotel The Zuri Palembang,  para […]

  • Pakar: Jika berbasis moral, putusan MK bisa batal

    Pakar: Jika berbasis moral, putusan MK bisa batal

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.441
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Guru besar hukum tata negara Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Muhammad Fauzan menilai putusan Mahkamah Kontitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 bisa dibatalkan. Namun, pembatalan putusan itu hanya mungkin jika Mahkamah Kehormatan (MK) menemukan pelanggaran kode etik pada hakim-hakim yang mengeluarkan putusan tersebut. “Jika putusan MKMK ternyata para hakim terbukti dengan sah dan meyakinkan telah melakukan […]

  • Produk Muba Ini Jadi Bahan Kajian Penelitian KPJU Sumsel,Begini Alasannya Kata Dosen Ilmu Komunikasi Unsri, Asa Sekda Juga Begini

    Produk Muba Ini Jadi Bahan Kajian Penelitian KPJU Sumsel,Begini Alasannya Kata Dosen Ilmu Komunikasi Unsri, Asa Sekda Juga Begini

    • calendar_month Minggu, 5 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 932
    • 0Komentar

    SEBAGAI daerah yang memiliki produk dan jenis usaha unggulan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)  mempunyai, produk khas Gambo Muba. Gambo Muba merupakan hilirisasi komoditas gambir dan juga menjadi salah satu produk eco fashion sebagai trend fashion di kancah Nasional maupun International. “Diharapkan dengan adanya penelitian KPJU ini tentu dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat dalam mendorong […]

  • Bahan Baku Menjanjikan, Sumsel Dinilai Provinsi Paling Siap  Jadi Pusat Hilirisasi 

    Bahan Baku Menjanjikan, Sumsel Dinilai Provinsi Paling Siap  Jadi Pusat Hilirisasi 

    • calendar_month Rabu, 12 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.432
    • 0Komentar

    MENTERI Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sangat tepat untuk dijadikan proyek hilirisas pertambangan batu bara. Dimana saat ini Pemerintah Pusat bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pertamina akan mengolah batu bara berkalori rendah menjadi Dimethyl Ether (DME) untuk menggantikan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Hal […]

expand_less
WordPress Archive Groups File Access Groups for WooCommerce Grow CRM – Laravel Project Management Growceries – Food & Grocery Store Elementor Template Kit Groweal – Health Coaching Elementor Template Kit Growio – Landing Page WordPress Theme Growler – Brewery WordPress Theme Growthy – Growth Hacking & Marketing Agency Elementor Template Kit Groxi – Grocery Store Elementor Template Kit GrozPastry – Bakery Elementor Template Kit