Selasa, 1 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Karhutla Sumsel Belum Padam, 45 Hektare Masih Ditangani! Ada Ancaman Baru Bikin Pemerintah Waspada

Karhutla Sumsel Belum Padam, 45 Hektare Masih Ditangani! Ada Ancaman Baru Bikin Pemerintah Waspada

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Penanganan Karhutla Sumsel belum bisa dianggap selesai. Meski jumlah titik api mulai menurun, pemerintah masih menghadapi pekerjaan besar di lapangan karena puluhan hektare area terdampak belum sepenuhnya tuntas ditangani.

Data BNPB per 30 Agustus 2026 mencatat terdapat 11 firespot dengan luasan area lebih dari 60 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 15 hektare telah berhasil dipadamkan, sedangkan 45 hektare masih dalam penanganan intensif.

Kondisi itu membuat pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, ancaman tidak hanya datang dari api yang terlihat, tetapi juga dari bara yang masih tersimpan di lahan, terutama kawasan gambut yang berpotensi kembali menimbulkan asap.

Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto menjelaskan kekuatan di darat menjadi faktor utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.

Menurutnya, operasi udara tetap dibutuhkan, tetapi tidak dapat menggantikan peran personel yang melakukan pemadaman dan pendinginan secara langsung di lokasi.

“Satgas Darat adalah kekuatan utama. Kami sepakat pengoperasian di darat lebih utama dibanding hanya mengandalkan udara,” ujar Suharyanto dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumsel di Griya Agung Palembang, Senin (31/8/2026).

45 Hektare Masih Jadi Perhatian

Upaya pemadaman dari udara telah dilakukan melalui water bombing. Dari operasi tersebut, sekitar 2,5 hektare area berhasil ditangani.

Namun, sebagian besar pekerjaan masih bertumpu pada Satgas Darat Karhutla yang diterjunkan langsung untuk mengendalikan titik api sekaligus melakukan pendinginan.

Pemerintah sepakat memperkuat operasi darat di sejumlah wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Lima daerah menjadi perhatian, yakni Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin (Muba).

Dukungan pemerintah pusat juga diberikan melalui Dana Siap Pakai (DSP), logistik, serta peralatan darurat untuk memperkuat kemampuan daerah menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Ancaman Baru Bukan Hanya Api

Menurunnya jumlah hotspot belum membuat pemerintah lengah.

Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni mengingatkan kawasan gambut masih memiliki risiko menghasilkan asap apabila tidak dilakukan pendinginan berulang atau mopping up.

Artinya, ketika api di permukaan sudah berhasil dikendalikan, pekerjaan belum otomatis selesai. Bara yang tersisa tetap harus dicari dan didinginkan agar tidak kembali memicu kebakaran, bahkan faktor cuaca juga menjadi perhatian.

Raja Juli menyebutkan ancaman kekeringan diperkirakan berlangsung hingga awal Oktober dengan tingkat keparahan yang disebut mendekati kondisi El Nino 2015.

Situasi tersebut membuat pencegahan menjadi semakin penting. Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Pemerintah juga memperkuat penegakan hukum. Kementerian Kehutanan disebut telah menjatuhkan sanksi kepada enam perusahaan yang dinilai melanggar ketentuan terkait Karhutla.

Asap Mulai Diantisipasi dari Sekarang

Dampak asap Karhutla Sumsel juga mulai diantisipasi pemerintah daerah, terutama dari sisi kesehatan masyarakat dan aktivitas sekolah.

Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan pelayanan bagi warga yang mengalami ISPA diperkuat. Puskesmas diarahkan membuka pelayanan ISPA selama 24 jam secara gratis.

“Untuk pelayanan ISPA di seluruh Puskesmas dibuka 24 jam secara gratis,” kata Herman Deru.

Penyesuaian jam masuk sekolah juga dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak asap bagi pelajar.

Sementara itu, pemerintah masih mengkaji sektor ekonomi yang berpotensi terdampak akibat aktivitas masyarakat dan sejumlah kegiatan yang terganggu oleh kondisi Karhutla.

Ada Potensi Hujan Awal September

Di tengah kewaspadaan tersebut, ada peluang kondisi cuaca membantu proses penanganan.

Laporan BMKG yang disampaikan dalam rapat koordinasi menyebut adanya potensi bibit hujan pada awal September.

Hujan diharapkan dapat membantu membasahi lahan sekaligus mendukung proses pemadaman dan pendinginan di wilayah yang masih menjadi perhatian.

Namun, pemerintah tidak ingin hanya menunggu hujan.

Selama masih terdapat 45 hektare area dalam penanganan, Satgas Darat akan tetap menjadi ujung tombak untuk memastikan kebakaran tidak kembali meluas.

