Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » SUMSELGLOBAL » Bantuan Pangan Tepat Sasaran, Koordinasi OPD & Sanksi Efektif

Bantuan Pangan Tepat Sasaran, Koordinasi OPD & Sanksi Efektif

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • visibility 1.025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI tengah hingar-bingar janji bantuan sosial, kadang kita tersenyum getir membaca realitas di lapangan, beras untuk warga miskin yang seharusnya menjadi penyelamat perut, nyatanya bisa salah alamat, potensi itu bisa saja terjadi, seperti pepatah Minang bilang, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, seharusnya bantuan diberikan sesuai hak, bukan asal bagi. Namun, kenyataannya, koordinasi antar OPD masih bagaikan orkestra tanpa konduktor.

Pemerintah Kota Palembang telah menyiapkan dana Rp1,5 miliar untuk bantuan beras 2026. Nilainya cukup untuk memberi makan ribuan warga miskin. Tapi, Rp1,5 miliar bukan sekadar angka, ia adalah tanggung jawab moral, sosial, dan birokrasi. Di sinilah peran koordinasi antar OPD menjadi kunci. Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Bagian Hukum, dan Bagian Perkonomian harus bermain sebagai tim yang selaras, bukan sekadar “saling lempar bola” birokrasi.

Aprizal Hasyim, Sekretaris Daerah Kota Palembang, dengan nada sederhana tapi tegas, mengatakan “Sebenarnya kami ingin semua bantuan sampai ke yang benar-benar membutuhkan. Tapi kalau data salah, ya… yang makan malah tetangga, bukan warga miskin. Kita nggak mau itu terjadi.”

Saat Rapat koordinasi lintas OPD, dan Audiensi mewakili Wali Kota dengan Perum Bulog Divre III Sumsel, Rabu (10/9/2025).Aprizal menambahkan “Ini tugas gampang-gampang susah. Kalau camat, lurah, atau RT nggak teliti, bantuan bisa salah alamat. Makanya kita dorong semua OPD untuk kerja sama, jangan main lempar bola birokrasi.

Namun, cerita lucu tapi miris muncul ketika data warga miskin tidak diperbarui, atau ada selentingan “ini tetangga saya, kasih dong”. Akhirnya, bantuan bisa tersasar, ibarat menembak burung dengan meriam, yang kena malah genteng tetangga. Humor seperti ini boleh membuat kita tersenyum, tapi kenyataannya masalah ini sangat serius. Salah sasaran bukan sekadar rugi materi, tapi menyakiti hati masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Berdasarkan pengalaman di lapangan, salah satu penyebab utama adalah koordinasi di tingkat paling bawah, camat, lurah, hingga RT. Di sinilah tali temali birokrasi harus rapihin. Setiap data warga miskin wajib diverifikasi. Tidak cukup hanya catatan lama atau rekomendasi sepihak. Perumpamaan yang tepat adalah “Seperti menanam padi, jika benihnya salah, panennya pun gagal.”

Selain itu, perlu ada kategori jelas, siapa yang benar-benar layak menerima bantuan, tidak semua yang mengangkat tangan bisa disebut miskin, ada warga yang tampak “miskin” secara penampilan, tapi ekonomi rumah tangganya cukup stabil.

Pemerintah harus berani menetapkan kriteria objektif, misalnya penghasilan per bulan, kondisi rumah, jumlah tanggungan keluarga, atau indeks kesejahteraan.

Dalam perspektif sanksi, ada pepatah bijak “Salah langkah, terjatuh sendiri”. Camat, Lurah, atau RT yang lalai dalam pendataan atau sengaja menyalurkan bantuan tidak tepat sasaran harus menghadapi konsekuensi administratif atau sanksi yang jelas. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi agar tanggung jawab dijalankan dengan serius. Misalnya teguran tertulis, pemotongan tunjangan, atau pencabutan hak rekomendasi. Sanksi ini bisa membentuk budaya kerja disiplin dan transparan, sehingga tidak ada ruang bagi penyalahgunaan.

Di sisi lain, pemerintah kota bisa mengembangkan sistem digital yang transparan, database warga miskin yang terverifikasi, sistem pelaporan real-time, dan audit berkala.

Dengan teknologi itu, kemungkinan salah sasaran bisa diminimalkan, sebagaimana pepatah China bilang, “Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan”, lebih baik pemerintah proaktif membangun sistem daripada menyesal di kemudian hari.

Namun, kritik ini bukan untuk menjatuhkan, melainkan membangun, humor ringan boleh dipakai, misalnya menyindir “Kalau bantuan beras tersasar, mungkin tetangga yang lapar akan lebih sering datang ke rumah anda daripada pemerintah”. Sindiran seperti ini kocak, tapi mengingatkan bahwa transparansi dan akuntabilitas tidak bisa diabaikan.

Oleh sebab itu,  pentingnya pendidikan birokrasi di tingkat paling bawah. Camat, Lurah, RT, dan RW harus memahami bahwa menyalurkan bantuan sosial bukan sekadar tugas formal, tapi amanah sosial. Setiap kesalahan bisa berdampak nyata warga yang lapar, citra pemerintah turun, dan kepercayaan masyarakat memudar, seperti pepatah Jawa, “Alon-alon asal kelakon”, kerja harus teliti, tidak terburu-buru, agar bantuan tepat sasaran.

Pemerintah perlu merevisi regulasi,  perwali yang lama hanya mengatur bantuan saat bencana, perlu diperluas untuk mencakup masyarakat miskin non-bencana.Sistem pendataan terintegrasi, gunakan aplikasi digital, update berkala, audit independen. Beri pelatihan untuk camat, lurah, RT/RW agar mereka memahami prosedur, kriteria layak, dan risiko salah sasaran, bikin sanksi jelas dan tegas, teguran tertulis, pemotongan tunjangan, hingga pencabutan hak rekomendasi dan transparansi publik, publikasikan daftar penerima, alur distribusi, dan mekanisme pengaduan.

