Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Sriwijaya, Budaya yang Tak Boleh Sekadar Dipentaskan

Sriwijaya, Budaya yang Tak Boleh Sekadar Dipentaskan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
  • visibility 1.194
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di malam yang biasanya cuma jadi tempat pacaran remaja dan jualan jagung bakar, Monpera Palembang mendadak berubah jadi panggung kejayaan! Bukan karena konser dangdut atau flashmob TikTok, tapi karena Festival Sriwijaya XXXIII Tahun 2025 resmi digelar dengan tema “The Glory of Sriwijaya”. Sebuah tema yang terdengar megah, seolah-olah Palembang siap jadi Athena-nya Asia Tenggara. Tepuk tangan dulu, tapi jangan lama-lama, nanti disangka nyamuk lagi tepuk tangan.

Gubernur Sumsel, yang biasa disapa HD, dengan lantang mengatakan  Festival Sriwijaya ini masuk ke dalam 110 Karisma Event Nusantara Kemenparekraf RI. Artinya, festival ini bukan sembarang acara pentas seni SD. Ini event kelas nasional, geng… eh, maksud kami saudara-saudari sekalian!. Bahkan Sumsel punya dua wakil Festival Sriwijaya dan Festival Perahu Bidar. Tambah lagi, Sumsel Grand Fondo dan Dempo Run. Lengkap sudah dari budaya sampai keringetan.

Ia bilang, Sriwijaya itu bukan cuma cerita sejarah, tapi semangat yang harus diwariskan. Ya, mirip seperti pusaka nenek jangan cuma disimpan di lemari, tapi dijaga dan ditunjukkan ke dunia.

Jangan sampai kita sibuk upload konten Korea dan drakor, tapi lupa kalau dulu leluhur kita punya kerajaan maritim terbesar se-Asia Tenggara. Kalau nenek moyang kita bisa bikin Sriwijaya berjaya tanpa sinyal 5G, masa kita kalah gara-gara sinyal WiFi lemot?

Menurut Plt. Kadisbudpar Sumsel, Pandji Tjahjanto, festival ini bukan sekadar ajang pertunjukan. Tapi juga panggung bagi UMKM, sejarah, dan promosi pariwisata. Ini semacam sayembara modern untuk membangkitkan ekonomi siapa bilang budaya gak bisa cuan?

Bayangkan, sambil nonton teatrikal kejayaan Sriwijaya, kita juga bisa belanja produk lokal, minum kopi liberika, dan beli batik motif perahu bidar. Ekonomi kreatif jalan, budaya tetap eksis.

Kalau ini dijaga serius, bukan tak mungkin Palembang bisa nyusul Jogja atau Bali. Jangan-jangan nanti turis asing salah naik LRT, dikira monorel langsung ke Borobudur, padahal cuma ke Bandara SMB II, he..he..!!.

Tapi… mari kita kasih bumbu sedikit. Jangan cuma festivalnya aja yang megah, jangan Monpera-nya yang kinclong tiap tahun saat acara, tapi setelah itu kembali jadi tempat mangkal tukang parkir liar.

Jangan pula budaya hanya dijadikan dekorasi tahunan. Kita ingin budaya jadi gaya hidup, bukan sekadar seremonial. Jangan kayak pasangan yang cuma romantis pas ulang tahun doang.

Sebab, Sumsel ini ibarat warung kopi yang punya racikan legendaris, tapi pelanggannya lebih percaya kopi sachet. Kita harus pintar menyeduh kembali semangat Sriwijaya diseruput pelan-pelan, tapi nikmatnya sampai ke hati.

Kalau terus dijaga, bisa saja nanti kita punya “Sriwijaya Cultural City” ala-ala, yang jadi rujukan negara ASEAN, bahkan bikin negara lain bilang, “Wah, Sriwijaya! Itu legenda yang hidup, bukan cuma cerita museum.”

Pepatah bilang “Yang menjaga sejarah, akan punya masa depan. Yang cuma bikin event tahunan, nanti tinggal kenangan.”

Festival Sriwijaya ini bukan sekadar pesta mata, tapi peluang nyata. Tapi jangan lupa, budaya itu harus dirawat, bukan hanya dipertontonkan.

Sriwijaya bisa jadi inspirasi, asal kita tidak cuma tepuk tangan, tapi juga ikut menabuh gendang perubahan. Kalau perlu, kita bikin Media sosial seperti TikTok edukatif tentang kejayaan Sriwijaya, daripada joget gak jelas pakai lagu India di depan kolam retensi.

Mari kita buat Sumsel bukan cuma ‘Bumi Sriwijaya’ di spanduk, tapi juga di hati, di jalan, di konten, dan di ekonomi kita. Jangan sampai turis tahu Sriwijaya dari Wikipedia, tapi orang Palembang malah mikir itu nama restoran. Monpera sudah bicara. Sekarang giliran kita yang menjawabnya, bukan dengan angkot, tapi dengan karya.

