Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Mau Belajar Ekonomi Kerakyatan? Sekolah Pemikiran Bung Hatta Punya Jawabannya, Simak Yuk!

Mau Belajar Ekonomi Kerakyatan? Sekolah Pemikiran Bung Hatta Punya Jawabannya, Simak Yuk!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
  • visibility 892
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau ngomongin pahlawan, kita pasti langsung kepikiran sosok yang turun ke medan perang, bertempur, dan angkat senjata buat kemerdekaan. Tapi, pahlawan itu nggak melulu soal perang fisik, lho. Ada juga pahlawan yang berjuang lewat ide dan pemikiran brilian, membangun sistem yang bisa bikin rakyat berdikari. Nah, salah satu tokoh yang masuk kategori ini adalah Bung Hatta.

Sebagai Proklamator Kemerdekaan, Bung Hatta nggak cuma berpikir tentang bagaimana Indonesia bisa merdeka dari penjajah, tapi juga gimana caranya rakyat bisa sejahtera setelah merdeka. Salah satu gagasan emas beliau adalah koperasi—sebuah sistem ekonomi yang berbasis gotong royong dan kebersamaan. Sayangnya, di era modern ini, koperasi sering dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Padahal, kalau dikelola dengan benar, koperasi bisa jadi senjata ampuh buat melawan ketimpangan ekonomi yang makin menjadi-jadi.

Sebagai generasi penerus, menghargai jasa para pahlawan itu wajib! Bukan sekadar mengenang nama mereka dalam sejarah, tapi juga meneruskan perjuangan mereka dalam bentuk nyata. Itulah kenapa Sekolah Pemikiran Bung Hatta yang bakal didirikan Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Yayasan Hatta adalah langkah yang sangat brilian. Ini bukan cuma proyek akademis, tapi sebuah gebrakan besar untuk menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatan yang dulu diperjuangkan Bung Hatta!

Bung Hatta percaya bahwa koperasi adalah jalan tengah antara kapitalisme yang terlalu individualistik dan sosialisme yang terlalu kolektif. Dengan koperasi, rakyat bisa mandiri, punya akses ke modal usaha, dan nggak perlu takut dieksploitasi oleh pemodal besar atau tengkulak. Konsep ini dulu berhasil diterapkan dan sempat membuat koperasi menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.

Namun, seiring berjalannya waktu, koperasi mulai ditinggalkan. Banyak orang lebih tergiur dengan bisnis yang cepat menghasilkan keuntungan, meskipun dampaknya bisa memperlebar kesenjangan sosial. Padahal, kalau kita benar-benar menghargai jasa Bung Hatta dan para pendiri bangsa, koperasi seharusnya menjadi bagian dari identitas ekonomi kita yang terus berkembang.

Inilah kenapa pendirian Sekolah Pemikiran Bung Hatta menjadi langkah cerdas dan strategis. Sekolah ini nggak cuma ngajarin teori koperasi, tapi juga bagaimana cara membangun koperasi yang sesuai dengan tantangan zaman. Ini bukan hanya soal mengenang sejarah, tapi memastikan bahwa ide-ide brilian Bung Hatta tetap relevan dan bermanfaat bagi masa kini dan masa depan.

Kemenkop juga nggak main-main. Selain mendirikan sekolah pemikiran, mereka juga bakal membangun Kopdes Merah Putih—sebuah proyek ambisius untuk mendirikan 70.000-80.000 koperasi desa sebagai benteng ekonomi rakyat.

Kenapa ini penting? Karena selama ini, banyak petani, nelayan, dan pedagang kecil yang terjebak dalam lingkaran utang ke tengkulak atau pinjaman online ilegal dengan bunga mencekik. Mereka butuh modal, tapi akses ke bank atau lembaga keuangan formal susah. Akhirnya, mereka terpaksa ngutang ke pihak yang justru memperburuk keadaan mereka sendiri.

