Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Hotspot Sumsel Turun, tetapi Palembang Masih Dikepung Asap, Apa Penyebabnya?

Hotspot Sumsel Turun, tetapi Palembang Masih Dikepung Asap, Apa Penyebabnya?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 17 menit yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Penurunan jumlah titik panas di Sumatera Selatan (Sumsel) belum serta-merta mengakhiri ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski data satelit menunjukkan hotspot berkurang, kondisi cuaca yang relatif kering masih menjadi tantangan dalam pengendalian kebakaran di wilayah ini.

Kementerian Kehutanan mencatat 130 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Sumatera Selatan hingga Kamis (8/10/2026) pukul 21.10 WIB. Jumlah tersebut turun dari 224 titik pada hari sebelumnya.

Namun, Sumsel masih menempati posisi teratas di antara enam provinsi prioritas pengendalian karhutla. Penurunan hotspot belum cukup untuk mengendurkan kewaspadaan, terutama ketika musim kemarau masih memengaruhi sebagian besar wilayah Sumsel.

Sehingga kabut asap yang masih mengganggu Palembang memunculkan pertanyaan, mengapa kondisi udara belum tentu langsung membaik ketika jumlah titik panas menurun?

Hujan yang Dinanti Belum Merata

Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam membaca perkembangan karhutla di Sumsel.

Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melalui pembaruan informasi iklim pada 30 September 2026, memprakirakan seluruh wilayah Sumatera Selatan mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–50 milimeter, pada dasarian pertama Oktober atau periode 1–10 Oktober.

BMKG juga memperingatkan potensi peningkatan hotspot di daerah rawan karhutla akibat berkurangnya curah hujan.

Dalam pemantauan hari tanpa hujan, BMKG mengidentifikasi kekeringan meteorologis ekstrem di sebagian besar wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), sebagian wilayah Ogan Ilir dan Banyuasin, serta sebagian besar Kota Palembang.

Hal ini tentu menjadi perhatian, karena minimnya hujan dapat membuat lahan tetap kering. Pada kawasan gambut, upaya menjaga kelembapan tanah dan ketersediaan air menjadi penting untuk mengurangi risiko kebakaran berulang.

Meski begitu, prakiraan curah hujan rendah tidak berarti hujan sama sekali tidak akan turun. Perkembangan cuaca aktual tetap perlu dipantau, karena kondisi atmosfer dapat berubah dari waktu ke waktu.

Penurunan Terjadi di Tingkat Nasional

Data Kementerian Kehutanan memperlihatkan penurunan hotspot juga terjadi secara nasional. Melalui Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi), kementerian mencatat 387 hotspot berkepercayaan tinggi pada Kamis (8/10/2026) pukul 21.10 WIB. Sehari sebelumnya, jumlahnya mencapai 1.176 titik.

Dengan demikian, terjadi penurunan sebanyak 789 titik dalam satu hari berdasarkan pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20.

Di enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, Kalimantan Tengah mencatat 86 titik, turun dari 225 titik. Kalimantan Barat turun dari 47 menjadi 12 titik, sedangkan Jambi berkurang dari 16 menjadi tiga titik. Riau tetap nihil.

Kalimantan Selatan menjadi satu-satunya provinsi prioritas yang mengalami kenaikan, yakni dari 31 menjadi 37 titik.

Secara keseluruhan, enam provinsi prioritas mencatat 268 hotspot berkepercayaan tinggi, turun dari 543 titik sehari sebelumnya.

Penurunan ini menjadi perkembangan positif dalam pemantauan karhutla. Namun, Sumatera Selatan masih membutuhkan perhatian khusus karena jumlah hotspot-nya tetap paling tinggi dibandingkan provinsi lain dalam kelompok prioritas tersebut.

Mengapa Asap Bisa Bertahan?

Jumlah hotspot dan kondisi asap merupakan dua indikator yang saling berkaitan, tetapi tidak selalu berubah secara bersamaan.

Hotspot merupakan titik yang terdeteksi melalui pengamatan satelit berdasarkan anomali panas. Data tersebut membantu menunjukkan indikasi aktivitas kebakaran, tetapi bukan hitungan pasti jumlah kebakaran ataupun ukuran langsung konsentrasi asap di udara.

Asap yang sudah terlepas ke atmosfer dapat bergerak mengikuti arah angin dan menyebar ke wilayah lain. Kondisi atmosfer juga memengaruhi bagaimana asap tersebar atau bertahan di suatu kawasan.

Oleh sebab itu, penurunan hotspot di Sumsel tidak otomatis membuat udara Palembang langsung bersih. Untuk mengetahui sumber asap dan mengapa dampaknya masih terasa, diperlukan informasi tambahan mengenai arah angin, sebaran asap, serta pengukuran kualitas udara pada waktu yang sama.

Data Kementerian Kehutanan dan prakiraan iklim BMKG memberikan gambaran mengenai perkembangan titik panas dan kondisi yang mendukung risiko karhutla. Namun, keduanya perlu dilengkapi pengamatan atmosfer untuk menjelaskan kondisi asap secara lebih spesifik.

Kewaspadaan Belum Bisa Dikurangi

Kementerian Kehutanan menegaskan pengendalian karhutla tetap harus diperkuat meskipun jumlah hotspot menunjukkan penurunan. Perubahan kondisi di lapangan dapat berlangsung cepat, sementara risiko di setiap wilayah tidak selalu sama.

