Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Karhutla Sumsel Makin Ganas, Water Bombing Tak Cukup! Perlu Jurus Baru

Karhutla Sumsel Makin Ganas, Water Bombing Tak Cukup! Perlu Jurus Baru

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 16 menit yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Perang melawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) belum selesai. Meski jumlah titik panas terdeteksi menurun, persoalan di lapangan belum bisa dianggap aman.

Justru di tengah penurunan hotspot itu, pemerintah mulai mendorong cara berbeda untuk menghadapi Karhutla Sumsel. Water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tetap dijalankan, tetapi dinilai tidak cukup jika tidak dibarengi penguatan pencegahan di darat.

Hal itu mengemuka dalam Pertemuan Koordinasi Kolaborasi Penanggulangan Karhutla di Kantor BPBD Sumsel, Rabu (7/10/2026).

Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam penanganan Karhutla. Ia menjelaskan kondisi cuaca semakin kering akibat fenomena El Nino menjadi salah satu tantangan harus dihadapi bersama.

Sejumlah wilayah masih menjadi perhatian, terutama OKI, Kayuagung, Muara Enim, Banyuasin dan Musi Banyuasin.

Menurutnya, persoalan menjadi lebih rumit, karena banyak kawasan rawan berada di lahan gambut. Di wilayah seperti ini, api tidak selalu selesai ketika nyala di permukaan berhasil dipadamkan.

“Langkah aksi maupun regulasi sudah kami lakukan secara maksimal, tentunya tetap dalam koridor hukum. Namun, kita juga membutuhkan stamina fisik maupun psikis bagi para petugas yang berada di lapangan,” katanya.

Water bombing saja tidak cukup

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Dian Faizal Hendropiyono menegaskan penanganan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan operasi udara.

Ia mengapresiasi respons cepat Sumsel melalui OMC dan water bombing. Namun, dua metode tersebut harus berjalan beriringan dengan penguatan infrastruktur di lokasi rawan.

Pemerintah juga mendorong ketersediaan pompa, kanal blocking hingga water intake agar air lebih mudah digunakan ketika kebakaran muncul.

Dia menambahkan pertarungan melawan Karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Infrastruktur air harus tersedia lebih dulu di titik-titik rawan.

Dia juga meminta perusahaan ikut mengambil bagian dalam membangun infrastruktur pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Hotspot Sumsel turun, tapi belum berarti aman

Data Kementerian Kehutanan melalui Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Karhutla (SiPongi) menunjukkan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Sumsel memang mengalami penurunan.

Hingga Selasa (6/10) pukul 21.00 WIB, Sumsel tercatat memiliki 71 hotspot high confidence, turun dari 142 titik sehari sebelumnya.

Secara nasional, hotspot high confidence juga turun dari 1.359 menjadi 1.201 titik. Namun, angka tersebut tidak otomatis berarti jumlah kebakaran dan luas lahan terbakar ikut turun dalam besaran yang sama.

Kementerian Kehutanan menegaskan hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tetap membutuhkan groundcheck untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Hal ini penting terutama di kawasan gambut. Bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali muncul meskipun api di atas permukaan sudah tidak terlihat.

Operasi darat tetap berjalan melalui patroli, groundcheck, pemadaman, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up dan pendinginan.

61 armada udara masih disiagakan

Pemerintah juga belum menarik kekuatan udara dari operasi Karhutla, bahkan sebanyak 61 unit armada udara disiagakan, terdiri dari 17 unit untuk patroli dan OMC serta 44 unit untuk water bombing.

Enam provinsi masih menjadi wilayah prioritas, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Artinya, meski hotspot harian mengalami penurunan, status kewaspadaan belum diturunkan.

Udara Palembang masih berbahaya

Ancaman Karhutla juga terasa dari kondisi udara, data BMKG pada Rabu (7/10) pukul 13.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Talang Betutu Palembang mencapai 434,0 µg/m³, sedangkan Musi 2 mencapai 392,1 µg/m³. Keduanya masuk kategori berbahaya.

Kondisinya bahkan lebih tinggi pada pagi hari. Pada pukul 06.00 WIB, PM2.5 di Musi 2 tercatat 478,4 µg/m³, sementara Talang Betutu mencapai 470,2 µg/m³, yang juga berada pada kategori berbahaya.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa penurunan hotspot tidak serta-merta membuat persoalan asap selesai. Kualitas udara dapat berubah mengikuti perkembangan kebakaran, konsentrasi partikulat, arah angin dan dinamika atmosfer.

