BMKG Beri Sinyal Perubahan Cuaca Sumsel, Palembang Perlu Waspada
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bmkg
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Cuaca di Sumatera Selatan (Sumsel) belum sepenuhnya lepas dari kondisi kering. Namun, ada perubahan yang perlu diperhatikan warga Palembang dan daerah lain di Sumsel dalam beberapa hari ke depan.
Dalam pembaruan dilaman BMKG dirilis Selasa (22/9/2026), Sumsel termasuk wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang pada 22–24 September.
BMKG menyebutkan kondisi cuaca Indonesia pada periode tersebut umumnya masih berada pada rentang cerah berawan hingga hujan ringan. Meski begitu, peluang hujan sedang tetap terbuka di sejumlah wilayah, termasuk Sumsel.
Ada dinamika atmosfer yang ikut memengaruhi kondisi tersebut.
Pada 22–23 September, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan melintasi sebagian besar Sumatera. Kondisi ini dapat mendukung peningkatan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Artinya, kondisi kering yang masih terasa bukan berarti hujan sepenuhnya hilang.
Sumsel Masih Berada dalam Kondisi Kering
BMKG masih mencatat atmosfer relatif kering di sejumlah wilayah Indonesia, terutama sebagian Sumatra dan Kalimantan. Hal itu dapat terlihat dari tingginya jumlah titik panas dalam 10 hari terakhir.
Hingga 21 September 2026, Sumatera Selatan tercatat memiliki 1.485 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, menjadi salah satu provinsi dengan konsentrasi titik panas tertinggi dalam periode tersebut.
BMKG menyebutkan kondisi atmosfer yang relatif kering secara umum mengurangi potensi pembentukan awan hujan. Bahkan, curah hujan pada akhir September hingga awal Oktober di sebagian besar wilayah Indonesia masih diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah.
Sumatra bagian selatan termasuk wilayah yang masih didominasi curah hujan kategori rendah.
Lalu Bagaimana dengan Palembang?
Untuk Palembang, masuknya Sumsel dalam wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan hujan bukan berarti hujan akan turun sepanjang hari di seluruh kota.
Hujan tetap berpotensi terjadi secara lokal. Waktunya pun bisa berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
BMKG juga mencatat hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi secara lokal meski musim kemarau masih dominan. Dalam kondisi tertentu, hujan tersebut dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Oleh karena itu, warga Palembang yang beraktivitas di luar ruangan tetap perlu memperhatikan perkembangan cuaca, terutama ketika perubahan awan mulai terlihat.
Bukan Hanya Soal Hujan
Ada hal lain yang juga menjadi perhatian BMKG. Kondisi kering yang masih berlangsung membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, terutama di wilayah yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan kawasan hutan.
Jadi, kondisi Sumsel saat ini cukup dinamis, sebabdi satu sisi atmosfer masih relatif kering dan ancaman karhutla belum hilang. Sementara peluang hujan sedang meningkat pada 22–24 September karena adanya dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan.
Warga Palembang dan wilayah Sumsel lainnya diminta tetap mengikuti pembaruan prakiraan cuaca serta peringatan dini dari BMKG. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
