Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Terangnya Karimunjawa, Asa Baru untuk Warga & Wisata

Terangnya Karimunjawa, Asa Baru untuk Warga & Wisata

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
  • visibility 1.136
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Siapa yang nggak kenal Karimunjawa? Gugusan pulau eksotis di utara Jawa ini memang surganya para traveler. Air lautnya sebening kaca, pasir putihnya halus kayak tepung, dan kekayaan bawah lautnya bikin penyelam betah berlama-lama. Tapi, di balik keindahan itu, ada cerita panjang soal keterbatasan listrik. Bayangin aja, dulu sebagian pulau di sini cuma bisa menikmati listrik setengah hari. Malam-malam? Ya modal genset atau lilin. Tapi sekarang, Karimunjawa makin terang berkat langkah besar PLN.

Siti, seorang pemilik warung makan di Pulau Parang, dulu sering harus tutup lebih awal karena listrik mati sebelum waktunya. “Kadang pelanggan masih makan, tapi listrik sudah padam. Mau pakai genset, tapi biaya bahan bakarnya mahal,” kenangnya. Bukan cuma Siti, para nelayan juga mengalami kesulitan karena mereka butuh listrik untuk menyimpan hasil tangkapan di freezer. Sering kali, ikan yang mereka tangkap tak bertahan lama dan akhirnya harus dijual murah.

Dulu, listrik di tiga pulau ini, yakni Pulau Parang, Pulau Genting, dan Pulau Nyamuk mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan genset yang cuma nyala 12 jam sehari. Akibatnya, warga harus pintar-pintar mengatur penggunaan listrik. Mau ngecas HP? Antri. Mau nyalain kulkas? Harus mikir dua kali. Usaha pun terbatas karena listrik nggak selalu ada. Tapi sejak PLN turun tangan dan membangun tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 182 kWp, semuanya berubah drastis.

Sekarang, warga dan pelaku usaha bisa menikmati listrik 24 jam penuh. Nggak ada lagi drama mati lampu pas nonton TV atau harus buru-buru masak sebelum listrik padam. Anak-anak juga bisa belajar dengan nyaman di malam hari tanpa harus mengandalkan penerangan seadanya.

Bukan cuma sekadar nyala, listrik di sini juga makin hijau. PLN memanfaatkan energi matahari untuk menggerakkan PLTS, sehingga lebih ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan pasokan listrik yang stabil, sektor pariwisata di Karimunjawa makin menggeliat. Bayangin aja, hotel, restoran, dan homestay sekarang bisa beroperasi penuh tanpa takut listrik mati tiba-tiba. Turis pun makin nyaman dan betah berlama-lama menikmati keindahan Karimunjawa.

Budi, seorang pengelola homestay, merasakan dampaknya langsung. “Dulu tamu sering komplen karena listrik mati tengah malam. Sekarang mereka puas, bisa pakai AC, ngecas kamera, dan menikmati Karimunjawa tanpa khawatir,” katanya.

Eko Susanto, Sekretaris Desa Parang, nggak bisa menyembunyikan kegembiraannya. “Sekarang listrik nyala 24 jam, turis makin nyaman, ekonomi warga pun ikut naik. Ini langkah besar buat Karimunjawa!” katanya penuh semangat.

Penjabat Bupati Jepara, Edy Supriyanta, juga mengapresiasi langkah PLN dalam menyediakan listrik andal. Menurutnya, ini bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga membuka peluang besar bagi masyarakat setempat untuk berkembang. “Listrik 24 jam ini bisa jadi titik balik bagi Karimunjawa. Pariwisata makin maju, ekonomi lokal pun ikut terangkat,” ujarnya.

Perjalanan belum selesai. PLN punya rencana besar buat nambah unit solar cell di masa depan biar pasokan listrik makin kuat. General Manager PLN UID Jateng-DIY, Mochamad Soffin Hadi, mengatakan bahwa proyek ini adalah bagian dari upaya PLN membudayakan energi baru terbarukan (EBT). “Dengan sinar matahari yang melimpah, PLTS adalah solusi paling pas buat Karimunjawa!” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN nggak bakal berhenti sampai di sini. “Kami bakal terus mendukung destinasi wisata di Indonesia dengan listrik yang andal, terjangkau, dan ramah lingkungan!” tegasnya.

Kini, dengan listrik yang menyala 24 jam nonstop, Karimunjawa siap melangkah lebih jauh. Bukan cuma destinasi wisata biasa, tapi destinasi unggulan dengan infrastruktur yang makin modern dan ramah lingkungan. Nggak ada lagi drama colokan rebutan di penginapan atau usaha yang mandek karena listrik terbatas. Karimunjawa makin terang, makin maju, dan siap bersaing di kancah pariwisata dunia!

