Rabu, 2 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » SUMSELGLOBAL » “Banggai vs Muba, Strategi Ketenagakerjaan Lokal Inspiratif”

“Banggai vs Muba, Strategi Ketenagakerjaan Lokal Inspiratif”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • visibility 1.183
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOLABORASI ketenagakerjaan antara Pemkab Musi Banyuasin (Muba) dan Pemkab Banggai membuka lembaran baru bagi pembangunan SDM lokal di Indonesia. Dalam sharing session di Bogor Sentul, kedua daerah ini berbagi strategi unik terkait Perda ketenagakerjaan, dari peningkatan kapasitas tenaga kerja hingga peluang industri migas dan non-migas. Praktik inovatif yang ditunjukkan Muba dan Banggai bisa menjadi blueprint nasional, sekaligus pelajaran penting bagi pemerintah daerah lain untuk memprioritaskan kesejahteraan masyarakat dan serapan tenaga kerja lokal.

Kalau biasanya kita lihat berita pemerintah cuma “foto senyum pejabat + teks formal”, sesi ini beda, bro, bayangkan dua kabupaten dari pulau berbeda, Muba di Sumatera, Banggai di Sulawesi bertemu bukan untuk lomba joget, tapi adu strategi ketenagakerjaan, kalau di arena tinju, mereka saling melempar jurus regulasi dan inovasi SDM.

Muba, dengan Perda No 2 Tahun 2020 tentang Ketenagakerjaan, seperti tukang sulap yang bisa mengubah regulasi jadi peluang nyata bagi warga lokal. H. Mursalin, Kepala Bappeda, bercerita sambil sesekali bercanda “Kalau regulasi ini berhasil, tenaga kerja lokal nggak cuma kerja di belakang meja, tapi bisa nyemplung langsung di proyek migas”

Sementara Banggai, dengan praktik yang lebih sederhana tapi efektif, menekankan kesejahteraan tenaga kerja melalui pelatihan dan kolaborasi industri lokal. Kepala Disnaker Banggai, Ernaeni Mustatim, memberi contoh “Kami bikin program sertifikasi singkat, biar warga nggak cuma jadi penonton proyek tapi aktor utama”.

Kalau disatukan, Muba kayak “chef handal” dengan resep rumit tapi lezat, Banggai kayak “home cook” yang sederhana tapi hasilnya memuaskan. Ketika dua resep ini bertemu, jadilah masakan nasional, SDM lokal yang siap tempur di industri, terutama migas, tapi tetap mengutamakan kesejahteraan dan kualitas hidup.

Seringkali regulasi cuma berhenti di kertas, alias “nasi basi” yang nggak pernah dimakan, nah, Muba dan Banggai ngajarin kita bahwa Perda ketenagakerjaan bisa jadi alat nyata untuk memajukan ekonomi lokal. Dengan menyelaraskan kebijakan pemerintah dan kebutuhan industri, peluang kerja untuk warga lokal meningkat, produktivitas naik, dan masyarakat sejahtera.

Dalam sesi ini, tiga fokus utama muncul, yakni peningkatan Kapasitas SDM Lokal, maksudnya strategi pelatihan, sertifikasi, dan persiapan tenaga kerja menghadapi tantangan industri modern. Bayangkan SDM lokal seperti benih padi kalau dirawat dengan baik, hasilnya maksimal.

Peluang kerja di sektor Migas dan non-migas, maksudnya identifikasi dan pengembangan lapangan pekerjaan yang sesuai kompetensi lokal, seperti pepatah lama “Tak ada rotan, akar pun jadi”, kreativitas dan inovasi bisa membuka jalan.

Kesejahteraan tenaga kerja,upaya bersama meningkatkan taraf hidup warga melalui kebijakan dan pelatihan yang tepat sasaran.

Sinergi ini bukan sekadar sharing session biasa, ini adalah “laboratorium kebijakan” yang menguji bagaimana regulasi bisa menyentuh kehidupan nyata. Dan hebatnya, model ini bisa direplikasi di daerah lain tanpa perlu mengubah budaya lokal atau sumber daya yang ada.

Kalau Muba dan Banggai ini tokoh komik, Muba pasti si “Profesor Regulasi” yang suka menulis rumus di papan tulis, sedangkan Banggai si “Praktisi Lapangan” yang langsung terjun ke sawah dan proyek migas. Keduanya sama-sama punya misi mulia, “Mengubah warga lokal dari penonton menjadi pemain utama”.

Sekali waktu, Herryandi Sinulingga, Kepala Disnakertrans Muba, sempat bercanda “Kalau SDM lokal kita sudah terlatih, proyek migas bisa berjalan lancar. Kalau tidak? Ya, kita cuma jadi penonton, minum kopi sambil nonton pipa bocor!”. Humor ini bukan cuma lucu, tapi juga mencerminkan seriusnya komitmen mereka.

Jadi  yang bisa dipetik dari kolaborasi ini?, antara regulasi yang baik harus menyentuh rakyat, bukan hanya pejabat, kolaborasi lintas daerah dan lintas sektor membuka peluang baru, dan investasi pada SDM lokal adalah investasi jangka panjang.

