Minggu, 4 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » M2 Lagi Nge-Gym – Dompet Kita Ikut Gemuk atau Kering?

M2 Lagi Nge-Gym – Dompet Kita Ikut Gemuk atau Kering?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
  • visibility 859
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BAYANGKAN M2 alias uang beredar di Indonesia pada Juli 2025 tumbuh 6,5% yoy. Angka ini bukan sekadar hitungan kering di laporan Bank Indonesia, tapi seperti popcorn panas di panci siap meletup ke seluruh perekonomian kapan saja. Kalau M2 naik, pertanyaannya apakah harga barang bakal “ikut nge-gym” juga, alias inflasi bakal lompat-lompat seperti anak-anak di pesta ulang tahun?

Kenaikan M2 didorong oleh M1 yang tumbuh 8,7% yoy. Artinya, masyarakat punya uang tunai dan tabungan yang mudah dicairkan. Dalam bahasa Inggris ala London Times, “people are flush with cash.” Ini bisa jadi sinyal bahwa daya beli mulai geli-geli, siap untuk belanja sepatu baru, kopi susu penuh topping, atau kursus memasak yang tiap modulnya bikin dompet menjerit.

Perumpamaan M2 itu seperti air sungai yang mengalir ke berbagai sektor, kalau debit air meningkat, nelayan senang karena perahu bisa melaju kencang alias konsumsi bergerak lebih cepat.

Tapi, jika sungai meluap, rumah penduduk ikut kebanjiran inflasi pun ikut terseret. Pertanyaannya, apakah kenaikan M2 sekarang cukup deras untuk membuat harga barang ikut naik, atau hanya membuat ekonomi segar seperti es kelapa di siang hari?

Bank sentral tentu tak mau ketinggalan drama, mereka mengamati angka ini sambil mengusap dagu, seperti kakek bijak dalam pepatah Inggris “Don’t put all your eggs in one basket.” Artinya, meski uang beredar naik, BI harus cermat mengelola suku bunga agar inflasi tetap terkendali. Kalau tidak, masyarakat bisa tersenyum saat gaji naik, tapi tersedak saat belanja bulanan.

Pesan moralnya? Naik-turunnya M2 bukan sekadar angka statistik, tapi soal bagaimana masyarakat merasakan uang mereka “hidup” di saku. Uang terlalu sedikit = belanja lesu, ekonomi kaku. Uang terlalu banyak = harga-harga ikut joget, dompet ikut goyang. Seimbanglah seperti pepatah Tionghoa “Jangan terlalu rakus di musim panen, jangan terlalu pelit di musim paceklik.”

Pertumbuhan M2 yang meningkat memberi sinyal positif bagi daya beli dan konsumsi masyarakat, tapi harus diikuti pengawasan inflasi yang cermat, seandainya ekonomi ini seperti pesta dansa M2 sebagai DJ yang nge-beat, masyarakat sebagai penari, dan inflasi sebagai lampu disko jangan sampai lampu terlalu panas sampai kabel meledak.

Jadi, sambil tersenyum menikmati angka, mari ingat satu hal penting: uang memang bisa bergerak cepat, tapi kebijakan bijak adalah rem tangan yang menjaga agar pesta ekonomi tetap seru, aman, dan semua penari pulang dengan senyum puas.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Masyarakat Muba Senam Bersama di Haornas ke-36

    Ribuan Masyarakat Muba Senam Bersama di Haornas ke-36

    • calendar_month Jumat, 6 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 878
    • 0Komentar

    RIBUAN masyarakat Bumi Serasan Sekate memadati Lapangan Gelanggang Remaja Sekayu,melaksanakan senam bersama yang digelar Pemkab Muba melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) dalam rangka Peringati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-36 tingkat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Jum’at pagi (6/9/2019). Bupati Muba H Dodi Reza Alex didampingi Kepala OPD di lingkungan Pemkab Muba turut hadir mengikuti […]