Masyarakat pun diminta tetap mengikuti informasi kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi memburuk. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan masyarakat dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah kini menghadapi pekerjaan yang lebih besar: bukan hanya mengejar api dari udara, tetapi memastikan air, pompa dan infrastruktur pencegahan sudah tersedia sebelum api kembali membesar. Karhutla Sumsel mungkin menunjukkan penurunan pada angka hotspot, tetapi perang di lapangan belum benar-benar berakhir. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pastikan Ketersediaan Lahan Pangan Berkelanjutan

    Pastikan Ketersediaan Lahan Pangan Berkelanjutan

    • calendar_month Senin, 14 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 804
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir melakukan pembahasan Lahan Baku Sawah  (LBS) yang berada dalam delinasi RDTR koridor Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir bersama dengan Ditjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN secara virtual, di ruang Rapat Kerja Sekda OKI, Senin (14/3/2022). Kasubdit Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang Wilayah II, Direktorat SPR, Ditjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN melalui Refqi […]

  • Wah Keren.., Ruang Kelas Berbasis Game Pertama di UNC-Chapel Hill Dimungkinkan oleh Lenovo Grant David Hamilton

    Wah Keren.., Ruang Kelas Berbasis Game Pertama di UNC-Chapel Hill Dimungkinkan oleh Lenovo Grant David Hamilton

    • calendar_month Senin, 10 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 626
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Lewatlah sudah hari-hari ketika mahasiswa dianggap bermalas-malasan dalam studi mereka jika mereka memilih untuk menggunakan pengontrol video game daripada buku teks. Bagi beberapa mahasiswa di University of North Carolina di Chapel Hill, video game adalah buku teksnya.   Mereka memiliki dr. Courtney Rivard berterima kasih untuk itu. dr. Rivard adalah Direktur Digital […]

  • Ragorgap Karhutla 2020 di Menkopolhukam, Gub Sumsel Rekomendasikan 6 Hal Ini

    Ragorgap Karhutla 2020 di Menkopolhukam, Gub Sumsel Rekomendasikan 6 Hal Ini

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.025
    • 0Komentar

    Dalam rangka evaluasi dan antisipasi Karhutla tahun 2019-2020, Gubernur Sumsel H.Herman Deru terbang ke Jakarta menghadiri Rapat Koordinasi Gabungan (Rakorgab) Tingkat Kementerian/Lembaga Tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan  di Gedung Dr Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti Gatot Subroto, Jakarta,  Jumat (6/12/2019).Rakorgab ini dipimpin langsung oleh Menkopolhukam Prof Mahfud MD didampingi Mendagri Jenderal Pol Tito Karnavian, […]

  • Sinergi Kadin dengan Pemkab Muba

    Sinergi Kadin dengan Pemkab Muba

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 931
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA yang juga Ketua Umum Kamar Dagang Industri (KADIN) Sumsel meminta agar KADIN Muba mendukung dalam memprioritaskan pemanfaatan Tenaga Kerja Lokal (TKL) asal Muba. Hal ini juga selaras dengan kebijakan Peraturan Daerah yang sudah diimplementasikan di Bumi Serasan Sekate. Mengingat, Kadin Indonesia merupakan […]

  • BUNTIS diluncurkan

    BUNTIS diluncurkan

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.846
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian di Kabupaten Musi Banyuasin, Dinas Perkebunan Kabupaten Muba meluncurkan program inovatif bernama *BUNTIS* (Berkebun Gratis dan Praktis). Peluncuran Program Program ini diperkenalkan oleh Kepala Dinas Perkebunan, Akhmad Toyibir SSTP MM, dalam sebuah podcast yang dipandu oleh host Radio Gema Randik 97 FM, Elisa Aniwana, pada Senin […]

  • Ini Bukan Akting Lho, Tapi Beneran Terharu dan Teteskan Air Mata, Siapa ?

    Ini Bukan Akting Lho, Tapi Beneran Terharu dan Teteskan Air Mata, Siapa ?

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.355
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru tak dapat membendung rasa harunya saat mengukuhkan pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sumsel periode 2017-2022, Rabu (7/11/2018) di Griya Agung. Air matanya seketika menetes, karena telah dipercaya menjadi Pembina Wredatama untuk mengurus para pensiunan yang sebagian besar telah berusia lanjut tersebut. “Ini bukan akting, dari awal […]

expand_less
WordPress Archive Torial – Interior Design Elementor Template Kit Torun – IT Services Company WordPress Theme + RTL Total – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme TotalDesk – Helpdesk, Live Chat, Knowledge Base & Ticket System TotalPoll Pro – Responsive WordPress Poll Plugin Touch N Swipe Gallery jQuery Plugin Touch Timeline TouchUp – Cosmetic and Plastic Surgery WordPress Theme Touchy – WordPress Mobile Menu Plugin Tour Booking – Tour Adventure WordPress Theme – Entrada