Dengan adanya Kopdes Merah Putih, masyarakat desa bisa mendapatkan akses pembiayaan yang adil, berbasis gotong royong, dan pastinya lebih menguntungkan buat mereka sendiri. Ini solusi konkret dan nyata, bukan sekadar wacana.

Yang bikin makin keren, Kopdes Merah Putih ditargetkan bakal diresmikan pada 12 Juli 2025, pas Hari Koperasi Nasional. Artinya, ini bukan sekadar mimpi, tapi sebuah langkah besar yang sudah ada target jelasnya! Kalau ini berhasil, koperasi desa bisa jadi alat yang efektif dan nyata dalam memutus rantai eksploitasi ekonomi yang selama ini terjadi di pedesaan.

Dan ini juga bakal jadi bukti bahwa kita benar-benar menghargai jasa Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Koperasi nggak boleh cuma jadi nostalgia sejarah, harus jadi solusi masa kini dan masa depan.

Salah satu tantangan terbesar koperasi saat ini adalah minimnya pemahaman generasi muda. Banyak yang berpikir koperasi itu kuno, ribet, dan nggak fleksibel, apalagi di era digital.

Makanya, pendirian Sekolah Pemikiran Bung Hatta ini adalah langkah cerdas. Sekolah ini nggak cuma bakal ngajarin teori, tapi juga cara mempraktikkan koperasi dalam ekonomi digital. Bisa jadi tempat belajar gimana koperasi bisa masuk ke bisnis startup, ekonomi berbasis teknologi, dan investasi berbasis komunitas.

Selain itu, Yayasan Hatta juga udah menyiapkan buku ke-10 tentang pemikiran Bung Hatta yang bakal diluncurkan Mei 2025 nanti. Buku ini bakal membahas pembangunan koperasi, pengelolaan sumber daya manusia, dan tata kelola pemerintahan. Ini bukti nyata bahwa ide-ide Bung Hatta tetap hidup dan berkembang, bukan sekadar kenangan sejarah.

Menghargai jasa pahlawan bukan cuma dengan mengenang mereka, tapi juga dengan menerapkan ide-ide brilian mereka dalam kehidupan nyata.

Bukan sekedar nostalgia

Kalau kita cuma mengenang jasa Bung Hatta tanpa menjalankan pemikirannya, itu artinya kita belum benar-benar menghargai perjuangan beliau. Koperasi bukan sekadar warisan masa lalu yang bisa kita biarkan berdebu di museum, tapi harus jadi alat nyata buat meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Makanya, kita semua harus mendukung gerakan ini. Jangan cuma diam dan jadi penonton. Kalau ada kesempatan buat belajar di Sekolah Pemikiran Bung Hatta, manfaatin sebaik mungkin. Kalau ada koperasi di lingkungan kita, dukung dan bantu agar bisa berkembang. Kalau kita punya bisnis, coba pikirkan apakah bisa dikembangkan dalam model koperasi.

Menghargai jasa Bung Hatta dan para pendiri bangsa bukan cuma soal memasang foto mereka di dinding atau menghafal nama mereka dalam ujian sejarah. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa gagasan mereka terus hidup dan memberi manfaat bagi generasi sekarang dan mendatang.

Koperasi adalah salah satu warisan emas Bung Hatta—dan kita punya tanggung jawab buat menjaganya tetap relevan.

Jadi, kalau kita beneran peduli sama Indonesia yang lebih baik, yuk, mulai dari sekarang kita gaspol dan bantu ngehidupin kembali semangat koperasi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luar Biasa, Sampah di Kalidoni Disulap Jadi Instalasi 3 R, Ini Kata Harno !

    Luar Biasa, Sampah di Kalidoni Disulap Jadi Instalasi 3 R, Ini Kata Harno !