Selain itu Festival Sriwijaya bukan sekadar ajang hiburan, tapi momentum untuk merekatkan sejarah, budaya, dan masa depan karena bangsa yang besar bukan yang punya panggung megah, tapi yang tahu cara menghormati warisan leluhurnya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Marshmallow Keyboard KW100 dari ASUS, Apa Kelebihannya !

    Marshmallow Keyboard KW100 dari ASUS, Apa Kelebihannya !

    • calendar_month Senin, 22 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 853
    • 0Komentar

      ASUS mengumumkan Marshmallow Keyboard, keyboard nirkabel ringkas dan serbaguna yang tersedia dalam kemasan Oat Milk atau Green Tea Latte. Ideal untuk komputasi sehari-hari, keyboard yang tahan lama ini memiliki sakelar tahan lama hingga 10 juta klik, tombol gunting yang optimal, dan penyangga dua tingkat yang dapat disesuaikan. Sepasang tombol pengalih sistem memungkinkan peralihan yang […]

  • RI Siap Tunjukan pada Dunia Terkait Keberhasilan Transisi Energi, Wakil Menteri BUMN I Sebut Salah Satunya Lakukan Pensiun Dini PLTU Batu bara

    RI Siap Tunjukan pada Dunia Terkait Keberhasilan Transisi Energi, Wakil Menteri BUMN I Sebut Salah Satunya Lakukan Pensiun Dini PLTU Batu bara

    • calendar_month Jumat, 4 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.318
    • 0Komentar

    WAKIL Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury menjelaskan kegiatan Presidensi G20 yang berlansung Oktober mendatang, Pemerintah Indonesia dan BUMN ingin menunjukkan kepada dunia tentang keberhasilan transisi energi  yang tengah digarap. Menurutnya salah satunya dengan melakukan pensiun dini (early retirement) PLTU batu bara. Namun, itu semua, dapat terwujud dengan adanya kolaborasi dan sinergi yang kuat antar […]

  • Pengurus AMSI Aceh Terbentuk, Maimun Saleh Pimpin Periode 2020-2023

    Pengurus AMSI Aceh Terbentuk, Maimun Saleh Pimpin Periode 2020-2023

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2020
    • account_circle Aan
    • visibility 981
    • 0Komentar

    SEJUMLAH pemilik media siber di Aceh yang  tergabung dalam organisasi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Aceh menggelar Konferensi Wilayah I di Sekretariat Anterokini.com di Peunayong, Banda Aceh, Sabtu, 11 Juli 2020. Media tersebut adalah masakini.co, anterokini.com, acehsatu.com, metroaceh.com, portalsatu.com, bakkata.net, dialeksis.com, samudrapost.com, layarberita.com, kabartamiang.com, dan sinarpost.com. Konferensi ini digelar untuk memilih kepengurusan AMSI Wilayah […]

  • Ada Sedikit Kelonggaran untuk 2 Usaha Ini Saat Nataru di Palembang

    Ada Sedikit Kelonggaran untuk 2 Usaha Ini Saat Nataru di Palembang

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 923
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palembang memberikan perlakuan lebih kepada pengusaha hotel dan restoran di Kota Palembang. Terlebih menjelang Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru), Walikota Palembang H.Harnojoyo membuka sedikit kelonggaran hotel dan restoran tetap operasional seperti biasa, kebijakan tersebut juga sebagai upaya mengurangi dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada masa Covid 19. “Tapi mereka( hotel […]

  • Kongkow Bareng Komunitas Ojek Online, Ini Harapannya Kepada AKHOR

    Kongkow Bareng Komunitas Ojek Online, Ini Harapannya Kepada AKHOR

    • calendar_month Selasa, 27 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 940
    • 0Komentar

    Berharap  kriteria pemimpin Kota Palembang mendatang dipimpin oleh pasangan yang lebih muda, enerjik dan lebih mengerti, paham dengan keinginan masyarakat.

  • Menyembelih Ego, Tak Semudah Menyembelih Sapi

    Menyembelih Ego, Tak Semudah Menyembelih Sapi

    • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.104
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pagi buta tanggal 6 Juni 2025, udara Palembang masih sejuk seperti es mambo rasa melon. Di halaman Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo, kemarin terlihat lautan manusia mulai menggelar sajadah. Ada yang datang bawa keluarga, ada juga yang datang sendirian tapi tetap khusyuk kayak hati mantan yang udah legowo liat kamu nikah […]

expand_less
WordPress Archive Switch – Payment App Elementor Template Kit Syantik - Beauty Product Elementor Template Kit Sycho – Psychology and Counseling WordPress Theme Synauw Online Course Education Elementor Template Kit Syner – Creative Agency Elementor Template Kit Syngenic – Solar & Renewable Energy Elementor Template Kit SYNO Before After Image Comparison Plugin SYNO WooCommerce Product Carousel SYNTRA – SEO & Digital Marketing Agency Template Kit Syra – Minimal Showcase Portfolio WordPress Theme