Asap Makin Pekat, ISPA Palembang Tembus 17.434 Kasus dalam Sebulan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 17 menit yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : sumselterkini
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kabut asap kembali menyelimuti Palembang. Di tengah kondisi udara yang memburuk, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) justru mencatat lonjakan.
Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat 17.434 kasus ISPA selama September 2026. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang tahun.
Pada Agustus, kasus ISPA tercatat 15.020. Dalam sebulan, jumlahnya bertambah 2.414 kasus atau naik sekitar 16,07 persen.
Lonjakan kasus terjadi saat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan mulai terasa di sejumlah wilayah Palembang.
Kondisi udara yang buruk membuat warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker juga dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan warga yang memiliki masalah pernapasan.
Pemerintah Kota Palembang telah meminta fasilitas kesehatan bersiap menghadapi peningkatan pasien dengan keluhan ISPA.
Bukan hanya rumah sakit dan puskesmas yang diperkuat. Polrestabes Palembang sejak Sabtu (3/10/2026) membuka posko pengobatan gratis untuk masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat kondisi udara.
Tiga dokter umum dan enam perawat disiapkan untuk memberikan pemeriksaan serta penanganan awal.
Keluhan yang dilayani antara lain batuk, demam, flu dan radang tenggorokan.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan warga yang mengalami ISPA akibat kabut asap mendapat pengobatan gratis.
Gubernur Sumsel Herman Deru juga meminta pelayanan kesehatan di wilayah terdampak diperkuat. Sejumlah puskesmas bahkan diarahkan siap memberikan pelayanan selama 24 jam.
Dengan kasus September mencapai 17.434, kabut asap di Palembang kini tidak hanya menjadi persoalan kualitas udara.
Lonjakan ISPA menunjukkan dampaknya mulai terasa langsung pada kesehatan masyarakat. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