Meskipun kemajuan ini patut diapresiasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ke depannya. PLN harus memastikan keberlanjutan proyek ini dengan perawatan PLTS yang optimal. Jangan sampai infrastruktur yang sudah dibangun malah terbengkalai karena kurangnya pemeliharaan. Selain itu, perlu ada edukasi bagi masyarakat setempat tentang penggunaan listrik yang efisien dan peran mereka dalam menjaga kelestarian sumber energi terbarukan.

Pemerintah daerah juga sebaiknya berkolaborasi lebih jauh dengan PLN untuk memperluas jaringan listrik ke pulau-pulau lain yang masih mengalami keterbatasan listrik. Jangan sampai hanya pulau-pulau tertentu saja yang menikmati terang, sementara pulau lain masih harus bertahan dengan keterbatasan.

Dengan sinergi yang baik antara PLN, pemerintah, dan masyarakat, Karimunjawa tak hanya bisa bersinar secara harfiah, tapi juga menjadi contoh sukses pengelolaan energi bersih di Indonesia. Semoga keberhasilan ini bisa terus berlanjut dan menginspirasi daerah lain.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laporan Kasus  Konfirmasi Positif COVID-19 Bertambah 19 Orang

    Laporan Kasus Konfirmasi Positif COVID-19 Bertambah 19 Orang

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 923
    • 0Komentar

    PENAMBAHAN drastis Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Banyuasin. Bertambah 19 orang, hingga total dari 26 orang menjadi 45 orang Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Banyuasin. Pangkalan Balai – Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kab. Banyuasin kembali mengumumkan penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Banyuasin dan ini dapat dikatakan penambahan yang sangat signifikan […]

  • Akomodir Perlindungan Gambut, OKI Tinjau Ulang RTRW

    Akomodir Perlindungan Gambut, OKI Tinjau Ulang RTRW

    • calendar_month Senin, 2 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 988
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sedang merampungkan penyusunan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dalam tinjauan ulang tersebut Pemkab OKI mengakomodir perlindungan gambut. “Selain sudut pandang ekonomi,  pembangunan yang pro iklim dan berkelanjutan kita ke depankan dalam tinjau ulang RTRW ini” ungkap Bupati OKI melalui Sekretaris Daerah, H. Husin, S. Pd, MM pada Konsultasi publik […]

  • Daerah Padat Penduduk Sasaran Utama Vaksinisasi, Upaya Antisipasi Pandemi Covid

    Daerah Padat Penduduk Sasaran Utama Vaksinisasi, Upaya Antisipasi Pandemi Covid

    • calendar_month Senin, 14 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 738
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo meninjau vaksinasi massal COVID-19 yang dilakukan di Rumah Susun (Rusun) Tanah Tinggi, Jakarta, Pusat, DKI Jakarta, pada Senin (14/6/2021). “Hari ini saya bersama-sama dengan Menteri Kesehatan, Gubernur DKI Jakarta, Wali Kota Jakarta Pusat melihat progres perkembangan vaksinasi, utamanya yang diadakan di Rusun Tanah Tinggi,” kata Presiden Joko Widodo melalui siaran virtual yang […]

  • Momentum Ramadhan, UMKM harus Naik Kelas

    Momentum Ramadhan, UMKM harus Naik Kelas

    • calendar_month Minggu, 26 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.120
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, -Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparerkaf/Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengajak para pelaku UMKM di Provinsi Gorontalo memanfaatkan momentum Ramadan untuk naik kelas. Menparekraf Sandiaga saat Talkshow Wirausaha Parekraf, di Foodcourt Limboto, Sabtu (25/3/2023) menjelaskan saat bulan puasa diperkirakan terjadi potensi kenaikan omzet usaha hingga 35-45 persen, untuk itu […]

  • Truk Kuasai Jalan, Warga Palembang Mengeluh, Kok Pemerintahnya Cuek?

    Truk Kuasai Jalan, Warga Palembang Mengeluh, Kok Pemerintahnya Cuek ?

    • calendar_month Sabtu, 19 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.096
    • 0Komentar

    Truk-truk bertonase besar dan kecil lalu lalang melintas di hampir diseluruh jalan protokol Kota Palembang. Bahkan lebih parah lagi tak mengenal waktu. Pemandangan ini dapat dijumpai hampir setiap hari, pagi, siang dan malam.

  • Ada 60% Pekerja Informal Belum Tercover di Sumsel, BPJS Butuh Dukungan Gubernur

    Ada 60% Pekerja Informal Belum Tercover di Sumsel, BPJS Butuh Dukungan Gubernur

    • calendar_month Kamis, 18 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 945
    • 0Komentar

    Optimis masih bisa menambah kepesertaan pada 2018.

expand_less
WordPress Archive Bookly Advanced Google Calendar (Add-on) Bookly Authorize.Net (Add-on) Bookly Chain Appointments (Add-on) Bookly Compound Services (Add-on) Bookly Custom Duration (Add-on) Bookly Customer Information (Add-on) Bookly Deposit Payments (Add-on) Bookly Mollie (Add-on) Bookly Multisite (Add-on) Bookly Packages (Add-on)