  • Dirjen OTDA, Pelantikan Bupati di Sumsel Menjadi Role Model Daerah Lain

    Dirjen OTDA, Pelantikan Bupati di Sumsel Menjadi Role Model Daerah Lain

    • calendar_month Minggu, 7 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.077
    • 0Komentar

    PASCA suksesnya pelantikan Bupati di Sumsel dengan protokol kesehatan ketat sehingga sejumlah daerah di Indonesia pun berduyun-duyun mengajukan usulan serupa ke Kemendagri. Mereka menjadikan gaya pelantikan di Sumsel sebagai role model pelantikan di daerahnya masing-masing, kata Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik MSi saat melantik kepengurusan Ikatan Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi Sumsel 2021-2026, […]

  • 70 Juta Bibit Tersedia, Kemampo Banyuasin Bisa Produksi hingga 10 Juta Batang per Tahun

    70 Juta Bibit Tersedia, Kemampo Banyuasin Bisa Produksi hingga 10 Juta Batang per Tahun

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 37
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 70 juta bibit tersedia di jaringan pusat persemaian di Indonesia. Salah satu fasilitas dengan kapasitas produksi terbesar berada di Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) dan mampu menghasilkan hingga 10 juta batang bibit setiap tahun. Kapasitas tersebut membuat Kemampo diproyeksikan menjadi salah satu pemasok bibit untuk berbagai kegiatan penghijauan dan […]

  • Kerja Keras Antarkan 25 PMI di Hong Kong Raih Gelar Sarjana

    Kerja Keras Antarkan 25 PMI di Hong Kong Raih Gelar Sarjana

    • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 891
    • 0Komentar

    SEDIKITNYA 25 orang WNI yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong berhasil meraih gelar sarjana dari Universitas Terbuka (UT) Hong Kong. Para WNI tersebut resmi menjadi sarjana pada Upacara Penyerahan Ijazah di Main Hall BNI Admiralty (25/04/2021). Penghargaan lulusan terbaik diberikan kepada 3 wisudawati yakni Brigita Mungki Yuris Dian, Vena Amelia Septiani, dan […]

  • Eceng Gondok di Pulau Kemaro Kembali di Sapu Bersih

    Eceng Gondok di Pulau Kemaro Kembali di Sapu Bersih

    • calendar_month Minggu, 17 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.143
    • 0Komentar

    Eceng Gondok yang berada di Pulau Kemaro kembali disapu bersih melalui Gotong Royong dilakukan Pemkot Palembang. Dalam kegiatan tersebut ratusan pegawai dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikerahkan. “Kegiatan ini tidak berhenti sampai disini, melainkan akan terus berlanjut hingga Bunga Low Pulau Kemaro benar- benar bersih,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang Ratu Dewa yang langsung […]

  • Kantor Camat Pajar Bulan Lahat Di Demo “Emak-Emak” Desa Bantunan, Terkait Apa ?

    Kantor Camat Pajar Bulan Lahat Di Demo “Emak-Emak” Desa Bantunan, Terkait Apa ?

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 11.533
    • 0Komentar

    KECEWA karena pengelolaan BLT Dana Desa yang dinilai kurang transparan Warga Desa Bantunan Kecamatan Pajar Bulan Kabupaten Lahat menggelar aksi ujuk rasa. Unjuk rasa berlangsung di Kantor Camat Pajar Bulan Kabupaten Lahat, Kamis, (11/6/2020) dalam tuntutanya masa aksi meminta agar Kepala Desa untuk segera mundur dari jabatanya. Camat Pajar Bulan Kabupaten Lahat Sumsel Sarmisi, SE […]

expand_less
WordPress Archive MyThemeShop Dividend WordPress Theme MyThemeShop Dotmag WordPress Theme MyThemeShop eCommerce WordPress Theme MyThemeShop Emaxstore WordPress Theme MyThemeShop Emerald WordPress Theme MyThemeShop Entrepreneurship WordPress Theme MyThemeShop Fashionblog WordPress Theme MyThemeShop Feminine WordPress Theme MyThemeShop Flick WordPress Theme MyThemeShop Fortune WordPress Theme