Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » SUMSELGLOBAL » “Banggai vs Muba, Strategi Ketenagakerjaan Lokal Inspiratif”

“Banggai vs Muba, Strategi Ketenagakerjaan Lokal Inspiratif”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • visibility 1.186
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOLABORASI ketenagakerjaan antara Pemkab Musi Banyuasin (Muba) dan Pemkab Banggai membuka lembaran baru bagi pembangunan SDM lokal di Indonesia. Dalam sharing session di Bogor Sentul, kedua daerah ini berbagi strategi unik terkait Perda ketenagakerjaan, dari peningkatan kapasitas tenaga kerja hingga peluang industri migas dan non-migas. Praktik inovatif yang ditunjukkan Muba dan Banggai bisa menjadi blueprint nasional, sekaligus pelajaran penting bagi pemerintah daerah lain untuk memprioritaskan kesejahteraan masyarakat dan serapan tenaga kerja lokal.

Kalau biasanya kita lihat berita pemerintah cuma “foto senyum pejabat + teks formal”, sesi ini beda, bro, bayangkan dua kabupaten dari pulau berbeda, Muba di Sumatera, Banggai di Sulawesi bertemu bukan untuk lomba joget, tapi adu strategi ketenagakerjaan, kalau di arena tinju, mereka saling melempar jurus regulasi dan inovasi SDM.

Muba, dengan Perda No 2 Tahun 2020 tentang Ketenagakerjaan, seperti tukang sulap yang bisa mengubah regulasi jadi peluang nyata bagi warga lokal. H. Mursalin, Kepala Bappeda, bercerita sambil sesekali bercanda “Kalau regulasi ini berhasil, tenaga kerja lokal nggak cuma kerja di belakang meja, tapi bisa nyemplung langsung di proyek migas”

Sementara Banggai, dengan praktik yang lebih sederhana tapi efektif, menekankan kesejahteraan tenaga kerja melalui pelatihan dan kolaborasi industri lokal. Kepala Disnaker Banggai, Ernaeni Mustatim, memberi contoh “Kami bikin program sertifikasi singkat, biar warga nggak cuma jadi penonton proyek tapi aktor utama”.

Kalau disatukan, Muba kayak “chef handal” dengan resep rumit tapi lezat, Banggai kayak “home cook” yang sederhana tapi hasilnya memuaskan. Ketika dua resep ini bertemu, jadilah masakan nasional, SDM lokal yang siap tempur di industri, terutama migas, tapi tetap mengutamakan kesejahteraan dan kualitas hidup.

Seringkali regulasi cuma berhenti di kertas, alias “nasi basi” yang nggak pernah dimakan, nah, Muba dan Banggai ngajarin kita bahwa Perda ketenagakerjaan bisa jadi alat nyata untuk memajukan ekonomi lokal. Dengan menyelaraskan kebijakan pemerintah dan kebutuhan industri, peluang kerja untuk warga lokal meningkat, produktivitas naik, dan masyarakat sejahtera.

Dalam sesi ini, tiga fokus utama muncul, yakni peningkatan Kapasitas SDM Lokal, maksudnya strategi pelatihan, sertifikasi, dan persiapan tenaga kerja menghadapi tantangan industri modern. Bayangkan SDM lokal seperti benih padi kalau dirawat dengan baik, hasilnya maksimal.

Peluang kerja di sektor Migas dan non-migas, maksudnya identifikasi dan pengembangan lapangan pekerjaan yang sesuai kompetensi lokal, seperti pepatah lama “Tak ada rotan, akar pun jadi”, kreativitas dan inovasi bisa membuka jalan.

Kesejahteraan tenaga kerja,upaya bersama meningkatkan taraf hidup warga melalui kebijakan dan pelatihan yang tepat sasaran.

Sinergi ini bukan sekadar sharing session biasa, ini adalah “laboratorium kebijakan” yang menguji bagaimana regulasi bisa menyentuh kehidupan nyata. Dan hebatnya, model ini bisa direplikasi di daerah lain tanpa perlu mengubah budaya lokal atau sumber daya yang ada.

Kalau Muba dan Banggai ini tokoh komik, Muba pasti si “Profesor Regulasi” yang suka menulis rumus di papan tulis, sedangkan Banggai si “Praktisi Lapangan” yang langsung terjun ke sawah dan proyek migas. Keduanya sama-sama punya misi mulia, “Mengubah warga lokal dari penonton menjadi pemain utama”.

Sekali waktu, Herryandi Sinulingga, Kepala Disnakertrans Muba, sempat bercanda “Kalau SDM lokal kita sudah terlatih, proyek migas bisa berjalan lancar. Kalau tidak? Ya, kita cuma jadi penonton, minum kopi sambil nonton pipa bocor!”. Humor ini bukan cuma lucu, tapi juga mencerminkan seriusnya komitmen mereka.

Jadi  yang bisa dipetik dari kolaborasi ini?, antara regulasi yang baik harus menyentuh rakyat, bukan hanya pejabat, kolaborasi lintas daerah dan lintas sektor membuka peluang baru, dan investasi pada SDM lokal adalah investasi jangka panjang.

Seperti pepatah Minang “Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, artinya, kesempatan kerja lokal harus memanfaatkan potensi daerah masing-masing tanpa menyalahi aturan atau kehilangan identitas.