Seperti pepatah Minang “Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, artinya, kesempatan kerja lokal harus memanfaatkan potensi daerah masing-masing tanpa menyalahi aturan atau kehilangan identitas.

Muba dan Banggai menunjukkan ketenagakerjaan bukan sekadar angka di laporan, tapi kehidupan nyata bagi masyarakat lokal, sharing session ini bukan hanya soal pertukaran pengalaman, tapi juga blueprint masa depan, SDM lokal yang siap, regulasi yang menyentuh, dan kesejahteraan yang meningkat.

Jika daerah lain mau meniru, kuncinya jelas, kolaborasi, inovasi, dan keberanian untuk menyulap regulasi jadi peluang nyata. Dunia industri dan masyarakat lokal bukan lawan, tapi mitra, dan seperti kata pepatah Jawa “Mikul dhuwur mendhem jero”, angkat tinggi, tanam dalam. Artinya, kita harus membangun regulasi tinggi tapi tetap mengakar pada kesejahteraan rakyat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peluang Pemasaran Cukup Besar, Kominfo Dorong Pelaku UMKM Menggunakan Digital Marketing

    Peluang Pemasaran Cukup Besar, Kominfo Dorong Pelaku UMKM Menggunakan Digital Marketing

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.500
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggunakan digital marketing. Sehingga, peluang produknya dibeli oleh masyarakat dapat terbuka lebih lebih lebar di masa mendatang. “Di sini UMKM bisa memanfaatkan era digital untuk memasarkan produk-produk mereka melalui digital marketing,” ujar Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), R Niken Widiastuti, […]

  • Biar Seniman Lokal Bisa Berkarya, Sumsel Bakal Bangun Kembali Taman Budaya  

    Biar Seniman Lokal Bisa Berkarya, Sumsel Bakal Bangun Kembali Taman Budaya  

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.132
    • 0Komentar

    “Jadi bukan hanya dalam kegiatan acara satu hari saja kemudian selesai, namun harus berkelanjutan. Nah ini salah satu hikmah dari Asian Games di Sumsel,”

  • Oh..! IniTernyata Menyebabkan UNBK SMAN 1 Pemulutan Selatan Diganti Malam Hari

    Oh..! IniTernyata Menyebabkan UNBK SMAN 1 Pemulutan Selatan Diganti Malam Hari

    • calendar_month Rabu, 11 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 947
    • 0Komentar

    Untuk pemeliharaan PLN Wilayah S2JB, juga saat ini telah mensiagakan teknisi di semua Area dan Rayon.

  • Lebaran Serempak! Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025

    Lebaran Serempak! Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Siapkan ketupat, opor ayam, dan baju baru, gaes! Pemerintah akhirnya resmi menetapkan bahwa 1 Syawal 1446 H alias Hari Raya Idulfitri jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Keputusan ini diambil dalam Sidang Isbat yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Sabtu (29/3/2025). Sidang dipimpin langsung  Menteri Agama, Nasaruddin Umar, usai sidang, Menag mengumumkan […]

  • Usung 4 Tradisi Baru, Ketum PSSI : Kata Kuncinya ‘Eksekusi’

    Usung 4 Tradisi Baru, Ketum PSSI : Kata Kuncinya ‘Eksekusi’

    • calendar_month Senin, 29 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.553
    • 0Komentar

    Jakarta – Mengusung empat tradisi baru, Ketua Umum PSSI Erick Thohir optimistis prestasi sepakbola nasional akan sejajar dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang maju di 2045. “Kata kuncinya, eksekusi. Hal itu harus dilakukan secara pararel dari pusat hingga daerah dan berjalan selaras untuk program jangka pendek, menengah, dan panjang. Kami akan pastikan dan terus dorong program dalam Garuda […]

  • Kambang Iwak Naik Kelas, Dari Kolam Santuy Jadi Catwalk Olahraga Warga

    Kambang Iwak Naik Kelas, Dari Kolam Santuy Jadi Catwalk Olahraga Warga

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 911
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau ada yang bilang Palembang itu panas, kita semua sepakat. Tapi kalau ada yang bilang Palembang nggak punya ruang publik kece, sekarang… mending dipikir ulang. Soalnya, Minggu (7/4/2025) kemarin, Kambang Iwak resmi naik level! Bukan cuma jadi tempat pacaran, duduk galau, atau feeding time buat angsa, sekarang dia udah sah jadi arena olahraga […]

expand_less
WordPress Archive Restrict Content Pro Restrict Past Content Restrict Content Pro Restriction Timelock Restrict Content Pro Restriction Timeouts Restrict Content Pro Site Creation RestroFood | Online Food Ordering & Delivery WordPress Plugin Resty – Restaurant WooCommerce WordPress Theme Resume Theme ResumeX – Resume & One Page Portfolio WordPress Thmee Retro Portfolio – One Page Vintage Template Revaldak – Printing Services WordPress Theme