Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Sunting Kartini, Ketika Surat Cinta Jadi Amunisi Peradaban & Emak-Emak Matic Naik Daun

Sunting Kartini, Ketika Surat Cinta Jadi Amunisi Peradaban & Emak-Emak Matic Naik Daun

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
  • visibility 1.091
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Museum Nasional Jakarta tampak berdandan, bukan dengan kebaya, bukan pula dengan sanggul, tapi dengan sorot lampu pameran yang menyala syahdu, seperti senyum ibu guru saat muridnya hafal Pancasila.Terlihat pada 21 April 2025 kemarin, museum yang biasanya dingin dan sunyi, tiba-tiba mendadak ramai dan hangat ibarat dapur rumah mertua saat Lebaran.

Datanglah para tamu penting, mulai dari Wamenekraf Irene Umar, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, sampai artis-artis papan atas yang biasa kita lihat di layar kaca tapi kini hadir membaca surat Kartini dengan khidmat, bukan endorse skincare.

Irene Umar datang dengan semangat yang tak kalah, dari ibu-ibu arisan bawa panci hadiah. “Hari ini kita buka pameran ‘Sunting  Jejak Perempuan Indonesia Penggerak Perubahan’. Dan bukan cuma soal Kartini doang, ini tentang perempuan yang tiap hari nyetrika, kerja, ngurus anak, tapi tetap bisa merubah dunia,” katanya sembari tersenyum, mungkin sudah membayangkan emak-emak zaman now bawa laptop dan termos di tangan yang sama.

Surat Kartini  Bukan Baper, Tapi Bikin Baper Di tengah suasana museum yang adem itu, panggung kecil disulap jadi tempat pertunjukan teatrikal pembacaan surat Kartini. Tapi jangan bayangkan ini macam pembacaan puisi di hajatan. Ini lebih dari itu.

Christine Hakim membacakan surat seperti seorang ibu bangsa menasehati cucu-cucunya, sementara Happy Salma dan Lutesha tampil kayak duta sastra yang baru turun dari langit.

Ketika Cinta Laura bacain surat “Toehan jang moelia, soenggoeh akoe ingin menjoebahkan menoelis kepada Toean…”, banyak yang nahan air mata bukan karena sedih, tapi karena enggak nyangka surat tahun 1899 bisa bikin dada tahun 2025 sesak juga.

“Saya baru tahu Kartini itu bukan cuma ikon kebaya nasional, tapi juga tokoh feminis level platinum,” bisik seorang ibu-ibu berkerudung bunga-bunga di sebelah saya. “Lah iya, Bu. Dulu Kartini tuh kalau punya akun X (dulu Twitter), udah verified centang emas tuh,” saya balas sambil senyum.

Emak-Emak Matic dan Perempuan Teknologi di antara aura sejarah yang kental, Wamenekraf Irene nggak mau kalah. Ia membawa kabar baik ala Kartini versi 5G.

“Kami  ada program ‘Emak-Emak Matic’, yaitu membuat anak teknologi Indonesia cakap, bukan motor matic ya, tapi emak-emak yang kita ajari coding, jualan online, sampai digital marketing,” jelas Irene dengan penuh semangat sambil sesekali lempar jokes.

“Kalau dulu Kartini nulis surat pakai tinta, sekarang emak-emak nulis caption jualan pakai AI.”

Bayangkan, emak-emak yang dulu cuma main Candy Crush, sekarang bisa buka toko online dan ngiklan pakai SEO. Betul-betul dari dapur ke digital dalam satu sentuhan jempol.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan pidato yang cukup berapi-api, tapi tetap puitis. “Kartini bukan hanya pejuang perempuan, tapi pejuang bangsa. Maka kita hormati bukan hanya simbolnya, tapi juga semangatnya,” ujarnya.

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Jumario ikut hadir, mungkin karena merasa jadi bagian dari generasi yang perlu ‘menyunting’ sejarah dengan nada yang lebih pop. Ada juga Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana yang sempat selfie di depan lukisan Kartini. “Biar feed Instagram-nya berbudaya,” kata salah satu staf sambil nyengir.

Pameran “Sunting” bukan cuma pameran. Ia adalah panggung kecil tempat sejarah dan masa kini berdansa. Dari surat cinta Kartini ke modernitas emak-emak matic, semua nyambung kayak sambungan Wi-Fi di rumah kadang lemot, tapi tetap nyambung kalau sabar.

Jadi, kalau dulu Kartini bisa mengubah zaman hanya dengan pena dan surat, masa sekarang kita yang punya HP, Google, dan TikTok nggak bisa juga? Kalau dulu surat Kartini sampai ke Belanda, masa status WA kita enggak bisa sampai hati suami?