Muba dan Banggai menunjukkan ketenagakerjaan bukan sekadar angka di laporan, tapi kehidupan nyata bagi masyarakat lokal, sharing session ini bukan hanya soal pertukaran pengalaman, tapi juga blueprint masa depan, SDM lokal yang siap, regulasi yang menyentuh, dan kesejahteraan yang meningkat.

Jika daerah lain mau meniru, kuncinya jelas, kolaborasi, inovasi, dan keberanian untuk menyulap regulasi jadi peluang nyata. Dunia industri dan masyarakat lokal bukan lawan, tapi mitra, dan seperti kata pepatah Jawa “Mikul dhuwur mendhem jero”, angkat tinggi, tanam dalam. Artinya, kita harus membangun regulasi tinggi tapi tetap mengakar pada kesejahteraan rakyat.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gub Sumsel & Panglima TNI Saksikan Latihan Hirain/C-Rain Latma Garuda Shield-16/2022

    Gub Sumsel & Panglima TNI Saksikan Latihan Hirain/C-Rain Latma Garuda Shield-16/2022

    • calendar_month Selasa, 9 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.518
    • 0Komentar

    Gubernur Sumsel H Herman mendampingi Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa  menyaksikan  Latihan Hirain/C-Rain Latma Garuda Shield-16/2022 dalam rangka Super Garuda Shield 2022 Matra Udara di VIP Room Bandara Sultam Mahmud Badaruddin (SMB(  II Palembang, Selasa (9/8). Kepada awak media disela-sela  menyaksikan latihan ini Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan,  hari ini merupakan hari bersejarah bagi […]

  • M2 Lagi Nge-Gym – Dompet Kita Ikut Gemuk atau Kering?

    M2 Lagi Nge-Gym – Dompet Kita Ikut Gemuk atau Kering?

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 856
    • 0Komentar

    BAYANGKAN M2 alias uang beredar di Indonesia pada Juli 2025 tumbuh 6,5% yoy. Angka ini bukan sekadar hitungan kering di laporan Bank Indonesia, tapi seperti popcorn panas di panci siap meletup ke seluruh perekonomian kapan saja. Kalau M2 naik, pertanyaannya apakah harga barang bakal “ikut nge-gym” juga, alias inflasi bakal lompat-lompat seperti anak-anak di pesta […]

  • Wagub Tutup STQH, Kota Palembang Sabet Juara Umum

    Wagub Tutup STQH, Kota Palembang Sabet Juara Umum

    • calendar_month Kamis, 27 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 990
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  Ir H. Mawardi Yahya  secara resmi menutup Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) ke XXVI Tingkat Provinsi Sumsel Tahun 2021   yang dipusatkan di Lapangan Tani Merdeka Martapura Kabupaten OKU Timur, Rabu (26/5 ) malam. Dalam sambutannya Wagub Mawardi Yahya mengharapkan bagi para qori/qoriah  serta  hafidz/hafidzah yang telah terpilih menjadi pemenang […]

  • Kemarin Bertambah 1 Kasus Sembuh, 2 Kasus Positif di Muba

    Kemarin Bertambah 1 Kasus Sembuh, 2 Kasus Positif di Muba

    • calendar_month Selasa, 1 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.441
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Senin (30/11/2020) mengkonfirmasi penambahan 1 kasus sembuh dan 2 terkonfirmasi positif COVID-19. “Ada penambahan 1 kasus sembuh dan 2 konfirmasi positif COVID-19 per Senin 30 November 2020,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif yakni diantaranya kasus 587 perempuan 19 […]

  • Jurus OKI tekan angka inflasi

    Jurus OKI tekan angka inflasi

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.198
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Penjabat (Pj) Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Asmar Wijaya memaparkan strategi Kabupaten OKI menekan angka inflasi sebanyak 2,11 persen pada high level meeting TPID Provinsi Sumsel di Wyndam Hotel Palembang, Rabu (12/6/2024). Tercatat, angka inflasi Kabupaten OKI periode mei 2024 turun diangka 2,81 persen (year on year/yoy) dari 4,92 persen pada Januari 2024. Angka […]

  • Yuk,Gotong Royong, Harnojoyo : Ada Keluhan Silahkan Lapor @harno.joyo

    Yuk,Gotong Royong, Harnojoyo : Ada Keluhan Silahkan Lapor @harno.joyo

    • calendar_month Senin, 18 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.009
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Semangat gotong- royong yang disuarakan   Walikota Palembang Harnojoyo hingga ke pelosok Kota Palembang. Gotong Royong tersebut hampir setiap minggu dilaksanakan orang nomor satu di Palembang ini. Komitmen ini terus dijalankan guna menciptakan Palembang bersih, Harno sadar tanpa bersama-sama dan dukungan seluruh masyarakat program tersebut tak bisa berjalan dengan sempurna. Kesadaran masyarakat pun […]

expand_less
WordPress Archive Restrict Content Pro Restrict Past Content Restrict Content Pro Restriction Timelock Restrict Content Pro Restriction Timeouts Restrict Content Pro Site Creation RestroFood | Online Food Ordering & Delivery WordPress Plugin Resty – Restaurant WooCommerce WordPress Theme Resume Theme ResumeX – Resume & One Page Portfolio WordPress Thmee Retro Portfolio – One Page Vintage Template Revaldak – Printing Services WordPress Theme