Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Jembatan Lalan & Tongkang Batubara, Kisah Terlalu Sering Bertabrakan

Jembatan Lalan & Tongkang Batubara, Kisah Terlalu Sering Bertabrakan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERAIRAN Sungai Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) Sumatera Selatan  (Sumsel) yang arusnya tenang terdengar suara mesin tongkang, tongkang angkutan batubara menjadi sahabat sungai itu bahkan mungkin lebih akrab dari bunyi dayung perahu warga.

Sungai itu menjadi jalur sibuk industri batubara, siang malam, kapal-kapal besar hilir mudik membawa muatan hitam dari hulu menuju pelabuhan.

Meski demikian, masalahnya, sungai itu tidak ikut melebar. Begitu pula Jembatan Lalan. Ia tetap berdiri dengan ukuran yang sama, sementara tongkang-tongkang yang melintas di bawahnya terasa makin besar dan makin padat. Akibatnya, benturan demi benturan pun terjadi. Bukan sekali. Bukan dua kali. Tapi sudah lima kali.

Kalau ini pertandingan tinju, mungkin wasit sudah lama menghentikan laga.

Insiden terbaru itulah yang akhirnya membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan turun tangan. Gubernur Sumsel H. Herman Deru menggelar rapat koordinasi khusus bersama Bupati Musi Banyuasin H. Toha Tohet dan Asosiasi Pengusaha Batubara Jalur Lalan (AP6L), Selasa (19/5/2026).

Hasil rapatnya cukup jelas ukuran tongkang harus diperkecil maksimal 230 feet, pengaman jembatan atau fender wajib dipasang, dan jadwal lalu lintas sungai akan diatur lebih ketat.

“Kita sepakat proses ini harus dipercepat dengan solusi konkret. Jalan keluarnya adalah memperkecil ukuran kapal serta membangun pagar pengamanan yang memadai,” ujar Herman Deru.

Keputusan itu terdengar teknis. Tapi sebenarnya, persoalan di Sungai Lalan jauh lebih besar daripada sekadar ukuran kapal.

Ini adalah cerita tentang sungai yang berubah terlalu cepat.

Di banyak daerah penghasil sumber daya alam, pembangunan sering melaju seperti truk tanpa rem. Aktivitas ekonomi tumbuh pesat, lalu lintas industri makin ramai, sementara infrastruktur lama dipaksa menyesuaikan diri dengan beban baru.

Sungai Lalan adalah salah satu contohnya.

Kini ia bukan lagi sekadar aliran air tempat warga mencari ikan atau jalur transportasi kecil antardesa. Sungai itu perlahan menjelma menjadi “tol air” bagi industri tambang. Tongkang besar datang silih berganti, membawa batubara dalam jumlah besar demi memenuhi denyut ekonomi yang terus bergerak.

Namun di tengah sibuknya arus industri itu, ada masyarakat yang ikut menanggung rasa cemas.

Warga sebenarnya sempat mendesak agar jalur sungai ditutup total. Kekhawatiran mereka bukan tanpa alasan. Sebab setiap kali insiden terjadi, aktivitas masyarakat ikut terganggu. Mobilitas tersendat, rasa aman menurun, dan muncul ketakutan kalau benturan berikutnya akan lebih parah.

Bupati Muba H. Toha Tohet pun mengakui keresahan tersebut. Karena itu, pembatasan ukuran tongkang diharapkan menjadi jalan tengah antara kepentingan ekonomi dan keselamatan masyarakat.

Dan memang, mencari titik tengah di Sungai Lalan bukan perkara mudah.

Penggera ekonomi

Batubara masih menjadi salah satu penggerak ekonomi penting, aktivitas pengangkutan tidak mungkin dihentikan begitu saja. Tapi di sisi lain, jembatan juga bukan benda yang bisa terus diuji ketahanannya tanpa batas.

Sebab jembatan bukan cuma dibangun dari tiang dan pondasi besi dan beton.

Di atasnya ada anak sekolah yang berangkat pagi-pagi. Ada pedagang kecil yang membawa dagangan ke pasar. Ada warga yang harus melintas untuk bekerja, berobat, atau sekadar pulang ke rumah.

Ketika jembatan terganggu, denyut kehidupan masyarakat ikut terguncang.

Karena itu, pemasangan fender dan pembatasan ukuran tongkang sebenarnya bukan sekadar proyek teknis. Ini adalah pengingat bahwa pembangunan tidak boleh hanya menghitung untung rugi ekonomi, tetapi juga harus menjaga ruang hidup masyarakat.

Apalagi lima kali tabrakan bukan angka kecil.

Kalau sebuah gelas jatuh lima kali dari meja, orang mungkin mulai sadar ada yang salah dengan cara meletakkannya. Maka ketika jembatan ditabrak berulang kali, publik tentu berharap evaluasi dilakukan lebih serius, bukan sekadar menunggu insiden berikutnya.

Untungnya, langkah cepat mulai terlihat.

Setidaknya kini ada upaya memperbaiki tata kelola lalu lintas sungai, memperketat ukuran tongkang, dan memasang pengaman tambahan. Meski belum tentu langsung menyelesaikan semua persoalan, langkah itu memberi sinyal bahwa keselamatan publik mulai ditempatkan di depan.

Sungai Lalan pada akhirnya bukan cuma soal batubara dan tongkang. Ia juga tentang bagaimana sebuah daerah menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keselamatan warganya.