Dengan ancaman kekeringan yang masih membayangi hingga awal Oktober, penurunan hotspot menjadi kabar baik, tetapi belum menjadi tanda bahwa Karhutla Sumsel sudah sepenuhnya aman. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fitri Datang, Warga Kelurahan Sungai Pangeran Lega

    Fitri Datang, Warga Kelurahan Sungai Pangeran Lega

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.242
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda ber silahturahmi dengan Warga Kelurahan Sungai Pangeran Palembang. Dalam kunjungan tersebut, orang nomor dua di Kota Palembang itu disambut seluruh warga dengan antusias. Kunjungan Fitri pun dimanfaatkan warga setempat untuk berkelu kesah dan menyampaikan aspirasinya terhadap masalah yang dihadapi dilingkungannya, salah satunya masalah banjir. Dihadapan warga dan tokoh masyarakat setempat […]

  • Peringatan Hari Kartini, Kebangkitan Perempuan Melawan Pandemi Covid

    Peringatan Hari Kartini, Kebangkitan Perempuan Melawan Pandemi Covid

    • calendar_month Kamis, 21 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 645
    • 0Komentar

    PERINGATAN Hari Kartini ke-144 yang jatuh pada 21 April 2022 ini, dapat dimaknai sebagai pertanda mulainya era kebangkitan perempuan Indonesia melawan pandemi. Mengingat dalam dua tahun belakangan, berbagai wilayah tanah air terdampak wabah global COVID-19. “Kebangkitan perempuan Indonesia melawan pandemi, kebangkitan perempuan Indonesia untuk pemulihan ekonomi sehingga kita bisa segera mewujudkan Indonesia maju seperti yang […]

  • Tuntaskan Kendala  Gencarkan Vaksinasi di Muba Wujudkan Herd Immunity

    Tuntaskan Kendala  Gencarkan Vaksinasi di Muba Wujudkan Herd Immunity

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 909
    • 0Komentar

    MUBA melakukan percepatan vaksinasi guna mencapai target herd immunity hingga 100%.Seperti halnya pada hari ini, Rabu (15/12/2021) bertempat di di Ruang Rapat Serasan Sekate, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar rapat analisis dan evaluasi (Anev) progres percepatan vaksinasi COVID-19 Kabupaten Musi Banyuasin. Rapat dipimpin oleh Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP melalui Sekretaris Daerah Muba […]

  • Rakor Tercepat, Atlet Panjang Tebing Muba Juara Satu Kejuaraan Wirabraja Open

    Rakor Tercepat, Atlet Panjang Tebing Muba Juara Satu Kejuaraan Wirabraja Open

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 872
    • 0Komentar

    ATLET Panjat Dinding asal Sumatera Selatan (Sumsel) kembali membuktikan menjadi yang tercepat pada even Wirabraja Open Extreme Games Silo 10.000, di Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (8/10/2019). Even Panjat Tebing Wirabraja Open yang dilaksanakan pada 6-9 Oktober di kawasan Silo, Sawahlunto itu, juga diikuti atlet-atlet panjat dinding dari Singapura. Adalah Marta Dinata, atlet panjat dinding binaan […]

  • Gandeng BKPRMI, Forpes & PMM Sosialisasikan Persiapan New Normal

    Gandeng BKPRMI, Forpes & PMM Sosialisasikan Persiapan New Normal

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tengah mempersiapkan menyongsong berlakunya kebijakan New Normal di Provinsi Sumsel, salah satunya yakni persiapan pembukaan kembali tempat ibadah dan segera aktif kembali pula pondok pesantren yang ada di provinsi Sumsel. Untuk mendukung upaya tersebut, Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru melibatkan langsung Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Forum […]

  • Nihil Penambahan Kasus Covid -19 di Muba

    Nihil Penambahan Kasus Covid -19 di Muba

    • calendar_month Senin, 4 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 723
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Senin (4/1/2021) mengkonfirmasi nihil penambahan kasus COVID-19.  “Tidak ada penambahan kasus per 4 Januari 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP.  Diketahui, hingga 4 Januari 2021 ada sebanyak 737 kasus diantaranya 631 kasus sembuh, 76 masih dirawat, dan 30 kasus meninggal dunia. Sementara itu, berdasarkan data […]

expand_less
WordPress Archive Yottis | Personal Creative Portfolio WordPress Theme + Store YouContent – Unlimited Unique Content Generator from Youtube Captions Youseo – SEO & Digital Creative Agency Elementor Template Kit YouTube And Vimeo Video Player with Playlist YouTube Feed : User, Channel and Playlist for WordPress YouTube Plugin – WordPress Gallery for YouTube YouTube Plugin – WordPress YouTube Gallery YouTube Video Mass Poster and Pinner Youtube Vimeo Popup Plugin Youtube Vimeo Video Player and Slider WP Plugin