    • calendar_month Sabtu, 20 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.550
    • 0Komentar

    “Disini pilot projectnya, nanti terus dikembangkan dan bisa dicontoh di kecamatan lain,”

  • KKP Tertibkan Empat Kapal Cantrang di Selat Makassar

    KKP Tertibkan Empat Kapal Cantrang di Selat Makassar

    • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.771
    • 0Komentar

    KEMENTRIAN Keluatan dan Perikanan (KKP) menangkap empat unit kapal ikan cantrang yang melanggar ketentuan operasional di Selat Makassar. Keempat kapal yang diketahui pernah melakukan praktik penurunan bobot kapal (mark down) tersebut tak berkutik saat diamankan oleh awak kapal pengawas perikanan Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP karena beroperasi di Jalur II yang menjadi […]

  • Pj. Gub Sumsel Agus Fatoni tinjau persiapan Presiden Jokowi di Mura & Muratawara

    Pj. Gub Sumsel Agus Fatoni tinjau persiapan Presiden Jokowi di Mura & Muratawara

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.395
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni meninjau langsung persiapan H-1 kunjungan kerja (kunker) Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ke Sumatera Selatan (Sumsel). Rencananya Presiden Jokowi berkunjung ke tiga daerah, yakni Lubuklinggau, Musi Rawas (Mura) dan Musi Rawas Utara (Muratara). Siang ini, Fatoni meninjau langsung persiapan lokasi yang dijadwalkan akan dikunjungi […]

  • Luar Biasa, Siswa SMP di Sekayu Ini Wakili Indonesia ke Final Seamo X Australia

    Luar Biasa, Siswa SMP di Sekayu Ini Wakili Indonesia ke Final Seamo X Australia

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.339
    • 0Komentar

    PRESTASI membanggakan kembali diraih pelajar Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kali ini di ajang tingkat Internasional yakni South East Asian Mathematical Olympiad (SEAMO) atau olimpiade matematika yang berhasil dimenangkan oleh dua pelajar asal SMP Negeri 6 Unggul Sekayu diantaranya Izami Eurico Bermanah dan Imam Addarul Quthni. Diketahui, pada ajang tersebut diikuti ribuan peserta dari 18 negara di […]

  • Ir S.A Supriono Pj Sekda Sumsel, Setelah Dilantik Gubernur

    Ir S.A Supriono Pj Sekda Sumsel, Setelah Dilantik Gubernur

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru mengakatakan, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus diikuti atas kebutuhan masyarakat yang tentunya tidak sama di 17 kabupaten/kota. Oleh karena itu, sebagai Sekretaris Daerah harus mengarahkan semua OPD dan mempunyai solusi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada, kata Gubernur Sumatera Selatan yang didampingi Wagub H. Mawardi Yahya saat Pelantikan dan […]

  • Ini Motif Pelaku Perkosa-Bunuh Guru yang Jasadnya Dimasukan ke Dalam Ember

    Ini Motif Pelaku Perkosa-Bunuh Guru yang Jasadnya Dimasukan ke Dalam Ember

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.968
    • 0Komentar

    A(18) nekat menghabisi nyawa EJ(45), seorang guru asal Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Bukan hanya itu, pelaku memperkosa korban dalam keadaan tidak sadarkan diri. Apa motif pelaku? Menurut keterangan Polisi, pelaku yang bekerja sebagai sopir ini mengaku sering mengintip korban yang sedang mandi. “Rumah antara pelaku dan korban hanya berjarak 20 meter, sebelumnya pelaku sering […]

expand_less
WordPress Archive Juice Bar & Drink Elementor Template Kit JuliStudio – Portfolio & Agency Theme July – eCommerce WordPress Theme July Morison | Event Photographer’s Portfolio WordPress Theme Jumbo: A 3-in-1 full-screen menu for WordPress Jumpkins – Music & Event Elementor Template Kit Junction — External Links Controller for WordPress Junio – E-Sport Gaming Events & Streamer Elementor Template Kit Junk Data Cleaner For WordPress Junko – Technology Theme for WooCommerce WordPress