Di Sumatera Selatan, upaya pencegahan perlu berjalan bersamaan dengan pemadaman di lokasi kebakaran dan pemantauan kawasan rawan, terutama saat curah hujan masih rendah.

Masyarakat juga perlu mengikuti pembaruan cuaca dan kualitas udara dari instansi resmi. Ketika asap menebal atau kualitas udara memburuk, aktivitas berat di luar ruangan sebaiknya dibatasi.

Penurunan hotspot memang menjadi kabar baik. Namun, selama kondisi lahan masih rawan terbakar dan asap masih mengganggu aktivitas warga, pengendalian karhutla belum dapat dianggap selesai. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Gabungan KLHK Amankan Kayu Ilegal Senilai Rp16,5 Miliar Asal Papua di Makassar

    Tim Gabungan KLHK Amankan Kayu Ilegal Senilai Rp16,5 Miliar Asal Papua di Makassar

    • calendar_month Rabu, 9 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 976
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta– Tim Gabungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengamankan 57 kontainer kayu ilegal asal Papua di Makasar. Kayu ilegal tersebut diamankan setelah mendapat informasi adanya kayu illegal asal Papua menuju Surabaya. Direktorat Jenderal Penegakan Hukum LHK (Gakkum) KLHK bersama Lantamal VI Makasar, Armada II TNI AL, serta Tim Gabungan dengan sigap melakukan penindakan […]

  • Muba Perketat  Pengawasan PPKM, Dilarang Mudik !

    Muba Perketat Pengawasan PPKM, Dilarang Mudik !

    • calendar_month Senin, 3 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 801
    • 0Komentar

    MESKI angka penderita COVID-19 di Sumsel secara umum meningkat drastis mencapai angka 65 persen, namun penanganan dan identifikasi penderita COVID-19 di Kabupaten Musi Banyuasin dapat berjalan baik. Hal ini pula diperkuat dengan pengetatan larangan pulang kampung serta Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. “Memang bulan Ramadan […]

  • Tips Kapolri Menyeimbangkan Hati, Strategi & Teknologi

    Tips Kapolri Menyeimbangkan Hati, Strategi & Teknologi

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 138
    • 0Komentar

    KAPOLRI Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan  membangun ketahanan nasional membutuhkan keseimbangan antara kepedulian sosial, strategi yang matang, dan pemanfaatan teknologi. Pernyataan itu ia sampaikan saat Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Polda Sumatera Selatan, Sabtu (7/3/2026). Menurut Kapolri, pengalaman pandemi dan dinamika global menunjukkan  kerja sama lintas sektor antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi […]

  • ISEF ke-9, Catat Transaksi Rp27,6 Triliun, Ini Paparannya

    ISEF ke-9, Catat Transaksi Rp27,6 Triliun, Ini Paparannya

    • calendar_month Senin, 10 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 585
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  Jakarta – Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-9 tahun 2022 mencatat transaksi senilai Rp27,6 triliun yang mencakup pembiayaan lembaga keuangan syariah, transaksi antar pelaku usaha (business to business), transaksi antara pelaku usaha dengan konsumen (business to customer), dan transaksi pameran ISEF 2022, termasuk seluruh transaksi dalam rangkaian kegiatan FESyar (Festival Ekonomi Syariah) 2022. Kegiatan […]

  • Jalankan Program ICSB Kembangkan UKM Muba

    Jalankan Program ICSB Kembangkan UKM Muba

    • calendar_month Sabtu, 2 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 785
    • 0Komentar

    Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi diwakili asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Muba H Yudi Herzandi SH MH menghadiri Pelantikan Dewan Pengurus Indonesia Council For Small Business (ICSB) Periode 2022-2024 Kabupaten Muba berlangsung di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Jumat (01/4/2022). Direktur ICSB area Kabupaten Muba resmi dinahkodai oleh Susy Imelda Beni yang juga Ketua […]

  • Ustadz, Baiknya Zakat Pakai Beras atau Bisa dengan Uang ?..

    Ustadz, Baiknya Zakat Pakai Beras atau Bisa dengan Uang ?..

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 998
    • 0Komentar

    “Assalamualaikum wr wb. Ustadz, akhir-akhir ini saya mendengar dari sebagian kawan, katanya tidak sah mengeluarkan zakat fitrah dengan uang, harus dengan beras, bagaimana itu ustadz, saya jadi bingung karena selama ini biasanya kami zakat fitrahnya dengan uang. Terimakasih” Jawab : Zakat fitrah itu wajib dikeluarkan bagi seluruh ummat Islam, tua-muda, besar-kecil, laki-perempuan, yang penting mereka […]

expand_less
WordPress Archive Darkr – WordPress Admin Light & Dark Darmali – Construction Template Kit Darna – Building & Construction WordPress Theme Darona – COVID-19 Social Awareness Elementor Template Kit Darpan – News Magazine WordPress Theme Darren – Photography & WooCommerce Compatible WordPress Theme Dash – Creative Business Theme DashCode – React, Vuejs, NextJs, Laravel, HTML,Tailwind Dashboard Template Dashforge – Responsive Admin Dashboard Template Dasly – Flower Store WooCommerce WordPress Theme