Karena bantuan pangan adalah hak dasar warga miskin, bukan sekadar kewajiban administrasi, koordinasi antar OPD harus dijalankan dengan teliti, santun, tapi tegas, seperti bumbu dalam masakan, untuk membuat kritik lebih santai tapi tetap kena sasaran.

“Kejujuran dalam distribusi adalah investasi kepercayaan masyarakat”, tanpa koordinasi yang tepat, bahkan dana miliaran bisa hilang percuma, dan warga yang benar-benar membutuhkan tetap kelaparan. Dengan regulasi yang tepat, sistem digital, pengawasan, sanksi tegas, dan kerja sama lintas OPD, bantuan pangan bisa benar-benar menjadi solusi, bukan sekadar janji.

Jadi, mari kita jadikan pengalaman ini pelajaran, kerja sama itu penting, humor boleh hadir, tapi tanggung jawab sosial harus dijunjung tinggi, seperti pepatah Melayu “Biar lambat asal selamat”, lebih baik distribusi tepat sasaran terlambat sedikit daripada cepat tapi salah alamat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapal Asing Berbendera Malaysia Berhasil Tingkap di Selat Melaka

    Kapal Asing Berbendera Malaysia Berhasil Tingkap di Selat Melaka

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.535
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap satu kapal ikan asing berbendera Malaysia pada patroli perdana yang dilakukan di tahun 2022 di Selat Malaka pada hari Kamis (13/1/2022). Penangkapan dan tindakan tegas terhadap pelaku pencurian ikan ini merupakan implementasi akselerasi pengawasan dan pemberantasan illegal fishing sejalan dengan upaya KKP untuk akselerasi program prioritas kelautan dan […]

  • Terangnya Karimunjawa, Asa Baru untuk Warga & Wisata

    Terangnya Karimunjawa, Asa Baru untuk Warga & Wisata

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Siapa yang nggak kenal Karimunjawa? Gugusan pulau eksotis di utara Jawa ini memang surganya para traveler. Air lautnya sebening kaca, pasir putihnya halus kayak tepung, dan kekayaan bawah lautnya bikin penyelam betah berlama-lama. Tapi, di balik keindahan itu, ada cerita panjang soal keterbatasan listrik. Bayangin aja, dulu sebagian pulau di sini cuma bisa […]

  • Wow, Keren Ada Gelaran Gebyar Nuzulul Qur’an, 7 Mushaf Fenomenal Dipamerkan, Catat Tanggalnya..

    Wow, Keren Ada Gelaran Gebyar Nuzulul Qur’an, 7 Mushaf Fenomenal Dipamerkan, Catat Tanggalnya..

    • calendar_month Sabtu, 8 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 626
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id -Bulan ramadhan memang bulan penuh berkah, banyak ajang positif yang bisa diselenggarakan, contohnya Kementerian Agama akan menggelar Gebyar Nuzulul Qur’an pada 10-14 April 2023. Kegiatan yang akan berlangsung di Lobby Gedung Kantor Pusat Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat ini terbuka untuk masyarakat umum. “Dalam Gebyar Nuzulul Qur’an ini, kita akan menampilkan tujuh […]

  • Vaksinasi Bangkitkan Pelaku Sektor Pariwisata & Ekonomi Kreatif

    Vaksinasi Bangkitkan Pelaku Sektor Pariwisata & Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    MENTERI  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan vaksinasi untuk pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan satu langkah kolosal untuk kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif. “Langkah ini dimulai di Bali pada 27-28 Februari. Ini wujud gerak cepat dan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujarnya dalam Dialog Produktif Inspirasi Senin bertema Vaksinasi Datang Pariwisata Gemilang […]

  • Larangan Restoran Buka Siang Hari, Itu Berlebihan

    Larangan Restoran Buka Siang Hari, Itu Berlebihan

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 788
    • 0Komentar

    JURU Bicara Kementerian Agama Abdul Rochman menilai kebijakan Pemerintah Kota Serang, Banten, yang melarang restoran, rumah makan, warung nasi, dan kafe berjualan di siang hari selama Ramadan sangat berlebihan. Menurut dia, hal ini jelas membatasi akses sosial masyarakat dalam bekerja atau berusaha, apalagi keberadaan rumah makan di siang hari juga dibutuhkan bagi umat yang tidak […]

  • Protokes Tetap Diutamakan Di Upacara HUT Pusri ke-61

    Protokes Tetap Diutamakan Di Upacara HUT Pusri ke-61

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.417
    • 0Komentar

    HUT Pusri ke-61 dilaksanakan cukup berbeda dan harus dilaksanakan secara terbatas, karena pandemi COVID-19 yang masih belum berakhir. Beberapa kegiatan diselenggarakan dengan membatasi jumlah orang (physical distancing) dan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Menurut Dirut PT Pusri Tri Wahyudi Saleh, Pusri merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) pada ini 24 Desember 2020 ini genap […]

expand_less
WordPress Archive Recipe Box – Recipe Plugin for WordPress Reco – Minimal Lightweight AMP Theme for Freebies Reco - Minimal Lightweight Theme for Freebies Reco – Minimal Theme for Freebies Recode - Coding Bootcamp Elementor Template Kit Recort – Recording Studio Elementor Template Kit Recruitment Management module for Perfex CRM Rectangle Max (Admob + GDPR + Android Studio) Recycle – Environmental & Green Business WordPress Theme Redboa – Steakhouse Restaurant WordPress