Sebab ekonomi memang penting. Tapi jembatan yang berdiri kokoh, rasa aman masyarakat, dan perjalanan warga yang tidak dihantui rasa waswas, itu juga tidak kalah penting. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) Sediakan 30 Piala, Berikan Penilaian Karya Film Ditayangkan Di Media _Over The Top_  atau OTT, Ketua Pantia : Saya Kira Baru Pertama Kali Terjadi di Indonesia

    Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) Sediakan 30 Piala, Berikan Penilaian Karya Film Ditayangkan Di Media _Over The Top_  atau OTT, Ketua Pantia : Saya Kira Baru Pertama Kali Terjadi di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 11 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 9.033
    • 0Komentar

    FESTIVAL  Film Wartawan Indonesia (FFWI) XI tahun ini akan menyediakan 30 piala bagi para pemenang dan piala khusus.  “Banyaknya piala ini sekaligus menjadi salah satu pembeda  FFWI dengan berbagai festival film lainnya,” kata Ketua Panitia FFWI, Wina Armada Sukardi, di Jakarta, Minggu [11/7/2021]. FFWI akan  memulai sejarah baru  dalam perfilman Indonesia, yakni tidak hanya menilai […]

  • 12,8 Juta Pelaku Usaha Mikro Bakal Terima BPUM 2021

    12,8 Juta Pelaku Usaha Mikro Bakal Terima BPUM 2021

    • calendar_month Jumat, 30 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.626
    • 0Komentar

    BANTUAN Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021 akan menyasar 12,8 juta pelaku Usaha Mikro dengan total anggaran Rp15,36 triliun. Penyaluran BPUM akan dibagi dalam dua tahap, yakni tahap I untuk 9,8 juta pelaku Usaha Mikro dan tahap II untuk 3 juta pelaku Usaha Mikro. BPUM diberikan dalam bentuk uang sejumlah Rp 1,2 juta untuk […]

  • Bahaya Covid-19, Pemkot Palembang Bakal Tindak Tegas & Sanksi Masyarakat Yang Tak Pakai Masker

    Bahaya Covid-19, Pemkot Palembang Bakal Tindak Tegas & Sanksi Masyarakat Yang Tak Pakai Masker

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 968
    • 0Komentar

    WABAH CORONA [COVID-19] memang masih dianggap sepele oleh masyarakat Palembang, pasalnya masih banyak di Jalan-jalan masyarakat kurang disiplin dan sadar untuk menggunakan masker, padahal sepekan ini penularan COVID -19 di Palembang meningkat. Palembang juga sudah dinyatakan Zona Merah oleh Gugus Tugas  Penanganan COVID-19  Sumsel. Bahkan yang lebih menakutkan lagi hampir keseluruhan menular dengan status Orang […]

  • Doakan Kemajuan Muba dan Jemaah Haji di Arafah

    Doakan Kemajuan Muba dan Jemaah Haji di Arafah

    • calendar_month Senin, 11 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 738
    • 0Komentar

    PEJABAT Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Apriyadi melaksanakan ibadah Shalat Idul Adha bersama dengan Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah dan juga masyarakat Muba di Halaman Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Minggu (10/7/2022). “Pada hari ini semua Umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1443 H. Dimana-mana berkumandang takbir, tahlil dan  tahmid, mengagungkan kebesaran Allah […]

  • Satgas Maksimalkan Pemeriksaan Arus Balik, Cegah Penularan Covid

    Satgas Maksimalkan Pemeriksaan Arus Balik, Cegah Penularan Covid

    • calendar_month Jumat, 14 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 649
    • 0Komentar

    PEMERINTAH telah menyiapkan langkah antisipasi arus balik lebaran yang diprediksi terjadi pada H+3 lebaran dan H+7 lebaran atau sekitar tanggal 16 dan 20 Mei 2021. Langkahnya seperti meningkatkan random testing kepada pengguna angkutan jalan kendaraan pribadi dan kendaraan angkutan baik di jalan tol, jalan arteri hingga ke jalan-jalan terkecil di pemukiman penduduk. Serta membentuk Satgas […]

  • 3 Rumah Warga Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara Dilalap Si Jago Merah

    3 Rumah Warga Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara Dilalap Si Jago Merah

    • calendar_month Minggu, 28 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.111
    • 0Komentar

      Peristiwa kebakaran terjadi di Dusun 3 Desa Lorok, Ogan Ilir (27/8/2022) pada pukul 20:35 Wib tadi malam. Tiga rumah warga ludes terbakar dan beberapa unit kendaraan ikut terbakar, seperti sepeda motor dan mobil Dumtruk. Kemunculan api penyebab kebakaran datang dari salah satu rumah warga Juruza (57) .   Kebakaran menimpa rumah Jumadi (47), Kamil […]

expand_less
WordPress Archive Pharmaton – Medical and Pharmacy WordPress Theme Phlox Pro – Elementor MultiPurpose WordPress Theme PHLY – Versatile Coming Soon Template PhoneRepair – Mobile Device Shop WordPress Theme Photas – Email Marketing Company Elementor Template Kit Photo Nexus | WordPress Theme Photo Stack Addon for Elementor PhotoCluster 1.8 | Gallery Module for Gmedia plugin Photographer WordPress Theme Photography Addons for WPBakery Page Builder – Photobakery