Yuk, mari jadi Kartini masa kini. Bukan cuma pakai kebaya setahun sekali, tapi juga mikir, bergerak, dan berkarya tiap hari. Karena seperti kata Wamenekraf Irene: “Kalau dulu Kartini bisa, masa kita enggak bisa?”
Setuju, Bu. Tapi boleh nanya dulu  emak-emak matic itu udah bisa pake Canva belum?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar OP, Pertamina Distribusikan 1.120 Tabung LPG 3 Kg di Daerah Marjinal  

    Gelar OP, Pertamina Distribusikan 1.120 Tabung LPG 3 Kg di Daerah Marjinal  

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.330
    • 0Komentar

    PT Pertamina [Persero] mendistribusikan sebanyak 1.120 tabung LPG 3 kg melalui Operasi Pasar [OP], guna memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah marjinal, Rabu [23/9/2020]. OP di gelar tersebut dilaksanakan di dua lokasi, antara lain Desa Mata Merah, dan Karya Mulya, Kecamatan Sematang Borang, Palembang. Pelaksanaan OP juga, dikawal langsung Lurah Karya Mulia,  Fitriansyah dan Kepala Desa […]

  • Ini Cara Cek Stok Obat di Apotek

    Ini Cara Cek Stok Obat di Apotek

    • calendar_month Minggu, 11 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 693
    • 0Komentar

    KEMUDAHAN masyarakat dalam mengakses fasilitas layanan kesehatan menjadi perhatian utama Kementerian Kesehatan, tidak terkecuali dalam hal mengakses ketersediaan obat di apotek. Kemenkes telah membuat aplikasi yang memungkinkan masyarakat dapat mengakses ketersediaan obat di apotek sebelum membelinya. Ketersediaan obat dapat diakses melalui laman https://farmaplus.kemkes.go.id/ ”Farmaplus ini bisa diakses dengan mudah. Kita bisa ketahui di apotek mana […]

  • Ingat, TMII Aset Negara Bukan MIlik Individu

    Ingat, TMII Aset Negara Bukan MIlik Individu

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.427
    • 0Komentar

    RUMOR kepemilikan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, milik pribadi kembali bergulir. Hal ini ditepis langsung oleh Direktur Eksekutif TMII I Gusti Putu Ngurah Sedana, di Jakarta (2/6/2022) karena itu sebagai aset negara. “Taman Mini ini aset negara dan dikelola oleh negara, jadi bukan milik perorangan atau perusahaan. Itu tidak benar,” tegasnya. Dia menjelaskan […]

  • Penyintas COVID-19 Donor Plasma Konvalesen

    Penyintas COVID-19 Donor Plasma Konvalesen

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.097
    • 0Komentar

    DONOR Plasma Konvalesen oleh penyintas COVID-19 dapat membantu penyembuhan pasien COVID-19. Terapi Plasma Konvalesen dilakukan dengan memberikan plasma, yaitu bagian dari darah yang mengandung antibodi dari orang-orang yang telah sembuh dari COVID-19. Ingin menjadi donor plasma konvalesen? Daftar di https://plasmakonvalesen.covid19.go.id/ Pastikan sudah memenuhi kriteria yang ditentukan, seperti syarat pendonor antara lain, usia 18-60 tahun, berat […]

  • Skipton International Luncurkan Pinjaman Buy-To-Let Perusahaan Terbatas

    Skipton International Luncurkan Pinjaman Buy-To-Let Perusahaan Terbatas

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 621
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, GUERNSEY –  Skipton International, bank berlisensi Guernsey pemenang penghargaan, telah mengumumkan peluncuran pinjaman buy-to-let perusahaan terbatas yang memberi pelanggan opsi pembiayaan tambahan untuk mengembangkan portofolio properti Inggris.     Roger Hughes – Skipton International   Menurut Hamptons, agen real dan perijinan Inggris terkemuka dan bagian dari Skipton Group, pembelian properti Inggris melalui struktur […]

  • 1.116 Warga Kota Pagaralam Peroleh Bansos APBN

    1.116 Warga Kota Pagaralam Peroleh Bansos APBN

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.574
    • 0Komentar

    1.116 warga Kota Pagaralam peroleh bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), bantuan ini sebesar Rp600 ribu, bakal dicairkan secara bertahap selama 3 bulan. Keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di lima kecamatan ini diantaranya sebanyak 480 KPM di Kecamatan Pagaralam Utara, di Kecamatan Pagaralam Selatan sebanyak 248 KPM, kemudian […]

expand_less
WordPress Archive Bahama Contractor & Architect Elementor Template Kit Bailly – Elementor WooCommerce WordPress Theme bake-bakery-cake-elementor-template-kit Baker – Fresh Bakery, Pastry and Cake Shop WordPress Theme Bakery.co – Bakery Shop Elementor Template Kit Bakery | WordPress Cake & Food Theme Bakevo – Bakery & Cookies WordPress Theme Baller – Basketball Team & Sports Club Elementor Template Kit Baltoo – Tattoo Studio and Artist Elementor Template Kit Bambini – Kindergarten & Pre-School Theme